
[Kediaman Parvez]
Arinda berada di kamarnya Ataya. Saat ini Arinda sedang duduk di tempat tidur milik Ataya dengan memegang bingkai foto Ataya bersama Darren.
Arinda sudah mengetahui semuanya dari kedua orang tua kandungnya dan kedua kakaknya. Dari mulai pertemuan Ataya dengan Darren ketika duduk di bangku SMP, pengusiran Darren dari keluarga Austin karena fitnah seseorang, kecelakaan yang dialami Darren, pertemuan kedua Ataya dengan Darren, terjalinnya hubungan asmara antara Ataya dengan Darren, rasa kesepian, rasa rindu Ataya terhadap kedua orang tuanya dan kedua kakaknya sampai kematian tragis Ataya.
Mendengar semua cerita dari kedua orang tua kandungnya dan kedua kakaknya membuat Arinda merasakan sesak di dadanya.
"Hai, Ataya! Apa kabar? Kenalkan aku Arinda, saudari kembar kamu. Aku senang lo punya saudari kembar kayak kamu. Walaupun kamu sudah nggak ada. Aku bahagia menjadi bagian keluarga Parvez dan menjadi saudari kembar kamu."
Arinda berbicara dengan menatap sendu foto Ataya disertai jari-jari tangannya mengusap-ngusap lembut foto wajah Ataya.
"Ataya, aku mau mengucapkan satu kata padamu. Maafkan aku karena telah menyakiti Darren. Maafkan aku karena sudah menuduhnya yang telah membantai seluruh anggota keluarga Bernard. Maafkan aku karena sudah menuduh Darren yang telah merebut Perusahaan Papi angkatku."
"Aku berjanji padamu, Ataya! Aku akan memperbaiki hubunganku dengan Darren. Aku akan meminta maaf atas sikap burukku beberapa hari ini kepada Darren. Doakan aku Ataya agar usahaku berhasil dan Darren mau memaafkan kesalahanku."
Tanpa diketahui oleh Arinda. Kedua orang tuanya dan kedua kakaknya menguping dan mendengar setiap perkataannya ketika sedang berbicara dengan Ataya melalui bingkai foto Ataya bersama Daren. Mereka menangis ketika mendengar setiap perkataan Arinda.
Setelah merasa puas melihat, menguping dan mendengar semua perkataan Arinda. Kedua orang tuanya dan kedua kakaknya memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya Ataya.
"Mami sangat yakin bahwa Darren akan memaafkan kesalahanmu, sayang!" seru Claudia.
Arinda terkejut ketika mendengar suara ibunya dan langsung mengalihkan perhatiannya untuk melihat kearah ibunya. Dan dapat dilihat olehnya, ibunya datang bersama ayah dan kedua kakaknya. Kedua orang tuanya dan kedua kakaknya itu tersenyum tulus padanya.
"Papi, Mami, kak Nathan, kak Azka." Arinda menyapa kedua orang tuanya dan kedua kakaknya.
Pandangan mata Zaidan, Claudia, Nathan dan Azka langsung tertuju pada wajah Ataya yang ada di dalam bingkai foto itu. Dan detik kemudian, air mata mereka keluar tanpa diminta membasahi wajah mereka.
"Ataya sayang. Mami kangen kamu, Nak! Kamu apa kabar sayang. Maafkan Mami... Hiks," isak Claudia.
"Papi kangen kamu, Nak! Kangeenn banget. Apa kamu bahagia disana? Kamu tidak pernah lagi datang ke mimpi Papi. Apa kamu tidak sayang lagi sama Papi?"
__ADS_1
"Hai, dek! Ini kakak Nathan. Kakak kangen kamu. Jika kamu disini maka kebahagiaan kakak akan bertambah dua kali lipat karena kakak punya dua adik perempuan."
"Ataya adek perempuannya kakak. Kakak kangen kamu, dek! Benar apa kata Papi. Kamu nggak pernah datang lagi ke mimpi kakak. Apa kamu udah nggak sayang kakak lagi? Atau kamu sudah merasakan kebahagiaan di rumah baru kamu?"
Melihat dan mendengar ucapan serta isakan dari kedua orang tuanya dan kedua kakaknya membuat hati Arinda sakit. Arinda menatap wajah kedua orang tuanya dan kedua kakaknya secara bergantian.
"Pi, Mi, Kak! Sudah ya. Kalian jangan sedih lagi. Kalau kalian sedih kayak gini. Kasihan Ataya nya. Ataya juga bakal sedih di atas sana. Kita ambil hikmahnya aja dari kejadian yang merenggut nyawa Ataya. Jika kalian selalu ada untuk Ataya. Jika kalian selalu ada di rumah dan membagi waktu bersama Ataya. Maka kalian juga akan ikut menjadi korban dalam kejadian pembantaian itu. Jika hal itu benar-benar terjadi. Aku tidak akan tahu kalau aku memiliki saudari kembar, aku tidak akan tahu bahwa aku hanya anak angkat keluarga Bernard, aku tidak akan tahu bahwa kalian adalah keluarga kandungku. Begitu juga dengan kalian."
Mendengar penuturan dari Arinda. Zaidan, Claudia, Nathan dan Azka terdiam. Di dalam hati mereka masing-masing membenarkan apa yang dikatakan oleh Arinda. Seharusnya mereka bahagia dan bersyukur akan keselamatan nyawa mereka.
Tapi mereka tidak bisa pungkiri. Di dalam hati mereka masih tersimpan rasa bersalah dan penyesalan yang begitu besar terhadap kesayangan mereka yaitu Ataya Parvez. Sampai detik ini, rasa bersalah, rasa penyesalan dan rada rindu terhadap Ataya begitu besar. Walaupun mereka hampir setiap hari mengunjungi makam Ataya dan menangis disana. Rasa bersalah, rasa penyesalan dan rada rindu mereka tetap tidak pernah hilang.
***
Seluruh anggota keluarga kini berkumpul di kediaman keluarga Austin. Baik itu keluarga Smith maupun keluarga Fernandez.
Bukan hanya keluarga Smith dan keluarga Fernandez saja yang ada di kediaman keluarga Austin. Ketujuh sahabat-sahabatnya Darren juga berada disana.
Untuk Raka Austin, putra sulung dari Felix Austin dan Clarissa Austin juga sudah berada di rumah. Raka memohon pada keluarganya untuk pulang dan dirawat di rumah saja.
Kini mereka semua berada di ruang tengah. Sementara Raka berada di dalam kamarnya sedang istirahat. Yang menemani Raka adalah Velly, Nasya, Jerry dan Lory.
"Darren. Sekarang jelaskan semuanya sama om. Siapa yang menjadi saingan dan dalang penculikan kakak-kakak kamu?" tanya Erland.
Mereka semua menatap Darren. Dan menunggu Darren untuk mengatakan orang yang sudah berani berbuat buruk kepada cucu, anak, keponakan, adik dan kakak mereka.
Darren mengalihkan perhatiannya melihat kearah Zidan. Zidan yang mengerti arti tatapan Darren langsung mengangguk.
"Yang menjadi saingan juga musuh om Erland, om Ronald dan om Steven adalah dari Perusahaan DG'CR COMPANY, Perusahaan HR'** dan Perusahaan LN'Troye."
Mendengar penuturan dari Zidan membuat Erland, Ronald dan Steven benar-benar marah. Ketiganya sangat tahu dengan nama Perusahaan yang disebut oleh Zidan barusan. Perusahaan itu sangat-sangat ingin menjatuhkan Perusahaan miliknya. Baik Erland, Ronald maupun Steven hafal betul tabiat buruk akan Rivalnya itu.
__ADS_1
"Apa kamu sudah mendapatkan latar belakang keluarga ketiga Perusahaan itu, Nak?" tanya Robert kepada Zidan.
"Sudah opa. Aku dan Reno sudah mendapatkan latar belakang keluarga dari ketiga Perusahaan yang menjadi saingan om Erland, om Ronald dan om Steven."
"Siapa sayang? Dari keluarga mana ketiga Perusahaan itu?" tanya Ronald.
"Perusahaan DG'CR COMPANY adalah Perusahaan milik keluarga Christopher. Perusahaan HR'** adalah Perusahaan milik keluarga Jordan dan Perusahaan LN'Troye adalah milik keluarga Troye." Zidan menjawab pertanyaan dari Ronald dengan menyebut nama Perusahaan dan juga nama keluarga.
Mendengar jawaban dari Zidan membuat Erland, Ronald dan Steven tersenyum di sudut bibir mereka masing-masing.
Ronald menatap kearah kakaknya yaitu Erland. Setelah itu, Ronald mengalihkan perhatiannya untuk melihat kearah Steven. Dan detik kemudian, terlihat senyuman menyeringai di bibir masing-masing.
"Sudah waktunya untuk kita menunjukkan siapa kita yang sebenarnya kepada musuh kita kak!" seru Steven.
"Kau benar Steven. Sudah waktunya untuk kita menunjukkan siapa kita sebenarnya. Selama ini kita selalu diam dan tidak pernah ikut campur setiap apa yang mereka lakukan karena mereka tidak mengusik kita dan keluarga kita." Erland berbicara dengan wajah dinginnya.
"Sekarang mereka telah berani mengusik kita melalui anak perempuan kita," ucap Ronald.
"Dan kita akan membalasnya dengan mengusik keluarga mereka," sela Steven.
Mendengar perkataan dan melihat wajah dingin ayah, paman, adik dan kakak mereka membuat mereka semua seketika merinding.
Selembut dan seramah apapun mereka. Jika mereka sudah melihat kemarahan dan aura yang tak mengenakkan dari Erland, Ronald dan Steven. Mereka tetap akan merasakan ketakutan.
"Baiklah. Masalah ini biarkan menjadi urusan kami. Kalian jangan ada yang ikut campur dan masuk dalam masalah ini," sahut Erland.
"Baik, Pa!"
"Baik, Om!"
"Tunggu kehancuran kalian," batin Erland, Ronald dan Steven.
__ADS_1
Setelah itu, baik Erland, maupun maupun Steven menghubungi tangan kanannya dan memerintah tangan kanannya mempersiapkan untuk penyerangan keluarga Christopher, keluarga Jordan dan keluarga Troye nanti malam. Begitu juga dengan Perusahaan.