
Bab 7
Waktu berlalu dengan cepat, seminggu telah berlalu sejak Mateo menjadi seorang Petualang, dalam waktu seminggu itu juga Mateo berhasil menyembuhkan penyakit Layla, dan sekarang Layla dan Nana membantu di penginapan Mia.
Hari ini Mateo akan mengawal seorang pedagang menuju ibu kota kerajaan, yaitu kota Amber, Kerajaan Fred.
Di alun alun kota sudah ada 3 orang berkumpul 2 wanita dan 1 laki laki, Mateo mengenal salah satu wanita itu, Ya wanita itu adalah Alice yang mengambil tes petualang di hari yang sama dengan Mateo.
Setelah melihat Mateo sampai di sana, Alice langsung mendekatinya dan berkata."Tidak kusangka orang yang satunya lagi adalah kamu Mateo."
"Ya aku juga tidak menyangka bahwa kamu akan ikut dalam pengawalan ke Ibu kota". Mateo juga berkata kepada Alice.
Setelah beberapa saat datanglah beberapa gerobak pedagang dan satu kereta kuda yang kosong.
Ternyata pedagang yang akan mereka kawal kali ini adalah Andrew.
Ketika Andrew melihat Mateo dia langsung terkejut."Ternyata kamu juga ikut dalam pengawalan ya".
"Ya, dan panggil aku Mateo". Mateo berkata dengan sopan.
"Baiklah, aku hanya menyewa kalian untuk mengawalku ke ibu kota, jika di jalan kalian menemui monster dan membunuhnya, monster itu akan menjadi milik kalian dan kalian juga boleh menjualnya kepadaku".
"Baiklah kita akan berangkat sekarang". Andrew berkata kepada semua orang.
Kemudian Mateo dan petualang lain masuk ke kereta kuda yang kosong.
Di dalam kereta mereka saling memperkenalkan diri.
Laki laki yang sedikit kurus kemudian memperkenalkan dirinya terlebih dahulu."Namaku adalah John, dan aku petualang Rank-A".
Kemudian wanita wanita petualang itu juga memperkenalkan dirinya."Namaku Tasya, dan aku petualang Rank-B".
"Namaku Alice, dan aku juga petualang Rank-B". Alice memperkenalkan dirinya.
"Mateo, petualang Rank-A". Mateo berkata dengan singkat.
Di dalam kereta mereka terus berbincang bincang sampai kemudian Tasya meberitahu mereka berita yang luar biasa.
"Apa kalian sudah mendengar bahwa di dekat Ibu Kota kerajaan ada sebuah sebuah hutan yang di huni oleh naga?". Tasya berkata kepada mereka semua.
Mereka semua kemudian menggelengkan kepala karena tidak tahu.
__ADS_1
Tasya kemudian melanjutkan ceritanya."Menurut rumor yang ku dengar naga itu berada di sana baru beberapa bulan saja".
"Menurut rumor, pihak kerajaan sedang merekrut para petualang untuk menaklukkan naga itu, dan itu akan di laksanakan dua bulan kemudian". Tambahnya.
"Kenapa mereka tidak menggunakan Ksatria dari kerajaan saja?". Alice bertanya dengan bingung.
Tasya kemudian berkata."Aku juga kurang tau, tapi menurut rumor mereka sedang dalam persiapan berperang dengan kerajaan Valos".
"Berperang?". Alice bertanya kembali.
"Ya, menurut rumor mereka akan berperang untuk memperebutkan kota Stone yang berada di perbatasan ke dua belah kerajaan". Tasya menjawab Alice.
"Apakah di kota stone ada sesuatu yang luar biasa sehingga dua kerajaan saling berperang untuk memperebutkannya?". Alice bertanya kembali.
"Menurut rumor yang kudengar di sana para petualang menemukan sebuah dungeon kuno, dan didalamnya ada banyak senjata dan item kuno". Tasya menjawab dengan sabar.
Mateo yang mendengar itu langsung membuka matanya, dan berkata kepada dirinya sendiri."Hmm, sepertinya ini akan menarik".
Ketika mereka sedang asik berbincang, tiba tiba terdengar suara dari luar.
"Berhenti" Teriak seseorang.
Di luar ada sekelompok bandit yang menghadang rombongan untuk menjarah barang dagangan.
Mateo dan yang lainnya pun keluar dari kereta kuda mereka dan maju untuk menghadapi mereka.
"Sungguh bandit yang arogan". John berkata dengan marah.
"Kalian hanya petualang lemah tidak mungkin bisa menghadapiku". Pemimpin bandit itu berkata dengan sombong.
John yang mendengar itu pun langsung marah dan mengeluarkan pedangnya sambil berkata."Aku sendiri yang akan mematahkan kesombonganmu itu".
John kemudian menebaskan pedangnya ke arah Pemimpin Bandit itu.
*Clang*
Suara dua pedang yang berbenturan terdengar.
Mereka kemudian saling serang, John terus menebaskan pedangnya ke arah Pemimpin bandit itu, namun pemimpin bandit itu juga bisa menangkisnya.
Pemimpin Bandit itu kemudian menebaskan pedangnya ke arah John.
__ADS_1
"MATILAH BAJINGAN"
Pedang itu kemudian berhasil mengenai sedikit bagian perut John.
*Aahhh*
John meringis kesakitan, dia kemudian mengerahkan semua kemampuannya untuk menebas pemimpin bandit itu.
*Swoosh*
John bergerak dengan kecepatan penuh ke arah pemimpin bandit itu, seketika tubuh John hanya tersisa bayangan dan dia tiba tiba muncul di sebelah pemimpin bandit itu.
*Syeet*
Tebasan John berhasil mengenai bahu dari pemimpin bandit itu.
*Aaaahhh*
Pemimpin bandit itu kemudian berteriak kesakitan.
Sementara itu di sisi lain, Mateo, Alice, dan Tasya sudah berhasil mengalahkan semua anak buah Pemimpin bandit itu.
.....
John dan pemimpin bandit itu terus bertarung dan hingga akhirnya mereka sama sama sudah tidak bisa menggerakan tubuh mereka lagi.
Mateo kemudian menghampiri pemimpin bandit itu dan berkata."Siapa namamu, dan kenapa kalian menjadi bandit?".
Pemimpin bandit itu kemudian melihat ke arah Mateo dan berkata."Buat apa kau bertanya seperti itu, bunuhlah aku karena aku sudah kalah, dan aku mohon untuk melepaskan semua bawahanku".
"Aku akan membebaskan kalian semua, asal kau mau memberitahuku". Mateo berkata dengan tegas.
Pemimpin bandit itu kemudian berkata."Namaku Antonio, dan kami terpaksa menjadi bandit karena di desa kami tidak ada makanan yang tersisa untuk di makan".
Mateo kemudian berkata."Aku akan membebaskan kalian dan memberi kalian makanan, asal kau berjanji bahwa suatu saat aku akan membutuhkan kalian, kalian semua akan membantuku".
"Aku berjanji asal kau memberikan kami makanan". Antonio berkata dengan sungguh sungguh.
Mateo kemudian membebaskan mereka semua, dan membeli beberapa makanan dari Andrew untuk di berikan kepada Antonio dan bawahannya.
"Terima kasih Bos, kami akan selalu mengingat kebaikanmu". Antonio dan anak buahnya berkata dengan serentak.
__ADS_1
Mateo dan yang lainnya kemudian melanjutkan perjalanan mereka.