Return Great Magician(Dropped)

Return Great Magician(Dropped)
Ujian Masuk Akademi(2)


__ADS_3

Bab 73


Di atas panggung saat ini Tyr dan Leo sedang berhadapan.


Leo memperhatikan bahwa Tyr sangat mirip dengan Bell, dia pun bertanya dengan penasaran.


"Kau sangat mirip dengan pemuda yang bernama Belk tadi, apakah kalian saudara?"


"Ya, dia adalah adikku". Tyr menanggapinya dengan santai.


"Jadi begitu, kuharap kekuatanmu setara atau lebih hebat dari adikmu". Leo mengangguk.


"Tenang saja, aku akan melayanimu dengan serius". Tyr berkata dengan percaya diri.


"Baiklah, Pertarungan dimulai"


*Dung*


Begitu lonceng berbunyi, Tyr dan Leo sama sama maju dan melancarkan tinju mereka.


*Buk*


Dua tinju saling berbenturan dengan sangat keras, Kemudian mereka melancarkan tinju dengan sangat cepat.


*Buk* *Buk* *Buk* *Buk*


Walaupun pertarungan mereka baru saja dimulai, Namun mereka bertarung dengan sangat sengit.


"Hahahaha Luar biasa, ini adalah pertarungan yang luar biasa". Tyr terus melancarkan tinjunya sambil tertawa dengan gembira.


"Kau lumayan juga". Leo memuji Tyr sambil terus melancarkan tinjunya juga.


*Buk* *Buk*


Tinju mereka berdua akhirnya mengenai dada masing masing, dan itu membuat mereka berdua terpental ke belakang.


"Woah, pertarungan baru saja dimulai tapi mereka sudah bertarung dengan sangat intens"


"Ya, jika aku mungkin langsung kalah"


"Mereka berdua adalah tipe orang yang sangat terobsesi dengan pertarungan, terutama pria berambut hitam itu". Seorang wanita berambut biru bergumam.


"Menurutmu siapa yang akan menang?". seorang pria dengan tubuh berotot bertanya padanya.


"Aku tidak tau, kekuatan mereka belum diketahui karena baru saja di mulai, tapi aku yakin pertarungan mereka akan menjadi lebih intens dari ini". Wanita itu menjawab dengan santai.


"Suatu saat nanti aku ingin mencoba kekuatan mereka berdua, karena mereka tipe petarung sama sepertiku". Pria berotot itu berkata sambil memandang ke atas panggung.


Di atas panggung Tyr dan Leo saling memuji kekuatan masing masing.


"Kau adalah orang yang kuat, keluarkan semua kemampuanmu"


"Hahaha, dengan senang hati aku akan mengeluarkannya"


Tubuh Tyr kemudian menyala, kaki dan tangannya mengeluarkan api.


"Oh, tidak ku sangka kau menggunakan api pada tinjumu". Leo berkata dengan terkejut.


Leo juga mengerahkan semua kemampuannya.


Tubuhnya mengeluarkan Aura api, rambutnya juga terbakar api.

__ADS_1


Kemudian mereka maju ke depan dengan kecepatan penuh.


"Tinju Harimau Api"


"Tinju Phoenix"


*Bam*


Tinju mereka saling berbentrokan dengan sangat keras hingga mengakibatkan udara panas terpancar.


*Wosh*


"Sial panas sekali"


"Ya, kekuatan mereka sungguh luar biasa"


"Mereka sudah bukan level kita"


Pria berotot yang melihat itu juga bergumam. "Aku jadi semakin ingin bertarung dengan mereka"


Di atas panggung Tyr dan Leo saling beradu pukulan dengan kecepatan penuh mereka.


"TINJU API YANG SANGAT PANAS"


"TINJU API PEMBAKAR SEGALANYA"


Tyr dan Leo saling meneriakan nama jurus mereka masing masing.


*Bam*


Tinju mereka kembali berbentrokkan, panggung pertarungan menjadi retak akibat bentrokkan mereka.


*Retak* *Retak*


Tubuh mereka berdua mengalami sedikit luka bakar karena efek serangan mereka masing masing.


"CUKUP"


Martin menghentikkan mereka berdua, kemudian dia berkata. "Pertarungan kalian sangat luar biasa".


"Sekarang kalian boleh kembali ke tempat masing masing"


Tyr dan Leo kemudian saling membungkuk dengan hormat.


"Terima kasih untuk pertarungannya"


"Terima kasih untuk pertarungannya"


Tyr kemudian berbalik dan berjalan menuruni panggung. Namun sebelum turun dari panggung dia berkata.


"Kuharap kita bisa melanjutkan pertarungan kita nanti"


"Aku juga berharap demikian". Leo menanggapinya dengan serius.


Kemudian dia turun dari panggung.


"Bagaimana perasaanmu?". Pemuda cendikiawan itu bertanya setelah Leo turun dari panggung.


"Aku sangat menikmati pertarungan ini, jarang sekali aku bertemu lawan seperti itu yang seumuran denganku". Leo menanggapinya.


Kemudian Martin memanggil peserta selanjutnya.

__ADS_1


"Berikutnya adalah Merlin Melawan Thales"


"Sepertinya sekarang adalah giliranku". Pemuda cendikiawan itu bergumam.


Kemudian dia berjalan menaiki panggung dengan santai.


Merlin juga naik ke atas panggung dengan berjalan santai.


Di atas panggung Merlin mengamati Thales dengan hati hati.


Thales adalah seorang pria yang terlihat cukup tampan. dia memiliki temperamen yang santai, sama seperti dirinya sendiri.


Thales juga mengamati Merlin dengan hati hati. 'Sepertinya ini akan sedikit sulit karena kami memiliki kesamaan'.


Mereka berdua membungkuk dengan hormat.


"Mohon bimbingannya"


"Mohon bimbingannya"


"Baiklah, Pertarungan dimulai"


*Dung*


Bunyi lonceng sebagai pertanda pertarungan mereka dimulai.


Merlin dan Thales mundur beberapa langkah ke belakang dan saling menunggu lawan menyerang lebih dulu.


Mereka berjalan berputar dengan pelan sambil terus mengamati satu sama lain.


Kemudian Thales mencoba untuk menyerang dengan senjata rahasianya.


*Sret*


Dia melemparkan sebuah besi kecil yang terlihat seperti pisau.


*Cling*


Namun Merlin juga memiliki pemikiran yang sama dengannya, dan senjata mereka berbenturan di udara.


"Kurasa pertarungan kita akan membosankan". Thales berkata kepada Merlin.


"Ya, kamu benar". Merlin mengangguk.


Kemudian Thales mengangkat tangannya. "Aku menyerah".


Mendengar itu Martin menghentikan pertarungannya.


"Pertarungan Selesai"


Thales kemudian langsung turun dari panggung, dan kemudian dia mendekati Leo.


"Kenapa kau menyerah?". Leo bertanya dengan bingung.


"Menghadapi diri sendiri lebih sulit daripada menghadapi sepuluh tentara". Thales menanggapinya dengan santai.


"Jadi begitu".Leo mengangguk padahal dia tidak mengerti apa maksud dari perkataan Thales.


Martin akhirnya memanggil peserta selanjutnya dan meneruskan pertarungan.


Setelah beberapa pertarungan, akhirnya giliran Diana untuk tampil.

__ADS_1


"Pertarungan Selanjutnya adalah Diana Melawan Cindy"


__ADS_2