
Bab 97
Diana dan yang lainnya mengarahkan pandangannya ke arah sumber suara, Kemudian mereka melihat Carmilla.
"Halo Bibi". Mereka berkata serempak.
'Apa? bibi? apa wajahku terlihat seperti bibi?'. Pikir Carmilla sambil memegangi wajahnya.
"Adik adik, kalian bisa memanggilku Kakak, aku masih muda". Carmilla berkata dengan sedikit kesal.
"Tidak, Bibi terlihat lebih tua dari Ayah kami, jadi tidak enak jika kami memanggilmu Kakak". Diana menggelengkan kepalanya.
"Benar". Yang lainnya juga mengangguk.
'Dasar anak anak keparat ini'. Carmilla menjadi semakin kesal.
Namun dia tetap mempertahankan senyum di wajahnya, dia kemudian berkata. "Terserah kalian saja".
Kemudian dia mendekati Tyr dan menggodanya. "Pria tampan, apakah kau ingin bermain dengan Kakak cantik ini?".
Tyr menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tertarik dengan wanita tua".
Mendengar itu Carmilla langsung merasa seperti ditusuk dengan pedang di hatinya. 'Dasar anak sialan'.
Setelah itu dia menjauh dari Tyr dan mendekati Bell. "Bagaimana denganmu adik kecil? apakah kau ingin menghabiskan satu malam dengan Kakak ini?".
"Tidak tertarik". Bell menjawab dengan malas.
'Bajingan'
Lalu dia mendekati Lorent. "Halo adik tampan, Bisakah kamu menemani Kakak untuk satu malam?".
"Tidak". Lorent menjawab dengan santai.
'Bangsat'
Kemudian dia mengarahkan pandangannya pada Merlin. Namun sebelum dia bisa berkata, Merlin lebih dulu berkata dengan dingin. "Aku tidak tertarik".
'Anak anak bangsat'. Pikir Carmilla dengan marah.
Dia kemudian mencoba untuk menggoda mereka lagi. Namun sebelum dia bisa menggodanya seseorang datang dan berteriak. "Hay adik adikku".
Orang yang datang itu adalah Nana, Dia terlihat sangat cantik ketika mengenakan pakaian yang mewah.
__ADS_1
Dia berlari ke arah Diana dan yang lainnya dengan gembira.
"Kakak". Vivi langsung berlari ke arahnya dan memeluknya dengan erat.
Nana juga memeluknya dengan erat. "Vivi, kamu sudah tumbuh besar sekarang".
Kemudian dia memeluk Diana dan yang lainnya juga, setelah itu dia bertanya kepada Bell. "Bagaimana keadaan Ibu? apakah dia baik baik saja?".
"Ibu baik baik saja, Kakak tidak perlu khawatir". Bell menjawabnya dengan santai.
"Baguslah kalau begitu". Nana mengangguk lega.
Kemudian dia memandang ke arah Carmilla dan menyapanya. "Halo, apakah kamu teman adikku? tapi kenapa kamu terlihat tua ya?".
'Datang lagi satu bajingan yang membuatku kesal'. Pikir Carmilla dengan marah.
Namun wajahnya tersenyum dengan ramah dan menjawab. "Bukan, aku baru saja tiba di sini dan menyapa mereka".
"Oh, jadi begitu". Nana mengangguk.
Namun Vivi berkata sambil tertawa gembira. "Kakak, dia mengajak Tyr dan yang lainnya untuk menemaninya bermain, Namun mereka menolaknya, hahaha".
Diana dan yang lainnya mendengar itu langsung menahan tawa mereka sambil menunduk.
"Tapi aku mengatakan kebenaran". Vivi berkata dengan bahagia.
Carmilla ingin membantahnya lagi, namun tiba tiba seseorang berbicara di atas podium.
Orang itu adalah Kepala Akademi, Captiosus. Captiosus berkata dengan tulus. "Terima kasih untuk semua tamu yang hadir di sini, saya sebagai Kepala Akademi sangat bersyukur kalian dapat menghadiri pesta penyambutan ini"
"Tanpa membuang waktu lagi, mari kita memulai pestanya".
"Yaaa"
Para tamu undangan dan murid baru bersorak dan saling menari bersama. Musik juga dimainkan dengan sangat merdu.
Diana juga mulai menari bersama dengan adik adiknya, mereka semua menikmati pesta.
Mateo juga sudah tiba di Mansion air hujan, dia berada di lantai dua bangunan. Dia tidak ingin menyapa anak anaknya untuk saat ini.
Dia ingin memberikan kejutan pada mereka nanti. Melissa yang berdiri di sebelahnya bertanya. "Yang mana anakmu?".
Mateo kemudian menunjuk ke arah Diana dan yang lainnya. "Mereka semua adalah anakku, tapi rambut merah muda itu bukan".
__ADS_1
"Kamu punya anak lebih dari satu?". Melissa bertanya dengan heran.
"Apakah ada yang salah dengan itu?". Mateo menatapnya dengan bingung.
"Tidak, tidak ada yang salah dengan itu". Melissa menggelengkan kepalanya.
Di sisi lain Alice bertanya kepada Darwin. "Dimana keponakanku Kak?".
Darwin kemudian melihat lihat kebawah, setelah dia melihat Leo, Darwin menunjuk dan berkata. "Itu dia, pria rambut merah yang sedang menari dengan wanita itu".
Alice kemudian memandang arah yang ditunjuk oleh Darwin dan berkata dengan bangga. "Seperti yang diharapkan, keponakanku adalah pemuda yang tampan".
"Tentu saja, siapa dulu Ayahnya". Darwin berkata dengan bangga.
Saat Darwin sedang asyik membanggakan anaknya, seorang pria paruh baya datang bersama seorang pria muda dan menyapanya. "Apa yang membuat Kepala Keluarga Blaze sangat bahagia hari ini".
Darwin memandang orang yang berbicara dan kemudian menyapa. "Aku kira siapa, ternyata itu adalah Kepala Keluarga Magna".
"Apa kabarmu Charless?". Darwin bertanya lebih dulu.
"Aku baik baik saja". Charless mengangguk.
Kemudian berkata. "Bagaimana denganmu?Uppss, sepertinya aku tidak perlu menanyakan itu, sudah terlihat jelas dari wajahmu kalau kau sedang bahagia".
Orang yang datang menyapa Darwin itu adalah Charless dan juga Thales ikut bersamanya.
"Halo paman". Thales membungkuk dengan hormat.
"Thales, kamu sudah besar sekarang". Darwin mengangguk.
"Oh, siapa wanita cantik ini?". Charless bertanya setelah melihat Alice.
"Ini adalah adikku, Alice". Darwin memperkenalkannya dengan bangga.
"Apakah dia yang kabur waktu itu?". Charless kembali bertanya.
"Ya, sekarang dia kembali bersama suaminya". Darwin mengangguk.
"Oh, sekarang dia sudah punya suami ya". Charless mengangkat alisnya.
"Ya, itu dia". Darwin menunjuk ke arah Mateo.
Kemudian Charless mengarahkan pandangannya kepada Mateo yang sedang berbicara dengan Melissa.
__ADS_1