Return Great Magician(Dropped)

Return Great Magician(Dropped)
Ujian Masuk Akademi


__ADS_3

Bab 72


Setelah lonceng berbunyi dengan keras, Bell dan Karius mundur kebelakang.


Karius mengamati Bell dari balik Topinya, Kemudian dia bergerak dengan sangat cepat.


*Swosh*


Karius langsung muncul di depan Bell dan menebaskan pedangnya.


*Slash*


Namun Bell berhasil mundur dengan cepat dan tebasan dari Karius tidak mengenainya.


Karius kemudian mundur dan mengamatinya kembali.


'Sepertinya orang ini cukup kuat, dia berhasil menghindari seranganku walaupun yang tadi cuma untuk mengetesnya'. Pikir karius


Bell pun akhirnya melancarkan serangannya.


*Swosh*


Bell muncul di sebelah Karius dan menebaskan Katananya yang masih terbungkus dengan sarungnya.


*Slash*


*Clang*


Karius menahan serangan Bell dengan menggunakan pedangnya.


Bentrokan mereka berdua mengakibatkan angin bertiup dengan kencang di atas panggung.


"Woah pertarungan mereka berdua sangat luar biasa"


"Ya, aku bisa merasakan efek benturan mereka dengan sangat jelas"


Peserta yang lain kagum dengan pertarungan mereka berdua, karena selama ini yang mereka lihat hanya pertarungan biasa saja. Jadi ini adalah pertama kalinya mereka melihat pertarungan yang sangat hebat.


Martin yang mengamati pertarungan itu juga kagum dan mengangguk. 'Mereka berdua sepertinya akan menjadi orang yang hebat di masa depan, apalagi pemuda yang bernama Bell itu. Pedangnya terlihat sangat aneh'.


Bell dan Karius kemudian mundur beberapa langkah lagi.


*Swosh* *Swosh* *Swosh* *Swosh*


Mereka berdua saling beradu serangan dengan sangat cepat sehingga hanya sebagian orang yang bisa melihatnya.


"Apakah kau melihat pergerakkan mereka?"


"Tidak, aku tidak bisa melihatnya, bagaimana denganmu?"


"Tidak, aku juga tidak bisa"

__ADS_1


Para peserta pendaftaran banyak yang tidak bisa melihatnya, Namun ada beberapa dari mereka yang mampu melihat gerakkan Bell dan Karius.


Salah satunya adalah seorang pria dengan rambut merah yang terlihat mengamati pertarungan mereka dengan serius.


Pria itu kemudian bergumam. "Kurasa pemuda yang bernama Bell itu yang akan menang".


Seorang pemuda yang terlihat seperti cendekiawan kemudian mendekatinya dan bertanya. "Apa alasanmu mengatakan dia akan menang?".


"Sederhana saja, karena dia sangat kuat". Pemuda berambut merah itu berkata dengan santai.


"Bagaimana jika dia dibandingkan denganmu?". Pemuda cendikiawan itu bertanya.


"Aku akan tau setelah bertarung dengannya, tapi aku yakin aku yang akan menang". Pemuda berambut merah itu berkata dengan percaya diri.


Kemudian dia balik bertanya. "Bagaimana menurutmu?".


Pemuda cendikiawan itu menjawab dengan santai. "Aku sama sepertimu, pemuda bernama Bell itu yang akan memenangkan pertarungan ini".


.....


Di atas panggung Bell dan Karius terus saling menyerang dengan kecepatan tinggi.


*Clang* *Clang* *Clang*


Pedang Karius berbenturan dengan Katana Bell hingga mengeluarkan bunyi mendesing.


"Keluarkanlah Pedangmu"


Karius menyuruh Bell untuk mengeluarkan Katananya dari sarungnya.


Bell tidak mau mengeluarkan pedangnya hanya untuk uji coba seperti ini.


"Jika begitu ini akan menjadi kekalahanmu"


Karius berkata sambil melancarkan serangannya.


*Clang*


Pedang mereka kembali berbentrokkan, setelah itu Karius mundur beberapa langkah ke belakang.


Dan dia memasukki kondisi sangat fokus, Kemudian dia mengeluarkan Aura yang dapat menggetarkan peserta yang lain.


Itu adalah Niat Pedang, niat pedang hanya dapat dikuasai jika seorang pendekar pedang sudah mencapai pemahaman yang sangat tinggi terhadap pedang.


Diana yang melihat itu sedikit terkejut. "Tidak kusangka lawan Bell akan sangat kuat".


Kemudian dia bertanya kepada seorang pemuda yang terlihat sangat tenang di sebelahnya. "Bagaimana menurutmu Merlin?".


Pemuda yang bernama Merlin itu menanggapinya dengan santai. "Jika Bell serius, dia akan memenangkan pertarungan ini dengan mudah".


"Namun kali ini dia akan kalah"

__ADS_1


"Kenapa menurutmu begitu?". Diana bertanya.


"Kita lihat saja". Merlin hanya menjawab dengan misterius.


Merlin adalah Putra Mateo dengan Vanessa, dia terlihat seperti seorang yang sangat pintar.


.....


Di atas panggung Karius sudah sangat serius dengan mengeluarkan niat pedangnya.


Dia kemudian ingin melancarkan serangan kepada Bell, Namun sebelum Karius bisa menyerangnya.


Bell mengangkat tangan dan berkata dengan santai. "Aku menyerah".


"APA"


Pernyataan Bell membuat semua orang sangat bingung, termasuk juga Martin.


Martin kemudian tersadar dari linglungnya dan menghentikan pertarungan mereka.


"Baiklah, Sudah cukup sampai di sini"


Karius menghilangkan niat pedangnya dan bertanya kepada Bell. "Kenapa kamu menyerah?".


"Aku tidak ingin membuang banyak tenaga untuk pertarungan seperti ini, kecuali jika itu adalah pertarungan yang sesungguhnya". Bell menanggapinya dengan santai.


Mendengar itu Karius kembali bertanya. "Apakah nanti kita bisa bertarung lagi?".


"Aku akan menunggunya".


Bell Kemudian turun dari panggung dan kembali ke tempat Diana dan yang lainnya.


"Kenapa kau menyerah?". Diana bertanya setelah Bell dekat dengannya.


"Aku terlalu malas bertarung dengan sangat lama". Bell menjawab dengan santai, Kemudian dia berbaring di dekat pohon dan tertidur.


"Dasar sialan, bagaimana jika kau tidak lulus". Diana berkata dengan Kesal.


"Tenang saja dia pasti akan lulus, kecuali Akademi sangat bodoh hingga tidak meluluskannya". Merlin menanggapi Diana.


Pemuda berambut merah dan juga pemuda yang terlihat seperti cendekiawan itu juga terkejut dengan hasil pertarungannya.


"Apa? kenapa dia menyerah begitu saja? apakah penilaianku salah?". Pemuda berambut merah itu berkata dengan bingung.


Pemuda cendekiawan itu menggelengkan kepalanya. "Tidak, kurasa dia hanya tidak ingin memperlihatkan kekuatannya yang sebenarnya".


"Kenapa begitu?". Pemuda berambut merah itu bertanya.


"Karena ini hanya ujian untuk masuk ke Akademi, jadi tidak perlu mengeluarkan kartu AS mu hanya untuk pertarungan yang tidak penting". Pemuda cendekiawan itu menanggapinya.


Setelah pertarungan Bell dan Karius selesai, Martin akhirnya memanggil peserta berikutnya.

__ADS_1


"Berikutnya Tyr melawan Leo"


"Sepertinya sekarang giliranku". Pemuda berambut merah itu berkata dan naik ke atas panggung


__ADS_2