Return Great Magician(Dropped)

Return Great Magician(Dropped)
Menjemput Mia


__ADS_3

Bab 15


Di salah satu kamar Istana, Hansen yang sedang duduk tib tiba langsung berdiri.


"Sialan, sepertinya bawahanku sudah mati". Hansen berkata dengan marah.


Dia kemudian membanting semua benda yang ada di sekitarnya.


Dia kemudian berkata dengan marah."Siapa bajingan yang sudah mengacaukan semua rencanaku".


"Pertama dia membebaskan semua anak anak yang ku tangkap, sekarang dia membunuh bawahanku". Tambahnya.


Hansen kemudian berpikir bagaimana caranya untuk bisa menangkap orang yang sudah mengacaukan rencananya.


Dia kemudian teringat dengan Mateo."Sepertinya aku harus meminta bantuan padanya".


.....


Di sisi lain Mateo sedang berada di Manornya, saat ini sedang mendengarkan laporan dari Milia.


"Aku sudah berhasil membunuhnya". Milia berkata dengan singkat.


"Bagus, dan apakah ada sesuatu yang menarik ketika kau membunuhnya?". Mateo bertanya.


Milia kemudian menjawab."Ya, pria itu berubah menjadi Chimera".


"Chimera ya?, sepertinya ada orang lain yang mengarahkan Pangeran kedua". Mateo berkata pada dirinya sendiri.


"Karena menurutku bisa melakukan itu sendiri". Tambahnya.


Mateo kemudian menyuruh Milia untuk kembali ke kamarnya.


Karena hari sudah malam, Mateo kemudiam tertidur dengan pulas.


.....


Ketika hari sudah pagi, Mateo bangun dan dia menemui Milia dan Aura.


"Milia, aku akan pergi keluar dulu, mungkin akan memakan waktu beberapa hari atau lebih lama". Mateo berkata.


Dia kemudian menambahkan."Jadi aku ingin kamu menjaga Manor ini selagi aku tidak ada".


Aura kemudian bertanya dengan melompat lompat."Bagaimana denganku tuan?".


"Kamu akan ikut denganku". Mateo menjawab.


"Baiklah". Milia berkata dengan singkat.


"Horeee". Aura melompat dengan gembira.


Mateo kemudian keluar bersama dengan Aura, dia kemudian membawa Aura ke hutan yang jauh dari Ibu Kota.


Setelah sampai Mateo berkata. "Aura, aku ingin kamu berubah menjadi wujud nagamu".

__ADS_1


"Baik". Aura berkata dengan gembira.


Kemudian tubuh Aura membesar sedikit demi sedikit, sampai akhirnya dia berubah menjadi bentuk naganya.


Mateo kemudian menaikinya dan dia memerintahkannya untuk terbang."Baiklah, terbang sekarang".


Aura kemudian terbang tinggi ke langit, dia kemudian bertanya."Tuan, kita akan pergi ke mana?".


"Kita akan pergi ke sebuah kota kecil, aku juga tidak tau apa nama kota itu, tapi aku tau letaknya". Mateo menjawab.


Dia juga menambahkan."Kita akan menjemput beberapa orang dari sana untuk di bawa ke Ibu Kota".


"Baik tuan". Aura berkata dengan patuh.


Mateo kemudian mengarahkan Aura untuk terbang menuju kota tempat Mia dan yang lainnya tinggal.


Mereka terbang sangat cepat, beberapa hari kemudian mereka akhirnya tiba di hutan dekat kota Mia dan yang lainnya tinggal.


"Turunlah di hutan ini, karena kalau warga melihat ada naga, mereka akan panik". Mateo memerintahkan Aura.


Aura kemudian turun setelah mendengar perintah Mateo.


Setelah turun Aura berubah kembali menjadi wujud Loli kecilnya yang imut.


"Tidak kusangka kita hanya akan memakan waktu beberapa hari untuk sampai dengan terbang". Mateo berkata.


"Jika kita melalui jalur darat akan memakai waktu berbulan bulan". Tambahnya.


Setelah beberapa saat Mateo sampai di penginapan Mia, dia kemudian melihat Mira yang sedang bersih bersih.


Mateo kemudian menyapanya."Halo Mira, sudah lama tidak bertemu".


Mira kemudian terkejut setelah mendengar Suara Mateo, dia kemudian membalasnya dengan canggung."H-halo M-mateo".


Mira bingung apakah dia harus memanggil Mateo dengan sebutan Ayah atau dia memanggilnya dengan sebutan yang biasa digunakannya.


"Mira dimana ibumu?". Mateo bertanya setelah dia tidak dapat melihat Mia di sana.


"Ibu sedang beriatirahat". Mira berkata.


"Aku akan memanggilnya sekarang". Mira kemudian menuju ke kamar Mia untuk memberitahunya bahwa Mateo telah kembali.


Setelah beberapa saat Mia datang, dia memasang ekspersi yang sangat gembira, dia langsung memeluk Mateo.


"Akhirnya kamu kembali, aku sudah sangat merindukanmu". Mia menangis di pelukan Mateo.


Mateo kemudian juga memeluknya dan berkata."Sudah, jangan menangis lagi, sekarang aku sudah kembali".


"Ngomong ngomong bukankah Mira sedang melihat kita?, bukankah kamu takut hubungan kita di ketahui olehnya?". Mateo bertanya.


Mia kemudian menjawab."Aku sudah memberitahu Mira semuanya, jadi kita tidak perlu menyembunyikannya lagi".


"Oh baguslah kalau begitu". Matei berkata sambil tersenyum.

__ADS_1


"Oh dan aku ada berita bagus untukmu". Mia berkata dengan senang.


"Apa itu, sehingga membuatmu terlihat sangat bahagia sekali". Mateo bertanya.


"Cobalah sentuh perutku". Mia berkata sambil mengambil tangan Mateo dan mengarahkannya ke perutnya.


Setelah menyentuh perut Mia, Mateo langsung terkejut dan berkata."Jangan bilang kalau kamu-".


"Ya, aku memang sedang hamil anak kita". Mia berkata dengan bahagia.


"Oh, berarti aku akan menjadi Ayah?". Mateo berkata dengan senyum di mulutnya.


"Ya, kamu akan menjadi Ayah". Mia berkata.


Mateo merasakan kegembiraan di hatinya, karena di kehidupan masa lalunya dia tidak pernah menjadi seorang Ayah, dan ini adalah pertama kalinya.


Mateo sangat senang hingga dia memeluk dan mencium Mia karena dia mengandung anak pertama Mateo.


Mia kemudian dengan senang hati menerima pelukan dan ciuman dari Mateo.


Setelah beberapa saat Mateo melepaskan Mia, dan Mia kemudian Mateo membawa seorang Loli kecil yang imut.


Mia pun bertanya padanya."Oh siapa gadis kecil yang imut ini?".


Mateo kemudian menjawab."Dia adalah Aura, dan dia seorang naga, aku ke sini bersama dengan Aura agar bisa membawa kalian ikut bersamaku".


Mia kemudian bertanya dengan bingung."Ikut bersamamu?".


"Iya". Mateo menjawab dengan singkat.


Mateo kemudian menceritakan kejadian di Ibu kota bagaimana dia dinobatkan menjadi Dragon Slayer, dan bagaimana dia diberikan rumah oleh Raja.


Mia yang mendengar ini langsung bahagia, dan dia sangat bersyukur.


Namun dia berkata."Tapi aku tidak bisa meninggalkan penginapan ini, karena ini adalah kenangan dari suamiku yang sudah meninggal".


Mira yang mendengar itu langsung berkata."Tidak apa apa, Ibu bisa pergi dan aku yang akan menjaga penginapan ini".


"Tapi apakah kau bisa mengurusnya sendirian?". Mia bertanya sedikit khawatir.


"Tenang saja, aku bisa mengurus semuanya sendirian". Mira meyakinkan Ibunya.


"Baiklah, maka aku akan menyerahkan penginapan ini padamu". Mia berkata.


"Siap, Ibu tidak perlu khawatir". Mira berkata dengan tegas.


"Mateo, bagaimana kalau kita istirahat dulu, aku yakin kamu pasti lelah setelah datang dari Ibu Kota". Mia mengajak Mateo beristirahat.


Mateo kemudian berkata."Ya, aku sedikit lelah".


Mereka kemudian menuju ke kamar Mia untuk tidur.


Mira kemudian membawa Aura ke kamar yang kosong untuknya beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2