Return Great Magician(Dropped)

Return Great Magician(Dropped)
Igneel


__ADS_3

Bab 50


Ketika pemimpin naga melihat tanda budak di dada putrinya, Aura. Dia menjadi sangat marah.


"SIAPA YANG BERANI MENJADIKAN PUTRIKU BUDAK".


Pemimpin naga langsung mengarahkan pandangannya kepada Mateo, dia berkata dengan marah.


"Aku yakin itu pasti kau yang melakukannya".


"Ya, itu memang aku". Mateo mengangguk.


*Woosh*


Pemimpin naga bergerak dengan cepat dan mencoba mencekik Mateo, Namun Mateo berhasil menghibdarinya.


Melihat ini, pemimpib naga berkata dengan marah."BAGUS, TERNYATA KAU MEMANG PUNYA KEMAMPUAN".


Dia kemudian mencoba menyerang Mateo lagi dengan gerakan yang lebih cepat.


*Woosh*


Dia langsung muncul di hadapan Mateo dan melayangkan pukulan pada Mateo.


*Seet*


*Seet*


*Seet*


Pemimpin naga terus melayangkan pukulannya, namun Mateo berhasil menghindarinya dengan mudah.


*Buk*


Mateo memberikan tendangan kepada Pempimpin naga.


*Bam*


Pemimpin naga itu langsung terpental dan membentur dinding.


"Rupanya kau sangat kuat manusia, aku terlalu meremehkanmu". Pemimpin naga menggertakan giginya.


"Karena kau sangat kuat, maka aku akan melawanmu dengan kekuatan penuhku". Pemimpin naga kemudian berubah menjadi bentuk naganya.


"Merasa terhormatlah wahai Manusia, karena kau adalah manusia pertama yang memaksaku menggunakan kekuatan asliku, Sang naga Api, Igneel".


Igneel berubah menjadi naga merah yang besar dan ganas, kemudian dia menyemburkan api dari mulutnya.

__ADS_1


Seketika gelombang api menyerbu seluruh Istana. Namun sebelum api itu sempat mengenai semua yang ada di Istana, Mateo menggunakan sihirnya.


Black Magic : Barrier!


Seketika muncul pelindung yang terbuat dari sihir hitam Mateo melindungi Seluruh Istana.


"APA? TERNYATA KAU ADALAH PENGGUNA SIHIR HITAM". Igneel berkata dengan terkejut.


Namun dia tetap menyerang Mateo, kali ini dia menyerang Mateo secara langsung.


*Woosh*


Dia bergerak dengan tubuh naganya menuju me arah Mateo dan menangkapnya.


Dia berhasil menangkap Mateo dan membawanya terbang ke langit.


"Hahaha, Manusia, kali ini kau sudah tidak bisa melawan lagi". Igneel berkata sambil tertawa.


Mateo hanya tersenyum tipis dan kemudian menggunakan sihirnya.


Black Magic : Black Sword Slash!


Pedang hitam muncul di tangan Mateo, dan dia langsung menebaskannya di dada Igneel.


Seketika Igneel mengalami luka tebasan di dadanya, dan dia melepaskan Mateo dari gengamannya.


Igneel menjerit kesakitan, Raungannya terdengar oleh semua penduduk Kerajaan Cornelius.


"Suara apa itu"


"Apakah itu serangan monster"


Warga keluar dari rumah mereka sambil bertanya tanya darimana asal suara itu.


"BERANINYA KAU MELUKAIKU, AKU AKAN MEMBUNUHMU". Igneel berteriak dengan marah.


"KALIAN SEMUA, HAJAR DIA UNTUKKU". Dia memerintahkan semua bawahannya menyerang Mateo.


Naga bawahan Igneel langsung terbang menuju Mateo.


Mateo yang terjatuh langsung mengeluarkan sayap hitamnya dan menghindari serangan dari sekelompok naga yang menyerang.


*Woosh*


*Woosh*


Mateo terus menghindar, beberapa saat kemudian dia berada cukup jauh dari sekelompok naga. akhirnya Mateo menggunakan sihirnya.

__ADS_1


Black Magic : Black Hole!


Seketika muncul lubang hitam yang sangat besar di udara, lubang hitam itu menghisap semua naga yang mengejarnya.


Ketika melihat lubang hitam itu, sekelompok naga yang nenyerang Mateo mencoba menghindarinya.


Namun mereka tidak bisa karena hisapan lubang hitam itu sangat kuat, akhirnya mereka semua tersedot kedalam lubang hitam.


*Boom*


Lubang hitam itu kemudian meledak setelah menghisap semua naga yang mengejar Mateo.


Sekelompok naga itu terpental keluar setelah ledakan lubang hitam itu.


Beruntung mereka semua tidak mati, tapi mereka sekarat akbiat ledakan itu.


"Sekarang semua bawahanmu sudah tidak berdaya lagi, maka aku akan mengakhiri hidupmu sekarang juga". Mateo berkata dengan kejam kepada Igneel.


Black Magic : Dimensional Slashing Black Sword!


Seketika pedang hitam muncul di tangan Mateo, pedang itu memancarkan niat membunuh yang sangat kuat.


Namun sebelum Mateo bisa menebaskannya, seseorang berteriak.


"BERHENTI, TUAN, AKU MOHON BERHENTI, TOLONG BIARKAN AYAHKU TETAP HIDUP".


Orang yang berteriak adalah Aura, Aura kemudian muncul di depan Mateo dan membentangkan tangannya sambil memohon.


"Tuan, kumohon biarkanlah ayahku pergi untuk kali ini, aku janji mereka tidak akan berani menyerang ke sini lagi". Aura memohon sambil menangis.


Melihat itu Mateo berkata padanya."Baiklah, kali ini aku akan melepaskan mereka semua".


"Namun jika mereka menyerang lagi, maka aku tidak akan ragu untuk membunuh mereka". Tambahnya.


"Terima kasih tuan". Aura membungkuk dengan hormat.


Mateo kemudian pergi ke Istana untuk melihat keadaan semua orang yang berada di sana.


Aura kemudian menghampiri ayahnya dan menjelaskan semuanya kepadanya tentang yang di alaminya selama ini.


.....


Sementara itu, di tempat yang sangat jauh dari Kerajaan Cornelius, di sebuah ruangan yang cukup besar. Ada seorang lelaki tua yang sedang bertapa.


Pria tua itu tiba tiba membuka matanya dan berkata."Niat membunuh yang barusan kurasakan seperti miliknya".


Dia kemudian menggelengkan kepalanya."Tidak mungkin, aku sudah berhasil membunuhnya Seratus tahun lalu".

__ADS_1


Dia kemudian menutup matanya kembali dan melanjutkan pertapaannya.


__ADS_2