
Bab 37
Setelah beberapa saat akhirnya semua Prajurit dari Kerajaan Taran berkumpul.
"HARI INI KITA AKAN BERPERANG DENGAN KERAJAAN FRED". Lemo berteriak kepada semua prajuritnya.
"BERIKAN KEKUATAN TERBAIK KALIAN UNTUK MELINDUNGI KERAJAAN INI, DAN KITA HABISI MEREKA SEMUA". Tambahnya.
"Orryya"
Semua prajurit berteriak penuh semangat, dan akhirnya mereka pergi menuju ke benteng tempat James menyerang.
*Duk* *Duk*
Suara hentakkan kaki Prajurit bergema di tanah.
"Suruh semua warga mengungsi ke tempat yang aman terlebih dahulu". Lemo memerintahkan salah satu petingginya.
"Baik Yang Mulia". Petinggi itu kemudian pergi.
Setelah beberapa saat kemudian mereka akhirnya tiba di benteng.
Namun Lemo melihat gerbang benteng telah terbuka dan bentengnya dikuasai James dan Pasukannya.
Melihat itu Lemo langsung berteriak dengan marah."JAMES APA YANG KAU LAKUKAN? KENAPA KAU MENYERANG KERAJAANKU?".
James juga berteriak dengan marah."JANGAN BERLAGAK TIDAK TAU APA APA, AKU SUDAH MENGETAHUI BAHWA KAU ADALAH ANGGOTA [Seven Deadly Sins]".
"DAN KAU JUGA YANG MENCULIK ANAKKU". Tambahnya.
Mendengar itu Lemo menjadi bingung."Apa maksudmu aku adalah Anggota [Seven Deadly Sins]?".
"JANGAN BERLAGAK BINGUNG, AKU SUDAH MENGETAHUI SEMUANYA". James berteriak dengan marah.
"SEMUANYA, SERANG". James memerintahkan Ksatrianya.
"Horryyaaa"
Semua Ksatria yang di bawa James langsung menyerbu pasukan Lemo.
*Clang* *Cling*
Suara pedang berbenturan terdengar dari para prajurit yang sedang bertarung.
Pertumpahan darah pun akhirnya terjadi, dan setelah beberapa saat akhirnya semua pasukkan Lemo tumbang.
Namun pasukkan James juga tersisa sedikit, paling paling hanya tersisa sekitar 20 Ksatria.
"SEKARANG AKUILAH BAHWA KAU ADALAH ANGGOTA [Seven Deadly Sins]". James berteriak.
__ADS_1
"DAN KATAKAN DIMANA PUTRAKU BERADA". tambahnya.
Lemo juga sangat marah melihat semua prajuritnya mati dan juga tuduhan yang dikatakan James.
Dia akhirnya tidak tahan lagi dan berteriak."SUDAH KUBILANG AKU TIDAK TAU APA APA, DAN KAU MEMBANTAI SEMUA BAWAHANKU".
"AKU TIDAK AKAN INI PERGI BEGITU SAJA, AKU INGIN MEMBUNUHMU DENGAN TANGANKU SENDIRI". Tambahnya.
Mendengar itu James sedikit tertawa."Haha, kaupikir kau bisa mengalahkanku?".
"Tentu saja, saat ini kau hanya sendiri, aku bisa membunuhmu bersama dengan Ksatria terhebat kerajaanku, Sona". Lemo berkata dengan percaya diri.
Sona yang berada di sebelah Lemo langsung mengeluarkan pedangnya.
"Hehe, kau pikir aku sendiri yang menyerangmu?". James berkata dengan mengejek.
James kemudian menunjuk seorang Ksatria denga pakaian baja lengkap yang menggunakan helm Ksatria dan berkata."Gustav, bukalah helmmu".
Setelah mendengar itu, orang yang berada di dalam pakaian Ksatria itu melepaskan Helmnya dan ternyata Gustav menyamar menjadi Ksatria selama ini.
Melihat itu Lemo langsung terkejut dan berkata denga tidak percaya."Gustav? mengapa kalian berdua menyerangku?".
"Tentu saja kami ingin menghacurkan semua anggota [Seven Deadly Sins]". James berkata dengan kesal.
"BUKANKAH SUDAH KUBILANG AKU TIDAK TAU APA APA TENTANG INI?"Lemo berteriak dengan kesal.
"Gustav, kamu akan melawan Sano, dan aku akan menghadapi Lemo dan membunuhnya dengan tanganku sendiri" Tambahnya.
Akhirnya pertarungan mereka berempat tidak dapat terhindarkan.
James langsung menarik pedangnya dan bergerak menuju kearah Lemo dengan cepat.
*Swoosh*
James langsung berada di depan Lemo dan menebaskan pedangnya.
*Slash*
*Clang*
Namun Lemo berhasil menahannya dengan pedangnya, Lemo kemudian menedang perut James dengan keras.
*Buk*
James mundur beberapa langkah akibat tendangan dari Lemo, Melihat kesempatan itu Lemo langsung melancarkan serangannya.
*Slash*
Lemo menebaskan pedangnya kearah James, Namun James berhasil menghindarinya dengan cepat.
__ADS_1
Mereka berdua akhirnya saling serang, dan pertarungan mereka menjadi sangat sengit.
Sementara itu Gustav dan Sano juga bertarung dengan intens.
Gustav bergerak dengan sangat cepat dan melayangkan tinjunya kearah Sano.
*Bam*
Tinjunya berhasil mengenai Sano dan membuat Sano terpental jauh.
"Kuhuk"
Sano mengeluarkan darah dari mulutnya dan berbaring dengan lemah.
Sementara itu, James dan Lemo sudah kelelahan karena pertarungan mereka yang sangat hebat.
Saat mereka ingin melancarkan serangan, tiba tiba sosok bertopeng datang dan bertepuk tangan.
*Plak* *plak* *plak*
Mereka kemudian menghentikan pertarungan mereka, James yang melihat Sosok bertopeng itu, dia langsung menyerangnya.
dia berteriak dengan marah."KAU BAJINGAN DARI [Seven Deadly Sins], DIMANA KAU MENGURUNG ANAKKU?".
Sosom bertopeng itu kemudian berkata dengan santai."Hoho, Raja James, santai saja tidak perlu berteriak, aku akan mempertemukanmu dengan anak mu".
*Plak* *plak*
Sosok bertopeng itu bertepuk tangan, dan kemudian muncul seseorang menggunakab jubah hitam.
Setelah melihat siapa yang muncul, Raja James langsung menghampirinya dan berteriak dengan gembira."Hansen, Putraku".
Raja James berlari ke arahnya dan memeluknya dengan erat."Ternyata kamu masih hidup, ayah sangat senang".
Namun Hansen langsung menusukan tangannya ke dada Raja James dan mengenai jantungnya.
Raja James terkejut dan bertanya dengan tidak percaya."Mengapa kau membunuh ayahmu?".
"Ups, Maaf aku lupa memberitahumu bahwa dia sudah tidak memiliki kesadaran lagi, dia sekarang hanyalah mesin pembunuh". Sosok bertopeng itu berkata dengan main main.
Mendengar itu James berkata dengan tidak percaya."Apa? apa yang kau lakukan kepada putraku?".
Sosok bertopeng itu menjawab dengan santai."Aku tidak melakukan apa apa, kalau kau ingin tau, tanyakan saja semuanya kepada Albert".
"Apa? jadi semua ini adalah perbuatan Albert?". James menjadi sangat marah setelah mengetahui kebenarannya.
Namun dia sudah tidak bisa bertahan lagi, dan akhirnya di menghembuskan nafas terakhirnya."Kuharap Silia tidak bersedih dengan kematianku".
Akhirnya James Fred, Raja Kerajaan Fred mati di tangan putranya sendiri.
__ADS_1