Return Great Magician(Dropped)

Return Great Magician(Dropped)
Tyr Cornelius


__ADS_3

Bab 51


Dua bulan telah berlalu sejak Igneel datang menyerang Kerajaan Cornelius, sekarang Igneel sudah kembali ke Kerajaannya.


Dia kembali setelah di bujuk oleh Aura untuk tidak perlu mengkhawatirkannya, awalnya dia ingin tetap tinggal. Tapi karena dia takut terhadap Mateo, akhirnya dia kembali dengan berat hati.


Saat Mateo sedang merenung memikirkan sesuatu, tiba tiba ada suara tangisan bayi terdengar.


"Uwek" "Uwek"


Suara tangisan bayi terdengar dari kamar Ratu Silia, mendengar itu Mateo langsung bergegas menuju kamar Ratu Silia.


Begitu dia memasuki kamarnya, dia melihat tabib membersihkan seorang bayi yang baru lahir.


Mateo menghampiri Ratu dan memegang tangannya, lalu bertanya."Silia, apakah kamu baik baik saja?".


Ratu mengangguk dan menjawab."Aku baik baik saja, Syukurlah bayinya lahir dengan selamat".


Mateo mengecup kening Ratu dan berkata."Syukurlah kalian berdua selamat".


Tabib kemudian menyerahkan bayinya kepada Mateo dan berkata."Yang Mulia, bayinya adalah laki laki yang sehat".


Mateo mengambilnya dan memperlihatkannya kepada Ratu."Lihatlah, rambutnya sama dengan rambutmu".


Ratu mengangguk dan tersenyum."Bagian bawahnya juga terlihat sama denganmu, sangat besar".


Mateo tertawa terbahak bahak."Hahaha, tentu saja karena dia adalah anakku, aku harap dia juga hebat dalam menaklukan wanita".


Ratu tersenyum dan berkata."Fufu, tapi aku tidak akan membiarkan putraku melakukan itu, cukup ayahnya saja yang menjadi penakluk wanita".


"Hahaha, kita lihat saja nanti ketika dia sudah tumbuh dewasa". Mateo tertawa.


"Sekarang kamu harus memberikannya sebuah nama". Ratu mengingatkan.


Mateo mengangguk dan mengamati Putranya dengan serius, Setelah mengamati dengan cermat. Mateo mengangguk dan memberikannya nama.


"Aku akan memberinya nama Tyr, aku ingin dia menjadi orang yang hebat dalam berperang dan pemberani".


"Mulai sekarang, Pangeran pertama Kerajaan Cornelius adalah Tyr Cornelius". Tambahnya.

__ADS_1


Mateo kemudian menyerahkannya kepada Ratu Silia.


Ratu menerimanya dan membelai Putranya dengan penuh kasih sayang."Tyr, Kuharap kamu akan tumbuh sesuai dengan namamu".


Mateo menyuruh Tabib untuk memberi tahu semua orang bahwa Pangeran pertama telah lahir.


Beberapa saat kemudian Mia dan yang lainnya datang, Mia datang bersama dengan Diana di pelukannya.


Mateo mengambil Diana dari Mia dan menggendongnya, lalu dia memperlihatkan Tyr padanya dan berkata."Diana, ini adalah adikmu Tyr, Jika kalian besar nanti, tolong jagalah dia".


"Wa" "Wa"


Diana bergerak gerak seakan dia mengiyakan perkataan Mateo.


Mia mendekati Ratu Silia dan berkata."Selamat Saudari, karena telah melahirkan dengan selamat".


Ratu mengangguk."Terima Kasih".


Vanessa juga memberikan selamat, Ratu yang dapat ucapan selamat dari Vanessa berkata."Kamu juga akan melahirkan 7 bulan kedepan".


Vanessa mengelus perutnya yang sedikit besar dan berkata."Fufu, aku tidak sabar menantikan hari itu tiba, pada saat itu aku juga akan mendapatkan cucu baru dan juga cicit".


Vanessa, Charlotte, Anggie, dan Layla, mereka semua sedang hamil sekarang. Dan kehamilan mereka juga di hari yang sama, jadi mereka berempat akan melahirkan di hari yang sama.


Mereka akhirnya merayakan Pesta untuk kelahiran Pangeran pertama kerajaan Cornelius.


.....


Sementara itu dipelabuhan Kerajaan Fred, Selena dan tentara Kerajaan Cornelius baru saja tiba.


Antonio juga ikut bersama mereka, Antonio mengarahkan semua tentara untuk beristirahat di suatu tempat.


"Kita akan beristirahat di rumah Yang Mulia". Milia berkata kepada semua orang.


"Rumah Yang Mulia? apakah Yang Mulia mempunyai rumah di sini?". Antonio bertanya dengan bingung.


"Ya, Yang Mulia punya sebuah rumah yang besar di sini". Milia mengangguk.


"Baiklah, kita akan mengikuti Nona Milia pergi ke rumah Yang Mulia". Antonio berkata kepada semua tentara.

__ADS_1


"Yaaaa"


Semua tentara berteriak dengan penuh semangat, Kemudian Milia membawa mereka semua ke Cornelius Manor.


Beberapa saat kemudian mereka akhirnya tiba di Cornelius Manor. Namun rumah itu sepertinya sedang di diami oleh seseorang.


"Apakah ini rumah Yang Mulia? kenapa ada orang yang mendiaminya?". Antonio bertanya dengan bingung.


Milia menggelengkan kepalanya dan berkata."Aku juga tidak tau, sudah lama kami pergi dari sini".


Kemudian ada seorang warga yang lewat, Milia menghentikannya dan bertanya."Permisi tuan, siapa yang mendiami rumah ini?".


Warga itu berhenti dan menjawab dengan sopan."Rumah ini di tempati oleh Kapten Ksatria yang baru".


"Kepala Ksatria yang baru?". Milia bertanya dengan bingung.


"Ini.. ". Warga itu ragu ragu.


Milia kemudian melemparkan 1 koin emas dan berkata."Lanjutkan".


Warga itu mengambilnya dan berkata."Sudah beberapa bulan Kerajaan ini dikuasai oleh Raja baru, dan Raja baru itu memberikan Rumah ini kepada Kapten Ksatrianya".


Milia bertanya kembali."Bukankah ini milik Dragon Slayer Mateo?".


"Mereka tidak mepedulikan itu, Kapten itu juga berkata jika Mateo itu kembali, aku akan membunuhnya dengan mudah". Warga itu menjawab dengan sopan.


Mendengar itu Antonio sangat marah dan mencoba untuk langsung menerobos masuk.


Namun Milia menghentikannya."Tunggu, kita akan mencari penginapan lain dulu, kita akan menyelidiki orang Kapten Ksatria ini terlebih dahulu".


Antonio berkata dengan marah."TAPI DIA SANGAT BERANI MENGHINA YANG MULIA, AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN INI PERGI BEGITU SAJA".


"Cukup, Kita akan menyelidikinya terlebih dahulu". Selena yang dari tadi diam akhirnya berbicara.


Antonio awalnya tetap bersikeras ingin menerobos langsung, namun Milia dan Selena berhasil menenangkannya.


"Terima Kasih atas informasinya". Milia berkata kepada warga itu.


Kemudian mereka pergi untuk mencari penginapan.

__ADS_1


__ADS_2