Return Great Magician(Dropped)

Return Great Magician(Dropped)
Leluhur Elf


__ADS_3

Bab 79


Setelah memasukki daerah hutan, Milia mengajak Mateo dan yang lainnya masuk lebih dalam dan memperkenalkan tempat yang sering dikunjungi waktu kecil.


"Ini adalah tempat aku sering bermain dulu, dan disini juga aku bertemu dengan teman pertamaku"


"Sudah lama aku tidak bertemu dengannya, kuharap dia masih mengingatku"


Kemudian mereka tiba di sebuah pohon yang tinggi dan besar.


"Di sini aku pernah jatuh dulu saat sedang bermain"


"Oh, saya ingat, dulu Tuan Putri menangis dengan sangat keras"


Elena menambahkan sambil menahan tawanya.


"J.. jangan ingat yang itu, itu adalah peristiwa yang memalukan bagiku". Milia berkata dengan malu.


"Hahaha"


Mateo hanya bisa tertawa setelah mendengar cerita itu.


Mereka kemudian masuk lebih dalam ke hutan, setelah beberapa saat mereka melihat rumah dari kejauhan.


"Itu adalah tempat kami bermukim, terlihat indah bukan?". Milia menunjukkannya dengan bangga.


Mateo melihat beberapa rumah dari kejauhan, dia kagum karena permukiman itu terlihat sangat indah dari kejauhan.


'Sepertinya jika aku membuat bukit di luar Kerajaan untuk memandangi pemandangan malam Kerajaan akan terlihat romantis'. Pikir Mateo


Mereka kemudian berjalan menuju permukiman, Namun di tengah jalan mereka di tembak dengan panah oleh seseorang.


*Swish*


Anak panah itu mengarah ke Mateo, Namun Mateo menangkisnya dengan mengeluarkan pelindung kegelapan.


Anak panah itu langsung melebur menjadi abu setelah terkena pelindung kegelapan Mateo.


"Tunggu, ini aku". Milia berteriak dengan keras ke arah datangnya anak panah itu.


"Aku Milia, aku kembali untuk bertemu dengan ayahku". Milia melambaikan tangannya.


Beberapa saat kemudian orang yang menembakkan panah itu keluar dari balik pohon.


"Tuan Putri? benarkah itu anda?". Orang itu bertanya dengan rasa tidak percaya.

__ADS_1


"Ya, ini aku". Milia mengangguk.


Orang itu kemudian melompat dari pohon, lalu berlari menuju Milia dan memeluknya.


"Tuan Putri, ini benar benar anda, saya sangat senang melihat anda kembali". Orang itu menangis dengan haru.


Milia memeluknya dan berkata dengan sedih. "Ya, sudah lama kita tidak bertemu, Olive".


Orang itu adalah seorang Elf perempuan yang cantik dengan rambut biru tipis yang panjang.


Setelah beberapa saat akhirnya Milia melepaskan pekukan dari Olive, dan bertanya.


"Olive, bagaimana kabarmu? apakah kamu baik baik saja?"


Olive mengangguk. "Saya baik baik saja, bagaimana dengan Anda Yang Mulia?".


"Aku juga baik baik saja, perkenalkan ini temanku Mateo dan Aura". Milia menunjuk ke arah Mateo dan Aura.


Kemudian dia menunjuk ke arah Elena. "Dan ini kamu mungkin kenal".


"Nona Elena? apakah Anda Nona Elena?". Olive bertanya dengan antusias.


"Sudah lama ya, Olive". Elena tersenyum dan mengangguk.


Setelah beberapa saat Olive melepaskan pelukannya dan berkata kepada Mateo dan Aura.


"Salam Kenal, Aku Olive teman masa kecil Yang Mulia"


Milia mengangguk. "Ya, dia adalah teman pertama yang kuceritakan tadi".


Kemudian Olive teringat sesuatu, lalu dia bertanya kepada Milia. "Yang Mulia, apakah anda bertemu dengan monster di luar hutan?".


Mendengar itu Milia bingung, lalu menggelengkan kepalanya. "Tidak, kami tiadak bertemu monster apapun, memangnya ada apa?".


"Tadi leluhur merasakan ada makhluk yang sangat kuat menuju ke sini dan menyuruh semua orang untuk bersiap bertempur". Olive menjelaskan.


"Jadi begitu, namun kami tidak bertemu monster apa pun". Milia mengangguk.


'Mungkin Makhluk yang sangat kuat itu adalah orang yang ada di depanmu ini'. Pikir Milia.


"Tidak perlu memikirkan itu dulu, sekarang ayo kita bertemu dengan yang lainnya, mereka pasti akan sangat gembira melihat Tuan Putri mereka kembali"


Olive membawa Milia dan yang lainnya ke tempat permukiman Elf.


Setelah tiba di sana, sudah banyak Elf yang berkumpul dengan posisi siap tempur. Olive melambaikan tangannya dan berteriak.

__ADS_1


"Semuanya, Tuan Putri telah kembali"


Semua Elf yang ada di sana kemudian mengendurkan kewaspadaan mereka dan berteriak dengan gembira.


"Apa? Tuan Putri Kembali?"


"Yaay, akhirnya Tuan Putri kembali"


"Di mana Tuan Putri? aku sudah lama tidak melihat beliau"


David juga ada di antara kerumunan itu, ketika dia mendengar Putrinya kembali. Dia langsung menjadi sangat gembira dan berlari menuju Olive.


"Dimana Putriku? Dimana dia?"


Milia kemudian menampakkan dirinya dan menyapa David. "Sudah lama ya, Ayah".


David langsung memeluknya dan berkata dengan gembira. "Milia, Ayah merindukanmu, akhirnya kamu kembali".


"Sudahlah Ayah, apa kamu tidak malu dilihat oleh semua orang?". Milia berkata kepada David.


Mendengar itu David langsung bersikap tenang dan berkata dengan cepat. "Ehem, tadi itu hanya reflek. semuanya, kalian tidak melihat apa yang aku lakukan tadi kan?".


"Tidak Yang Mulia"


Semua orang berkata dengan serentak, mereka juga takut kalau David akan menghukum mereka.


Kemudian Milia berkata. "Dimana leluhur? temanku ingin bertemu dengannya".


Seorang Elf yang sangat cantik kemudian keluar dari kerumunan. "Sudah lama Ya, Milia".


"Salam Leluhur". Milia membungkuk dengan hormat.


Milia kemudian memohon dengan hormat kepada Leluhur Elf yang cantik itu. "Yang Mulia, temanku ingin bertanya sesuatu dengan Anda".


Leluhur Elf mengangkat alisnya dan bertanya dengan santai. "Oh, siapa itu?".


Milia kemudian menunjuk ke arah Mateo dan berkata." Itu dia Leluhur".


Leluhur Elf mengarahkan pandangannya ke Mateo dan berkata dalam hati. 'Sepertinya dialah Eksistensi kuat yang kurasakan tadi'.


Leluhur Elf mengangguk. "Begitu, antarkan dia ke tempatku nanti".


"Dan tentang Makhluk yang kuat tadi, sepertinya dia sudah pergi dari area hutan ini, jadi kalian bisa bersantai sekarang"


Leluhur Elf kemudian pergi meninggalkan kerumunan yang gembira.

__ADS_1


__ADS_2