
Bab 39
Beberapa hari kemudian di Istana Kerajaan Fred, Kamar Ratu.
Ratu saat ini sedang berbaring dengan santai di ranjangnya.
*tok* *tok* *tok*
Tiba tiba seseorang mengetuk pintu kamarnya.
"Masuk". Ratu berkata.
Beberapa saat kemudian seorang pelayan masuk membawa sebuah surat.
Pelayan itu memberikannya dengan hormat."Yang Mulia, ini ada surat dari mata mata kita di Kerajaan Taran".
Ratu kemudian mengambil surat itu dan membacanya, surat itu berisi:
[Yang Mulia, Saya mata mata yang dikirim oleh Kerajaan beberapa tahun lalu ke Kerajaan Taran, dengan surat ini saya menyampaikan bahwa Raja James mati di Kerajaan Taran, dan orang yang berada di balik kematiannya adalah Albert, Albert ingin menguasai semua kerajaan di daerah Timur, jadi kemungkinan beberapa hari setelah surat ini tiba, mereka akan melakukan penaklukan terhadap Kerajaan Fred. Jadi saya harap Yang Mulia Ratu dapat segera pergi meninggalkan Kerajaan].
Setelah membaca isi surat itu Ratu sedikit terkejut, dia tidak bersedih dengan kematian Raja James. Namun dia tidak tahu harus pergi kemana.
Setelah beberapa saat berpikir, dia akhirnya memutuskan untuk menemui Mateo. Dia kemudian membawa semua barang barang berharga miliknya dan memasukkannya kedalam Space Ringnya.
Dia kemudian menuju Ke kediaman Mateo di Ibu Kota, Setelah beberapa saat akhirnya dia tiba di kediaman Mateo.
Namun rumah itu ternyata kosong, dan dia melihat ada seseorang yang lewat, dia menghentikannya dan bertanya."Hey, kemana pemilik rumah ini pergi?".
Orang itu terkejut melihat Ratu dan menjawab dengan hormat."Yang Mulia Ratu, saya mendengar dua bulan lalu dia pulang ke kampung halaman istrinya".
"Istrinya? di mana kampung halamannya?". Ratu bertanya.
"Kalau tidak salah kampung halamannya berada di seberang sungai, kota Nameless". Orang itu menjawab dengan hormat.
__ADS_1
Ratu mengangguk dan melemparkan 1 koin emas."Baiklah, terima kasih".
"Terima Kasih Yang Mulia". Orang itu berkata dengan hormat dan mengambil koin emas itu dengan gembira.
Ratu kemudian pergi ke kediaman Vanessa untuk mengajaknya pergi menemui Mateo dan pergi meninggalkan Ibu Kota.
Ratu kemudian menyuruh Kusir mengendarai kuda nya ke kediaman Vanessa.
Beberapa saat kemudian, akhirnya dia tiba di kediaman Vanessa.
Penjaga rumah Vanessa yang melihat itu menyambutnya dengan hormat."Salam Yang Mulia Ratu".
"Aku ingin bertemu dengan Vanessa". Ratu berkata.
"Baik Yang Mulia, silahkan ikut dengan saya". Penjaga itu membungkuk dengan hormat.
Penjaga itu membawa Ratu ke sebuah kursi di taman dan mempersilahkannya duduk."Yang Mulia silahkan duduk dulu, saya akan memanggilkan Nyonya dulu".
Ratu kemudian duduk, dan penjaga itu pergi kedalam memanggil Vanessa.
"Sudah dua bulan kita tidak bertemu, apakah ada sesuatu yang mendesak?". Vanessa bertanya dengan lembut.
Ratu kemudian berkata dengan serius."Ya, ini urusan yang mendesak".
"Oh, apa itu?". Vanessa bertanya dengan penasaran.
"Suamiku, Raja James mati, dan Albert dari kerajaan Sky High akan menyerang kerajaan beberapa hari lagi". Ratu berkata dengan serius.
Mendengar itu Vanessa terkejut dan berkata dengan tidak percaya."Apa? Raja James mati? dan Kerajaan akan di serang?".
"Ya, aku baru saja menerima surat dari mata mata di Kerajaan Taran". Ratu berkata sambil memberikan surat kepada Vanessa.
Vanessa mengambil surat itu dan membacanya, setelah beberapa saat dia bertanya kepada Ratu."Apa yang harus kita lakukan selanjutnya?".
__ADS_1
"Kita akan pergi menemui Mateo". Ratu berkata.
"Apakah kamu tau dimana dia tinggal?". Vanessa bertanya.
Ratu kemudian berkata."Aku mengetahui rumahnya di Ibu Kota, namun aku baru saja datang dari sana dan dia tidak ada".
"Setelah aku bertanya, dia pulang ke kampung halaman istrinya di seberang sungai". Tambahnya.
"Baiklah, aku akan mempersiapkan barang barangku dulu". Vamessa berkata.
Vanessa membawa semua hartanya dan memasukkannya ke dalam Space Ring miliknya.
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya dia selesai membawa semua barang berharganya.
Dia kemudian memanggil putri dan cucunya untuk ikut bersamanya.
"Charlotte, panggil Anggie, kita akan pergi ke seberang lautan". Vanessa berkata kepada putrinya.
Mendengar itu Charlotte bingung dan bertanya."Pergi ke seberang lautan? untuk apa?".
"Nanti aku akan jelaskan, kamu panggil Anggie dulu". Vanessa berkata.
Charlotte kemudian pergi ke kamar Anggie dan memanggilnya."Anggie".
Setelah beberapa saat Anggie keluar dari kamarnya dan bertanya."Ibu, ada apa?".
"Nenek memanggil kita, dan dia bilang kita akan pergi ke seberang lautan". Charlotte menjelaskan.
"Jangan bertanya kenapa, karena aku juga tidak tau". Charlotte menambahkan setelah melihat Anggie ingin bertanya.
Beberapa saat kemudian akhirnya semuanya sudah membawa barang bawaan masing masing.
Akhirnya mereka pergi ke pelabuhan untuk menyeberang lautan menggunakan kapal, mereka juga menggunakan pakaian rakyat biasa agar tidak menimbulkan perampokkan.
__ADS_1
Mereka akhirnya ke pelabuhan menggunakan Kereta kuda biasa yang ada di kediaman Vanessa.