
Michel menatap kearah para mafioso SCORPIO. "Bawa mereka pergi dari sini."
Setelah itu, para mafioso itu pun membawa Arnold, Andara, Marissa suaminya dan anak-anaknya.
"Michel, tidak!" teriak Andara.
BRUUKK!
Seketika tubuh Michel jatuh terduduk di lantai yang dingin. Melihat hal itu membuat hati Rafael sedih. Begitu juga Dara dan Jerry. Bagaimana pun mereka sangat menyayangi Michel.
Darren melepaskan topengnya. Begitu juga dengan keempat sahabatnya. Kemudian Darren melangkahkan kakinya menghampiri Michel. Dan diikuti oleh keempat sahabatnya dan keluarga Austin.
Darren berjongkok di hadapan Michel. Dapat dilihat oleh Darren tatapan kekecewaan dan juga kemarahan untuk ibunya.
"Apa kau tahu semuanya?" tanya Darren.
"Iya. Aku tahu semuanya," jawab Michel lirih.
"Katakan. Apa saja yang kau ketahui?" tanya Darren lagi.
"Aku mendengar semua yang kalian bicarakan saat itu. Baik ketika kalian berada di rumah kamu maupun kalian yang sudah pulang dari rumah kamu. Aku mendengar salah satu percakapan kalian mengatakan bahwa aku bukan anak kandung Papa melainkan aku anak kandung dari kedua iblis itu. Ketika mendengar hal itu. Aku benar-benar hancur."
"Jadi gara-gara itu dua hari kamu gak mau bicara dan banyak berdiam diri di kamar?" tanya Jerry.
Michel tidak menjawab. Justru Michel menundukkan kepalanya. Melihat keterdiaman Michel membuat mereka iba.
"Lalu apa lagi?" tanya Darren.
"Dua hari kemudian ketika aku pulang dari Kampus. Aku mendengar pembicaraan kalian di ruang tengah. Kalian sedang membahas masalahku. Om Felix memberitahu Papa, Kak Dara dan Kak Jerry bahwa aku bukan putra kandung Papa dan bukan adik kandung Kak Dara dan Kak Jerry. Dan om Felix meminta Papa, Kak Dara dan Kak Jerry untuk tidak membenciku. Mendengar hal itu, hati aku kembali sakit. Tanpa sepengetahuan kalian. Aku pergi dari rumah dan menyewa sebuah Apartemen untuk satu bulan."
"Dihari ketiga aku menginap di Apartemen. Mama tiba-tiba menghubungiku dan mengajak ketemuan. Katanya ada sesuatu yang ingin dibicarakannya kepadaku. Karena rasa penasaranku. Aku pun mengiyakannya."
FLASHBACK ON
Michel telah sampai di sebuah restoran mahal dan terkenal. Sesampainya di depan restoran itu. Michel pun melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam.
__ADS_1
Saat Michel tiba di dalam. Michel melihat ibunya bersama laki-laki lain. Dan Michel dapat melihat bahwa ibunya tampak begitu akrab dengan laki-laki tersebut. Bahkan laki-laki itu menyentuh tangan dan wajah ibunya.
"Siapa laki-laki itu?" tanya Michel pada dirinya sendiri.
"Aku harus pastikan dulu sebelum aku menemui Mama. Aku harus dengar mereka bicara apa," ucap Michel.
Setelah itu, Michel pun mencari tempat duduk lain. Kini Michel duduk tak jauh dari meja yang ditempati oleh ibunya bersama laki-laki lain. Michel pun bisa mendengar dengan jelas apa yang dibicarakan keduanya.
"Ketika Michel datang. Kau harus bisa meyakinkan putramu itu Andara. Buat putramu itu berada di pihak kita," ucap Arnold.
"Tentang sayang. Michel itu anaknya penurut. Selama ini Michel selalu mendengarkan perkataanku dan perintah dariku." Andara menjawabnya.
"Ingat Andara. Kau hanya milikku. Aku mengizinkanmu menikah dengan Rafael karena niat kita untuk menguasai kekayaan keluarga Austin. Dan aku melarangmu untuk jatuh cinta kepada Rafael apalagi sampai punya anak darinya. Tapi justru kau malah hamil dan melahirkan anak darinya." Arnold berbicara dengan wajah dinginnya. Arnold masih marah dan kecewa sama Andara.
Michel yang mendengar apa yang dikatakan oleh laki-laki yang bersama ibunya terkejut.
"Ja-jadi aku memang benar anak kandung Papa Rafael. Tapi kenapa Darren mengatakan bahwa aku bukan anak kandung Papa Rafael." Michel saat ini benar-benar bingung dengan masalah yang dihadapi keluarga Austin.
"Sayang. Jangan marah dong. Aku akui aku salah. Tapi setidaknya dengan adanya Michel. Semua rencana kita bisa berjalan lancar. Dari Michel kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan. Kalau aku boleh jujur padamu. Aku sama sekali tidak menginginkan kehadiran anak sialan itu. Asal kau tahu. Aku berniat ingin menggugurkannya ketika dalam kandunganku dulu."
"Ketika Michel datang nanti. Aku akan meminta Michel untuk mencuri berkas kepemilikan Perusahaan RFL CORP. Dan juga aku akan memberikan berkas palsu kepada Michel dan menyuruh Michel memberikan kepada Darren agar Darren menandatangani berkas itu. Jika kita berhasil mendapatkan tandatangan Darren. Aku akan membuang anak sialan itu. Aku sudah tidak membutuhkannya lagi. Dan aku juga akan membunuh laki-laki brengsek itu."
Mendengar perkataan dari ibunya membuat Michel benar-benar marah. Dirinya tidak menyangka jika memiliki ibu yang sangat kejam.
"Jangan harap aku akan mengabulkan keinginanmu itu. Aku lebih baik mati dari pada mematuhi keinginanmu itu perempuan sialan."
Setelah puas mendengar pembicaraan ibunya dengan laki-laki tersebut. Michel pun pergi. Michel memutuskan untuk kembali pulang ke rumah keluarga Austin.
FLASHBACK OFF
Mendengar cerita dari Michel membuat mereka semua menangis terutama Rafael, Dara dan Jerry.
Rafael melihat kearah Darren dan meminta penjelasan kepada keponakannya itu.
"Ren," lirih Rafael.
__ADS_1
"Michel memang putra kandung om. Saat itu aku memang tidak tahu karena tangan kananku mendapatkan informasi yang salah. Setelah tangan kananku mendapatkan bukti selanjutnya yang mengatakan bahwa Michel memang putra kandung om. Aku memutuskan untuk tidak memberitahu kalian. Aku melakukan itu untuk menguji Michel."
"Michel memiliki jiwa penyayang. Dia sangat menyayangi kedua orang tuanya. Apapun akan Michel lakukan untuk bisa membuat kedua orang tuanya bahagia. Karena terlalu sayang dengan orang tuanya. Apa yang dikatakan oleh orang tuanya, Michel selalu nurut, terutama ibunya. Semua perintah ibunya Michel selalu mematuhinya."
"Aku sebenarnya sudah tahu rencana Andara. Andara akan mengatakan kepada Michel bahwa Michel adalah putranya bersama Arnold. Dan Andara akan membawa Michel tinggal bersamanya dan Arnold. Jika Michel tidak mematuhi keinginan Andara, maka Andara akan membunuh ayahnya. Andara sangat tahu bagaimana sayangnya Michel kepada ayahnya. Bukan itu saja. Andara juga akan menyuruh Michel untuk mendekatiku dan meminta tanda tanganku. Jika rencana Andara dan Arnold berhasil. Andara akan mengatakan yang sebenarnya kepada Michel."
Mendengar penuturan dari Darren membuat Rafael, Dara dan Jerry menangis.
Dan detik kemudian...
GREP!
Rafael memeluk putranya. "Maafkan Papa sayang. Maafkan Papa yang tidak mengetahui perasaanmu beberapa hari ini. Pasti kamu kesulitan dan juga bingung harus mengambil sikap seperti apa. Tapi Papa bangga padamu. Kamu telah mengambil keputusan yang benar."
"Hiks... Maafkan aku," ucap Michel.
"Tidak sayang. Kamu tidak salah. Kamu putra Papa yang paling baik."
Darren berdiri dari posisi jongkoknya. Ketika posisi Darren sudah berdiri, tiba-tiba Darren merasakan pusing di kepalanya.
"Aakkhh!" Darren melenguh kesakitan sambil memegang kepalanya.
"Darren!" teriak mereka khawatir.
"Sayang. Kamu kenapa, Nak?" tanya Felix sambil tangannya mengusap lembut kepala belakang putranya.
"Darren," panggil Raka, Satya, Vito, Velly dan Nasya. Mereka menatap khawatir Darren. Begitu juga keempat sahabatnya.
"Bawa duduk Darren nya om," ucap Barra.
Mendengar ucapan dari Barra. Felix pun membawa Darren kembali ke ruang tengah.
Namun belum sempat Felix membawa putranya ke ruang tengah. Tubuh Darren tiba-tiba terhuyung ke belakang. Dan dengan sigap Raka dan Vito menahan tubuhnya.
Dan detik kemudian, tubuh Darren jatuh dan langsung ditahan oleh Raka dan Vito.
__ADS_1
"Darren!" teriak mereka semua ketika melihat Darren yang sudah tak sadarkan diri.