
Bab 13
POV Mia:
Namaku Mia, aku seorang janda berumur 42 tahun, aku juga memiliki seorang anak perempuan yang berusia 20 tahun.
Beberapa bulan lalu aku membawa seorang pria muda dan tampan yang seumuran dengan putriku.
Aku membawanya ke rumahku karena dia menolongku, dari berandal yang menggaguku saat aku sedang menuju pulang ke rumah dari pasar.
Namanya adalah Mateo, Mateo memperlakukanku dengan sangat baik, namun suatu hari dia menggodaku.
Aku yang sudah lama tidak merasakan sentuhan seorang pria menjadi tergoda olehnya, hingga akhirnya aku tidur dengan pria yang seumuran dengan putriku.
Setelah tidur dengannya, aku menghabiskan waktu dengannya secara diam diam tanpa diketahui Mira putriku.
Aku jatuh cinta dengannya setelah dia memperlakukanku dengan sangat baik, aku tidak peduli biarpun dia seumuran dengan putriku, aku tetap mencintainya sebagai seorang pria.
Aku juga minta maaf kepada suamiku yang telah meninggal karena aku sekarang telah mencintai wanita lain.
Aku bersama dengannya selama seminggu sebelum akhirnya dia pergi ke Ibu Kota untuk melakukan misi pengawalan.
Aku tidak peduli apa yang di lakukannya di Ibu Kota, bahkan jika dia bersama dengan wanita lain, aku tidak keberatan dengan itu, aku hanya berharap dia tetap mencintaiku.
Biarpun dia tidak mencintaiku lagi, aku hanya akan menganggap waktu kita bersama adalah mimpi terindah bagiku.
Sekarang sudah dua bulan berlalu sejak Mateo pergi ke Ibu Kota, aku mulai merasa sedikit kesepian.
Sebulan yang lalu aku merasakan mual mual, setelah diperiksa oleh tabib, tabib itu mengatakan bahwa aku sedang hamil.
Aku tidak menyangka di umurku yang sudah 42 tahun, aku masih bisa mengandung seorang anak.
__ADS_1
Aku pun merasa bahagia karena aku mengandung anak dari orang yang kucintai.
Namun saat ini aku bingung bagaimana menjelaskannya kepada Mira, dia tidak mengetahui bahwa kami berhubungan, mungkin dia akan terkejut bahwa aku bersama pria yang seumuran dengannya.
Tapi aku tidak akan menyembunyikannya selamanya, karena semakin hari perutku akan semakin membesar.
Aku lebih baik memberitahunya sendiri daripada dia yang mengetahuinya sendiri.
Aku kemudian memanggil Mira kekamarku untuk memberitahunya kebenaran.
*Tok tok*
Tiba tiba seseorang mengetuk pintu kamarku.
"Masuk". Aku berkata dengan santai.
Kemudian masuk seorang wanita muda yang cantik, wanita ini adalah anakku Mira.
Aku kemudian menyuruhnya duduk di dekatku dan berkata."Mira sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku beritahukan padamu".
"Ibu, apa sebenarnya yang ingin kamu sampaikan padaku sehingga kamu mengatakan kata kata seperti itu". Mira bertanya dengan bingung.
Aku kemudian memberanikan diri dan berkata."Mira, sebenarnya Ibu sudah bersama Mateo sejak dua bulan lalu, dan sekarang aku sedang hamil anak Mateo".
"Apa". Mira yang mendengar itu langsung terkejut.
Dia kemudian tenang kembali dan berkata."Apakah Ibu benar benar hamil? itu artinya aku akan menjadi seorang kakak?".
"Ya kamu akan menjadi seorang kakak, tapi apakah kamu tidak marah?". Aku bertanya dengan gugup.
Mira kemudian tersenyum dan berkata."Untuk apa aku marah? bahkan aku senang Ibu menemukan pria yang Ibu cintai, dan sekarang ibu sedang mengandung anak dari pria yang ibu cintai".
__ADS_1
"Mira, terima kasih karena telah mau menerimanya". Aku berkata sambil meneteskan air mata.
Aku kemudian memeluk Putriku ini dengan penuh kasih sayang dan berkata."Mira ketika bayi ini lahir, tolong perlakukan dia dengan baik".
"Tentu saja aku akan memperlakukannya dengan baik, dia juga adikku". Mira berkata meyakinkanku.
Aku kemudian tersenyum dan berkata."Senang mendengarnya".
"Baiklah, kalau tidak ada lagi yang ingin ibu bicarakan denganku, maka aku akan pergi dulu". Mira berkata sambil tersenyum.
Aku kemudian menjawabnya."Ehm, kamu boleh kembali kekamarmu sekarang".
Mira kemudian pergi dari kamarku, setelah melihat Mira pergi aku berkata pada diriku sendiri."Akhirnya salah satu beban di hatiku telah terangkat".
"Sekarang yang tersisa hanyalah apakah Mateo akan senang atau tidak, ku harap dia akan senang bahwa aku sedang mengandung anaknya". Tambahku.
Aku pun langsung tertidur dengan pulas setelah melepaskan salah satu beban di hatiku.
POV Mira:
Saat ini aku sedang duduk di kamarku dengan perasaan campur aduk, karena aku baru saja datang dari kamar Ibuku, hari ini Ibuku memberitahu sesuatu yang sangat luar biasa bagiku.
Ibuku memberitahu bahwa dia sedang mengandung anak seorang pria yang seumuran denganku, pria itu adalah Mateo yang di bawa Ibu pulang dua bulan lalu.
Mendengar itu aku merasa sangat kaget, bagaimana tidak, aku sangat tidak menyangka bahwa mereka akan tidur bersama.
Aku menjadi bingung, di satu sisi aku senang Ibu menemukan pria yang cintainya dan mengandung anaknya.
Di sisi lain aku merasa sedih, karena Mateo adalah cinta pertamaku, sebenarnya sejak dia datang ke rumah ini aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama.
Dan ketika aku melihat dia sering membantu kami, perasaan cinta di hatiku menjadi semakin dalam.
__ADS_1
Setelah mendengar pengakuan dari Ibuku tadi, Aku hanya bisa pasrah dengan nasib cintaku, Aku hanya akan membiarkan takdir yang menentukan cintaku ini kedepannya.
Setelah aku berpikir tentang yang terjadi hari ini, aku pun menjadi lelah dan tertidur dengan pulas.