
Bab 87
Bell kembali ke Asramanya dengan luka yang cukup parah.
Ketika Thales melihat Bell kemabali dengan luka yang di deritanya, dia bertanya. "Apakah kamu perlu seorang penyembuh untuk menyembuhkanmu?".
Bell menggelengkan kepalanya dan berkata dengan santai. "Tidak perlu, setelah bangun tidur juga ini akan sembuh".
"Baiklah kalau begitu". Thales menagngguk dan kembali tidur.
Bell juga kemudian berbaring di tempat tidurnya dan memejamkan matanya, lalu dia tertidur dengan pulas.
.....
Mansion Keluarga Green.
Saat ini Iratus sedang membaca sebuah surat yang dikirimkan oleh seseorang kepada pelayannya.
Setelah membaca surat itu Iratus merobeknya dan berkata dengan marah. "Sialan, sepertinya kita tidak bisa menangkap anak bernama Bell itu dengan mudah".
Corydon yang ada di sana bertanya kepada Ayahnya. "Apakah ada masalah Ayah?".
"Captiosus memberikan peringatan kepada Keluarga kita untuk tidak mengganggu murid Akademinya lagi". Iratus menjelaskan.
Mendengar itu Corydon merenung sejenak, setelah beberapa saat dia kemudian berkata. "Bagaimana kalau kita membunuhnya saat dia sedang berada di luar Akademi?".
"Sepertinya memang hanya itu satu satunya cara untuk membunuhnya". Iratus mengangguk.
Kemudian dia berkata dengan heran. "Tapi pembunuh yang kita kirim mati semua, apakah anak itu sangat kuat?".
Corydon menggelengkan kepalanya. "Itu tidak mungkin, kurasa itu adalah guru di Akademi yang membunuh mereka. Tidak mungkin seorang anak yang berusia 17 tahunan bisa membunuh pembunuh yang kita kirim"
"Karena pembunuh yang kita kirim merupakan seorang veteran dalam pembunuhan"
"Kurasa kau benar". Iratus mengangguk.
"Beritahu pada Carlos untuk tidak membuat ulah di Akademi untuk sementara waktu". Iratus berkata sebelum akhirnya dia pergi meninggalkan Corydon sendiri.
Setelah Iratus pergi, Corydon bergumam dengan senyum diwajahnya. "Sepertinya ini adalah awal yang baik untuk bisa menguasai semua Keluarga Green".
Corydon kemudian pergi ke kamar Carlos dan memberitahunya bahwa dia harus memprovokasi Bell kembali.
"Apakah itu benar?". Carlos bertanya dengan bingung.
__ADS_1
Corydon tersenyum dan mengangguk. "Ya, apakah kamu tidak percaya denganku?".
"Tidak, tentu saja aku percaya, Kakak selama ini sudah sangat baik terhadapku. Jadi tidak mungkin kakak akan membohongiku". Carlos berkata dengan antusias.
"Baiklah kalau begitu aku akan pergi dulu". Corydon berkata dan pergi meninggalkan kamar Carlos.
Setelah dia keluar dari Kamar Carlos, seseorang tiba tiba muncul di depan Corydon sambil membungkuk. "Tuan Muda, apa yang harus saya lakukan selanjutnya?".
"Ikuti Carlos, ketika pemuda bernama Bell mengalahkannya, hajar Carlos hingga dia lumpuh dan tidak bisa berbicara lagi". Corydon berkata dengan kejam.
"Baik Tuan Muda". Orang itu menghilang dari tempatnya.
.....
Di Hutan Elf saat ini Mateo sedang berjalan jalan bersama dengan Milia dan juga Olive.
Sambil berjalan, Milia bertanya kepada Olive tentang yang terjadi semalam. "Olive, bagaimana perasaanmu? apakah kau menyukainya?".
"Ya, rasanya sangat luar biasa, aku tidak pernah merasakan perasaan itu sebelumnya". Olive mengangguk dengan wajah gembira.
"Apakah kamu mau merasakannya lagi?". Milia bertanya kembali.
Olive kemudian memandang Mateo dengan malu malu. "Bo... bolehkah?".
Mateo langsung mengangguk. "Tentu saja boleh, bahkan jika kau ingin kita melakukannya selama seminggu penuh, aku akan melayanimu".
"Fufu, apa kau dengar itu Olive?". Milia tertawa dan berkata kepada Olive.
Mateo kemudian bertanya kepada Milia. "Apakah di sini ada pemandian untuk wanita?".
"Apa yang ingin kau lakukan bertanya tentang itu?". Milia bertanya dengan penasaran.
"Bukan apa apa, aku hanya ingin melakukan Survey dilapangan". Mateo berkata dengan santai.
"Hehe, aku tau apa maksudmu". Milia tersenyum penuh pengertian.
Dia kemudian berkata. "Aku akan memanggil semua wanita di Hutan ini untuk berkumpul di pemandian yang besar bersama".
"Ya, lakukan itu". Mateo langsung mengangguk dengan antusias.
Milia kemudian membawa Mateo ke tempat pemandian yang besar untuk menampung semua Elf yang ada di hutan.
Sebelum itu Milia memanggil seseorang untuk memberitahu semua Elf wanita untuk berkumpul di Pemandian.
__ADS_1
Setelah beberapa saat Mateo tiba di pemandian bersama dengan Milia dan juga Olive.
Mateo langsung melepaskan pakaiannya dan bercebur ke air yang hangat untuk membilas tubuhnya.
Beberapa saat kemudian banyak Elf wanita datang berkumpul di pemandian memenuhi panggilan Milia.
Di sana ada sekitar seribu Elf Wanita yang berkumpul, mereka semua sangat cantik.
Setelah mereka semua berkumpul, Milia mengumumkan sesuatu. "Aku memanggil kalian kesini untuk membuat pesta yang besar".
"Pesta apa itu Tuan Putri?". Seseorang mengangkat tangannya dan bertanya.
"Fufu, ini adalah pesta yang belum pernah terjadi di Hutan Elf ini, yaitu pesta ****". Milia tertawa dan berkata dengan keras.
Mendengar itu para Elf wanita yang hadir menjadi sangat bingung, dan seseorang kembali bertanya. "Lalu, dimana prianya Tuan Putri?".
"Pria itu adalah temanku yang kubawa dari dunia luar, dia adalah orang yang sangat hebat, kurasa adick kecilnya akan membuat kalian kagum". Milia berkata dengan bangga.
"Dan itu dia orangnya". Milia menunjuk ke arah Mateo yang sedang berendam di air.
Mateo kemudian naik dari air dan menyapa semua wanita yang ada disana. "Halo semuanya".
Ketika semua Elf wanita melihat adick kecil Mateo bergelantungan di antara selangkangannya, Mereka semua langsung bernapas dengan cepat.
"Wow, itu sangat besar bahkan belum tegak"
"Ya, apalagi jika itu tegak, pasti akan merobek goaku yang kecil ini"
"Insting kewanitaanku kembali lagi setelah seratus tahun menganggur"
Mereka semua akhirnya berlari ke arah Mateo dan menggerayangi tubuh Mateo dengan teknik mereka yang ahli.
Setelah beberapa saat akhirnya mereka semua melepaskan pakaian mereka dan secara bergantian memuaskan adick kecil Mateo.
Mereka melakukan pesta terbesar selama berdirinya Hutan Elf di dunia. Erangan manis terdengar dengan sangat jelas dari pemandian itu.
Mateo dan seribu wanita itu terus bercinta hingga malam bahkan sampai matahari terbit kembali.
Para Elf wanita mengerang dengan sangat bahagia setelah ditusuk oleh adick kecil Mateo, sementara itu suami mereka menunggu kepulangan mereka di rumah tanpa tahu apa yang dilakukan istri mereka.
Mateo menyemprotkan banyak sekali Susu kental rasa pandannya, bahkan itu sampai memenuhi pemandian, Susu kental Mateo memenuhi tubuh semua Elf yang ada di sana.
Bahkan dinding di sana juga ikut terkena semprotan dari susu kental Mateo. Dan yang lebih luar biasanya lagi adalah Susu kentalnya juga menempel di langit langit pemandian.
__ADS_1
Sungguh semburan yang sangat deras hingga bisa mencapai langit langit.