
Bab 80
Di kediaman Leluhur Elf saat ini ada dua orang yang saling duduk berhadapan.
Orang itu adalah Mateo dan Leluhur Elf sendiri, Mateo pergi ke kediaman Leluhur Elf setelah pesta penyambutan Milia.
Setelah melihat Mateo duduk di depannya, Leluhur Elf kemudian berkata. "Sudah lama kita tidak bertemu".
"Ya, memang sudah lama". Mateo mengangguk.
Leluhur Elf menuangkan minuman ke cangkir Mateo sambil bertanya. "Kudengar kau mati lebih dari seratus tahun lalu".
"Aku memang pernah mati, Namun jiwaku masih hidup. Jadi aku menunggu seratus tahun untuk bisa membentuk kembali tubuhku". Mateo menjelaskan.
"Jadi begitu". Leluhur Elf mengangguk.
"Tidak kusangka kau sekarang menjadi Leluhur Elf, Melissa". Mateo berkata dengan santai.
"Ups, atau aku harus memanggilmu Leluhur Elf?". Mateo berkata dengan nada menggoda.
"Panggil saja aku seperti kau memanggilku dulu". Melissa berkata dengan santai.
Ternyata Mateo dan Melissa sudah lama saling kenal. Mereka dulu pernah melakukan petualangan bersama.
"Kudengar dari Milia kau ingin menanyakan sesuatu padaku, pertanyaan seperti apa yang ingin kau tanyakan padaku?". Melissa bertanya dengan penasaran.
Mateo kemudian menejelaskan. "Baiklah, aku akan langsung saja. Kudengar dari Milia kau tau cara untuk membuat wanita kembali cantik lagi, apakah itu benar?".
"Hmm". Melissa merenung sejenak, Kemudian dia melanjutkan. "Sepertinya aku pernah membaca tentang hal seperti itu".
"Tunggu sebentar"
Melissa kemudian berdiri dan pergi ke Perpustakaannya, Setelah beberapa saat dia kembali dengan membawa buku tebal.
"Hmmm". Melissa terus membolak balik bukunya, Setelah beberapa saat ini berkata dengan gembira. "Ahh, ini dia".
"Di sini tertulis, Seorang wanita bisa mengembalikan kecantikannya dengan memakan buah Kallisti"
"Kallisti adalah buah dewa yang berbentuk seperti apel emas, jika memakan satu gigitan dari buah itu, maka dia akan diberkahi umur panjang"
"Dan jika memakan satu buah, maka akan mendapatkan kecantikan yang luar biasa serta umur panjang. Orang yang memakannya juga bisa membangkitkan potensi sihirnya yang terpendam"
Mendengar itu Mateo menjadi sangat bahagia, kemudian dia bertanya dengan antusias. "Dimana aku bisa menemukannya?".
__ADS_1
"Hmm". Melissa membolak balik bukunya lagi, Namun kemudian dia berkata sambil meminta maaf. "Maaf, disini tidak tertulis lokasi buah itu tumbuh".
Mendengar itu Mateo menjadi sedikit kecewa. Namun dia tetap bersyukur, setidaknya masih ada sedikit harapan.
Biarpun kemungkinannya hanya 1%, Itu lebih baik daripada tidak ada kemungkinan sama sekali.
Melissa menutup bukunya dan bertanya kepada Mateo. "Untuk apa kamu mencarinya?".
"Sebenarnya aku ingin Istriku kembali muda dan cantik kembali". Mateo menjelaskan.
"Apa? jadi sekarang kamu sudah punya istri?". Melissa berkata dengan terkejut
Melissa kemudian bertanya. "Apakah kamu menikah dengannya?".
Mateo menggelengkan kepalanya dan berkata dengan sedih. "Tidak, itu bukan dia".
"Jadi kamu menikah dengan orang lain dan melupakannya?". Melissa bertanya dengan penasaran.
Mateo menggelengkan kepalanya. "Bagaimana aku bisa melupakannya? aku masih mencintainya sampai saat ini. Namun aku juga menemukan wanita yang aku cintai sekarang".
"Jadi sekarang kamu mencintai banyak wanita? lalu kenapa dulu kau menolakku?". Melissa bertanya dengan menggoda.
"Dulu aku hanya mencintai satu wanita, tapi sekarang aku sudah bisa menerima banyak wanita. Aku hanya berpikir Mubazir untuk tidak bermain dengan wanita yang mencintaiku"
"Lalu apakah kau sekarang akan bercinta denganku jika aku mengajakmu untuk bercinta?". Melissa bertanya dengan menggoda.
Mateo berdiri dan mendekati Melissa, kemudian dia langsung mencium bibirnya dengan lembut.
"Mmpphh, Mmpphh"
Melissa mencoba untuk memberontak dengan mendorong Mateo, Namun Mateo tetap mencium bibirnya dengan rakus.
Setelah beberapa saat akhirnya mereka kehabisan napas dan Mateo melepaskan ciumannya.
"Hah Hah"
Melissa bernapas dengan cepat, kemudian dia berkata dengan marah pada Mateo. "Apa yang kau lakukan? kenapa kau menciumku?".
"Bukankah sudah jelas bahwa kita akan bercinta?". Mateo berkata sambil meraba raba dada Melissa.
"A.. aku hanya menggodamu". Melissa berkata dengan gugup.
"Tapi disini sudah ada yang tegak, tetapi bukan keadilan". Mateo berkata dengan menggoda.
__ADS_1
"A.. aku tidak bermaksud membuatnya tegak, a.. aku hanya mengetesmu apakah kamu benar benar akan menerima wanita yang mengajakmu bercinta"
"T..ternyata apa yang kamu katakan memanga benar, j.. jadi aku sekarang percaya". Melissa berkata dengan gugup, wajahnya juga memerah dan jantungnya berdegup kencang.
"Aku tidak peduli dengan alasanmu, sekarang yang aku inginkan hanyalah pertanggung jawabanmu karena sudah membuat adikku berdiri tegak". Mateo kembali mencium bibir Melissa sambil memukul pantatnya.
*Plak*
Setelah beberapa saat Mateo merobek pakaian Melissa dan menghisap cerinya seperti bayi yang haus akan ASI ibunya.
Mateo kemudian membaringkan Melissa di meja dan mengarahkan adick kecilnya ke arah goa Melissa yang mulus tanpa ada rambut sehelai pun.
"T.. tidak Jangan". Melissa mencoba untuk memberontak, Namun Mateo langsung menusukkan adick kecilnya.
"Aagghh"
Melissa menjerit kesakitan, kemudian mengeluarkan air mata.
Mateo melihat darah keluar dari goa milik Melissa, dia terkejut setelah melihat itu. 'Tidak kusangka dia masih perawan'. pikirnya
Namun Mateo terus menusukkan adick kecilnya maju mundur ke dalam goa Melissa.
Awalnya Melissa merintih kesakitan, Namun setelah beberapa saat akhirnya dia merintih kenikmatan.
Mereka akhirnya bercinta dengan berbagai posisi. Melissa juga membangkitkan sifat terpendamnya yaitu BDSM.
Mateo pun melayaninya dengan mengikatnya menggunakan rantai, dan mencambuknya.
*Plak*
"Hahaha, rasakan ini perawan tua"
*Plak*
Mateo terus menggedor goa Melissa dengan ganas hingga goa Melissa menyemprotkan jus cinta yang sangat banyak.
Mateo juga menembakkan bebannya ke wajah Melissa yang menampilkan ekspresi Ahegao.
.....
Sementara itu di suatu tempat yang Megah, di salah satu ruangan itu ada seorang nenek tua.
Nenek tua itu melihat ke luar dari jendela dan bergumam dengan sedih. "Apakah dia benar benar sudah mati atau masih hidup?".
__ADS_1