Return Great Magician(Dropped)

Return Great Magician(Dropped)
Pembunuh


__ADS_3

Bab 85


Wilayah Tengah, Mansion Keluarga Green.


Saat ini Carlos sedang mengadu kepada Ayahnya yang sebagai Pemimpin Keluarga Green, Iratus Green.


"Ayah, tolong bantu aku untuk menyingkirkan seseorang di Akademi"


Mendengar itu Iratus langsung sangat marah dan berteriak kepada Carlos. "Kekacauan apa lagi yang kau buat? kau adalah sampah yang hanya bisa mengandalkan keluargamu sendiri".


Mendengar itu Carlos menunduk, dia sangat malu dan juga marah pada saat bersamaan. Namun dia tidak bisa apa apa dihadapan Ayahnya.


Tapi di sana juga ada seorang pemuda yang mirip dengan Carlos. dia adalah kakaknya, Corydon Green.


Corydon berkata kepada Ayahnya dengan senyum ramah diwajahnya. "Bagaimana kalau kita dengarkan dulu alasannya Ayah?".


"Huh baiklah, aku akan mendengarkan alasanmu dulu". Iratus mendengus.


Mendengar itu Carlos sangat senang dan memandang Kakaknya dengan tatapan berterima kasih.


Kemudian dia menjelaskan kepada Ayahnya. "Sebenarnya aku yang pertama menganggunya, Namun aku tidak menduga dia adalah orang kuat. Jadi aku dikalahkan olehnya"


"Aku juga mengancamnya dengan menggunakan nama Ayah, Namun dia bilang dia tidak takut sedikitpun"


Mendengar itu Iratus langsung naik pitam, Wajahnya memerah dan berteriak dengan marah.


"BAJINGAN MANA YANG MENGATAKAN ITU? AKU INGIN DIA MATI DENGAN SANGAT MENGENASKAN"


"Tenang dulu Ayah, kita akan mengirim seseorang untuk menangkapnya". Corydon berkata dengan tenang.


Beberapa saat kemudian Iratus akhirnya tenang kembali, lalu dia bertanya kepada Carlos. "Katakan siapa bajingan itu?".


"Dia adalah seorang murid baru di Akademi, Ayah. Dan namanya adalah Bell". Carlos berkata dengan cepat.


"Baiklah, aku akan mengirim beberapa orang untuk membawa orang itu"


Iratus berdiri dan pergi meninggalkan Carlos dan Corydon.


"Kakak, terima kasih karena telah membantuku untuk meyakinkan Ayah, sebagai gantinya aku akan melakukan apapun yang kakak minta nanti". Carlos berkata dengan tulus kepada Corydon.


Corydon kemudian tersenyum dan berkata. "Santai saja, sudah sewajibnya bagiku untuk membantu untuk menyingkirkan orang yang menghina keluarga kita".

__ADS_1


"Terima kasih kakak, kalau begitu aku permisi dulu". Carlos berkata dengan cepat dan berbalik pergi meninggalkan Carlos sendirian.


Setelah melihat Carlos sudah menghilang dari pandangannya, Corydon tersenyum licik dan bergumam. "Aku tau bahwa kau berbohong tentang orang yang mengalahkanmu itu menghina Ayah. Namun aku membelamu adalah untuk menjadikanmu pionku".


Corydon kemudian berjalan pergi meninggalkan tempat itu.


.....


Sementara itu di Asrama Akademi, Bell sedang berbaring di tempat tidurnya.


Di sana dia tidur bersama dengan Thales dan dua orang lainnya, mereka tidur di asrama yang sudah disiapkan oleh Akademi untuk membuat mereka tidak terlambat masuk kelas.


Saat Bell sedang tertidur dengan nyenyak, tiba tiba dia membuka matanya dan menoleh ke luar jendela asrama.


"Sepertinya ada yang ingin main main denganku". Bell bergumam.


Bell merasakan niat membunuh yang di arahkan padanya dari luar Akademi. Karena para pembunuh itu tidak bisa masuk ke area Akademi, jadi mereka mengeluarkan niat membunuh dari luar untuk memancing Bell keluar.


Bell kemudian mengambil Katananya dan berjalan keluar dari asrama.


Thales juga terbangun dan bertanya kepada Bell. "Kamu mau pergi kemana?".


"Aku yakin kau juga merasakannya, jadi aku ingin membersihkannya sesegera mungkin". Bell menjawab dengan santai.


Bell menggelengkan kepalanya. "Tidak perlu, aku sendiri sudah cukup untuk menyingkirkannya".


Kemudian Bell pergi dari Asrama dan menuju ke luar Akademi.


Sementara itu di ruang Kepala Akademi, seorang pria tua juga merasakan niat membunuh itu.


Pria tua itu adalah orang yang ditemui Diana dan yang lainnya di pasar, Namanya adalah Captiosus, dan dia adalah kepala Akademi Bintang.


Saat itu dia sedang menyamar untuk melihat kekuatan dari Diana dan yang lainnya, dan dia sangat puas dengan kekuatan yang mereka tunjukkan padanya walaupun belum semua kekuatan penuh mereka.


Captiosus kemudian memerintahkan kepada Asistennya Gideon untuk memeriksanya. "Lihatlah apa yang terjadi, jika niat membunuh itu diarahkan kepada murid kita, kamu singkirkan para pembunuh itu".


"Baik Tuan"


Gideon kemudian terbang keluar meninggalkan Captiosus sendirian di ruangan itu.


"Sepertinya orang orang itu menganggap aku tidak ada". Captiosus bergumam.

__ADS_1


.....


Di sisi lain saat ini Bell sudah keluar dari Akademi, dia kemudian menuju ke hutan belakang Akademi.


Setelah masuk ke hutan bagian dalam, Bell kemudian berhenti dan berkata. "Sekarang kalian boleh keluar".


Kemudian empat orang pria yang terlihat berusia 30-an keluar dari balik pohon.


Lalu pemimpin kelompok orang itu berkata. "Tidak kusangka bocah sepertimu cukup hebat untuk bisa merasakan kehadiran kami".


Bell tersenyum dan membalasnya dengan santai. "Niat membunuh kalian bocor keluar, jadi aku bisa merasakannya dengan sangat jelas".


"JIKA KAU SUDAH TAU, MAKA MATILAH DENGAN TENANG UNTUK KAMI"


Pemimpin kelompok itu berkata dengan keras dan menyerang Bell bersama bawahannya.


Bell kemudian berkata dengan santai. "Sayang sekali aku tidak ingin mati sekarang".


Pemimpin kelompok itu menebaskan pedangnya.


*Slash* *Tak*


Namun Bell dapat menahannya dengan mudah. Bawahan pria itu juga menyerang Bell bersamaan.


Namun dia dapat dengan mudah menahannya dan berkata dengan main main. "Apakah hanya ini yang kalian punya?".


Pempimpin kelompok itu menjadi sangat marah dan menyerang Bell dengan jurusnya.


"SERIBU TEBASAN PEDANG"


*Slash* x 1000.


Tebasannya sangat cepat sehingga sangat sulit untuk dilihat oleh manusia biasa. Namun Bell dapat menahannya dengan mudah.


*Slash*


Bell menyerang balik dengan Katananya yang masih ditutupi dengan sarung dan mengenai perut pemimpin kelompok itu.


Pemimpin kelompok itu mundur beberapa langkah kebelakang dan mengeluarkan darah dari mulutnya


"Uhhukk"

__ADS_1


'Sial, tak kusangka dia sangat kuat'. Pemimpin kelompok itu berkata dalam hati sambil memegangi perutnya yang terkena tebasan Bell.


Bawahan Pria itu juga terpental ke belakang karena serangan Bell.


__ADS_2