REVENGE

REVENGE
Membahas Rencana Balas Dendam


__ADS_3

Darren bersama ketujuh sahabat-sahabatnya berada di markas Black Wolf. Lebih tepatnya di ruang pribadi Darren.


"Ini." Darren memberikan map berwarna kuning kepada Faza.


Faza langsung mengambilnya. Kemudian Faza membuka map tersebut secara berlahan-lahan. Setelah map itu terbuka, Faza melihat dan membaca secara teliti isi dari map tersebut.


Seketika mimik wajah Faza berubah tak mengenakkan ketika melihat wajah dua penghianat yang telah mengkhianati ayahnya.


"Jadi mereka berasal dari keluarga Bader dan keluarga Adler," ucap Faza.


"Tunggu pembalasanku dariku. Aku bersumpah akan membuat kalian berdua dan seluruh keluarga kalian hancur," batin Faza.


Melihat mimik wajah tak mengenakkan yang ditunjukkan oleh Faza membuat Darren, Zidan, Chello, Briyan, Chico, Barra dan Kevin langsung paham.


Faza melihat kearah Darren. Dirinya ingin segera menyelesaikan masalah kedua penghianat tersebut agar dirinya fokus dengan orang yang sudah membakar perusahaan ayahnya.


"Apa rencana selanjutnya, Ren?" tanya Faza.


Darren tersenyum. "Kamu sendiri bagaimana? Apa kamu sendiri sudah mempersiapkan kejutan untuk kedua penghianat tersebut?" tanya Darren dengan menatap lekat wajah Faza. Begitu juga dengan Zidan, Chello, Chico, Barra, Briyan dan Kevin.


"Aku sudah mempersiapkan semuanya sejak kedua bajingan itu mengkhianati Papi," jawab Faza.


"Baiklah kalau begitu. Besok kita akan memulai pembalasan tersebut. Kita mulai dari keluarga Adler. Kita buat mereka kehilangan perusahaan. Keluarga Adler memiliki empat perusahaan. Keempat perusahaan tersebut milik ayah dan ketiga Paman dari bajingan tersebut. Jadi...."


Darren menghentikan ucapannya dengan tatapan matanya menatap kearah Faza, Zidan, Chello, Chico, Barra, Briyan dan Kevin secara bergantian.


"Jadi!" seru Faza, Zidan, Chello, Chico, Barra, Briyan dan Kevin bersamaan.

__ADS_1


"Jadi dengan begitu mereka akan kehilangan tiang penyanggah keluarga Adler. Dalam artian keempat perusahaan tersebut adalah perusahaan Utama keluarga Adler. Jika keempatnya hancur, maka kehidupan semua anggota keluarganya juga ikut hancur."


Mendengar ucapan serta penjelasan dari Darren membuat Faza tersenyum di sudut bibirnya. Begitu juga dengan Zidan, Chello, Chico, Barra, Briyan dan Kevin.


"Bagaimana dengan keluarga Bader, Ren?" tanya Chello.


"Keluarga Bader sama seperti keluarga Adler. Hanya saja Keluarga Bader itu gila harta. Mereka berlomba-lomba mendapatkan kekayaan. Apapun akan mereka lakukan termasuk dengan keluarga sendiri. Jadi kita bisa gunakan mereka. Kita suruh beberapa anggota mafia kita untuk menjalin kerjasama dengan keluarga tersebut dengan memberikan keuntungan empat kali lipat."


"Bukan itu saja. Kita akan buat mereka saling serang dengan cara kita memfitnah salah satu dari mereka. Bukankah cara ini yang digunakan oleh keturunan keluarga Bader itu terhadap Om Harley?"


Mendengar ucapan demi ucapan serta ide dari Darren membuat Faza, Zidan, Chello, Chico, Barra, Briyan dan Kevin seketika tersenyum di sudut bibirnya. Mereka sangat menyetujui ide Darren tersebut.


Apa yang dikatakan oleh Darren adalah benar bahwa salah satu dari dua laki-laki yang mengkhianati Harley Oscar menggunakan trik yang mana laki-laki itu mencuri data-data dan ide milik Harley Oscar lalu memberikannya kepada seseorang yang mana orang tersebut tak lain adalah rival perusahaan HR'Ly Corp.


"Kau akan terkejut mendengar ini Faza!" ucap Darren dengan tatapan matanya menatap Faza.


"Laki-laki itu adalah tangan kanan dari rival Om Harley. Dia bekerja sebagai orang kepercayaannya Om Harley hanya sebagai kedok agar bisa mendapatkan semua informasi tentang data-data perusahaan serta ide-ide yang akan diluncurkan oleh Om Harley."


Seketika Faza mengepalkan kuat tangannya ketika mendengar ucapan serta pengakuan dari Darren tentang laki-laki yang sudah belasan tahun menjadi orang kepercayaan ayahnya. Dia tidak menyangka jika laki-laki itu adalah tangan kanan dari rival ayahnya.


"Apa ada kemungkinan kita akan mengetahui siapa rival Om Harley itu?" tanya Chico.


"Orang yang sudah membakar perusahaan Om Harley adalah dari saingan bisnis Om Harley. Apakah Bos dari laki-laki itu adalah orang yang sama dengan orang yang sudah membakar perusahaan Om Harley?" tanya Briyan.


"Kemungkinan besar iya. Tapi aku tidak bisa menyimpulkannya secara pasti. Kita harus cari bukti lebih kuat lagi. Di dalam dunia bisnis kita memiliki banyak saingan. Bukan hanya satu saingan saja," jawab Darren.


Mendengar jawaban dari Darren membuat Faza, Zidan, Chello, Chico, Barra, Briyan dan Kevin langsung menganggukkan kepalanya tanda setuju.

__ADS_1


"Oh, iya Faza! Bagaimana dengan Om Harley. Apa dia mau mendengarkan kamu untuk membuka perusahaan baru?" tanya Darren.


"Sudah, Ren! Papi berjanji akan membuka perusahaan baru dan akan dibantu oleh kak Kathel, kak Kevin dan kak Faclan." Faza menjawab pertanyaan dari Darren.


"Bagus. Aku sangat yakin jika orang itu akan keluar jika mengetahui rival bisnis mendirikan sebuah perusahaan baru. Aku sudah menentukan gedung dan lokasi untuk perusahaan baru Om Harley. Jadi Om Harley serta karyawan dan karyawatinya tinggal menempati gedung itu. Dan mulai kembali menjalankan usaha bisnisnya."


Mendengar ucapan dari Darren membuat Faza seketika tersenyum. Dirinya tidak menyangka jika Darren sudah menyiapkan semuanya untuk ayahnya.


"Ren," lirih Faza.


"Kamu sahabatku sekaligus saudaraku. Begitu juga dengan keluargamu. Mereka adalah keluargaku. Om Harley sudah aku anggap sebagai ayahku sendiri. Ketika aku terpuruk dengan masalahku dimana aku dituduh membunuh Mama oleh keluarga Austin. Om Harley ikut andil dalam memberikan ketenangan untukku. Jadi sudah sewajarnya dan sepantasnya aku melakukan ini untuk Om Harley."


Seketika setetes air mata jatuh membasahi pipinya Faza. Ya! Faza menangis ketika mendengar ucapan tulus dari Darren. Briyan yang kebetulan duduk di dekat Faza langsung mengusap-usap lembut punggung Faza.


"Oh, iya! Ren, kapan kau akan menyelesaikan pembalasanmu terhadap keluarga Carlton?" tanya Barra.


"Pembalasanku tinggal menuntaskan saja. Semuanya sudah digenggamku," jawab Darren.


"Jadi kamu....?!" tanya Faza, Zidan, Chello, Chico, Barra, Briyan dan Kevin bersamaan.


"Apa yang kalian pikirkan itu benar. Aku tinggal mengusir mereka dari rumah mewah mereka dan juga dari perusahaan milik mereka sebagai ganti rugi uangku yang telah mereka ambil dengan cara menipuku saat proyek sedang berjalan."


"Perusahaan RV'Crton milik Rivo Carlton dan perusahaan RD'Crn milik Rado Carlton serta rumah mewah mereka sudah menjadi milikku. Begitu juga dengan rumah mewah milik keluarga istri-istri mereka. Aku mendapatkan semua itu menggunakan perusahaan Helmet dengan cara menjalin kerjasama sama dengan kedua perusahaan itu. Aku memberikan berkas palsu."


Darren berbicara sembari menjelaskan tentang bagaimana cara dia mendapatkan perusahaan dan rumah mewah milik keluarga Carlton dan juga perusahaan serta rumah mewah milik keluarga dari para istri.


Seketika terukir senyuman manis di bibir Faza, Zidan, Chello, Chico, Barra, Briyan dan Kevin ketika mendengar ucapan sekaligus penjelasan dari Darren keberhasilannya itu. Mereka benar-benar salut akan kepintaran dan kejeniusan sahabatnya itu.

__ADS_1


__ADS_2