Return Great Magician(Dropped)

Return Great Magician(Dropped)
Time Skip


__ADS_3

Bab 71


Wilayah Tengah, Akademi Bintang.


Saat ini sangat banyak sekali anak muda yang sedang berkumpul, mereka bercampur baik pria maupun wanita.


Mereka berdesakan untuk melakukan pendaftaran di Akademi Bintang.


Akademi Bintang adalah salah satu dari 4 Akademi yang mendominasi wilayah tengah bersama dengan Akademi Awan, Akademi Bulan, dan Akademi Langit.


Semua peserta yang di uji harus saling bertarung satu sama lain untuk menentukan siapa yang akan lolos.


Semua peserta di sana juga kebanyakan dari Bangsawan dari seluruh wilayah seperti Timur, Barat, Selatan, Utara, dan Tengah.


Saat ini Diana dan Adik adiknya juga ikut mendaftar di Akademi Bintang. Mateo menyuruh mereka untuk pergi ke Wilayah Tengah untuk mengasah bakat mereka.


Di Wilayah Tengah Mereka di bantu oleh Rose dan Yang lainnya, kebetulan Rose juga menjadi guru di Akademi Bintang.


Sudah 17 tahun berlalu sejak Mateo memasukki Dungeon, dan sekarang anak anaknya sudah besar.


Semua peserta yang hadir memanfaatkan momen itu untuk saling berkenalan, Mereka memperkenalkan dari Keluarga mana dan Wilayah mana mereka berasal.


Saat mereka saling berbicara, Tiba tiba seorang pria tua muncul di atas Podium. Pria tua itu kemudian memperkenalkan dirinya.


"Perhatian semuanya! Aku Martin, Wakil Kepala Akademi ini dan juga sebagai Juri untuk pendaftaran ini"


"Aku sudah mempunyai daftar nama kalian masing masing, aku akan memanggil kalian satu per satu untuk naik ke panggung untuk saling bertarung"


"Untuk lolos tidak mementingkan kemenangan, aku sendiri yang melihat kualitas kalian apakah layak lolos atau tidak"


"Baiklah tanpa membuang waktu, aku akan langsung memulai acara ini"


*Dung* *Dung* *Dung*


Suara keras lonceng sebagai bukti dimulainya acara perekrutan Akademi Bintang.


"Pertandingan pertama Lud Melawan Sano"


Martin memanggil masing masing peserta untuk naik ke atas panggung.


Di Akademi ini Status Bangsawan dihilangkan, ini dilakukan untuk membuat Rakyat Jelata dan Bangsawan setara.


Setelah Martin menyebutkan kedua nama tersebut, dua orang pria kemudian naik ke atas panggung. Dan saling memberi hormat.


"Aku Lud mohon untuk pencerahannya"


"Aku Sano mohon untuk pencerahannya"


"Baiklah, Mulai"

__ADS_1


*Dung*


Setelah suara lonceng terdengar, Mereka berdua masing masing mundur dengan cepat untuk mengamati masing masing.


Mereka berdua saling menatap satu sama lain.


Kemudian Sano langsung maju menyerang lebih dulu.


Sihir Gravitasi : Pemberat Tubuh!


Sano mengarahkan sihirnya kepada Lud sehingga membuat tubuh Lud menjadi berat.


Sano langsung melancarkan pukulannya.


*Buk*


Pukulan Sano mengenai dada Lud, pukulannya cukup keras hingga membuat Lud tertunduk.


Lud tidak tinggal diam saja setelah menerima serangan dari Sano. Dia kemudian melancarkan serangan balik.


Sihir Besi : Lapisan Besi!


Tangan Lud langsung dilapisi oleh Besi hitam yang terlihat sangat kuat.


*Buk*


Sano juga tertunduk setelah menerima pukulan dari Lud di dadanya.


Lud menggunakan Sihir Besinya untuk melapisi tinjunya, Sedangkan Sano menggunakan Sihir Gravitasinya untuk menambah berat tinjunya.


*Buk* *Buk* *Buk*


Tinju mereka saling beradu dengan keras, Setelah beradu pukulan cukup lama. Tidak ada yang terlihat menguntungkan di antara kedua belah pihak.


"CUKUP"


Martin menghentikan pertarungan mereka berdua.


"Kalian sudah menunjukkan kehebatan kalian, Kami akan mengumumkan kelulusan kalian setelah acara ini selesai"


Sano dan Lud membungkuk kepada Martin, Lalu mereka berdua turun dari panggung.


"Seperti yang di harapkan dari Wilayah Tengah, Kekuatan mereka sangat kuat". Diana bergumam.


"Aku rasa mereka bukan dari Wilayah Tengah, mungkin dari Wilayah lain". Tyr menanggapinya.


"Pertarungan mereka berdua membuat darahku mendidih". Tyr berkata dengan antusias.


"Kurasa Ayah salah memberimu nama sehingga membuatmu sangat menyukai pertarungan". Diana menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Setelah itu beberapa beserta naik ke atas panggung untuk menunjukkan kehebatan mereka.


Kemudian Martin memanggil Nama peserta berikutnya.


"Baiklah Selanjutnya adalah Bell Melawan Karius"


Diana dan Tyr kemudian memalingkan kepalanya ke arah pemuda yang sedang tidur setelah mendengar nama Bell di sebutkan.


Melihatnya tidur dengan pulas, dia sangat kesal dan membangunkannya.


"Hey Bell, sekarang giliranmu"


Pemuda yang bernama Bell itu kemudian bangun dengan malas.


"Fwuah, apakah acaranya telah selesai?"


*Buk*


Diana menampar kepalanya dengan marah. "Matamu Selesai, sekarang giliranmu untuk bertarung".


"Hah? apakah aku boleh menyerah saja?". Bell berkata dengan malas.


*Buk*


Diana kembali memukul kepalanya. "Apa yang kau katakan? apakah kau ingin aku memberitahu ini pada Ayah?".


"Fwuah, Baiklah aku akan bertarung". Bell bangun dari tempatnya berbaring, Kemudian dia naik ke atas panggung.


"Selalu saja membuatku kesal". Diana berkata dengan jengkel.


"Tenanglah Kak, ini adalah Ujian untukmu, hahaha". Tyr menenangkan Diana sambil tertawa.


Bell adalah Adik Diana dan juga Tyr, dia juga Putra Mateo dengan Layla. Dan dia adalah anak yang sangat malas.


Beberap saat kemudian Bell sudah naik ke atas panggung, dia berhadapan dengan seorang pemuda yang tak terlihat wajahnya karena dia menggunakan topi seperti seorang petani.


Namun meski begitu, pemuda itu terlihat cukup kuat.


Pemuda itu sepertinya adalah seorang pendekar pedang, karena dia mempunyai pedang di pinggangnya.


Sama seperti pemuda itu, Bell juga seorang pendekar pedang. Bell memiliki Katana di pinggangnya.


Katana itu adalah Katana yang didapatkan Mateo dari dungeon Yanto.


Bell dan pemuda itu atau Karius sama sama membungkuk dengan hormat.


"Mohon bimbingannya"


"Mohon bimbingannya"

__ADS_1


"Baiklah, pertarungan dimulai"


*Dung*


__ADS_2