
Darren dan ketiga sahabatnya yaitu Faza, Briyan dan Kevin berada di Perusahaan DRN'Smith.
Mereka berada di ruangan masing-masing. Darren berada di ruangan kerjanya. Sementara Briyan, Faza, dan Kevin diberikan ruang khusus oleh Darren.
Di ruangan itulah mereka mengerjakan pekerjaan masing-masing. Baik Briyan, Faza maupun Kevin mendapatkan tugas yang cukup banyak dari Darren.
Faza mendapatkan tugas menganalisis data dan mencari informasi yang dibutuhkan untuk pengembangan bisnis.
Selain menganalisis, Faza juga dituntut untuk mengkomunikasikan hasil temuannya tersebut ke pihak-pihak yang terkait. Data yang disampaikan tersebut harus divisualisasikan sehingga mudah untuk dibaca dan dipahami oleh orang lain.
Briyan mendapatkan tugas merancang strategi, visi, dan pengembangan produk. Dalam tugasnya itu Briyan akan bekerja sama dengan tim Engineering dan Marketing untuk memasarkan produknya.
Sementara Kevin mendapatkan tugas yaitu pembuatan tampilan di dalam sebuah software, website, atau aplikasi yang berfokus pada desainnya.
Saat bekerja harus mengedepankan estetika sehingga tampilan website, aplikasi, atau software bisa terlihat menarik, unik, dan eye catching.
Semua tugas yang diberikan oleh Darren kepada Briyan, Faza dan Kevin adalah proyek baru Perusahaan DRN'Smith. Jika Darren berhasil dalam proyek itu, maka keuntungan yang akan Darren dapatkan adalah sekitar 200.000 USD.
***
Tak jauh beda dengan Darren, Briyan, Faza dan Kevin. Zidan, Chico, Barra dan Chello juga berada di Perusahaan mereka masing-masing.
Niat awalnya mereka ingin kembali ke kampus setelah selesai melakukan survei lokasi untuk acara kegiatan BAKSOS kampus mereka.
Namun, Barra menghubungi Darren dan menanyakan keberadaannya dan tiga kacungnya yang tak lain juga sahabatnya.
Setelah mendapatkan informasi mengenai keberadaan keempat sahabatnya itu. Barra memberitahu Zidan, Chico dan Chello. Dan pada akhirnya mereka pun memutuskan untuk ke Perusahaan mereka masing-masing.
__ADS_1
Mereka pergi ke Perusahaan masing-masing sekalian mengecek keadaan Perusahaan, kinerja Perusahaan dan cara kerja para karyawan-karyawan.
Briyan, Faza dan Kevin juga memiliki Perusahaan sendiri di Australia. Tak jauh beda dengan Darren, Zidan, Chico, Barra dan Chello yang memiliki lebih dari satu Perusahaan. Briyan, Faza dan Kevin juga memiliki lebih dari satu Perusahaan.
Baik Darren maupun ketujuh sahabatnya itu membangun sebuah Perusahaan ketika masih duduk di bangku kelas 1 SMP. Itu adalah Perusahaan utama bagi mereka. Dan sudah berkembang sangat pesat.
Semenjak berhasil mendirikan Perusahaan pertama. Mereka pun berhasil mendirikan perusahaan kedua, ketiga dan keempat. Bahkan mereka tak segan-segan merebut perusahaan musuh jika musuh-musuh mereka itu bermain curang atau berbuat hal buruk kepada mereka dan anggota keluarga mereka.
Kenapa Briyan, Faza dan Kevin bekerja di Perusahaan Darren yang ada di Amerika? Itu dikarenakan kejadian dimana Darren yang diusir oleh Ayah dan kelima kakak-kakaknya dari rumah dan diputusi oleh kekasih pertamanya bernama Kiran sehingga berakhir kecelakaan.
Efek dari kecelakaan itu, Darren harus dibawa ke rumah sakit yang ada di Amerika. Mendengar kondisi Darren yang memburuk dan harus dibawa ke rumah sakit yang ada di Amerika. Briyan, Faza dan Kevin pun ikut serta.
Setidaknya dengan ketiganya pergi bisa ikut menjaga Darren di rumah sakit dan mengambil alih sementara Perusahaan Darren yang ada di Amerika.
Sementara Perusahaan mereka yang ada di Australia. Di titipkan kepada anggota keluarga mereka masing-masing. Begitu juga dengan Perusahaan milik Darren.
Kepergian Briyan, Faza dan Kevin ke Amerika juga berkat usulan dari salah satu kakak dari ketiganya.
***
Afnan saat ini berada di rumah. Setelah selesai urusannya dengan semua materi kuliahnya di Kampus. Afnan memutuskan untuk langsung pulang. Rencananya Afnan ingin ke Perusahaan nya dulu untuk mengecek kinerja para karyawan-karyawan nya.
Namun diurungkan oleh Afnan. Dan berakhirlah Afnan berada di rumah sekarang.
Afnan duduk sendirian di sofa ruang tengah. Pikiran tertuju pada pembicaraannya dengan dua tangan kanannya yang mana Afnan meminta dua tangan kanannya itu untuk menyelidiki status Arinda Bernard di keluarga Bernard. Dan menyelidiki Claudia Parvez ketika mengandung dan melahirkan Ataya.
"Aku jadi semakin tidak sabaran menunggu hasil itu. Aku sangat yakin jika Arinda dan Ataya ada hubungan saudara. Perasaanku mengatakan seperti itu. Tatapan mata Arinda sama persis dengan tatapan matanya Ataya. Bahkan ketika Arinda sedang sedih dan ketika dirinya tidak bisa berkata apapun. Ekspresi wajahnya mirip Ataya. Hanya yang membedakan adalah sifatnya." Afnan berbicara pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Ketika Afnan sibuk dengan dunianya sendiri sembari memikirkan tentang Ataya dan Arinda. Tanpa Afnan ketahui bahwa para kakaknya yaitu Saskia, Nuria dan Marco. Serta lima saudara tirinya yaitu Raka, Satya, Vito, Velly dan Nasya sedari memperhatikannya. Mereka juga mendengar apa yang diucapkan oleh Afnan.
"Apa benar gadis itu mirip Ataya?" tanya Nuria kepada saudara-saudaranya dengan tatapan matanya melihat kearah Afnan.
"Kakak juga nggak tahu. Tapi jika Afnan sudah berbicara seperti. Berarti Afnan sudah memiliki keyakinan kuat jika gadis itu mirip Ataya," sahut Saskia.
"Benar kata Kak Saskia. Afnan itu orangnya kepo. Ingin serba tahu. Apa yang dilihat dan apa yang didengar oleh Afnan. Pasti Afnan langsung mencari sumbernya itu." Marco berucap.
"Sama seperti Darren. Darren juga begitu. Afnan dan Darren memiliki sifat yang sama. Sama-sama kepo dan serba ingin tahu. Bahkan Afnan dan juga Darren akan langsung menyuruh anggotanya atau tangan kanannya untuk menyelidiki apa yang sudah mereka curigai." Nuria ikut berkomentar tentang kedua adiknya itu.
"Kalau misalkan dugaannya Afnan benar jika Arinda dan Ataya adalah mirip. Lebih tepatnya adalah jika Ataya memiliki saudari kembar. Bagaimana menurut kalian kak?" tanya Vito kepada Saskia, Nuria, Marco, Raka dan Satya.
"Kalau kami tidak mempermasalahkan hal itu. Jika benar Ataya memiliki saudari kembar. Dan saudari kembarnya itu adalah Arinda. Bagus dong. Setidaknya Darren bisa lebih dekat dengan Arinda dan menjalin hubungan dengan Arinda." Saskia berujar.
"Lagian dulu Darren dan Ataya juga begitu. Ketika mereka satu sekolah dulu hubungan mereka juga nggak baik. Ataya suka dan cinta sama Darren. Tapi Ataya nya nggak berani nunjukin di hadapan Darren. Sementara Darren dulu sifatnya sangat ketus, datar dan dingin. Nggak ada baik-baiknya kalau ngomong." Marco berbicara sembari mengingat sifat adiknya dulu.
"Darren seperti itukan karena dia masih mengharapkan bisa bertemu dengan cinta pertamanya yang tak lain adalah sahabat masa kecilnya yaitu Kiran. Dan juga mungkin Darren tidak ingin membuat Ataya terlalu berharap padanya, makanya Darren bersikap seperti itu." Nuria juga ikut menceritakan sifat adik bungsunya itu.
Saskia, Marco, Raka, Satya, Vito, Velly dan Nasya mengangguk setuju atas perkataan Nuria.
"Satu hal lagi tentang Darren!" seru Satya. Mereka melihat kearah Satya.
"Jika Darren memiliki kekasih. Maka Darren akan segenap jiwa raga nya untuk menjaga dan melindungi kekasihnya itu. Secantik apapun wanita diluar sana yang selalu menggoda dan meliriknya. Darren hanya fokus satu wanita. Wanita itu adalah kekasihnya. Aku masih ingat ketika Darren pacaran dengan Kiran. Aku bisa melihat kesungguhan, ketulusan dan rasa cinta yang begitu besar dari Darren untuk Kiran. Sejak Darren pacaran dengan Kiran. Darren sudah melakukan tugasnya dengan sangat baik. Bahkan bisa dikatakan SEMPURNA!"
Mendengar perkataan dari Satya. Mereka semua mengangguk setuju dan membenarkan perkataan Satya. Selama Darren pacaran dengan Kiran. Darren sudah menjadi sosok laki-laki yang bertanggung jawab untuk Kiran. Namun sayangnya, Kiran justru melepaskan laki-laki sebaik Darren.
"Kita banyak belajar dari Darren. Darren paling kecil dari kita. Tapi justru dialah yang selalu bersikap dewasa di hadapan kita semua. Apalagi ketika mendapatkan masalah. Dialah yang masih bisa bersikap tenang, walau hatinya sakit dan terluka!" kata Velly.
__ADS_1
"Hm." mereka mengangguk dan membenarkan perkataan dari Velly.