
Bab 92
Wilayah Tengah, Mansion Keluarga Green.
Iratus sangat marah setelah melihat Carlos yang sudah menjadi lumpuh dan tidak bisa berbuat apa apa.
"Siapa yang melakukannya? aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri". Iratus berteriak dengan marah.
Bahkan Tabib yang sedang meringankan luka Carlos pun sangat takut dengan amukan dari Iratus.
Di sana juga ada Corydon, dia kemudian berkata kepada Ayahnya. "Ayah, dari informasi yang kuterima, anak yang bernama Bell itu lah yang membuatnya jadi seperti ini".
"Apa? dia lagi? bukankah aku sudah menyuruh Carlos untuk tidak memprovokasinya untuk saat ini?". Iratus berkata dengan marah.
Corydon mengangguk dan berkata dengan serius. "Benar Ayah, Namun anak yang bernama Bell itu sepertinya menyimpan dendam terhadap Carlos, dan dia langsung membuat Carlos jadi seperti ini setelah dia bertemu dengan Carlos".
"Apa? beraninya dia melakukannya! aku tidak peduli lagi dengan Captiosus, aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri". Iratus berkata dengan sangat marah.
Memdengar itu Corydon sedikit tersenyum dan kembali lagi dengan wajah seriusnya. "Kita tidak perlu menyerang Akademi Ayah, Bukankah sebentar lagi akan ada jamuan untuk murid baru di Mansion air hujan? kita akan membunuhnya di sana".
Mendengar itu Iratus kembali tenang dan berkata. "Ya, aku akan membunuhnya di sana".
"Kalian jaga anakku dengan baik". Iratus berkata kepada para Tabib sebelum berjalan keluar dari kamar Carlos.
Setelah Iratus keluar, Corydon juga kembali ke kamarnya. Di sana dia tertawa dengan sangat bahagia.
"Hahaha, jika Ayahku membunuh murid Akademi itu, Captiosus pasti akan sangat marah dan membunuhnya"
"Dengan begitu keluarga ini akan berada di bawah kendaliku. Aku hanya merasa kasihan dengan Carlos dan pemuda bernama Bell itu"
"Namun aku harus berterima kasih kepada mereka berdua karena memudahkan rencanaku untuk menguasai Keluarga Green"
.....
__ADS_1
Sementara itu di kelas A tahun pertama, tepatnya kelas Diana dan yang lainnya. Di sana saat ini sedang terjadi keributan.
Karena Marvin sang pangeran dari Kerajaan Violet menyatakan cintanya kepada Diana di depan semua orang yang ada di kelas itu.
Bahkan siswa dari kelas lain juga hadir karena tidak sengaja melewati kelas A tahun pertama, dan mereka juga memberitahu teman teman yang lain hingga membuat satu Akademi mengetahuinya.
Marvin tidak keberatan dengan itu, bahkan dia merasa sangat senang karena mengira Diana pasti akan menerimanya.
Namun harapannya hancur berkeping keping karena mendengar jawaban dari Diana.
"Maaf, aku tidak tertarik dengan urusan cinta seperti itu. Aku akan memikirkannya lagi jika kau bisa mengalahkan Ayahku". Diana berkata dengan acuh.
"Apa? dia menolak pangeran dari Kerajaan Violet?"
"Apakah dia tidak tau kalau Akademi ini berada di wilayah Kerajaan Violet?"
"Ya, Kerajaan Violet merupakan salah satu Kerajaan terbesar di Wilayah Tengah"
"Apa yang akan dilakukan oleh pangeran Marvin setelah cintanya ditolak?"
"Menarik untuk disimak"
Semua siswa yang hadir saling bergumam setelah mendengar Diana menolak penyataan cinta Marvin.
'Sial, jika harus mengalahkan Ayah untuk menerima cintanya, kurasa dia akan Jomblo untuk selamanya'. Tyr berkata dalam hati setelah mendengar perkataan Diana.
Mendengar itu wajah Marvin berubah menjadi hitam. dia memiliki perasaan campur aduk, antara marah dan malu.
Dia sangat malu pernyataan cintanya di tolak di depan semua murid Akademi, dan dia juga marah karena ini adalah pertama kalinya dia di tolak.
"Bagus, kau berani menolak cintaku, aku akan membuatmu menyesalinya ******". Marvin bergumam dengan pelan.
Kemudian wajahnya kembali menunjukkan senyum cerah dan berkata dengan sopan. "Baiklah jika kamu menolaknya, aku akan terus berusaha untuk membuatmu menerimanya".
__ADS_1
Kemudian Marvin dan bawahannya pergi di bawah tatapan semua murid Akademi yang hadir.
"Tidak kusangka pangeran Marvin memiliki hati yang besar"
"Ya, jika itu aku, maka aku akan merasa sangat malu"
Banyak murid Akademi memuji sikap Marvin yang tidak memaksakan kehendaknya.
Setelah Marvin pergi, Semua murid juga kembali tenang dan kembali ke kelas mereka masing masing.
Setelah semua murid pergi, Leo bertanya kepada Tyr. "Kenapa Diana berkata harus mengalahkan Ayahmu dulu untuk mendapatkan cintanya? Apakah ayahmu kuat?".
"Jika kau bertarung melawannya, mungkin kau akan mati sebelum bisa mengetahui apa apa". Tyr berkata dengan serius.
"Apakah sekuat itu?". Leo bergidik.
"Tentu saja, dulu saat aku berlatih dengannya aku sering dibuat menangis olehnya". Tyr berkata dengan nada takut.
"Sepertinya aku harus mencari wanita lain kalau begitu". Leo bergumam setelah mendengar penjelasan Tyr.
.....
Di sebuah ruangan di Akademi.
Di sana Marvin mengamuk dan menghancurkan barang barang yang ada di ruangan itu.
"Sialan, aku akan membuat ****** itu membayarnya. Akan kubuat dia memohon padaku di bawah kakiku". Marvin berteriak dengan sangat marah.
"Tapi bagaimana caranya agar membuatnya melakukan itu Yang Mulia?". salah satu bawahannya bertanya.
"Apa pun caranya aku harus membuatnya memohon padaku". Marvin berkata dengan dingin.
Kemudian dia mengingat Lorent yang bersana dengan Diana waktu itu, lalu Marvin berkata kepada bawahannya. "Kalian tangkap adiknya yang waktu itu dan kita jadikan dia sandera".
__ADS_1
"Akan kami laksanakan Yang Mulia". Semua bawahannya mengangguk dan keluar untuk mencari Lorent dan menangkapnya.
Setelah bawahannya pergi, Marvin berkata dengan kejam. "Aku akan membuatnya menyesal karena menolakku di depan umum dan membuatku malu".