Return Great Magician(Dropped)

Return Great Magician(Dropped)
Identitas Alice


__ADS_3

Bab 90


Ketika mereka tiba di tempat pelatihan, Di sana sudah ada Merlin yang sedang membaca buku.


Namun mereka melihat sesuatu yang sangat luar biasa, Mereka melihat Bell sedang melakukan latihan pedangnya.


Vivi langsung mendekatinya dan berkata dengan gembira. "Wow, Apakah Matahari terbit dari Barat hari ini? kenapa kau melakukan pelatihan Bell?".


"Apa salahnya jika aku berlatih?". Bell bertanya dengan malas.


"Tentu saja itu salah, kamu biasanya hanya tidur untuk menghabiskan waktumu". Vivi berkata dengan gembira.


"Yah, aku ingin menjadi lebih kuat". Bell menjawab dengan santai.


Diana dan yang lainnya juga mendekat, Kemudian Diana melihat luka yang diterima Bell tadi malam.


"Bell, apakah kau terluka?". Diana bertanya dan memeriksa lukanya.


"Tidak apa apa, itu hanya luka gores". Bell menanggapi dengan santai.


Diana kemudian berkata dengan khawatir. "Walaupun hanya luka gores, itu harus segera di sembuhkan".


Diana kemudian memandang Liliana dan berkata. "Liliana, Sembuhkan lukanya".


Liliana mengangguk dan berjalan menghampiri Bell, Kemudian dia memegangi lukanya dan membaca mantra.


Setelah beberapa saat luka Bell langsung hilang, bahkan tidak ada bekas luka sama sekali. Semuanya terlihat seperti Bell tidak pernah terluka.


Diana kemudian menghampiri Merlin dan bertanya. "Merlin, apakah kau tidak bosan dengan terus membacanya?".


Merlin menutup bukunya dan menjawab. "Tidak sama sekali, dengan membaca aku menjadi tau segalanya".


"Aku sama sekali tidak mengerti denganmu". Diana menggelengkan kepalanya dan berjalan pergi ke tempat target panahannya.


Mereka kemudian berlatih bersama dan saling beradu kekuatan masing masing.


Mereka berlatih tanpa mengingat waktu sama sekali, Ketika mereka menyelesaikan sparring, hari sudah mulai gelap dan mereka menghentikan Sparring


"Baiklah, kita sudahi dulu latihannya sampai di sini untuk hari ini". Diana berkata kepada mereka semua.


Kemudian mereka pergi meninggalkan tempat pelatihan bersama sama. Namun di tengah jalan mereka dicegat oleh seseorang.


"Hey Bajingan, apa kau masih mengingatku?". Orang itu berteriak.


Mereka semua kemudian memandang orang yang berkata itu, dan Bell mengenalinya.


Orang itu adalah Carlos, Kali ini dia akan memprovokasi Bell seperti apa yang dikatakan Corydon padanya.


Ketika Carlos melihat Diana, Vivi, dan Liliana, Wajahnya langsung menunjukan senyum cabul.


"Wah wah, ternyata ada wanita cantik di sini". Carlos berkata sambil membenarkan rambutnya.

__ADS_1


Kemudian dia berkata dengan sopan. "Kalian sebaiknya menjauh dari anak yang bernama Bell itu, dan kalian ikut denganku"


"Aku akan memanjakan kalian semua dengan semua harta yang kupunya. asal kalian tau, aku adalah Tuan Muda ke-2 dari Keluarga Green".


Mendengar itu Vivi tertawa dengan gembira. "Hahaha, orang ini lucu sekali".


Kemudian dia bertanya dengan penasaran. "Kenapa kami harus menjauh dari Bell?".


"Tentu saja itu karena aku ingin membunuhnya, jadi sebaiknya kalian menjauh darinya, karena aku tidak ingin kalian melihat aku membunuhnya". Carlos berkata dengan sombong.


"Hahaha, orang ini benar benar sangat lucu, bahkan badut akan menangis melihatnya". Vivi tertawa dengan sangat keras sambil memegangi perutnya.


Kemudian Vivi mendekati Carlos dan berkata padanya. "Apa kau ingin aku membertahumu sesuatu?".


Mendengar itu mata Carlos berbinar dan mengira Vivi setuju ikut dengannya, Jadi dia mengangguk dengan antusias.


"Ya, aku ingin mendengarkannya".


Vivi kemudian berbisik ke telinga Carlos. "Sebenarnya Bell adalah kakakku. eh tidak, kami lahir di hari yang sama dan waktu yang sama, jadi aku tidak tau siapa yang menjadi kakak".


Mendengar itu Carlos sangat terkejut, dia ingin menangkap Vivi setelah mengetahui itu.


Dia berpikir untuk menjadikan Vivi sandera akan membuatnya lebih mudah untuk membuat Bell menyerah.


Namun sebelum dia bisa melakukan itu, perutnya tiba tiba di tinju oleh Vivi dengan sangat kuat.


*Buk*


"Hahaha, aku suka menghajar badut sepertimu". Vivi berkata dengan gembira sambil terus memukul Carlos.


*Buk* *Buk* *Buk*


Setelah membuat Carlos sudah tak berdaya Vivi berhenti dan berkata dengan kecewa. "Sangat tidak menyenangkan jika badutnya tidak melawan".


'Sial, wanita ini sangat kuat'. Pikir Carlos dengan sedih.


"Kakak, kita tinggalkan saja dia di sini". Vivi berkata pada Diana.


Mereka akhirnya pergi meninggalkan Carlos yang kesakitan sendirian.


'Tunggu saja, aku akan membuatmu memohon di bawahku dan membuatmu menjadi budak seksku'. Pikir Carlos dengan marah.


Namun semua keinginannya tak akan pernah tercapai. Karena setelah Vivi dan yang lainnya pergi, seseorang dengan pakaian tertutup serba hitam datang dan membuat Carlos menjadi lumpuh dan tidak bisa apa apa.


.....


Mansion Keluarga Blaze, Ruang Makan.


Saat ini Tyr makan bersama dengan Keluarga Blaze setelah selesai berlatih dengan Leo.


"Makanlah yang banyak Nak Tyr". Darwin menjamunya dengan ramah.

__ADS_1


"Terima kasih Paman". Tyr berkata dengan sopan dan memakan makanannya.


Mereka bertiga akhirnya makan bersama, setelah beberapa saat akhirnya mereka selesai menghabiskan semua makanan yang ada di meja.


"Terima Kasih untuk makanannya Paman, Leo". Tyr berkata dengan sopan setelah selesai makan.


"Tidak apa apa, anggap seperti dirumah sendiri". Darwin berkata dengan santai.


Darwin kemudian memuji Tyr. "Setelah melihat kekuatanmu hari ini, aku langsung sangat kagum denganmu. tak kusangka kamu sangat kuat"


"Awalnya saat aku mendengar tentangmu dari Leo, aku tidak percaya. Tapi setelah melihat kekuatanmu hari ini aku jadi percaya".


"Paman terlalu memujiku". Tyr berkata dengan santai.


Kemudian Tyr melihat potret keluarga milik Keluarga Blaze, dan dia terkejut setelah melihat potret yang dikenalnya di sana.


"Siapa wanita itu?". Tyr menunjuk potret itu dan bertanya.


Darwin kemudian melihat ke arah yang ditunjuk oleh Tyr dan menjawab dengan sedih. "Dia adalah adikku dan bibi Leo, namun dia menghilang sekitar 18 tahun lalu".


'Apa? bukankah itu Ibu Alice?'. Pikir Tyr


Ya, potret yang dilihat oleh Tyr adalah potret Alice. Dia tidak menyangka kalau Alice berasal dari Wilayah Tengah dan juga Bibi Leo.


Tyr kemudian bertanya untuk memastikan kembali. "Apakah namanya Alice?".


Mendengar itu Darwin berkata dengan terkejut. "Apakah kamu pernah bertemu dengannya?".


Tyr kemudian menjelaskan. "Sebenarnya aku kenal, bahkan aku sangat dekat dengannya karena dia Ibuku".


"Apa? Ibumu? dimana dia sekarang?". Darwin bertanya dengan serius.


"Dia saat ini sedang bersama dengan Ayahku, sebenarnya dia bukan Ibu kandungku, dia salah satu istri Ayahku, jadi kami memanggilnya Ibu Alice". Tyr menjelaskan.


"Dimana dia sekarang?". Darwin kembali bertanya.


"Dia ada di Wilayah Timur bersama dengan Ayahku dan dia baik baik saja". Tyr menjawabnya.


"Syukurlah kalau dia baik baik saja". Darwin bernapas lega.


Leo kemudian berkata. "Jadi aku sekarang bisa dianggap sepupu dengan Tyr?".


Darwin mengangguk. "Bisa dibilang begitu".


"Haha hebat, dengan begini kita akan sering menghabiskan waktu bersama". Leo berkata dengan gembira.


"Oh, Bagaimana kalau kau menginap di sini malam ini?". Leo menambahkan.


"Apakah itu tidak apa apa?". Tyr bertanya dengan ragu.


"Tentu saja kamu sangat disambut disini". Darwin menanggapinya.

__ADS_1


Akhirnya Tyr menginap di Mansion Kelurga Blaze.


__ADS_2