Return Great Magician(Dropped)

Return Great Magician(Dropped)
Dragon Slayer


__ADS_3

Bab 12


Beberapa hari setelah ekspedisi, Mateo di undang oleh Raja untuk datang ke Istana untuk berterima kasih padanya karena telah berhasil mengusir naga menjauh dari Ibu Kota.


Di pagi hari ada sebuah kereta kuda dari Istana datang untuk menjemput Mateo di penginapannya.


"Silahkan naik ke dalam tuan". Kusir itu berkata dengan sopan.


Mateo kemudian masuk ke dalam, dia melihat Milia dan Aura melambaikan tangan kepadanya.


Setelah beberapa saat mereka akhirnya sampai di Gerbang Istana Kerajaan, di depan pintu gerbang sudah ada Ksatria yang menyambut Mateo.


"Tuan Mateo, silahkan ikut dengan saya". Ksatria itu berkata dengan sopan.


Mateo kemudian mengikutinya masuk ke dalam Istana Kerajaan, Sesampainya di dalam dia melihat banyak bangsawan yang hadir di Istana.


Ksatria itu kemudian membawa Mateo kepada seorang Pria tua yang sedang dudum di Singgasana.


Mateo melihat Seorang Pria tua duduk di singgasana, dia terlihat seperti berumur 60-an, rambutnya yang sudah memutih, dan janggutnya juga sudah memutih.


Ksatria itu kemudian menunduk dengan hormat dan berkata."Yang Mulia, saya sudah membawa petualang Mateo ke sini".


"Baiklah, terima kasih karena sudah membawanya". Raja itu berkata dengan santai.


Mateo kemudian juga menunduk dan berkata."Yang Mulia, saya Mateo".


Raja itu kemudian tertawa dan berkata."Hahahaha, benar benar Pemuda yang menjanjikan".


"Yang Mulia terlalu memuji saya". Mateo berkata dengan hormat.


"Hahaha, aku mengundangmu ke sini adalah untuk memberikan gelar kepadamu sebagai Dragon Slayer". Raja berkata sambil tertawa.


"Terima kasih Yang Mulia". Mateo berkata dengan hormat.


Raja kemudian membawa Mateo ke tengah Aula perjamuan.


Setelah sampai di tengah Aula perjamuan, Raja kemudian menyuruh semua orang untuk memperhatikan mereka.


"Perhatian semuanya, Aku Raja Kerajaan Fred, James Fred. Dengan ini menobatkan Mateo sebagai Dragon Slayer". Raja James berkata dengan keras.


Raja James kemudian menyerahkan Pedang dan Jubah sebagai bukti bahwa Mateo adalah seorang Dragon Slayer.

__ADS_1


Raja kemudian berkata."Aku akan memberikan sebuah rumah di Ibu Kota padamu, Aku juga mengizinkan kamu untuk memiliki nama keluargamu sendiri".


"Baik Yang Mulia, Maka saya akan menggunakan nama Keluarga Cornelius". Mateo berkata dengan hormat.


"Dengan ini, Nama Cornelius akan menjadi Marga dari keluarga Dragon Slayer". Raja berkata dengan keras kepada semua penonton yang hadir.


"Baiklah kamu bisa menikmati pestanya, aku akan pergi dulu".Raja James berkata kepada Mateo.


Raja kemudian pergi dari hadapan Mateo, setelah Raja pergi, banyak Bangsawan yang datang menghampiri Mateo.


Setelah beberapa saat, Para Bangsawan pergi dan tiba tiba datang seorang pria tampan menghampirinya.


"Mateo, sudah kuduga bahwa kamu adalah orang yang hebat sejak aku pertama kali melihatmu". Hansen berkata sambil tersenyum.


Mateo hanya tersenyum dan berkata."Pangeran terlalu memujiku, aku hanya sedikit beruntung".


"Keberuntungan juga kehebatan". Hansen berkata sambil tersenyum.


Mereka terus berbincang tentang kehidupan.


Setelah selesai, Hansen kemudian berkata."Baiklah Mateo, senang berbincang denganmu".


"Kalau begitu aku akan pergi dulu". Hansen berkata dan pergi meninggalkan Mateo.


Kemudian ada seorang wanita paruh baya yang terlihat seperti berumur 50-an, meski umurnya sudah 50-an, Namun dia masih terlihat cukup cantik, Rambut hitam, mata hitam tajam, payudara yang sedikit kendur, dan pantat yang bergoyang goyang.


Wanita itu kemudian menghampiri Mateo dan berkata."Fufu, Anak muda yang tampan dan sehat".


"Nyonya Juga terlihat sangat cantik dan manis". Mateo berkata sambil tersenyum.


"Fufu, Kau tau bagaimana caranya membuat wanita tua sepertiku bahagia?". Kata Wanita itu sambil tertawa menutup mulutnya.


"Memangnya berapa umur Nyonya?". Mateo bertanya dengan sopan.


"Kau tau, menanyakan umur wanita adalah perbuatan yang kurang sopan, namun karena kamu tampan maka aku akan memberitahumu bahwa umurku sekarang 55 tahun". Wanita itu berkata sambil tersenyum.


Mateo kemudian berkata."Ah maaf karena ketidak sopananku, namun dimataku Nyonya terlihat seperti wanita berusia awal 30-an".


"Fufu, mulutmu sungguh lihai membuat wanita bahagia, aku tidak tau apakah kamu juga bisa membuat bahagia wanita di ranjang?". Wanita itu berkata dengan menggoda.


"Apakah Nyonya mau mencobanya?". Mateo juga balas menggoda.

__ADS_1


"Aku akan melihat apakah skill ranjangmu sehebat skill mulutmu". Wanita itu berkata sambil tersenyum.


"Ikutlah denganku". Wanita itu berkata lagi.


Lalu Wanita itu membawa Mateo ke sebuah kamar yang sangat besar dan mewah, di dalamnya banyak terdapat banyak sekali barang barang mewah.


Wanita itu membawa Mateo ke ranjang yang mewah di ruangan itu.


"Apakah Nyonya adalah seorang Ratu?". Mateo bertanya dengan heran.


Wanita itu tertawa dan berkata."Fufu, Ya aku memang adalah Ratu dari Kerajaan Fred, Silia Fred, apakah kamu sekarang takut untuk tidur denganku?".


Mateo kemudian berkata sambil tersenyum." Bagaimana mungkin aku takut, bahkan ini suatu kehormatan bagiku untuk bisa tidur dengan Ratu".


"Fufu, bagus aku suka pemuda yang tampan dan pemberani". Ratu tertawa.


Mateo dan Ratu Silia kemudian berciuman dengan lembut.


*Cup cup*


Suara kecupan bibir mereka terdengar dengan keras.


Setelah puas berciuman mereka kemudian melepas pakaian masing masing, lalu mereka melanjutkan aksi mereka di ranjang.


*Ahhh ahhh*


Suara erangan Ratu Silia terdengar sangat merdu.


Mereka terus bermain hingga berjam jam, Mateo juga sudah beberapa kali keluar di dalam Ratu Silia.


Setelah selesai Ratu Silia berkata."Sebenarnya Raja sudah tidak terlalu memperhatikanku, karena aku tidak bisa memberinya anak".


Mendengar itu Mateo berkata."Mungkin kualitas milik Raja tidak bagus, makanya saat Raja tidur denganmu kamu tidak hamil".


"Mungkin kamu akan hamil karena mendapatkan milikku". Mateo menambahkan sambil menggoda.


Mendengar itu Ratu Silia mengajak Mateo bercinta beberapa kali lagi hingga mereka lelah.


Setelah itu Mateo keluar dari kamar Ratu Silia dengan hati hati agar tidak ketahuan oleh siapapun.


Setelah beberapa saat dia tiba di Aula pesta, Pesta kemudian berlanjut beberapa jam lagi hingga akhirmya berakhir dan semua orang pulang.

__ADS_1


Mateo juga pulang ke penginapan dengan di antar oleh Kusir yang menjemputnya tadi pagi.


__ADS_2