
Bab 102
Mansion Keluarga Green.
Saat ini Iratus sedang di rawat dengan intensif oleh tabib yang ada di kediaman Green.
Dix dan yang lainnya juga diberikan perawatan. Corydon kemudian datang membawakan mereka ramuan.
"Kalian semua minumlah ramuan ini, ini dapat menyembuhkan luka apapun, aku mendapatkannya di pasar gelap."
Dix mengambilnya dan bertanya dengan curiga. "Ramuan apa ini? aku tidak pernah mendengar kalau ada ramuan seperti itu."
"Ini hanya dimiliki oleh beberapa orang saja, beruntung aku berhasil mendapatkannya dengan tabunganku."
"Baiklah, aku akan meminumnnya."
Dix akhirnya setuju meminum ramuan yang diberikan oleh Corydon setelah beberapa kali di yakinkan.
Tetua yang lain juga meminumnya bersama dengan Dix, Kemudian Corydon meminumkan ramuan untuk Iratus.
"Kalau begitu saya permisi dulu."
Corydon langsung pergi setelah melihat semuanya meminum ramuan yang diberikannya.
'Hahaha, nikmatilah saat saat terakhir kalian.' Pikir Corydon dengan kejam.
Corydon pergi ke kamarnya dengan senyum puas terpampang di wajahnya.
Setelah Corydon pergi, Dix dan tetua lainnya merasakan rasa sakit yang luar biasa menyerang jantungnya.
"Apa ini? kenapa jantungku sakit sekali?." Dix bertanya tanya dengan dengan bingung.
"Apakah ini karena ramuan yang ku minum tadi? tapi bagaimana mungkin, bukankah itu ramuan yang bisa menyembuhkan luka apapun?."
"Arrghh"
Dix merasakan jantungnya semakin sakit dan dia terjatuh lantai.
__ADS_1
Setelah beberapa saat Dix berhenti menjerit dan bergerak. Seorang tabib masuk dan ingin memeriksa kondisi Iratus.
Namun dia terkejut ketika melihat 4 orang yang tergeletak di lantai, dia memeriksa mereka dan kaget setelah mengetahui mereka semua sudah tidak bernyawa.
Dia langsung berlari dan memberitahu yang lainnya, Corydon juga hadir di ruangan itu dan berkata dengan marah kepada para tabib.
"Kalian, apa yang kalian lakukan terhadap Paman Dix dan yang lainnya?."
"Ka.. kami tidak tau apa apa, kami hanya memberikan perawatan dengan sihir penyembuh kami." Salah seorang tabib menjawab dengan gugup.
"Aku akan melihat kondisi ayahku dulu, jika terjadi apa apa padanya juga, aku akan membuat kalian mentesal."
Corydon dengan marah memeriksa kondisi Iratus, Setelah memeriksanya Corydon sedikit tersenyum.
Namun senyumnya hanya bertahan sebentar dan digantikan dengan wajah sedih. "Ayah, apa yang kalian lakukan hingga membuat ayahku mati seperti ini?."
"Apa?." Semua tabib sangat terkejut setelah mendengar kalau Iratus mati.
"Apa salah ayahku hingga membuat kalian tega membunuhnya." Corydon menangis dengan histeris.
"K... kami tidak melakukan apa apa, bukankah tadi Tuan Muda yang bersama dengan mereka?." Tabib tadi kembali berkata dengan gugup.
"Ti.. tidak, kami tidak bermaksud-."
"Cukup, kalian semua pergi dari sini sebelum aku membunuh kalian semua."
Tabib itu ingin menjelaskannya, Namun Corydon langsung memotong perkataannya dan menyuruh mereka pergi.
Para tabib itu akhirnya pergi karena takut Corydon akan membunuh mereka.
Setelah semua tabib pergi meninggalkan ruangan, Corydon tertawa dengan puas.
"Hahahaha, akhirnya Keluarga Green jatuh ke tanganku, dengan begini aku bisa melakukan apa saja di keluarga ini."
Corydon kemudian memandang mayat Dix yang tergeletak di laintai dan berkata dengan senyum di wajahnya. "Aku perlu berterima kasih padamu karena percaya dengan mudah."
"Ramuan itu bukanlah ramuan penyembuh, tapi itu adalah ramuan yang bisa langsung menghancurkan jantung seseorang tidak peduli sekuat apa orang itu."
__ADS_1
"Aku juga mendapatkan ramuan itu dari organisasi, dengan aku menjadi kepala keluarga Green. Posisiku di Organisasi pasti akan naik."
Corydon pergi meninggalkan ruangan itu dan menyuruh pelayan untuk mengurus mayat Iratus dan yang lainnya.
Sementara itu di tempat yang tersembunyi di ruangan itu, seseorang melihat semua yang dilakukan oleh Corydon.
Orang itu tentu saja Mateo, dia langsung pergi ke Mansion Keluarga Green untuk membantai habis semua orang dari Keluarga Green.
Namun dia menemukan sesuatu yang luar biasa, yaitu Corydon membunuh semua tetua dari keluarganya. Bahkan lebih kejamnya lagi dia membunuh ayahnya sendiri.
'Sepertinya aku harus menunda pembantaian ini, aku ingin tau tentang Organisasi yang dibilangnya tadi.' Pikir Mateo.
Mateo kemudian menghilang dari tempatnya dan pergi dari kediaman Keluarga Green.
Tanpa sepengetahuan siapapun Mateo pergi meninggalkan Mansion Keluarga Green dengan bebas.
'Sepertinya sekarang aku harus pergi ke kediaman Carmilla untuk meminta ramuan yang bisa meregenerasi tubuh.' Pikir Mateo sambil terus terbang ke arah Mansion Carmilla.
Tidak butuh waktu lama, Mateo akhirnya tiba di sebuah Mansion yang besar dan megah.
Mateo terbang dan masuk langsung ke dalam Mansion tanpa diketahui oleh penjaga.
Mateo terbang menuju jendela yang menurutnya adalah kamar milik Carmilla.
.....
Sementara itu didalam kamar, Carmilla saat ini sedang memainkan goanya dengan jari dan juga sebuah alat yang terbuat dari besi dan berbentuk seperti adick kecil.
"Ahhh, aku terpaksa memanjakan diriku dengan alat ini karena tidak bisa menemukan seorang pria pun di sana."
"Ini semua salah Iratus bajingan dan anak anak itu yang bertarung hingga membuat pesta di bubarkan."
Carmilla dengan marah mengutuk sambil terus menggerakkan alat besinya keluar masuk dari goanya.
"Cih, ini semua tidak membuatku puas, aku ingin seorang pria kuat untuk memuaskankku."
Carmilla terus menggerutu dengan kesal karena dia tidak bisa puas hanya dengan alat untuk memuaskan nafsunya.
__ADS_1
Saat dia sedang menggerutu, tiba tiba jendelanya terbuka dan seseorang masuk ke dalam kamarnya melalui jendela.