
Bab 22
POV Hansen:
Aku Hansen, Pangeran kedua dari kerajaan Fred. Beberapa hari yang lalu aku meminta bantuan kepada Mateo untuk menangkap pelaku yang sudah menggagalkan rencanaku.
Namun baru saja Mateo datang kepadaku dan dia memberitahuku bahwa dia tidak bisa menemukan petunjuk tentang orang itu.
Seminggu lagi orang yang menyuruhku untuk menculik anak anak akan datang kepadaku, jika aku tidak bisa memberikan anak anak padanya, maka nyawaku yang akan dia ambil.
Orang itu adalah salah satu anggota [Seven Deadly Sins], Aku meminta kepadanya agar aku diberikan kekuatan yang sangat hebat.
Dulu aku selalu di pandang rendah oleh orang lain karena aku tidak bisa melakukan apa apa, aku selalu dibanding bandingkan dengan kakakku, pangeran pertama.
Aku dan Kakakku adalah calon pewaris dari Kerajaan Fred, Walaupun kami adalah anak Selir kami bisa bersaing untuk takhta karena Ratu tidak mempunyai anak.
Kakakku mempunyai kekuatan yang sangat hebat, dia juga mempunyai banyak koneksi dengan bangsawan lain.
Sedangkan aku, orang yang tidak mempunyai apa apa, hampir dibunuh oleh orang orang yang berpihak pada pangeran pertama karena aku hanya dianggap menjadi aib bagi saudaraku yang nantinya akan jadi Raja.
Aku terus berjuang untuk tetap bisa bertahan hidup, sampai beberapa tahun lalu Kakakku menghilang secara misterius.
Ketika kakakku menghilang, orang yang menjadi pewaris kerajaan Fred adalah aku, namun Bangsawan lain tidak setuju karena aku dianggap tidak pantas.
Aku pun mencoba membuktikan bahwa aku pantas untuk menjadi Raja berikutnya dari kerajaan Fred, saat itulah orang bertopeng datang menghampiriku.
Beberapa tahun lalu:
Aku yang sedang berjalan jalan di pasar tiba tiba dihampiri oleh seorang pria bertopeng.
Orang itu berkata kepadaku."Hansen Fred, Pangeran kedua dari kerajaan Fred".
__ADS_1
Aku kaget dan berkata padanya."Siapa kau? kenapa kau tahu siapa aku?".
Orang itu berkata kembali."Aku juga tahu bahwa kamu adalah orang yang tidak berguna, aib bagi kerajaan Fred".
Mendengar ini aku sangat marah dan ingin mencoba menyerangnya, aku pun menarik pedangku dan menghunuskannya, namun dia menahannya dengan mudah.
"Tidak perlu melakukan kekerasan, maksud kedatanganku kali ini adalah untuk memberikan kekuatan padamu". Orang itu berkata dengan berbisik ke telingaku.
Aku yang mendengar bahwa dia datang untuk memberikan kekuatan padaku langsung tertarik.
"Apakah itu benar?". Aku bertanya dengan penasaran.
"Tentu saja, tapi aku mempunyai tugas untukmu". Orang itu berkata.
Aku langsung menyetujuinya dan menanyakan tugasnya."Tugas seperti apa yang harus kulakukan agar bisa mendapatkan kekuatan?".
"Sederhana saja..... ". Orang itu membisikan sesuatu yang harus kulakukan untuknya.
Aku pun menyetujuinya, dan kami berjanji akan bertemu kembali di tempat ini besok.
Aku pun menyerahkannya, setelah itu dia memberikan padaku sebotol ramuan dan menyuruhku untuk meminumnya, aku pun tanpa ragu untuk meminumnya.
Setelah aku meminum ramuan itu, kekuatanku tiba tiba langsung melonjak seketika.
Aku pun menjadi sangat senang, dan memberitahu orang orang bahwa aku sudah cukup kuat untuk bisa menjadi raja berikutnya.
Namun orang orang masih beranggapan bahwa kekuatanku masih kurang untuk bisa menjadi Raja.
Aku mencoba menghubungi Orang bertopeng itu kembali dan meminta agar dia memberikan padaku ramuan yang menambah kekuatan lagi.
Dia berkata akan memberikannya asal aku bisa mendapatkan seribu anak anak untuknya, pertama aku ragu ragu, tapi ketika aku teringat tatapan menghina dari orang orang, aku pun langsung menerimanya.
__ADS_1
Orang itu memberikanku setengah dari ramuan itu, dan dia berkata jika aku gagal maka nyawaku yang akan membayarnya.
.....
Dan saat ini aku sedang memikirkan bagaimana cara untuk menculik seribu anak anak untuk diserahkan kepada orang bertopeng itu.
Namun saat aku sedang berpikir, Tiba tiba kabut hitam muncul diruanganku dan orang bertopeng itu muncul dari dalam kabut itu.
Orang itu mendekatiku dan berkata."Pangeran waktu yang telah ditentukan telah habis, dan kamu belum memberikanku tumbal, jadi aku akan mengambil nyawamu sebagai gantinya".
"Tunggu, bukankah masih ada waktu seminggu lagi? tolong tunggu seminggu lagi". Aku berteriak dengan panik.
"Aku berubah pikiran, aku sudah menebak bahwa kamu tidak akan bisa mendapatkan tumbal untukku dalam waktu seminggu, jadi aku ingin langsung mengambil nyawamu". Orang itu berkata.
Aku yang panik mencoba melawan dengan menggunakan sihir.
Fire Magic:Fire Wave!
Tiba tiba gelombang api muncul di ruangan itu dan menyerang orang bertopeng itu.
Namun orang itu dapat menghentikannya dengan sangat mudah, dia tertawa dan berkata."Kekeke, jangan melakukan perlawanan yang sia sia".
Orang itu kemudian mengangkat tangannya dan merapalkan sihir.
Wind Magic:Air Emptying!
Tiba tiba udara di sekitarku langsung menghilang, aku tidak bisa bernapas dan aku langsung pingsan.
Orang itu kemudian mengangkat Hansen yang sudah pingsan dan membawanya ke dalam kabut hitam dan menghilang.
Ketika pelayan Hansen mencoba meamanggilnya di ruang kerjanya, dia tidak mendapatkan balasan setelah mencoba memanggil begitu lama.
__ADS_1
Pelayan itu memberanikan diri untuk memasuki ruang kerja Hansen, dan dia tidak bisa menemukan Hansen dimana mana.
Pelayan aku langsung berlari melaporkannya kepada Raja James Fred, Raja yang mendengar itu langsung mengeluarkan perintah pencarian Pangerean kedua, Hansen Fred.