
Bab 88
Semua orang yang ada di pemandian itu jatuh terkapar karena kenikmatan. Namun Mateo masih bisa bertahan dan adick kecilnya juga masih berdiri dengan gagah.
"Sekarang aku masih sangat bersemangat, siapa yang harus aku ajak bermain jika begini?". Mateo bergumam dan melihat sekeliling.
Kemudian dia melihat ada Elf yang sudah kembali sadar dari pingsannya, dia mendekatinya dan menyodorkan adick kecilnya ke mulut wanita Elf itu.
"Hey, apa kau masih bisa melanjutkannya?". Mateo bertanya kepada wanita itu dengan hati hati.
Wanita itu memandang adick kecil Mateo yang berdiri dengan gagah dan mengangguk. "Ya, tidak mungkin aku bisa menolak sesuatu sebesar ini".
Wanita itu kemudian memegang adick kecil Mateo dan memasukkannya ke dalam mulutnya.
Wanita itu menggerakkan mulutnya maju mundur serta memainkan lidahnya dengan liahi.
Mateo yang merasakan itu langsung memegang kepala wanita itu dan menggerakan pinggulnya maju mundur dengan cepat.
Setelah beberapa saat Mateo menarik adick kecilnya dari mulut wanita itu dan kemudian memasukkannya ke goa bagian belakang wanita itu.
"J.. jangan, itu kotor". Wanita itu berkata dengan gugup.
"Tenang saja, ini akan terasa sangat nikmat". Mateo berkata sambil mengarahkan adick kecilnya ke goa kerut wanita itu.
*Puss*
"Argghh"
"Rasanya sangat sakit". Wanita itu menjerit kesakitan.
"Tenang saja, setelah rasa sakitnya hilang, kenikmatan yang luar biasa akan datang". Mateo berkata sambil menggerakan pinggulnya maju mundur.
*Plak* *Plak*
Mateo memukul pantatnya dengan keras hingga membuat wanita itu menjerit.
Wanita itu akhirnya mengerang kenikmatan dan menyuruh Mateo untuk menusuknya lebih keras lagi.
"Ahh, lagi, tusuk lebih keras". Wanita itu mengerang dengan gembira.
"Sesuai keinginanmu". Mateo menggerakkan pinggulnya lebih cepat.
*Splurt*
__ADS_1
Wanita itu mengeluarkan jus cinta yang sangat deras dan banyak.
Mateo juga menembakkan bebannya di goa kerut wanita itu, kemudian dia melepaskannya dan wanita itu kembali pingsan.
Beberapa saat kemudian banyak wanita Elf yang kembali tersadar dari pingsan mereka. Dan Mateo kembali bercinta dengan mereka.
Hingga kemudian Mateo kembali bercinta dengan mereka semua hingga keesokan harinya.
Mateo bercinta dari pagi hingga pagi tanpa lelah, Bahkan wanita yang paling veteran di antara para Elf itu tidak dapat menandinginya.
Berbeda dengan para pembaca yang cuman dua kali celupan sudah keluar. bahkan belum pernah merasakannya sama sekali,Sungguh malang.
Mateo tidur sebentar untuk menghilangkan sedikit rasa lelahnya akibat bercinta dua hari dua malam tanpa istirahat.
Setelah beberapa saat Mateo terbangun dan para wanita juga bangun kembali.
Namun kali ini mereka tidak melanjutkan sesi bercinta mereka lagi.
"Semuanya, sepertinya kita sudahi sampai disini dulu, karena aku akan kembali ke Kerajaanku". Mateo memandang semua wanita di pemandian dan berkata.
Banyak wanita yang kecewa mendengar itu, Namun mereka tidak bisa berbuat apa apa selain melepaskan kepergian Mateo.
Melihat reaksi semua wanita di sana, Mateo berkata kembali. "Aku berjanji jika aku berkunjung ke sini lagi, aku akan bercinta dengan kalian semua selama satu bulan nonstop".
Mateo kemudian memandang Milia. "Milia, kali ini aku akan kembali sendiri saja, kamu habiskan waktu di sini bersama Ayahmu dan teman temanmu".
"Baiklah, kembalilah ke sini lebih cepat". Milia melambaikan tangannya.
Mateo juga melambaikan tangannya dan berjalan pergi meninggalkan pemandian.
"KAMI SEMUA AKAN MENUNGGUMU". Semua wanita yang ada di pemandian berkata dengan serentak.
Mateo kemudian berjalan menuju ke kediaman Melissa.
"Melissa, ini aku". Mateo memanggil Melissa begitu dia tiba di depan kediaman Melisaa.
Beberapa saat kemudian pintu terbuka dan Melissa keluar bertanya pada Mateo. "Ada apa? apakah kamu perlu bertanya lagi?".
Mateo menggelengkan kepalanya dan berkata. "Tidak, aku kesini hanya ingin bilang padamu kalau aku akan kembali".
"Kamu akan kembali? kenapa mendadak?". Melissa bertanya.
"Aku harus cepat ke Wilayah Tengah dan menemukkan Kallisti untuk Istri istriku". Mateo menjelaskan.
__ADS_1
"Jadi begitu". Melissa mengangguk.
"Tunggu di sini sebentar". Melissa berkata dan masuk kembali ke dalam rumahnya.
Setelah beberapa saat dia kembali lagi dengan mengenakan pakaian baru, dia kemudian berkata kepada Mateo. "Baiklah ayo kita ke Wilayah Tengah bersama".
"Apakah kau ikut juga?". Mateo bertanya dengan heran.
"Apakah aku tidak boleh ikut?". Melissa berkata dengan cemberut.
"Tentu saja kamu boleh ikut, jika aku pergi tanpa membawa wanita, aku takut adick kecilku akan berkarat". Mateo berkata dengan antusias.
"Sekarang yang ada di pikranmu hanya kepuasan adick kecilmu ya". Melissa berkata dengan nada datar.
"Tentu saja tidak, aku juga memikirkanmu". Mateo tersenyum dan memeluk Melissa.
"Baiklah, lepaskan aku dulu, nanti ada yang melihat". Melissa mendorong Mateo menjauh.
Kemudian mengelurkan sesuatu dari Space Ringnya. "Lihat aku juga sudah menyiapkan ini".
"Woah, kamu juga sudah melakukan perisapan ya". Mateo tersenyum.
Benda yang dikeluarkan Melissa adalah rantai yang terlihat sangat kuat. Itu akan mereka gunakan untuk bercinta dengan intens nanti.
Melissa memasukan kembali rantainya dan berkata. "Baiklah, ayo kita berangkat sekarang".
"Tunggu, bagaimana dengan para Elf di sini? apakah tidak apa apa seorang leluhur Elf meninggalkan bangsanya?". Mateo bertanya.
"Tenang saja, mereka akan tetap bertahan walau tanpa aku di sini". Melissa menjawabnya dengan santai.
"Baguslah jika begitu". Mateo mengangguk.
"Aura". Mateo berteriak.
Kemudian Aura datang dengan terbang menggunakan sayapnya, Saat ini Aura sudah bisa mengeluarkan sayap dalam bentuk manusianya.
"Ayo kita pulang sekarang". Mateo berkata pada Aura.
"Baik Tuan". Aura mengangguk.
Mereka bertiga kemudian pergi keluar hutan elf.
Setelah beberapa saat mereka keluar dari hutan dan Aura berubah menjadi bentuk naganya.
__ADS_1
Kemudian Mateo dan Melissa naik ke punggung Aura, akhirnya Aura mengepakan sayapnya dan terbang menuju Kerajaan Cornelius dengan cepat.