
Marco, Devano, Alfin, Willy, Garvin, Zidan, Chico, dan Barra bersama dengan para anggota mafianya kini tengah bersiap-siap untuk menyerang dua markas milik Merry. Mereka membagi kelompok menjadi tiga kelompok.
Kelompok pertama yaitu Marco, Devano dan Barra. Mereka akan menyerang markas pertama milik Merry. Kelompok kedua yaitu Alfin, Willy dan Chico. Mereka akan menyerang markas kedua milik Merry. Dan kelompok ketiga yaitu Garvin dan Zidan. Keduanya akan menyerang keluarga Merry.
Baik kelompok Marco, kelompok Alfin maupun kelompok Garvin membawa anggota mafianya sebanyak 2000 mafioso.
Setelah semua sudah dalam keadaan siap. Mereka semua pun memutuskan untuk berangkat meninggalkan markas mereka untuk pergi ke markas musuh. Mereka semua akan membantai habis semua musuh-musuh mereka.
***
Di kediaman Darren terlihat seluruh anggota keluarga juga tengah mempersiapkan segalanya untuk menyambut kedatangan Merry.
Mereka semua sepakat untuk masuk ke dalam permainan Merry sehingga Merry berpikir dirinya berhasil memfitnah Darren didepan mereka semua. Dan berakhir mereka membenci Darren. Sementara untuk Darren. Darren tidak mengetahui perihal rencana mereka.
"Apa kita akan tetap melakukan rencana itu?" tanya Vito dengan menatap satu persatu wajah anggota keluarganya.
"Gak ada cara lain Vito. Hanya ini satu-satunya caranya untuk kita melawan perempuan sialan itu," ucap Afnan.
"Tujuan kita melakukan ini untuk membuat Merry berhasil mencuci pikiran kita dan membenci Darren. Dengan begitu Darren dengan sendiri akan pergi dari rumah ini, walau nyatanya rumah ini adalah milik Darren." Qenan ikut bersuara.
"Setelah Darren pergi meninggalkan rumah ini. Baru kita mulai dengan rencana kita untuk membunuh Merry," kata Merry.
"Aku sangat yakin. Setelah melihat kepergian Darren dari rumah. Salsa pasti akan langsung pamit. Dari situlah kita tidak akan membiarkannya pergi begitu saja." Theo berbicara sambil tersenyum di sudut bibirnya.
"Hanya keluarga Smith saja yang ada di rumah ini. Untuk keluarga Austin dan keluarga Fernandez. Kalian berada diluar rumah," ucap Erland.
"Setelah melihat Darren keluar dari rumah. Papa Felix, om Rafael, Raka, Satya, Vito, Velly Nasya, Dara, Jerry dan Michel langsung menutup semua pintu keluar agar Merey tidak bisa pergi dari rumah ini. Dan untuk om Julian, Andra, Adnan dan Merryn mengejar Darren. Tugas kalian menjelaskan kejadian sebenarnya kepadanya. Aku sangat yakin keadaan Darren tidak akan baik-baik saja setelah ini. Aku berharap kalian berhasil untuk menyakinkan Darren jika semua ini hanyalah sebuah rencana." Saskia berbicara sambil membayangkan kondisi adiknya setelah ini.
"Baik," jawab Felix, Raka, Satya, Vito, Velly, Nasya, Rafael, Dara, Jerry, Michel, Julian, Andra, Adnan dan Merryn Hayoung bersamaan.
"Darren, maafkan Kakak. Mohon izinkan Kakak untuk nyakitin kamu untuk hari ini saja. Jangan benci Kakak ya sayang," batin Saskia. Seketika air mata Saskia mengalir membasahi wajah cantiknya.
Mereka yang melihat Saskia menangis menjadi tidak tega. Sebenarnya mereka juga tidak ingin melakukan hal gila ini. Mereka semua sangat tahu bagaimana kondisi kesehatan dan kondisi mental Darren. Darren tidak bisa dikerasi, Darren tidak bisa dibenci dan dijauhi.
Baik Darren maupun anggota keluarga Smith saling menyayangi satu sama lainnya. Dari kecil mereka tidak pernah bertengkar atau pun bermusuhan.
Tapi mereka tidak punya cara lain. Hanya inilah cara satu-satunya untuk menghancurkan Merry. Jika mereka ingin menghancurkan Merry, maka mereka harus rela dan harus siap melihat Darren terluka untuk yang kedua kalinya, mereka harus tahan air mata ketika melihat Darren menangis, mereka harus bisa berperan menjadi Antagonis di depan Darren, walau hati mereka sakit. Ini semua mereka lakukan untuk Darren.
Selama ini Darren dan keempat sahabatnya telah berjuang untuk mendapatkan semua bukti tentang pelaku pembunuhan anggota keluarga. Selama ini Darren dan keempat sahabatnya telah banyak membantu dalam membasmi para musuh. Selama ini Darren dan keempat sahabatnya telah bekerja keras dalam menjaga dan melindungi orang-orang terdekatnya.
Kini giliran mereka sebagai anggota keluarga Darren yang akan melakukan tugas terakhir untuk menghancurkan musuh mereka. Mereka mengambil alih semua tugas yang selama ini dilakukan oleh Darren. Jadi mereka tidak melibatkan Darren dalam rencana ini.
"Kalian siap melakukan tugas ini?" tanya Ronald.
"Siap tidak siap. Rela tidak rela. Kita tidak punya pilihan. Demi Darren kita semua siap." Raka berucap dengan penuh penekanan.
"Iya," saut yang lainnya.
"Kita berdoa untuk Darren. Semoga Darren dalam keadaan baik-baik saja," ucap Steven.
"Semoga adikku baik-baik saja. Dan semoga traumanya tidak muncul ketika kita semua tidak ada di sampingnya."
Nuria berucap sambil berlinang air mata sembari membayangkan kondisi adiknya ketika dirinya dan anggota keluarganya harus berpura-pura membencinya.
"Sudah... Sudah! Hapus air mata kalian. Sebentar lagi Darren dan Chello akan keluar dari kamar. Jangan sampai mereka melihat kita menangis. Bisa-bisa rencana kita gagal!" seru Robert.
***
Di dua markas yang berbeda telah terjadi peperangan. Marco, Devano, Alfin, Willy, Barra, Chico dan para mafiosonya menghajar dan pembantaian habis-habisan para musuh-musuhnya.
Baik Marco, Devano, Alfin, Willy, Barra, Chico maupun para mafiosonya membunuh semua anggota Merry tanpa ampun. Mereka membunuh dengan cara menembak, memanah, menebas bagian anggota tubuh para anggota Merry. Bahkan mereka juga menggunakan boom hasil rakitan mereka dengan cara melemparkan boom tersebut ke setiap ruangan yang ada di dalam markas.
BAGH! BUGH!
DUAGH!
__ADS_1
SREEKK! CTASS!
JLEB! DOR! DOR!
TUK! KREETT!
Semua anggota Merry mati dengan sangat mengerikan dengan bagian anggota tubun yang hangus dan ada juga yang terbelah menjadi beberapa bagian.
***
Di sebuah rumah mewah tapi tidak terlalu mewah terlihat para anggota keluarga Merry tengah berkumpul dan makan siang bersama. Di rumah itu juga ada Andara. Merry membawa Andara ke rumah keluarganya.
Andara dan keluarga Merry sangat menikmati makan siang mereka sehingga mereka tidak menyadari bahwa nyawa mereka sedang terancam.
Ketika Andara dan keluarga Merry tengah menikmati makan siangnya. Garvin, Zidan dan para anggota mafianya kini telah berhasil menyusup masuk ke dalam rumah melalui pintu samping. Mereka masuk tanpa terdengar suara sama sekali sehingga Andara dan keluarga Merry tidak mengetahui dan juga tidak mendengarnya.
Setelah Garvin, Zidan dan para anggotanya menguasai setiap sudut rumah keluarga Merry sehingga bisa dipastikan tidak ada satu pun yang bisa lolos maupun melarikan diri dari kepungan anggota Garvin dan Zidan.
"Wah, sedang makan enak ternyata!" seru Garvin.
Mendengar seruan dari Garvin membuat Andara dan anggota keluarga Merry secara bersamaan menolehkan wajahnya melihat kearah Garvin.
Seketika Andara dan keluarga Merry terkejut dan juga ketakutan ketika melihat Garvin dan Zidan yang datang dengan banyak orang. Serta lengkap dengan senjata di tangan masing-masing.
"Hallo, tante Andara!" seru Zidan.
Andara yang sudah mengenal dengan keempat sahabatnya Darren terkejut ketika melihat salah satu sahabat Darren berada di rumah sahabatnya Merry.
"K-kau...," tunjuk Andara.
"Kenapa tante? Apakah tante terkejut melihatku ada disini? Atau tante terkejut karena aku tahu bahwa tante telah bebas dari penjara. Ach, lebih tepatnya. Dibebaskan oleh perempuan berinisial MR. Perempuan itu tak lain adalah Merry Romero."
DEG!
"Mau apa kalian kemari, hah?!" teriak Andara.
"Tentu saja ingin melenyapkanmu, nyonya Andara." Garvin menjawab dengan wajah dingin dan tatapan tajamnya.
"Hahahaha." Andara tertawa.
"Kalian tidak akan bisa dan tidak akan tega membunuhku. Bagaimana pun aku adalah ibu dari Michel Austin. Jangankan kalian. Anak sialan itu saja tidak berani menyentuhku!" teriak Andara dengan suara lantangnya.
DOR! DOR!
DOR! DOR!
"Aakkkhhh!" teriak Andara.
BRUUKK!
Zidan dan Garvin seketika memberikan tembakan masing-masing dua peluru di kedua kaki Andara sehingga membuat Andara terjatuh di lantai.
"Itu suatu bukti bahwa kami berani dan tidak ada kata takut untuk membunuh perempuan sepertimu," ucap Zidan.
"Kalian! Bunuh mereka semua!" teriak Garvin sambil menunjuk kearah anggota keluarga Merry yang kini tengah ketakutan.
"Baik, King!"
"Kalian! Bawa perempuan itu ke halaman depan rumah," perintah Zidan kepada mafiosonya.
"Baik, Prince!"
Para mafioso mereka pun langsung menjalankan tugas mereka. Para mafioso Garvin membunuh semua keluarga Merry. Dan dua mafioso Zidan membawa paksa tubuh Andara ke halaman depan rumah.
BRUUKKK!
__ADS_1
Tubuh Andara didorong kuat hingga tersungkur di tanah. Garvin dan Zidan menatap penuh amarah Andara.
DOR! DOR!
Zidan memberikan dua tembakan tepat ke dua paha Andara sehingga membuat Andara kembali berteriak.
"Dua tembakan itu untuk sahabatku Chello. Kau menyakiti sahabatku karena dia telah mengetahui tentang rencanamu dan Merry. Kau menyuruh orang untuk mencelakai sahabatku ketika dalam perjalanan menuju rumah sahabatku Darren."
FLASHBACK ON
"Chello, katakan pada kami. Siapa yang melakukan hal ini padamu?" tanya Darren.
"Tante Andara. Tante Andara dan anak buahnya Merry," jawab Chello.
"Merry," ucap Darren dan Zidan bersamaan.
"Siapa Merry? Kenapa dia mengusik kita?" tanya Zidan.
"Nama panjangnya adalah Merry Romero. Dan jika disingkat menjadi MR. Kau masih ingatkan Ren, ketika kau melihat isi flashdisk yang diberikan oleh om Julian?" tanya Chello.
Darren berpikir sejenak. Dan detik kemudian, Darren pun ingat tentang flashdisk itu.
"Ya, aku ingat. Aku baru saja melihat isi flashdisk itu bersama Zidan dan anggota keluargaku. Andara bekerja sama dengan Merry untuk membalaskan dendamnya," jawab Darren
"Iya. Tapi disini yang yang berniat untuk membalas dendam itu adalah Merry. Seperti yang sudah aku katakan padamu ketika aku menghubungi beberapa jam yang lalu. Merry sakit hati terhadap tante Clarissa. Sekali pun tante Clarissa sudah meninggal, tapi perempuan itu masih belum puas. Dia tetap membalaskan sakit hatinya melalui kamu karena kamu adalah putra kesayangan dari tante Clarissa."
Mendengar perkataan dari Chello membuat Darren marah. Begitu juga dengan Zidan.
FLASHBACK OFF
"Kau sudah salah mencari lawan, nyonya Andara!" seru Garvin.
Garvin menolehkan wajahnya melihat kearah Zidan. Begitu juga dengan Zidan. Kemudian keduanya saling melemparkan senyuman. Lebih tepatnya senyuman iblis.
Dan setelah itu, Garvin dan Zidan mengarahkan senjata mereka kearah Andara. Garvin mengarah ke kepala Andara. Sementara Zidan mengarahkan ke jantung Andara.
"Ucapkan selamat tinggal pada dunia ini Andara!" seru Garvin dan Zidan bersamaan.
DOR! DOR! DOR!
DOR! DOR! DOR!
Tiga peluru menembus kepala dan jantung Andara.
"GAME OVER," ucap Garvin.
"I AM WINNER," ucap Zidan.
Dan beberapa detik kemudian, para mafioso merek kembali menghadap mereka berdua.
"Bagaimana?" tanya Garvin.
"Sesuai dengan perintahmu, King!"
"Bagus."
"Bakar rumah itu!"
"Baik, Prince!"
Mereka pun membakar rumah milik keluarga Merry. Garvin dan Zidan tersenyum kemenangan ketika melihat kobaran api yang melalap rumah milik Merry beserta mayat anggota keluarganya.
"Ayo, kita pergi!" seru Zidan.
Zidan, Garvin dan para anggota mafianya pergi meninggalkan lokasi tersebut.
__ADS_1