Return Great Magician(Dropped)

Return Great Magician(Dropped)
Crazy Night


__ADS_3

Bab 103


"Siapa kau?."


Carmilla menjadi waspada setelah melihat seseorang masuk ke kamarnya. Dia langsung memasang kuda kuda siap bertarung.


"Santai saja, aku ke sini untuk memuaskan nafsumu."


Orang itu mendekati Carmilla dan langsung mencium bibirnya. Carmilla kaget dengan itu dan langsung mendorongnya menjauh.


"Siapa kau? apa yang kau lakukan."


"Siapa aku? aku adalah orang yang akan membuatmu menjerit kenikmatan di bawah gelapnya malam."


Orang itu melanjutkan mencium Carmilla. Carmilla mencoba untuk memberontak, namun orang itu lebih kuat darinya dan dia tidak bisa menghindari ciumannya.


Orang itu tentu saja Mateo. Awalnya dia terkejut ketika melihat Carmilla sedang memuaskan nafsunya dengan besi berbentuk adick kecil.


Hal itu membuat adick kecil Mateo menjadi semakin bersemangat dan ingin langsung menjelajahi goa baru.


Akhirnya dia masuk ke dalam kamar Carmilla melalui jendela dan langsung mencium bibirnya dengan rakus.


Mateo memasukkan lidahnya ke dalam mulut Carmilla dan memainkannya dengan sangat lihai. Carmilla awalnya menggigit lidahnya, Namun setelah beberapa saat dia menjadi ketagihan dan bekerja sama dengan Mateo dan saling menjilat lidah masing masing.


Mateo kemudian menggerakan tangannya ke dada Carmilla, dan memainkan cerinya yang terlihat pink.


"Ehhhh"


Carmilla menjerit kesenangan saat Mateo memainkan cerinya. Kemudian Mateo melepaskan ciumannya dan menghisap ceri milik Carmilla dengan lembut.


Sambil menghisap ceri Carmilla, tangan Mateo juga bergerak ke bawah dan menuju goa milik Carmilla yang berwarna pink.


Mateo memasukkan jari tengahnya dan menggerakannya keluar masuk dengan perlahan.


"Aahhh"


Jeritan Carmilla menjadi semakin keras, Mateo melepaskan mulutnya dari ceri Carmilla dan menunduk ke bawah untuk menjilat goa basahnya.

__ADS_1


Mateo terus menggerakan lidahnya di dalam goa Carmilla dengan sangat lihai. Lidahnya bergerak dengan cepat dan bergoyang goyang di dalam goa basah Carmilla.


Setelah beberapa saat Mateo melepaskan semua pakainnya dan memperlihatkan adick kecilnya yang kokoh dan berurat.


'Besar sekali, bahkan lebih besar dari besi yang sering kumainkan.'


Carmilla sangat terkejut ketika melihat adick kecil Mateo. Bagaimana tidak, adick kecil Mateo terlihat seperti pergelangan tangannya, bahkan mungkin lebih besar.


Mateo membaringkan Carmilla di ranjangnya dan menggesekan adick kecilnya di atas goa Carmilla.


Goa Carmilla langsung membuka menutup setelah merasakan itu dan ingin segera menelan adick kecil Mateo.


Namun Mateo tidak memasukkannya dan terus menggodanya dengan menggesekan secara perlahan.


Carmilla sudah sangat ingin goanya dimasuki oleh adick kecil Mateo, Jika tidak dimasukkan adick kecil Mateo mungkin dia akan menjadi gila.


"Cepat masukkan, aku sudah tidak tahan lagi."


Carmilla memintanya dengan wajah ahegao dan dengan nada yang sangat cabul. Namun Mateo tidak memasukkannya, dia tetap menggesekan di atas goanya secara perlahan.


"Aku akan memasukkannya jika kamu bisa memberikanku sesuatu." Mateo berkata dengan menggoda.


"Aku ingin ramuan regenerasi."


"Apa?."


Carmilla terkejut setelah mendengar permintaan Carmilla. Ramuan regenerasi merupakan ramuan yang sangat langka dan sulit untuk di dapatkan.


Dan Carmilla hanya bisa membuatnya 1 dalam waktu 20 tahun. Dan itu juga memerlukan bahan yang sangat langka.


"Bisakah kau meminta sesuatu yang lain?."


"Tidak, aku hanya memerlukan ramuan regenerasi darimu."


Mateo langsung menolak negosiasi dari Carmilla. Seandainya dia tidak membutuhkan ramuan regenerasi, dia juga akan tetap memasukkan adick kecilnya kedalam goa Carmilla.


Namun karena dia membutuhkan ramuan regenerasi untuk menyembuhkan Bell. Jadi dia harus memaksa Carmilla dengan cara itu.

__ADS_1


"Ini.. ."


Carmilla masih ragu untuk memberikannya. Dia hanya mempunyai 1 ramuan saat ini, dia bingung harus memberikannya atau tidak.


Dia saat ini sedang tidak membutuhkannya, tapi mungkin suatu hari nanti dia akan membutuhkannya untuk menyembuhkan lukanya. Namun di sisi lain dia sudah sangat gatal dan basah.


"Aku akan memuaskan goa mu setiap kali kau membutuhkannya jika kau memberikan ramuan itu padaku."


"Ini..."


Carmilla sangat tergoda dengan tawaran Mateo yang akan memberikannya layanan ranjang setiap kali dia memerlukannya.


"Baiklah, aku akan memberikannya."


Akhirnya Carmilla menyerah dengan nafsunya dan setuju untuk memberikan ramuan regenerasi kepada Mateo.


Setelah mendengar persetujuan dari Carmilla. Mateo langsung memasukkan adick kecilnya ke bagian terdalam dari goa Carmilla.


Mereka bermain dengan gila hingga mengakibatkan ranjang tempat mereka bermain rusak.


Mateo juga menembakkan bebannya ke seluruh tubuh Carmilla. Carmill sangat bahagia dengan itu.


Ini adalah pertama kalinya dia sangat puas saat bercinta. Dia sekarang terlihat seperti latjur yang sangat ingin goanya dihancurkan oleh adick kecil Mateo.


Mateo terus menggedor goa Carmilla hingga membuatnya pingsan karena kenikmatan.


Meski Carmilla sudah pingsan, Mateo masih menggetarkan adick kecilnya maju mundur dengan cepat ke dalam goa Carmilla.


Mateo terus memasukkannya hingga akhirnya dia menembakkan beban dan memasukkan adick kecilnya ke mulut Carmilla dan mengeluarkan susu kentalnya ke mulut Carmilla.


Mateo akhirnya jatuh terkapar kelelahan di sebelah Carmilla. Mateo akhirnya tertidur dengan pulas di sebelah Carmilla.


.....


Di pagi hari Mateo terbangun dan melihat Carmilla masih tertidur dengan pulas. Seluruh tubuhnya diselimuti oleh susu kental Mateo.


Mateo juga memeriksa goanya yang awalnya pink menjadi sangat merah dan sepertinya terluka.

__ADS_1


"Heh, wanita ini bisa membuatku menikmati bercinta dengan sangat puas." Mateo berkata sambil tersenyum puas.


__ADS_2