Return Great Magician(Dropped)

Return Great Magician(Dropped)
Vanessa


__ADS_3

Bab 27


Beberapa saat kemudian mereka tiba di taman Pribadi milik Marquess.


Taman itu terlihat sangat indah, banyak bunga yang mekar, kumbang silih berganti menghampirinya.


Wanita itu membawa Ratu dan Mateo ke kursi yang ada di taman.


"Silahkan duduk, Yang Mulia". Wanita itu dengan hormat berkata.


Ratu kemudian duduk, diikuti oleh Mateo dan juga Wanita itu.


"Sudah lama ya Vanessa". Ratu berkata sambil tersenyum.


"Ya, mungkin sudah 10 tahun kita tidak bertemu". Vanessa membalas dengan sopan.


Ratu kemudian memperkanalkan Mateo kepada Vanessa."Mateo, ini adalah temanku Marquise Vanessa, dia adalah seorang janda".


"Suaminya Marquess Aaron Laurent meninggal 10 tahun lalu". Tambahnya.


"Salam, Marquise Laurent". Mateo membungkuk sedikit.


"Fufu, tidak perlu terlalu sopan padaku". Vanessa tersenyum.


Ratu kemudian memperkenalkan Mateo kepada Vanessa."Vanessa, Ini adalah Mateo, dia adalah pria yang hebat".


"Oh? baru kali ini aku mendengar Ratu memberikan penilaian kepada seorang pria". Vanessa sedikti terkejut.


"Apakah kamu sudah bermain dengannya?". Tambahnya dengan bingung.


Ratu tertawa."Fufu, tentu saja, bahkan saat ini aku sedang mengandung anaknya".


Mendengar itu Vanessa langsung tercengang, terkejut dengan apa yang baru saja didengarnya.


Dia pun menyuruh Ratu untuk mengulanginya lagi."Apa? bisakah kamu mengulanginya lagi?".


Ratu pun berkata dengan jelas."Aku saat ini mengandung anaknya".


"Bagaimana mungkin? di umurmu yang sudah 55 tahun? kamu bisa hamil?". Vanessa berkata dengan tidak percaya.


"Apakah ada yang salah dengan itu?". Ratu bertanya dengan bingung.


"Memang tidak ada yang salah dengan itu, tapi apakah tidak berbahaya bagi tubuhmu saat melahirkan nanti?". Vanessa bertanya.


Ratu kemudian menjelaskan."Tentu saja itu akan sedikit berbahaya, namun aku akan tetap melahirkannya karena ini adalah apa yang kuinginkan selama ini".


"Dan tenang saja, Kita bisa menggunakan sihir penyembuh dari semua tabib di Istana". Ratu menambahkan.

__ADS_1


Mateo menyela pembicaraan mereka."Tenang saja, aku bisa menggunakan sihir penyembuh, jadi jika terjadi sesuatu pada Ratu, aku akan langsung merawatnya".


Vanessa melihat ke arah Mateo dari atas ke bawah, lalu berkata."Tubuh yang terlihat sangat kokoh, pantas saja Ratu bisa tergoda olehmu".


"Apakah kamu ingin mencobanya juga?". Ratu berkata sambil menggoda Vanessa.


"Aku tidak keberatan mencobanya, tapi apakah kamu mau dengan wanita tua sepertiku? aku lebih tua 3 tahun daripada Ratu". Vanessa mengarahkan pandangannya pada Mateo.


"Tentu saja aku tidak keberatan dengan wanita secantik dirimu". Mateo berkata dengan menggoda.


"Dan seseorang pernah berkata:


Cinta itu buta


Umur hanyalah angka


Ambil selagi ada


dan Pregnant jika bisa". Tambahnya.


Vanessa tertawa mendengarnya."Fufu, Sungguh pepatah yang sangat indah, aku yakin orang yang menciptakan pepatah ini adalah gigolo yang handal".


Kemudian Vanessa mendekati Mateo dan duduk di pangkuannya.


Lalu Mateo memeluknya Vanessa yang ada di pangkuannya dan mereka berciuman dengan gairah.


Mateo menggerakan tangannya ke bawah dan menyentuh pantat Vanessa.


Suara pukulan terdengar, Mateo memukul Pantat Vanessa dengan keras.


Setelah itu mereka melepaskan pakaian masing masing, dan Mateo memasukkannya dengan perlahan.


Setelah Mateo berhasil memasukkannya, dia langsung menggerakan pinggulnya maju mundur dengan pelan.


Ratu yang melihat tidak tinggal diam, dia kemudian mendekati Vanessa dan mencium bibirnya.


Sementara Mateo menusuknya dari bawah, Ratu berciuman dengannya, Vanessa menjadi sangat bergairah.


Mereka terus melakukannya hingga tiba tiba datang suara dari belakang mereka.


"Nenek" Suara itu terdengar sedikit imut.


Kemudian mereka melihat seorang gadis berusia 17-an menghampiri mereka.


Gadis itu melihat mereka sedang bercinta langsung berseru."Astaga, nenek apa yang kamu lakukan?".


"Fufu, Anggie apakah kamu ingin merasakannya juga? ini terasa sangat luar biasa". Vanessa tertawa.

__ADS_1


"Apa maksudmu nenek? aku tidak ingin melakukannya kecuali dengan orang yang menjadi suamiku". Anggie menjerit.


Walaupun dia baru berumur 17 tahun, namun dia juga sudah tahu apa yang sedang mereka lakukan itu.


"Anggie, cobalah, kamu akan ketagihan ketika sudah mencobanya". Vanessa berkata.


"Aku juga merasa kalau mainan yang sering aku gunakan untuk memuaskan gairahku tidak akan cukup lagi setelah aku merasakan pria ini". Tambahnya.


Vanessa kemudian mendekati Anggie dan menangkapnya.


"Ratu, tolong bantu aku menahan tubuhnya". Vanessa berkata kepada Ratu.


Ratu kemudian menangkap tubuh Anggie.


"Tidak, tolong lepaskan aku, aku tidak ingin melakukannya". Anggie berteriak dengan keras.


Vanessa kemudian berkata kembali."Mateo, masukkan milikmu kedalamnya, biarkan dia menjadi wanita dewasa".


Mateo langsung mendekatinya dan melepasakan celana Anggie.


Vanessa dan Ratu membaringkan Anggie di rumput dan menutup mulutnya.


Mateo kemudian memasukkan miliknya dengan perlahan ke dalam Anggie.


Beberapa saat kemudian darah mengalir dari lubang milik Anggie, tapi Mateo tetap meneruskannya.


Setelah beberapa kali percobaan, akhirnya Mateo berhasil memasukkan semuanya.


Mateo menggerakan tubuhnya maju mundur dengan pelan.


Awalnya Anggie menolaknya, namun setelah beberapa saat dia merasakan kenikmatan yang luar biasa.


Dia kemudian meminta Mateo untuk menggerakannya lebih cepat.


Mereka berempat kemudian bercinta bersama dengan saling bergiliran.


Mereka bercinta hingga hari mulai gelap, Mateo juga sudah tidak bisa menahan bebannya lagi.


Lalu dia menembakkannya ke masing masing wajah mereka.


*Croot* *Croot*


Mateo kemudian langsung duduk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.


Sementara Ratu, Vanessa, dan Anggie pingsan karena kenikmatan.


Beberapa saat kemudian Mateo sudah tidak lelah lagi, namun Ratu, Vanessa dan Anggie masih belum sadar.

__ADS_1


Mateo kemudian meninggalkan sepucuk surat untuk mereka bertiga yang mengatakan bahwa dia akan kembali lebih dulu.


Lalu Mateo berjalan keluar dari Rumah Marquess Laurent dan menuju ke kediamannya.


__ADS_2