
Bab 25
Istana Kerajaan Fred, James saat ini duduk di singgasananya sambil mendengarkan laporan dari bawahannya.
Bawahan itu menekuk satu lututnya sambil menundukan kepala, lalu berkata dengan hormat."Yang Mulia, semua kerajaan setuju untuk mengadakan pertemuan pemimpin".
"Dan mereka sepakat mengadakannya seminggu kemudian di Kerajaan Sky High". Tambahnya.
"Baiklah, kamu boleh kembali". perintah James.
"Baik Yang Mulia". Pelayan itu kemudian pergi meninggalkan ruangan.
.....
Di suatu ruangan yang sangat gelap ada sebuah penjara, di dalamnya ada seorang pria yang terlihat sangat menyedihkan.
Di luar penjara itu ada orang yang menggunakan topeng, orang itu sedang menatap pria yang ada di dalam penjara.
Orang yang di dalam penjara itu adalah Pangeran Hansen, dan orang yang bertopeng itu tentu saja adalah orang yang menculiknya.
"Bangunlah Pangeran". Teriak orang itu.
Beberapa saat kemudian Pangeran Hansen membuka matanya, dia melihat sekeliling dan menyadari bahwa dia tidak berada di kamarnya.
Dia kemudian melihat orang bertopeng, Lalu dia berteriak."Tuan, kenapa kamu menangkapku?".
"Bukankah masih ada sisa waktu seminggu lagi?". Tambahnya.
Orang bertopeng itu berkata."Aku membawamu ke sini adalah untuk memberikanmu kekuatan".
"Benarkah?". Hansen bertanya.
Orang bertopeng itu kemudian mengangguk."Ya, tapi kamu harus menanda tangani surat ini terlebih dahulu".
Orang itu kemudian meneyerahkan sebuah surat kepada Hansen, Tanpa berpikir Hansen langsung menandatanginya dan mengembalikan surat itu.
Orang bertopeng itu langsung memotong tangan Hansen dengan cepat.
__ADS_1
*Slash*
Tangan Hansen langsung terlepas dan darah pun bercucuran.
Hansen terpana melihat sebuah tangan jatuh, lalu dia menyadari tangan itu adalah miliknya, dia pun menjerit histeris.
"Aaghhhh Agghhh"
Hansen berguling guling sambil menahan darah yang terus bercucuran.
Orang bertopeng itu kemudian berkata."Kau sudah menjalankan tugasmu dengan sangat baik, jadi aku akan memberikanmu imbalan".
Orang bertopeng itu kemudian menyerahkan sebotol ramuan kepada Hansen.
"Minumlah ini, ramuan ini akan memeberikan kekuatan kepadamu, juga akan mengembalikan tanganmu yang terputus". Orang itu berkata dengan santai.
Orang itu kemudian mengambil tangan Hansen yang tergeletak di lantai dan membawanya pergi.
"Dengan ini rencanaku akan berjalan dengan sukses". Orang itu bergumam.
"Awalnya aku hanya ingin menggunakan kasus menghilangnya anak anak untuk memicu peperangan, namun ada seseorang yang tidak terduga menggagalkannya". Tambahnya.
.....
Di sebuah hutan yang lebat, Kerajaan Elf.
Saat ini Raja Elf sedang berbicara kepada bawahannya."Apakah kalian sudah menemukan perunjuk tentang keberadaan putriku?".
"Maaf Yang Mulia, Kami masih belum menemukan jejak Tuan Putri". Bawahan itu berkata.
Raja Elf kemudian menggertakan giginya dengan marah."Bajingan mana yang berani menculik putriku ini".
Saat Raja sedang marah, tiba tiba pelayan datang melaporkan sesuatu kepadanya."Yang Mulia, Kerajaan Fred ingin mengadakan pertemuan pemimpin".
"Pertemuan pemimpin? apakah ada sesuatu yang sedang mengancam?". Raja bertanya.
Pelayan itu menjawab dengan sopan."Jawab Yang Mulia, katanya pangeran Hansen menghilang, dan itu ada hubungannya dengan Seven Deadly Sins".
__ADS_1
"Sevend Deadly Sins? apakah putriku diculik oleh mereka juga?". Raja bergumam.
Raja kemudian bertanya."Kapan dan dimana pertemuannya?".
"Maaf, Yang Mulia tapi kita belum mendapatkan pemberitahuan lebih lanjut". Pelayan menjawab.
Tiba tiba seorang pelayan datang lagi melapor."Yang Mulia, kita mendapatkan surat dari Kerajaan Sky High".
Pelayan itu menyerahkan sebuah surat kepada Raja.
Raja mengambil surat itu dan membacanya, setelah selesai membaca dia berkata dengan tegas."Panggil semua petinggi, kita akan membahas tentang pertemuan pemimpin, mungkin juga kita akan berperang nantinya".
"Baik Yang Mulia". Pelayan itu kemudian segera pergi.
.....
Sementara itu di kerajaan Fred, Raja James mendapatkan kiriman surat dan juga kantong yang tidak diketahui isinya.
Raja James kemudian membuka surat itu dan membacanya, setelah selesai membaca Wajahnya langsung merah dan urat urat di kepalanya bermunculan.
Di surat itu tertulis.
Ayah, ini aku Pangeran Kedua, Hansen Fred
Aku saat ini sedang di tahan di sebuah penjara yang sangat gelap, di sini sangat menakutkan, dan aku juga disiksa dengan kejam, ayah tolong selamatkan aku, aku tidak mau mati di sini.
...Hansen Fred...
Catatan pengirim: Tolong buka kantong pemberian hadiah dariku.
...Seven Deadly Sins...
Raja James kemudian membuka kantong yang dikirim bersama dengan suratnya.
Setelah melihat isi kantong itu, Raja James langsung meraung dengan marah."BAJINGAN SIALAN, AKU BERSUMPAH AKAN MEMBUNUHMU DENGAN TANGANKU SENDIRI".
.....
__ADS_1
Waktu berlalu dengan cepat, sudah satu minggu sejak di putuskannya lokasi pertemuan pemimpin.
Dan hari ini pemimpin dari berbagai Kerajaan akan bertemu satu sama lain untuk membahas masalah Seven Deadly Sins.