Return Great Magician(Dropped)

Return Great Magician(Dropped)
Ayah Aura


__ADS_3

Bab 49


Setelah tujuh hari, akhirnya pesta telah selesai, saat ini dia berdiri di depan semua tentara Kerajaannya.


"Semuanya, hari ini aku akan mengirim kalian untuk merasakan pertarungan sesungguhnya". Mateo berkata dengan keras.


"Aku akan mengirim kalian untuk membantu Ratu Selena dan juga Milia untuk merebut kembali Kerajaan mereka". Tambahnya.


"Horryyaa"


Semua tentara berteriak dengan penuh semangat.


Mateo berkata kembali."Saat ini kita masih menjadi Kerajaan yang belum di akui. jadi jika kita bisa membantu Ratu Selena dan Milia merebut Kerajaan mereka, maka kita bisa mendapat pengakuan dari Kerajaan lain dengan mudah".


"Yaaa"


"Kita akan pergi berperang"


"Tunjukkan pada dunia kalau kita yang terkuat"


Semua tentara berteriak dengan penuh semangat, mereka sangat antusias untuk pergi berperang.


Akhirnya mereka semua pergi ke pelabuhan yang baru di bangun di kota Cornelius.


Mereka berlayar bersama dengan Milia, Selena, dan Elena.


Setelah kapal mereka telah pergi jauh, Mateo akhirnya kembali ke Istana dan menemui Ratu Silia.


Setelah beberapa waktu, dia akhirnya tiba di Istana dan berjalan menuju ke kamar Ratu Silia.


Begitu tiba di depan pintunya, Mateo langsung menerobos masuk ke dalam kamarnya.


Di dalam kamar Ratu Silia, dia melihat Ratu sedang duduk sambil mengelus perutnya dengan lembut.


Mateo mendekatinya dan berkata."Tinggal beberapa bulan lagi, maka kamu akan melahirkan".


Ratu tersenyum dan berkata."Ya, aku sangat tidak sabar menunggunya".


Mateo duduk di sisinya dan bertanya."Apakah kamu ingin menjadikannya Raja Kerajaan Fred?".


Ratu menggelengkan kepalanya."Tidak, aku ingin dia tau bahwa kamu adalah ayahnya".

__ADS_1


"Jadi aku ingin dia menjadi bagian dari Kerajaan Cornelius". Tambahnya.


Mateo mengelus perut Ratu dan berkata."Aku sangat senang mendengarnya".


Mateo kemudian mencium bibir Ratu dengan lembut dan tangannya juga bergerak melepaskan pakaian Ratu.


"Kumohon untuk pelan pelan saja, Ok? karena aku tidak ingin membahayakan anak kita". Ratu berkata dengan lembut.


Mateo yang sudah melepaskan pakiannya dan meletakkannya, lalu berkata."Tenang saja, aku juga tidak ingin membahayakan anakku".


Mereka akhirnya saling berciuman untuk melakukan pemanasan.


Mateo menggigit leher Ratu dengan lembut hingga menimbulkan bekas dilehernya.


Mateo kemudian menyentuh Dada Ratu, Ratu yang merasa kenikmatan langsung mengeluarkan ASI miliknya.


"Wow, ASImu keluar sangat deras". Mateo berkata, lalu menghisapnya.


"Tentu saja, karena sebentar lagi aku akan melahirkan". Ratu menyentuh kepala Mateo seakan menyentuh bayi.


Setelah beberapa saat pemanasan, Mateo akhirnya memasukkan Mateo kecil ke dalam Ratu dengan lembut.


Akhirnya suara Erangan mereka berdua terdengar dari kamar Ratu Silia.


Mereka berdua terus bercinta hingga beberapa jam kemudian.


Mateo akhirnya menembakan bebannya di wajah Ratu Silia, akhirnya mereka beristirahat dari kelelahan bercinta.


.....


Sementara itu dilangit dekat Kerajaan Cornelius, Ada sekelompok naga yang terbang menuju ke Kerajaan Cornelius.


"Yang Mulia, hawa keberadaan Tuan Putri ada di depan sana". Seekor naga berkata kepada naga yang terlihat seperti pemimpin.


Naga yang terlihat seperti pemimpin itu mengangguk dan berkata."Ya, tambah kecepatan kalian".


Setelah mendengar perintah dari pemimpin naga, semua naga yang mengikutinya bergerak dengan kecepatan penuh.


Beberapa saat kemudian mereka akhirnya tiba di atas Kerajaan Cornelius.


"A-apa, ada sekelompok naga di langit"

__ADS_1


"Astaga"


"Tolong"


Warga yang melihat naga itu langsung berteriak ketakutan.


Sekelompok naga itu terus terbang menuju ke Istana Kerajaan Cornelius, setelah beberapa saat mereka berhenti di atas Istana Kerajaan Cornelius.


Salah seorang naga berkata kepada pemimpin naga."Yang Mulia, hawa keberadaan Tuan Putri ada di sini".


Pemimpin naga itu mengangguk, lalu berkata dengan."Wahai pemilik Istana ini, keluarlah, dimana Putriku".


Mateo yang mendengar itu langsung mengenakan pakaiannya dan keluar dari kamar Ratu Silia.


Beberapa saat kemudian dia keluar dari Istana, begitu Mateo keluar, dia melihat sekelompok naga mengepung Istananya.


Mateo melihat pemimpin naga iti dan bertanya."Apa yang kamu inginkan?".


"Aku ingin kamu mengembalikan Putriku". Pemimpin naga itu berkata.


"Siapa Putrimu?". Mateo bertanya.


"Putriku masih belum mempunyai nama, tapi dia adalah seekor naga". Pemimpin naga itu menjawab.


Sebelum Mateo bisa membalas, Aura keluar dari dalam Istana. Ketika pemimpin naga melihatnya, dia langsung berteriak."PUTRIKU".


Dia kemudian berubah menjadi bentuk manusianya yang terlihat seperti pria tua, dan dia memeluk Aura.


"Putriku, akhirnya ayah menemukanmu". Pemimpin naga berkata sambil berurai air mata.


"Ayah". Aura membalasnya.


Mereka kemudian terus berpelukan, setelah beberapa saat. akhirnya Aura melepaskan pelukannya dan berkata."Sudah cukup ayah, aku merasa malu dipeluk seperti ini olehmu".


"Oh, Putriku, biarkan ayah terus memelukmu".Pemimpin naga mencoba memeluknya lagi.


Namun Aura mendorongnya menjauh dan berkata."Sudah cukup".


Akhirnya Pemimpin naga berhenti mencoba untuk memeluk putrinya.


Namun dia melihat di dada Putrinya ada segel budak, lalu dia berkata dengan marah."SIAPA YANG BERANI MENJADIKAN PUTRIKU BUDAK"

__ADS_1


__ADS_2