
Bab 65
Mateo dan Dorothea berjalan bersama menuju ke bangunan yang masih kosong di pusat kota.
Beberapa saat setelah menelusuri tempat tempat itu, Mateo tiba di bangunan yang cukup besar, dia kemudian berkata kepada Dorothea.
"Sepertinya ini cocok untuk rumah Bordilmu, aku juga berencana membuat bangunan di sekita sini menjadi Distrik hiburan".
Dorothea mengamati bangunan itu dengan hati hati, beberapa saat kemudian mengangguk. "Baiklah, ini sepertinya tempat yang cocok".
"Kalau begitu saya akan membawa semua pekerja saya kesini".
Dorothea kemudian pergi meninggalkan Mateo sendirian, Mateo mengamati bangunan yang ada di sekitar.
'Sepertinya jika aku membuat tempat pertarungan seperti tinju bawah tanah, ini akan sangat menguntungkan'. pikirnya
Saat Mateo sedang berpikir, Dorothea kembali lagi dengan beberapa kereta kuda bersamanya.
Kereta kuda itu kemudian berhenti tepat di depan bangunan yang akan menjadi rumah Bordil, lalu banyak wanita cantik keluar dari dalam kereta kuda.
Melihat ada begit banyak wanita canti, Mateo menjilat bibirnya. 'Sepertinya aku harus mencoba mereka dulu apakah layak menjadi pekerja rumah Bordil'.
Dorothea menghampiri Mateo. "Yang Mulia, ini adalah beberapa pekerja saya".
Para wanita itu kemudian membungkuk dengan hormat dan menyapa. "Salam Yang Mulia".
Mateo mengangguk, setelah itu mereka akhirnya masuk kedalam rumah Bordil baru.
Di dalam bangunan itu masih kosong karena belum di gunakan untuk apapun.
Saat sudah berada di dalam, Mateo berkata kepada semua pekerja rumah Bordil. "Karena kalian akan membuka rumah Bordil di sini, maka aku akan menjadi orang yang pertama mencoba kalian dulu".
Para pekerja rumah Bordil sedikit terkejut mendengar itu, kemudian salah seorang wanita berkata dengan tersenyum. "Fufufu, apakah Yang Mulia bisa menghadapi kami semua?".
__ADS_1
"Kalian akan mengetahuinya jika sudah mencoba". Mateo berkata sambil melepaskan pakaiannya.
"Besar sekali".
Semua wanita terkejut ketika melihat Mateo kecil yang sangat besar, wanita yang tadi berbicara mulai memasang ekspresi aneh.
Wajahnya memerah dan nafasnya menjadi sangat cepat, dia kemudian langsung menuju ke Mateo dan membelai Mateo kecil dengan hati hati.
"Ini adalah sebuah maha karya yang diciptakan hanya untuk orang yang sangat hebat".
Dia kemudian menjilati Mateo kecil dengan lidahnya. "Rasanya pun juga berbeda dari yang pernah kurasakan".
Wanita lain yang melihat itu langsung mendekati Mateo dan juga membelai tubuhnya. "Yang Mulia~, sepertinya anda adalah pria sejati~".
Mateo mencium bibir mereka satu per satu, lalu dia menjilati bibir bawah mereka juga hingga basah kuyup.
Mateo kemudian memasukkan Mateo kecil ke dalam goa Wanita yang pertama mendekatinya.
"Akhh, ini terasa sangat luar biasa, aku rasa aku tidak akan pernah puas lagi dengan yang lain".
Setelah beberapa saat Mateo berganti ke wanita yang lain lagi, Wanita itu juga mengerang dengan keras.
Dorothea yang menyaksikan itu juga menjadi sangat bergairah, namun dia mencoba menahannya agar tidak ketahuan pekerja yang lain.
"Dorothea, kemarilah, ayo kita lanjutkan yang di Istana tadi". Mateo melambaikan tangannya pada Dorothea.
Dorothea menggelengkan kepalanya. "Tidak, aku akan meletakkan barang yang perlu di letakkan di sini".
Dorothea keluar dan meninggalkan Mateo yang sedang menikmati layanan dari para Wanita rumah Bordil.
Semua wanita yang melayani Mateo berjumlah sekitar 20 orang, dan jenis mereka bervariasi, mulai dari Lolipai hingga wanita dewasa yang menggoda.
Mateo kemudian meletakan Mateo kecil di melon Lolipai, Mateo kecil kemudian di jepit di antara dua melon.
__ADS_1
Kemudian Mateo menggesekkan Mateo kecilnya di melon Lolipai yang besar, Lolipai itu mengerang kesenangan.
Beberapa saat kemudian Mateo kecil menembakkan beban yang sangat banyak di wajah Lolipai itu.
"Kalian semua tenang saja, aku akan membiarkan kalian semua merasakan susu rasa pandanku".
Mateo kecil yang masih sangat kokoh terus menjelajahi goa yang ada di dekatnya, jika dia tidak menjelajahinya itu akan sangat berbahaya.
Dorothea masuk kembali ke dalam dan ketika dia melihat Mateo bermain dengan para wanita dengan sangat keras, dia menjadi sangat bergairah.
Dia kemudian langsung melepaskan pakaiannya dan mengikuti pesta yang dilakukan Mateo dan para gadis.
"Wow, Madam ikut bersama kita juga"
"Apakah Madam memutuskan untuk kembali melayani tamu lagi?"
Dorothea mencium bibir Mateo dengan rakus, dia menjulurkan lidahnya ke dalam dengan sangat lihai.
Beberapa saat kemudian dia melepaskannya dan berkata. "Aku hanya akan melayani Yang Mulia".
Mereka akhirnya berpesta hingga semua orang tidak sanggup untuk melanjutkannya lagi.
.....
Sementara itu di hutan dekat Kerajaan Cornelius, saat ini ada beberapa petualang yang sedang melakukan misi.
"Hei, goa apa itu?". Seorang petualang berkata kepada rekannya sambil menunjuk ke sebuah goa.
Petualang lainnya mengarahkan pandangannya ke arah yang di tunjuk oleh temannya dan berkata. "Aku juga tidak tau, bagaimana kalau di memasukkinya? siapa tau di sana ada banyak harta!".
Petualang yang satunya menjawab dengan bersemangat. "Ya, ayo kita lakukan".
Akhirnya mereka berdua memasukki goa itu untuk melihat kalau ada harta yang langka disana.
__ADS_1
Namun setelah beberapa saat, hanya satu petualang yang berhasil keluar dengan luka yang sangat parah.
Petualang itu bergumam sambil terus berlari. "Aku harus memberitahu ini ke Guild, ini sangat berbahaya".