
Bab 64
Beberapa saat kemudian Mateo melepaskan mulutnya dari ceri Dorothea, Lalu Mateo menyuruh Dorothea untuk menunggu sebentar.
"Tunggu disini sebentar, aku ingin meletakkan Diana dulu".
Mateo kemudian pergi membawa Diana, Mateo membawa Diana ke kamar Mia, Setelah beberapa saat dia tiba di depan kamar Mia.
Mateo langsung saja memasukki kamarnya, di dalam Mateo melihat Mia sedang berbicara dengan Silia.
"Oh Sayang, kamu disini?"
Mia menyapa Mateo ketika dia melihatnya, Mateo kemudian menghampiri mereka berdua dan bertanya.
"Apa yang sedang kalian lakukan? apakah kalian sedang melakukan hubungan intim sesama wanita?".
Mendengar itu Silia tertawa dan menjawab. "Fufu, tentu saja tidak, aku saat ini sedang mengajarkan kepada Saudari Mia bagaimana sikap seorang Ratu".
"Jadi begitu". Mateo mengangguk.
Kemudian menyerahkan Diana. "Jagalah Diana, saat ini aku sedang ada urusan yang harus di selesaikan".
Mia mengambil Diana dari pelukan Mateo, kemudian dia bertanya.
"Kalau kami boleh tau, urusan seperti apa yang akan kamu lakukan?".
Mateo kemudian menjelaskan. "Ini adalah urusan yang sangat penting, dan ini menyangkut masa depan kerajaan".
Mendengar itu Mia dan Silia menjadi serius. "Begitu penting?".
Mateo mengangguk. "Ya, ini demi Mateo kecil".
__ADS_1
Mendengar itu Mia dan Silia langsung tertawa. "Fufufu, aku sempat mengira itu adalah sesuatu yang sangat mengancam Kerajaan".
"Ya, ternyata ini demi Mateo kecil".
Mateo kemudian bertanya kepada Silia. "Oh ya Silia, dimana Tyr?".
"Tyr saat ini sedang di asuh oleh pelayan".Silia menjawab sambil tersenyum.
Mateo mengangguk. "Baiklah kalau begitu, maka aku akan pergi sekarang".
Mateo kemudian pergi meninggalkan Mia, Silia dan Diana di kamar Mia.
"Sepertinya dia menemukan wanita baru lagi". Mia berkata sambil tersenyum.
Silia mengangguk. "Ya, dia memang seorang pecinta wanita. Aku berharap Tyr tidak seperti ayahnya".
"Oh? mengapa begitu? bukankah kita akan memiliki banyak menantu perempuan nanti?". Mia bertanya dengan bingung.
"Itu memang benar, tapi aku ingin Tyr hanya memiliki satu istri, cukup ayahnya saja yang punya banyak istri". Silia menjawab dengan santai.
.....
Sementara itu di ruang tamu Istana, Mateo sedang menjilati goa basah milik Dorothea. Saat Mateo menjilatinya, Dorothea mengerang dengan keras.
"Ahh, perasaan ini belum pernah kurasakan selama aku melayani tamu".
Mateo terus menjilatinya dan juga sambil menusukkan jarinya ke dalam goa Dorothea dengan cepat.
Dorothea semakin mengerang, goanya juga mengelurakan banyak jus cinta ke wajah Mateo.
Mateo kemudian berdiri dan mengelus Mateo kecil dengan tangannya, kemudian dia memasukkannya ke goa Dorothea untuk menjelajah.
__ADS_1
Ketika Mateo kecil masuk ke dalam goa, Dorothea menjerit dengan keras.
"Akhhh, itu akan merobek milikku, ini terlalu besar untukku".
Mateo mencium bibirnya untuk membuatnya diam, Mateo juga terus menggerakkan pinggangnya maju mundur dengan cepat.
Mateo melepaskan ciumannya, kemudian dia memasukkan jarinya kemulut Dorothea untuk di jilat.
Mateo terus bergerak maju mundur dengan cepat, beberapa saat kemudian dia mengubah posisi.
Kali ini Mateo mengangkat tubuh Dorothea sambil Mateo kecil tetap di dalam goa, kemudian dia menggerakan pinggangnya ke atas dan ke bawah dengan cepat.
Mateo terus menggerakan pinggangnya dengan cepat, hingga beberapa saat kemudian Mateo kecil memuntahkan susu rasa pandan ke dalam goa Dorothea.
Mateo kecil muntah begitu banyak di dalam goa Dorothea, beberapa saat kemudian Mateo mengeluarkan Mateo kecil dari goa Dorothea.
Setelah Mateo kecil keluar, goa milik Dorothea langsung menumpahkan muntahan dari Mateo kecil.
Mateo melebarkan goa Dorothea dengan tangannya dan berkata. "Lihatlah, ini keluar begitu banyak".
Dorothea sudah kehilangan kesadarannya karena kenikmatan yang dia rasakan, Mateo kemudian meletakannya di kursi dan dia langsung memakai pakaiannya.
Dorothea kemudian langsung mengenakan mengenakan pakaiannya dan berkata kepada Mateo.
"Saya tidak berharap Yang Mulia sangat hebat dalam teknik memuaskan wanita".
Mateo tersenyum. "Kamu dapat merasakannya lagi di masa depan".
Dorothea tersenyum mendengar itu. "Suatu kehormatan bagi saya untuk bisa merasakannya kembali".
Mateo kemudian berkata. "Baiklah, aku akan menyiapkan tempat untuk kamu membuka rumah Bordil".
__ADS_1
Dorothea tersenyum. "Terima kasih Yang Mulia".
Mateo kemudian membawa Dorothea keluar untuk menemukan tempat yang cocok untuk rumah Bordil.