
Seluruh anggota keluarga Darren masih berada di rumahnya Darren minus Marco, Devano, Alfin, Willy dan Garvin. Mereka pergi bersama Zidan dan Reno.
Robert dan anggota keluarga yayang lainnya berada di ruang tengah. Sementara Darren berada di kamar menemani Chello yang masih belum sadar.
Mereka tengah memikirkan masalah saat. Mereka berpikir, setelah Andara, Marissa dan suaminya diserahkan ke polisi dan bersiap untuk mendapatkan hukuman mati. Masalah pun selesai.
Namun pikiran mereka semua salah. Justru masalah kembali datang. Dan yang menjadi korbannya adalah kesayangan mereka yaitu Darren.
FLASHBACK ON
Zidan dan Reno tampak buru-buru menuruni anak tangga. Bahkan keduanya sedikit berlari ketika menuruni anak tangga.
Seluruh anggota keluarga Darren yang melihat keduanya tampak buru-buru. Mereka dapat melihat dari gurat wajah Zidan dan Reno.
"Zidan, Reno. Ada apa? Apa ada masalah?" tanya Qenan selaku saudara tertua di keluarga Smith.
"Tolong katakan pada kami. Dan kau Reno! Informasi apa yang sudah kau dapatkan? Kau terlihat buru-buru ke kamar untuk menemui Darren." ucap dan tanya Theo putra sulung Ronald.
"Zidan. Tolong katakan pada Opa. Jangan ada satupun yang disembunyikan. Opa yakin dan sangat yakin. Ini pasti ada hubungannya dengan cucu bungsu opa," ucap Robert.
Zidan menatap Robert sedih dan juga tidak tega. Darren meminta padanya untuk tidak melibatkan anggota keluarganya. Sementara anggota keluarganya justru memohon padanya untuk memberitahu apa yang terjadi.
Melihat keterdiaman Zidan. Mereka semua sudah dapat menebak. Pasti Reno sudah mendapatkan semuanya. Kemudian Reno menceritakannya kepada Darren dan Zidan.
"Zidan," panggil Felix.
Zidan akhirnya tersadar, lalu matanya melihat kearah Fekix, ayah kandungnya Darren.
"Ach, Baiklah! Aku akan menceritakan semuanya pada kalian.
Kini mereka semua sudah duduk di sofa lengkap dengan Zidan dan Reno.
"Sekarang katakan pada kami Zidan, Reno!" seru Alfin.
"Jangan ada yang terlewati sedikit pun," sahut Ronald.
"Begini tuan. Informasi yang saya dapatkan di folder itu. Perempuan bernama Merry dan nyonya Andara akan melakukan penyerangan besar-besaran. Yang akan melakukan tugas itu adalah nyonya Andara dengan 1000 anggota."
Mendengar perkataan dari Reno membuat mereka semua terkejut. Bahkan yang lebih terkejut adalah Michel. Seketika wajah Michel berubah menjadi marah dan penuh dendam.
"Kenapa Tuhan memberikan aku ibu iblis seperti dia. Aku benar-benar menyesal telah lahir dari rahim seorang iblis. Seharusnya saat di markas itu Darren membunuhnya langsung."
Mendengar penuturan dari Michel membuat mereka semua terkejut dan juga sedih. Mereka semua menatap Michel iba.
Dara dan Jerry yang kebetulan duduk di samping Michel langsung merangkulnya. Keduanya memberikan ketenangan pada adiknya itu.
"Kakak ngerti perasaan kamu sayang. Tenang, oke!" hibur Dara.
"Maafkan aku, Kak." Michel berucap lirih.
"Kamu tidak salah. Ibumu yang salah," jawab Jerry lembut.
"Sejak aku mengetahui semua kebenarannya langsung dari mulutnya. Sejak itulah dia bukan lagi ibuku. Aku sudah tidak sudi memiliki ibu iblis seperti dia."
Dara langsung menarik tubuh Michel ke dalam pelukannya. Michel yakin saat ini hati adiknya ini benar-benar hancur.
__ADS_1
"Kakak disini bersamamu. Kita akan selalu bersama-sama."
"Kakak jangan pernah tinggalkan aku," lirih Michel
"Tidak akan," jawab Dara dan Jerry bersamaan.
Mereka tersenyum bahagia melihat cara Dara dan Jerry yang menghibur Michel. Begitu juga Rafael.
Setelah beberapa detik. Steven pun bersuara. "Oh iya. Sampai dimana tadi?"
"Soal penyerangan besar-besaran," jawab Raka.
"Lanjutkan Reno," ucap Robert.
"Yang menjadi sasaran penyerangan kedua perempuan itu adalah lima Perusahaan besar di Australia."
"Lima Perusahaan besar?" tanya Steven, Erland dan Ronald bersamaan.
"Iya, tuan!" Reno menjawabnya.
"Apa lima Perusahaan besar itu adalah Perusahaan milik kami?" tanya Erland.
"Iya, tuan! Perusahaan keluarga Austin, Perusahaan keluarga Smith, Perusahaan keluarga Fernandez, Perusahaan keluarga Abraham, Perusahaan keluarga Fidelyo dan Perusahaan DRN'Smith dan DRN'CORP milik Bos."
"Brengsek!"
Mereka semua marah ketika Reno mengatakan bahwa Andara dan Merry akan menyentuh Perusahaan milik mereka.
"Apa yang akan kedua perempuan iblis itu terhadap Perusahaan keluarga kami?" tanya Andry.
"Benar-benar bukan manusia mereka!" Marco berbicara dengan nada amarahnya.
"Lalu perempuan bernama Merry. Apa tugasnya?" tanya Saskia.
"Perempuan itu mengincar Bos."
"Darren!" seru mereka semua.
Seketika rasa takut menjalar di tubuh mereka masing-masing ketika sudah membahas masalah Darren.
"Apa yang akan perempuan itu lakukan kepada adikku?" tanya Afnan.
"Perempuan itu dengan sendirinya akan datang ke rumah ini untuk menemui seluruh anggota keluarga Smith. Perempuan itu hanya tahu seluruh anggota keluarga Smith berada disini. Perempuan itu tidak tahu jika keluarga Austin dan keluarga Fernandez juga berada disini."
"Apa yang akan perempuan itu lakukan jika sudah bertemu dengan kami?" tanya Clara.
"Perempuan itu ingin memfitnah Bos didepan kalian semua agar kalian membenci Bos dan berakhir kalian semua mengusir Bos. Jika rencananya berhasil. Barulah perempuan itu akan membunuh Bos. Perempuan itu berpikir jika Bos diusir dan dibenci oleh keluarganya dan orang-orang terdekatnya. Maka tidak akan ada satu pun yang akan membantu Bos. Dengan kata lain Bos hanya sendirian."
"Perempuan itu melakukan semua itu untuk membalaskan sakit hatinya terhadap nyonya Clarissa karena telah merebut orang yang dicintai yaitu tuan Nandito Abraham. Perempuan itu melakukan segala cara untuk membalaskan sakit hatinya terhadap nyonya Clarissa selama ini. Sebelum kematian tuan Nandito, suami pertama nyonya Clarissa. Ternyata tuan Nandito sempat bertemu dengan perempuan itu. Tuan Nandito mengatakan bahwa dia hanya mencintai nyonya Clarissa. Dan tuan Nandito meminta maaf jika tuan tidak bisa mencintainya."
"Hanya karena cinta tidak terbalaskan seseorang bisa tega melakukan hal sekeji ini. Bahkan tega menyakiti sahabat sendiri," ucap Clara.
"Masalah kematian tuan Nandito, nyonya Clarissa itu ada sedikit campur tangan Merry. Lebih tepatnya Merry yang menyusun rencana. Nyonya Andara dan nyonya Marissa sebagai pelaksananya. Sementara untuk Arnold. Sama hal nya dengan Merry. Mereka berdua tidak jauh beda."
"Sekarang apa rencana kalian? Perintah apa yang sudah diberikan oleh adikku kepada kalian berdua?" tanya Marco.
__ADS_1
"Darren meminta kami untuk menyerang kedua markas milik Merry. Seperti yang dikatakan oleh Reno jika Merry hanya memiliki 1000 anggota. Jika semua anggota Merry mati hari ini. Maka besok Andara tidak memiliki anggota lagi. Dan besar kemungkinan, Andara tidak akan bisa melakukan penyerangan terhadap lima perusahaan besar itu."
"Bahkan Darren juga meminta kami dan yang lainnya untuk menangkap Andara dan membunuh seluruh anggota keluarga dari Merry jika Merry memiliki keluarga." Zidan menjelaskan apa yang diperintahkan oleh Darren.
Mendengar jawaban dari Zidan membuat keempat kakaknya dan para kakak sepupu Darren menatap khawatir Zidan, Reno dan anggota adiknya yang lainnya.
"Lalu Darren? Apa yang akan dilakukan Darren? Jangan bilang jika Darren akan berurusan langsung dengan perempuan sialan itu?" ucap dan tanya Nuria yang tahu akan kebiasaan adiknya itu.
"Iya, Kak! Darren akan berurusan langsung dengan perempuan itu," jawab Zidan.
Saskia dan Nuria seketika menangis. Dirinya saat ini benar-benar takut. Keduanya takut jika adiknya terluka. Ketakutan Saskia dan Nuria saat ini berbeda dengan ketakutannya selama ini. Saskia dan Nuria berpikir jika adiknya akan melakukan hal gila sehingga membuat dirinya sendiri terluka.
"Kakak," lirih Nuria.
"Kakak takut Nuria. Kamu tahukan bagaimana watak kerasnya Darren. Darreb jika sudah marah. Darren jika sudah ingin membalaskan rasa sakitnya. Darren tidak memikirkan keselamatan dirinya lagi. Kakak takut jika Darren..."
GREP!
Nuria langsung memeluk tubuh kakaknya. Nuria dapat merasakan tubuh kakaknya itu bergetar hebat.
"Kakak jangan berpikir macem-macem tentang Darren. Darren itu kuat Kak. Darren pasti akan baik-baik saja. Percayalah!"
Nuria berusaha memberikan ketenangan pada kakaknya, walau di dalam hatinya juga memiliki perasaan takut sama seperti kakaknya. Begitu juga dengan anggota keluarga lainnya.
"Baiklah. Ayo, kita bergerak sekarang!" seru Marco, Devano, Alfin, Willy dan Garvin.
Mendengar seruan dari Marco, Devano, Alfin, Willy dan Garvin membuat Zidan dan Reno terkejut. Keduanya saling lirik dan memberikan kode.
Setelah itu, Zidan dan Reno kembali menatap seluruh anggota keluarga Darren.
Melihat tatapan Zidan dan Reno membuat anggota keluarga Shin paham dan mengerti.
"Pasti Zidan sudah memberikan ancaman pada kalian untuk tidak membahas masalah ini dengan kami?" tanya Garvin.
"Dan Darren juga sama sekali tidak ingin melibatkan kami dalam masalah ini. Darren ingin menyelesaikan masalah ini bersama dengan anggota mafianya," ucap Alfin.
"Iya, Kak! Darren meminta kami untuk tidak melibatkan kalian. Maafkan aku," ucap Zidan.
Mereka semua tersenyum bangga akan kesetiaan Zidan dan anggota lainnya. Baik Zidan, Chello maupun Chico, dan Barra. Keempatnya begitu menyayangi Darren. Begitu juga dengan Darren. Darren juga sangat menyayangi keempat sahabatnya.
"Kalian tidak perlu khawatir. Justru kami melakukan ini hanya untuk melindungi kalian. Kalian adalah adalah orang-orang terdekatnya Darren. Sahabatnya Darren, orang kepercayaan Darren dan juga keluarganya Darren. Kami semua menyayangi Darren. Dan kami semua juga menyayangi kalian." Erland berbicara sembari tersenyum hangat menatap wajah Zidan dan Reno.
Mendengar perkataan Erland membuat Zidan dan Reno tersentuh. Terutama Reno yang hanya berstatus tangan kanan Darren.
"Sekali lagi aku minta maaf om Erland, Kak Marco, Kak Afnan. Semuanya!"
"Tidak apa-apa Zidan. Kami semuanya disini mengerti!" jawab Marco.
"Ya, sudah! Tunggu apa lagi. Kita bersiap-siap sekarang. Lebih cepat lebih baik!"
"Hm."
Mereka semua mengangguk. Dan setelah itu, Zidan, Reno, Marco, Devano, Alfin, Willy dan Garvin pun pergi untuk mempersiapkan penyerangan dua markas dan anggota milik Merry, menculik Andara dan membantai habis keluarga Merry.
FLASHBACK OFF
__ADS_1