REVENGE

REVENGE
Kembali Menghadapi Lawan


__ADS_3

Zidan dan Reno sudah berada di rumah Darren. Dan kini mereka semua berada di ruang tengah.


Setelah mendengar cerita dari Darren. Baik keluarga Smith, keluarga Austin dan keluarga Fernandez semakin penasaran akan sosok perempuan yang berinisial MR yang telah membebaskan Andara dari penjara.


Saat ini Zidan dan Reno sedang berkutat dengan laptop milik mereka masing-masing. Begitu juga dengan Darren.


Zidan meminta Darren untuk menghidupkan laptopnya juga. Sementara yang lainnya memperhatikan ke layar laptop milik Zidan, Darren dan Reno bergantian.


Beberapa menit kemudian...


"Berhasil!" seru Reno.


Mendengar seruan dari Reno. Darren dan yang lainnya melihat kearah layar laptop milik Reno.


"Bos. Fokuslah ke layar laptop kalian masing-masing. Untuk video dan file tersebut akan segera terbuka," sahut Reno yang matanya masih fokus menatap layar laptopnya dan jari-jari tangannya bermain-main di atas keyboard dan mouse.


Mendengar perkataan dari Reno. Darren dan Zidan pun kembali menatap layar laptop mereka masing-masing. Ketika keduanya melihat kearah layar laptopnya. Di layar laptop tersebut terpampang dua folder besar yang bertuliskan video dan file.


"Apa-apaan ini," ucap Darren ketika folder yang bertuliskan file hilang. Dan yang tersisa hanya folder yang bertuliskan video.


"Kenapa menghilang?" tanya Zidan.


"Reno, ada apa?" tanya Darren.


Darren, Zidan dan yang lainnya masih setia menatap ke layar laptop. Mereka semua bingung dengan folder yang bertuliskan file itu tiba-tiba menghilang.


"Bos, tenanglah. Folder yang bertuliskan file itu tidak hilang. Aku menggabungkan folder itu menjadi satu dengan folder yang bertuliskan video. Jadi dengan begitu kita bisa leluasa melihatnya."


Mendengar penjelasan dari Reno membuat Darren, Zidan dan yang lainnya bernafas lega.


"Bos Darren, Bos Zidan. Sekarang klik yang tombol warna hijau. Klik dua kali," pinta Reno.


Tanpa pikir panjang lagi. Zidan dan Darren langsung mengklik tombol hijau itu dua kali. Butuh beberapa detik untuk folder itu terbuka.


Tepat di detik kelima. Folder itu pun terbuka. Di folder itu memperlihatkan beberapa kejadian. Mulai dari pembunuhan, penggelapan dana Perusahaan, penyuapan, penyelundupan narkoba dan persenjataan dan perdagangan anak-anak.


Di dalam folder itu juga terpampang sekitar 500 orang yang menjadi pekerjanya.


"Darren berhenti disitu!" seru Clara ketika matanya melihat sosok yang sangat familiar.


Seketika Darren menghentikan tepat di sosok perempuan yang dilihat oleh Clara.


"Darren. Tolong diperbesar gambar itu sayang," pinta Clara.


Darren pun langsung memperbesar gambar sosok perempuan itu. Ketika gambar itu membesar dan terlihat wajah dari sosok tersebut. Seketika Clara membelalakkan matanya.


"Merry Romero!"


Mereka semua melihat kearah Clara. Setelah itu kembali menatap ke layar laptop.


"MR! Merry Romero! Berasal dari keluarga Romero," ucap Darren. Seketika terukir senyuman di sudut bibirnya.


"Kamu kenal dengan perempuan itu sayang?" tanya Steven.


"Iya. Dia adalah mantan sahabat Kak Clarissa," jawab Clara.


"Mantan sahabat?" tanya mereka kompak.


"Maksud tante?" tanya Nuria.


"Mama kalian dan perempuan itu dulu bersahabat. Kemana-mana selalu bersama-sama. Bahkan Mama kalian selalu membantu perempuan itu. Setelah bersahabat selama 5 tahun. Namun tiba-tiba perempuan itu memutuskan hubungan persahabatannya dengan Mama kalian. Informasi yang tante dapatkan perempuan itu memusuhi Mama kalian karena rasa cemburu dan rasa sakitnya terhadap Mama kalian."


"Hubungannya apa?" tanya Afnan.


"Perempuan itu mencintai Papa kalian," jawab Clara.


"Apa?" Saskia, Nuria, Marco dan Afnan terkejut.

__ADS_1


"Perempuan itu mencintai Papa kalian. Sementara Papa kalian memilih Mama kalian," ucap Clara.


"Balas dendam yang sempurna," ucap Darren.


Ketika mereka semua tengah memikirkan untuk menyingkirkan Merry, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan suara bell yang berbunyi secara bertubi-tubi.


TING! TONG!


TING! TONG!


TING! TONG!


Seorang pelayan langsung berlari untuk membukakan pintu.


Detik kemudian...


"Ren," panggil Chello.


BRUUKK!


Chello jatuh tak sadarkan diri ketika sampai di pembatasan antara ruang tamu dan ruang keluarga.


Baik Darren maupun seluruh anggota keluarganya melihat kearah Chello.


"Chello!" teriak Darren dan Zidan.


Darren dan Zidan langsung menghampiri Chello. Keduanya menatap khawatir Chello. Begitu juga anggota keluarga Darren.


Darren mengangkat kepala Chello dan meletakkan di atas pahanya.


"Chel... Chello... Hiks," isak Darren.


"Chello... Hiks," ucap Zidan disela isakannya.


PUK!


PUK!


"Chello, bangun... Hiks," isak Darren.


"Darren." Saskia mengusap lembut punggung adiknya dan berusaha menenangkan adiknya.


Nuria memeriksa keadaan Chello. Dirinya juga tidak ingin terjadi sesuatu terhadap Chello.


Baik dirinya maupun seluruh anggota keluarga Smith sangat menyayangi keempat sahabat-sahabatnya Darren.


Setelah selesai memeriksa keadaan Chello. Dan mengetahui kondisi Chello. Seketika terukir senyuman manis di bibir Nuria.


Nuria melihat kearah adiknya yang saat ini tampak kacau. Nuria menggenggam erat tangan adiknya itu.


Merasakan tangannya digenggam oleh kakak keduanya. Darren menolehkan wajahnya melihat kearah kakaknya itu.


"K-kakak," lirih Darren.


"Tenang, oke! Chello baik-baik saja. Kamu tidak perlu khawatir. Tidak ada luka serius." Nuria berbicara dengan lembut kepada adiknya.


"Kakak tidak bohongkan? Chello benaran baik-baik saja kan Kak?" tanya Darren dengan menatap khawatir wajah Chello.


"Iya, sayang. Sahabat kamu baik-baik saja," jawab Nuria.


"Ya, sudah! Lebih baik bawa Chello ke kamar tamu," sahut Robert.


Setelah itu, Zidan, Vito, Devano dan Willy mengangkat tubuh Chello dan membawa Chello ke kamar tamu.


^^^


Kini Chello sudah berada di kamar tamu. Chello temani oleh Darren dan Zidan. Sementara anggota keluarganya berada di ruang tengah bersama dengan Reno.

__ADS_1


Reno masih berkutat dengan laptop miliknya. Reno memiliki filling jika masih ada ada informasi lain yang belum dibongkar dari folder tersebut.


"Ren," panggil Zidan.


Darren menolehkan wajahnya melihat kearah Zidan. "Ada apa?" Darren bertanya dengan nada lesunya.


"Apa kau mencurigai perempuan itu yang telah melukai Chello?" tanya Zidan.


"Aku tidak tahu. Tapi jika benar perempuan itu yang melakukannya. Maka aku bersumpah aku akan membunuhnya," jawab Darren.


"Lalu bagaimana dengan mantan tantemu, Andara? Aku yakin jika dia ikut andil dalam melukai Chello."


"Kita tunggu Chello sadar dulu. Setelah Chello sadar nanti kita bisa tanyakan langsung padanya," jawab Darren dengan menatap Chello.


TOK!


TOK!


Darren dan Zidan mendengar suara ketukan pintu dari luar. Dan setelah itu, pintu itu dibuka.


CKLEK!


"Bos."


Reno melangkah memasuki kamar dimana ada Darren, Zidan dan Chello.


"Ada Reno?" tanya Darren ketika melihat tangan kanannya sudah berada di dalam kamar.


"Aku sudah mendapatkan semuanya, Bos! Jika Bos ingin menyelesaikan masalah ini. Kita bisa melakukannya sekarang juga."


Mendengar perkataan dari Reno. Darren dan Zidan menatap tepat di manik Reno.


"Reno, kamu..."


"Iya, Bos! Besok pukul 12 siang nyonya Andara dan perempuan itu akan mendatangi lima Perusahaan besar. Kelima perusahaan itu adalah Perusahaan milik keluarga Smith, perusahaan keluarga Austin, perusahaan keluarga Fernandez, perusahaan milik keluarga Fidelyo, perusahaan keluarga Abraham yang sekarang berubah DRN GRUP dan perusahaan milik Bos sendiri yaitu DRN'CORP dan DRN'Smith."


"Ada yang akan dilakukan oleh kedua perempuan iblis itu?"


"Mereka ingin menghancurkan kelima perusahaan itu dengan cara membunuh semua karyawan. Setelah itu, mereka akan membakar habis kelima perusahaan itu. Baik nyonya Andara maupun perempuan yang bernama Merry itu berbagi tugas. Andara bertugas dalam pembantaian itu. Sementara perempuan yang bernama Merry akan langsung keluarga Smith dengan tujuan ingin memfitnah Bos didepan anggota keluarga Smith."


Mendengar penjelasan dari Reno seketika ekspresi wajah Darren berubah.


"Baiklah. Berapa jumlah mereka semuanya?"


"Mereka tidak banyak Bos. Saat aku melihat di komputerku. Jumlah kelompok dari Merry berjumlah sekitar 1000 orang. Dan aku juga sudah melacak tempat mereka berkumpul. Ada dua tempat yang mereka jadikan sebagai markas."


"Bagus. Ini peluang bagus untuk kita. Baiklah! Sekarang kalian kembali ke markas. Persiapkan sekitar 2000 mafioso. Bawa sekitar 100 mafioso dari SCORPIO. Serang dua markas kelompok perempuan itu. Bunuh mereka semua tanpa sisa satu pun. Dan bunuh juga anggota keluarga dari perempuan itu jika perempuan itu memiliki anggota keluarga. Urusan perempuan itu biar menjadi urusanku."


"Baik, Bos!"


"Baik, Ren!"


Zidan dan Reno pun pergi untuk menjalankan perintah dari Darren.


"Zidan, Reno." Darren memanggil keduanya.


"Iya, Ren!"


"Hati-hati. Jangan sampai kalian terluka. Begitu juga dengan yang lainnya. Sampaikan juga kepada Barra dan Chico."


Zidan tersenyum mendengar perkataan dari Darren. Zidan sangat paham betul akan ketakutan Darren terhadap dirinya dan yang lainnya.


"Baiklah."


Setelah itu, Zidan dan Reno pun pergi meninggalkan Darren.


"Tuhan. Lindungi mereka. Jangan sampai mereka terluka," doa Darren di dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2