
Bab 26
Di tempat pertemuan ada sebuah meja bundar yang besar dan ada 8 kursi yang mengelilinginya.
Di setiap kursi diduduki oleh setiap pemimpin yang mengikuti Pertemuan pemimpin.
Kursi pertama di duduki oleh Albert Sky High, Raja Kerajaan Sky High. dia adalah seorang pria yang mempunyai rambut kuning panjang, wajahnya terlihat selalu tersenyum dan matanya juga tertutup.
Kursi kedua di duduki oleh James Fred, Raja Kerajaan Fred.
Kursi ketiga di duduki oleh Selena Magnolia, Ratu dari Kerajaan Magnolia.
Kursi keempat di duduki oleh David Silver, Raja dari Kerajaan Elf. dia adalah seorang pria tampan dengan rambut perak panjang dan juga telinga yang runcing.
Kursi kelima di duduki oleh Gustav Lopez, Raja dari Kerajaan Lopez. dia adalah seorang pria botak dengan tubuh yang kekar, dan dapat dilihat dari penampilannya bahwa dia adalah otak otot.
Kursi keenam di duduki oleh Logan Valos, Raja dari Kerajaan Valos. dia terlihat sedikit tua dengan rambut yang sedikit memutih.
Sedangkan dua kerajaan yang tersisa tidak hadir dalam Pertemuan Pemimpin.
Albert Kemudian memulai pembicaraan."Semua pemimpin sudah hadir di sini kecuali dua orang".
"Jadi kita bertemu disini adalah untuk membahas masalah yang berkaitan dengan Seven Deadly Sins, Karena mereka telah menculik pangeran kedua dari Kerajaan Fred". Tambahnya.
Semua penonton yang hadir mengangguk.
"Aku ingin mengajukan pertanyaan kepada Raja James Fred dari kerajaan Fred". Albert berkata dengan sopan.
"Silahkan". James mengangguk.
Albert bertanya dengan sopan."Apakah anda memiliki bukti bahwa pangeran kedua Kerajaan anda di culik?".
James mengangguk."Ya, putraku benar benar di culik, dan seminggu yang lalu penculik itu memberikan surat kepadaku yang mana surat itu adalah tulisan dari putraku untuk meminta tolong".
"Penculik itu juga memberikan potongan tangan putraku". Tambahnya.
Albert bertanya kembali."Bolehkah anda memperlihatkan surat itu kepada kami semua?".
"Baiklah". James kemudian menyerahkan surat yang diberikan penculik itu kepada Albert.
Albert kemudian membacanya dan menyerahkannya kepada semua pemimpin yang hadir.
__ADS_1
Albert berkata kembali."Surat ini sepertinya memang dari mereka".
"Ya". Pemimpin yang lain juga mengangguk.
"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?". Selena bertanya.
"Tentu saja kita akan bertarung". Gustav berkata sambil memamerkan ototnya.
"Otak otot sepertimu hanya memikirkan pertarungan". Logan mengejek.
Gustav kemudian menjawab."Tentu saja, tidak sepertimu yang sudah tua, hanya menunggu kematiannya saja, Hahaha".
"APA BAJI-". Logan bergerak ingin memukul Gustav.
"CUKUP". Albert berteriak.
Seketika mereka berdua terdiam dan kembali tenang.
Albert kemudian berkata dengan serius."Kita disini untuk membahas tentang Seven Deadly Sins, bukan untuk saling bertarung".
"Sekarang kita harus memikirkan cara, bagaimana kita harus menghadapi mereka". Tambahnya.
David kemudian mengemukakan pendapatnya."Bagaimana kalau kita mengumpulkan semua Ksatria dari masing masing kerajaan dalam satu kelompok?".
"Aku juga". Logan juga setuju.
Semua pemimpin kemudian sepakat untuk mengirim beberapa Ksatria mereka untuk mengalahkan Seven Deadly Sins.
James kemudian angkat bicara."Tapi kita tidak mengetahui dimana lokasi mereka".
"Sebenarnya aku tau lokasi salah satu dari mereka". Albert tiba tiba berkata.
.....
Di Istana Kerajaan Fred, Kamar Ratu.
Mateo dan Ratu sedang berciuman dengan penuh gairah.
Beberapa saat kemudian mereka melepaskan semua pakaian di tubuh mereka, dan ranjang yang mereka gunakan langsung bergoyang.
Suara suara erangan terdengar sangat keras di ruangan itu, setelah beberapa saat Mateo menembakan cairan putihnya ke wajah Ratu.
__ADS_1
Setelah selesai ditembakkan, Ratu kemudian membersihkan Mateo kecil menggunakan mulutnya.
Beberapa saat kemudian mereka selesai dengan sesi bercinta mereka yang intens.
Kemudian Ratu berkata."Mateo, terakhir kali aku berkata padamu untuk mengenalkanmu kepada teman temanku kan?".
"Ya". Mateo mengangguk.
Lalu Ratu tertawa dan berkata."Fufu, hari ini ada seseorang yang ingin kuperkenalkan kepadamu".
"Siapa?". Mateo bertanya.
"Fufu, Kamu akan mengetahuinya ketika kamu bertemu nanti". Ratu berkata sambil tertawa.
"Baiklah, sekarang kita harus mengenakan pakaian dulu, setelah itu kita akan menemuinya". Tambahnya.
Mereka kemudian mengenakan pakaian mereka kembali.
"Ikuti aku, kita akan menemuinya di rumahnya". Ratu berkata.
Mereka kemudian pergi menggunakan kereta kuda milik Ratu untuk menemui seseorang.
Beberapa saat kemudian mereka tiba di sebuah rumah yang sangat besar.
"Ini adalah rumah seorang Marquis, dan kita akan bertemu dengan istrinya". Ratu menjelaskan.
Penjaga rumah Marquis melihat kereta kuda milik Ratu mendekatinya, dia pun langsung berlari untuk menyambutnya.
Setelah kereta kuda berhenti, penjaga itu langsung berkata dengan hormat."Salam Yang Mulia Ratu".
Ratu mengangguk dan bertanya."Apakah Nyonyamu ada di rumah?".
"Nyonya saat ini ada dirumah Yang Mulia". Penjaga itu menjawab dengan hormat.
"Tolong katakan padanya aku ingin bertemu". Perintahnya.
"Baik Yang Mulia" Penjaga itu langsung berlari untuk memberitahu Nyonyanya tentang kedatangan Ratu.
Beberapa saat kemudian Datang seorang wanita dewasa yang cantik, Wanita itu mempunyai rambut hitam panjang, mata hitam tajam, buah dada yang besar, pantat yang bergoyang goyang.
Wanita itu mendekat dan berkata."Selamat datang Yang Mulia, silahkan ikut dengan saya".
__ADS_1
Ratu kemudian turun dari kereta kudanya dan berjalan mengikuti wanita cantik itu, Mateo juga mengikuti di belakangnya.