
Bab 91
Setelah beberapa hari akhirnya Mateo tiba di Kerajaan Cornelius, Mateo kemudian mengajak Melissa untuk masuk ke Istananya.
"Tidak kusangka kau akan menjadi Raja". Melissa berkata dengan tidak percaya pada Mateo.
"Haha, ini semua kulakukan untuk istriku".Mateo tertawa.
"Sepertinya kau sangat mencintainya". Melissa berkata dengan santai.
"Aku akan mempertemukanmu dengan mereka". Mateo mengajak Melissa ke suatu Kamar.
Setelah beberapa saat mereka tiba di depan kamar yang sangat besar, Kamar itu adalah Kamar Harem Mateo.
Mateo kemudian membuka pintu dan didalam dia melihat semua Haremnya sedang berkumpul.
"Sayang". Mia langsung menghampirinya dan memeluknya.
Kemudian dia melihat Melissa yang datang bersama Mateo, dia kemudian bertanya. "Apakah ini wanita baru?".
"Yah bisa di bilang begitu, ini teman lamaku, Melissa". Mateo memperkenalkan Melissa pada semua Haremnya.
"Halo". Melissa menyapa mereka dengan sopan.
Mia dan yang lainnya juga mengangguk dengan sopan.
"Aku kembali untuk menyapa kalian semua sebelum pergi ke Wilayah Tengah". Mateo berkata setelah mereka semua duduk.
"Apa? apa yang akan kamu lakukan di sana?". Mia yang berada di pangkuannya terkejut dan bertanya.
"Aku ingin mencari Kallisti untuk mengembalikan kecantikan kalian seperti dulu lagi". Mateo menjelaskan.
"Apakah itu akan lama?". Silia bertanya.
Mateo menggelengkan kepalanya dan berkata. "Aku juga tidak tau, Namun aku akan berusaha untuk kembali secepatnya".
Silia dan yang lainnya menunduk dan merasa sedikit sedih, Kemudian Vanessa berbicara.
"Karena kau akan pergi ke Wilayah Tengah dengan waktu yang tidak di ketahui, bagaimana kalau kita menghabiskan sepanjang hari dan malam ini untuk bercinta?"
__ADS_1
Semua wanita yang ada di kamar itu mengangguk dan langsung menyerang Mateo dengan ganas.
Mia yang ada di pangkuan Mateo langsung mencium bibirnya dengan rakus, Vanessa yang lebih dekat juga melepaskan celana Mateo.
Kemudian dia menjilat adick kecil Mateo dengan lidahnya yang licin, Silia juga bermain dengan adick kecil Mateo secara bergantian dengan Vanessa.
Mereka akhirnya bercinta sepanjang siang dan malam tanpa henti, semua wanitanya mengalami perasaan yang luar biasa.
Mateo menenmbakan bebanya ke tubuh mereka dengan sangat deras dan banyak.
Mereka bercinta tanpa henti hingga membuat mereka pingsan karena kenikmatan yang luar biasa.
.....
Di pagi hari, Semua wanitanya mengantarkan kepergian Mateo dan Melissa ke Wilayah Tengah.
Namun sebelum mereka pergi, Alice menghentikannya dan berkata. "Tunggu".
Alice yang dari kemarin hanya diam saja dan sekarang dia ingin menyampaikan sesuatu.
"Apakah aku boleh ikut dengan kalian?". Alice bertanya dengan penuh harap.
Alice kemudian menjelaskan. "Sebenarnya aku berasal dari Wilayah Tengah, dan aku lari ke sini karena dipaksa untuk menikah dengan Salah satu Bangsawan di sana, Jadi aku melarikan diri ke sini".
"Apa". Semua orang yang ada di sana terkejut.
"Benarkah itu?". Mateo bertanya dengan heran.
Alice mengangguk. "Ya, aku sudah lama tidak kembali ke rumah, jadi bisakah aku ikut dengan kalian?".
"Tentu saja kamu bisa". Mateo mengangguk.
Mateo kemudian bertanya pada Melissa. "Benarkan Melissa?".
"Aku tidak keberatan". Melissa berkata dengan santai.
Akhirnya Alice ikut dengan Mateo ke Wilayah Tengah, Mateo juga menyuruh Aurora dan Antonio untuk menjaga Kerajaan selama dia tidak ada.
.....
__ADS_1
Wilayah Tengah.
Saat ini di sebuah hutan ada sekelompok Goblin yang besar dan lebih kuat daripada yang ada di Wilayah Timur.
Di tengah sekelompok goblin itu ada seorang wanita cantik yang sedang bersiap untuk menghabisi semua goblin yang mengelilinya.
Wanita cantik itu adalah Nana, dia sudah pergi ke Wilayah Tengah lebih dulu daripada Diana dan yang lainnya.
Namun dia sudah lulus dari Akademi dan memilih untuk menjadi Petualang di Wilayah Tengah.
Dia sebenarnya ingin pulang ke Wilayah Timur, Namun Mateo menyuruhnya untuk tetap di Wilayah Tengah dulu agar dia bisa meningkatkan kekuatannya.
Kembali ke pertarungan.
Salah satu goblin itu menerjang ke arah Nana untuk mencakarnya, Namun Nana dapat menebasnya dengan mudah.
*Slash*
Tubuh goblin itu langsung terbelah menjadi dua bagian.
Sekelompok goblin itu kemudian menyerang Nana secara bersamaan.
Nana akhirnya mengelurkan jurusnya untuk langsung membunuh mereka semua.
"PUTARAN MEMATIKAN"
*Srash*
Nana berputar sambil mengayunkan pedangnya hingga membelah semua goblin yang menyerangnya.
Dia kemudian memotong telinga goblin itu dan memasukkannya ke dalam kantong yang sudah di bawanya.
"Sepertinya cukup sampai di sini saja hari ini". Nana bergumam.
Kemudian dia memandang ke langit dan berkata. "Aku sudah rindu dengan Ayah dan Ibu, apakah mereka baik baik saja sekarang?".
Kemudian dia teringat sesuatu. "Oh iya, bukankah adik adikku masuk ke Akademi Bintang? dan sebentar lagi juga akan ada pesta penyambutan untuk murid baru"
"Aku juga di undang sebagai Alumni Akademi Bintang, Sudah lama aku tidak bertemu dengan mereka, kurasa sekarang mereka sudah dewasa".
__ADS_1
Nana kemudian pergi meninggalkan hutan dengan suasana hati yang gembira.