
Bab 28
Setelah beberapa saat Vanessa, Ratu, dan Anggie terbangun dari pingsan mereka.
"Tidak kusangka, kita bertiga sampai dibuat pingsan olehnya". Vanessa berkata dengan kagum.
Ratu kemudian membalasnya."Sudah kubilang, dia adalah orang yang luar biasa".
Anggie tidak bisa berkata apa apa, karena pikirannya masih membayangkan kesenangan yang mereka lakukan beberapa saat lalu.
Mereka bertiga berpakaian, dan Vanessa membawa Ratu ke kamarnya agar bisa berbicara dengan santai.
Sementara Anggie pergi kekamarnya sendiri untuk beristirahat.
Di dalam kamar Vanessa, Ratu dan Vanessa berbaring sambil berbicara.
"Bagaimana kamu bertemu dengannya?". Vanessa bertanya dengan penasaran.
"Aku melihatnya saat dia di lantik menjadi Dragon Slayer oleh suamiku di istana". Ratu menjawab dengan santai.
"Pertama aku berpikir dia adalah pemuda yang tampan, jadi aku menggodanya untuk tidur denganku, namun ternyata dia berbalik menggodaku". Tambahnya.
"Akhirnya aku membawanya ke kamarku dan kami bercinta untuk waktu yang lama, saat itu aku merasakan perasaan yang luar biasa, dan akhirnya aku menjadi terobsesi dengannya, aku juga hamil karena hubungan kami waktu itu". Dia menambahkan.
"Fufu, apakah sebaiknya nanti aku menyuruhnya untuk mengeluarkan di dalam diriku?". Vanessa berkata dengan senyum nakal.
"Dengan begitu kita akan memiliki anak dari pria yang sama, dan kita juga bisa membesarkannya bersama sama". Tambahnya.
Ratu kemudian tertawa."Fufu, sepertinya idemu itu boleh di coba".
"Sebaiknya aku juga mengajak putriku dan juga cucuku untuk mengandung anaknya, jadi kami bertiga mengandung anak dari pria yang sama". Vanessa berkata dengan senyum menggoda.
Ratu bertanya dengan bingung."Bukankah putrimu berada di rumah suaminya?".
"Tidak, dia saat ini sedang menginap di rumahku". Vanessa menjawab.
__ADS_1
"Benarkah? sudah lama aku tidak bertemu dengannya". Ratu berkata.
Vanessa kemudian membawa Ratu ke kamar putrinya.
.....
Setelah beberapa saat, Mateo akhirnya tiba di rumahnya.
Dia langsung masuk ke rumah dan pergi ke kamar mandi untuk mandi.
Setelah selesai mandi, dia berpakaian dan pergi ke ruang makan untuk makan bersama.
Di sana dia sudah melihat semua orang berkumpul menunggu kehadirannya, lalu dia duduk di kursi yang telah di siapkan untuknya.
Mereka kemudian makan bersama, setelah selesai makan Mateo mengajak Mia ke kamarnya.
Di kamar mereka sedang berciuman dengan manja, setelah beberapa saat mereka akhirnya melepaskan pakaian mereka.
Mateo langsung memasukkan miliknya kedalam Mia dan menggerakannya dengan pelan.
Mia mengerang dengan keras, Mateo terus saja menggerakan pinggulnya dan berganti posisi.
Setelah beberapa saat, Mereka berganti posisi lagi.
Kali ini Mia duduk di pangkuan Mateo sambil milik Mateo tetap berada di dalamnya.
Mia menggoyangkan pinggulnya maju mundur sambil mengerang kenikmatan.
Beberapa saat kemudian Mateo menembakkan cairan putih kental miliknya.
Mereka kemudian berbaring karena kelelahan, Mia kemudian berkata."Sayang, aku ingin bertemu dengan Mira"
"Aku saat ini merindukannya". Tambahnya.
Mateo memeluk Mia ke dalam pelukannya dan berkata."Baiklah, besok kita akan kembali ke kota Nameless untuk bertemu dengannya".
__ADS_1
"Aku juga sekarang ingin menaikkan Rank petualangku menjadi SSS". Tambahnya.
Mateo kemudian bertanya."Sayang, kota Nameless berada dalam wilayah siapa?".
Mia kemudian menjawab."Kota Nameless tidak termasuk dalam wilayah kerajaan manapun, kota itu didirikan oleh para petualang 50 tahun lalu".
"Bagaimana kalau aku mendirikan Kerajaan di sana?" Mateo bertanya.
"Mendirikan Kerajaan? itu tidak mudah di lakukan, kita harus mendapatkan persetujuan dari masing masing Kerajaan". Mia membalasnya.
"Dan juga kamu harus meyakinkan semua petualang yang ada di sana". Tambahnya.
"Tenang saja, aku pasti bisa meyakinkan mereka semua". Mateo berkata dengan percaya diri.
Mia tersenyum dan berkata."Kalau itu sudah menjadi keputusanmu, maka aku akan mendukungmu".
"Lalu, bagaimana dengan rumah ini?". Mia bertanya.
Mateo menjawabnya."Ini akan tetap menjadi rumahku, aku juga akan tetap ke Kerajaan ini jika aku menjadi Raja di kota Nameless".
"Apakah itu untuk bertemu dengan Ratu?". Mia tersenyum.
Mateo menyentuh kepala Mia dan berkata."Kamu juga akan menjadi Ratu saat aku sudah menjadi Raja".
"Ehm".
Mia kemudian berkata."Berarti nanti kamu akan memiliki banyak selir".
Mateo menjawab."Walaupun aku mempunyai banyak selir, kamu adalah wanita pertamaku, dan yang paling kucintai".
Mia tersenyum dan berkata."Aku sangat senang mendengarnya".
Mia kemudian mengambil inisiatif untuk mencium Mateo.
Setelah selesai berciuman, mereka melanjutkan ronde kedua dari sesi bercinta mereka.
__ADS_1
Seketika ruangan itu kembali dipenuhi dengan erangan kenikmatan dua insan yang sedang bercinta.
Beberapa saat kemudian mereka selesai, lalu mereka tertidur dengan pulas.