
Pagi yang mendung menyelimuti kota Australia yang sudaah memasuki musim dingin. Dinginnya udara tidak menyulutkan semangat orang-orang untuk bekerja.
Waktu sudah menunjukkan pukul 6 pagi. Sementara Darren masih setia bergelut dengan selimutnya yang hangat hingga terdengar suara dari luar kamarnya berteriak membangunkannya. Orang itu Adalah Vito.
"Darren. Ayo, bangunlah sayang! Bukankah hari ini adalah hari dimana kamu akan memperkenalkan dirimu sebagai Presdir baru di Perusahaan AYJ CORP!"
"Ah! Iya, Kak!" teriak Darren dari dalam kamarnya sambil merentangkan kedua tangannya di atas kasur.
Beginilah kegiatan Darren setiap pagi, karena membuantya bersemangat untuk bekerja. Semenjak ketiga kakaknya itu memutuskan untuk tinggal bersamanya di rumahnya membuat hidup Darren makin berwarna.
Baik Lory maupun Vito, Velly dan Nasya. Mereka secara bergantian atau secara bersamaan membangunkan Darren dari tidurnya agar adiknya itu tidak terlambat berangkat ke Kantor atau ke Kampus.
Dulu hanya Lory. Sekarang sudah ada Vito, Velly dan Nasya yang menjaga Darren. Kadang-kadang anggota keluarga Austin, keluarga Smith dan keluarga Julian datang mengunjungi mereka berlima. Bahkan mereka semua memutuskan menginap di rumah Darren sehingga rumah Darren tampak ramai.
Kenapa Lory, Vito, Velly, dan Nasya hanya berteriak membangunkan Darren dari luar kamarnya. Alasannya adalah jika mereka masuk ke kamar Darren dan melihat Darren yang masih tertidur itu akan membuat mereka menatap gemas wajah Darren ketika sedang tidur. Bagi mereka semua, wajah Darren seperti anak kecil usia 4 kalau sedang tertidur, lucu dan menggemaskan sekali sehingga membuat mereka lupa tujuan mereka membangunkan Darren.
Darren pun beranjak dari tempat tidurnya untuk menuju kamar mandi.
Setelah 30 menit berada di dalam kamar mandi. Darren keluar dan bersiap untuk berangkat ke Perusahaan.
Setelah selesai dengan setelan jas dan dasi serta sepatunya. Darren pun keluar meninggalkan kamarnya.
^^^
Kini Darren sudah berada di meja makan bersama keempat kakaknya. Kakaknya terlihat tersenyum menatapnya, terutama Vito, Velly dan Nasya.
"Adiknya Kakak tampan sekali pagi ini," puji Vito.
Mendengar pujian dari Vito. Darren tersenyum. "Kakak Vito juga tampan. Tapi aku lebih tampan dari pada Kakak Vito." Darren membalas perkataan kakaknya itu sembari memasukkan potongan nugget ke dalam mulutnya.
Mendengar jawaban dari Darren. Mereka hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala. Awalnya mereka berpikir jika Darren memberikan pujian kepada Vito, namun mereka salah.
Awalnya Darren memuji kakaknya, namun ujung-ujungnya Darren malah menjatuhkan kakaknya dengan membandingkan ketampanannya.
"Iyain aja dech Kak Vito. Nanti kelinci kesayangan kita ini nangis loh," ledek Nasya.
"Is. Kakak Nasya." Darren menatap dengan wajah kesalnya kearah Nasya.
"Hahahaha." mereka tertawa.
***
Arinda sudah sampai di depan kantornya saat ini. Arinda terlihat buru-buru turun dari mobilnya menuju pintu masuk. Saking terburu-burunya. Arinda tak sengaja menabrak seseorang hingga terjatuh. Dokumen yang dibawanya sudah berserakan dimana-mana.
Arinda kuliah sambil bekerja. Sebenarnya Arinda memiliki Perusahaan sendiri. Lebih tepatnya ayahnya mewarisi sebuah Perusahaan besar padanya.
Arinda selama ini merahasiakan jati dirinya sebagai Presdir di Perusahaannya itu. Arinda hanya bekerja di balik layar untuk memantau perkembangan Perusahaannya itu. Jika Arinda akan pergi ke Perusahaanya, Arinda akan menyamar terlebih dahulu sembari memantau dan melihat bagaimana kinerja dan kelakuan para karyawannya.
Perusahaan Arinda itu bernama AR'DA CORP. Perusahaan tersebut berada di posisi nomor sebelas di dunia dan di Australia.
__ADS_1
Bukan itu saja, Perusahaan milik ayahnya yaitu Perusahaan BERNARD GRUP juga berada di posisi sebelas di dunia dan di Australia.
Namun sayangnya, Perusahaan ayahnya BERNARD GRUP telah direbut oleh seseorang. Orang itu tak lain adalah rekan dan juga saingan bisnis ayahnya. Sampai detik ini, baik Arinda maupun tiga tangan kanan ayahnya dan beberapa orang-orangnya belum berhasil menemukan si pelaku tersebut.
Baik Arinda maupun orang-orang kepercayaan ayahnya tidak putus asa. Mereka terus berupaya untuk terus menyelidiki masalah tersebut.
Untuk menghilangkan rasa jenuhnya dan juga untuk menambahkan wawasannya dalan dunia bisnis. Arinda memutuskan bekerja di sebuah Perusahaan terkenal nomor tiga di dunia dan di Australia. Perusahaan itu adalah AYJ CROP.
"AIIISSHHH! Kau kalau jalan pakai mata tidak sih? Lihatlah ini." Arinda berjongkok mengambil dokumen-dokumennya yang berserakan di lantai.
"Seharusnya pertanyaan itu kau tanyakan pada dirimu sendiri, Nona." orang itu menjawab perkataan dari Arinda.
Mendengar suara orang tersebut membuat Arinda terkejut. Di pikirannya saat ini berpikir, "Oh ternyata dia laki-laki. Tapi sepertinya suara itu seperti aku kenal."
Arinda kemudian bangkit dan menatap tajam orang itu. Dan seketika keduanya sama terkejut.
"Kau...,"
Baik Arinda mau orang itu sama-sama saling menunjuk kearah wajah lawan. Arinda menatap tajam orang itu. Dirinya benar-benar kesal akan orang itu.
"Tidak di Kampus. Tidak di Kantor. Sikapnya sama saja. Menyebalkan!" Arinda berbicara dalam hatinya.
Orang yang menbrak Arinda adalah Darrendra Smith. Dan ini adalah kejadian yang ketiga kalinya yang dialami oleh Arinda maupun Darren sendiri.
"Jika ada satu lembar hilang dari dokumen ini. Tamat riwayatmu." Arinda berbicara dengan nada mengancamnya.
"That's your fault, Mr. and, please, back off. I have something to do." Arinda langsung pergi berlalu meninggalkan Darren.
"Penyambutan yang luar biasa." Darren kembali menuju mobilnya.
Semua karyawan sudah bersiap di pintu membentuk dua barisan yang rapi. Jam sudah menunjukkan pukul 10, tetapi Presdir baru itu belum datang.
Arinda sendiri sudah siap sedari tadi. Di sampingnya terdapat kedua temannya selama di Kantor yaitu Alma dan Paula.
"Ya, menurutmu bagaimana penampilan Direktur sekaligus pemilik baru Perusahaan kita ini?" tanya Paula.
"Entahlah. Kita kan belum pernah tahu Dan kita belum pernah melihatnya," jawab Salma.
"Semoga kali Presdir kita kali ini berhati baik. Tidak seperti Presdir yang dulu," ucap Arinda.
"Dan aku dengar-dengar Presdir baru Perusahaan kita ini adalah salah satu cucu dari keluarga Smith!" seru Paula.
Mendengar penuturan dari Paula membuat Salma dan Arinda terkejut. Mereka tahu siapa itu keluarga Smith.
"Benarkah?" tanya Salma.
"Seperti itulah kabar yang aku dengar. Presdir pertama Perusahaan ini bernama Arnold Yoseph Jecolyn. Dikarenakan dendam dari keluarga Smith terhadap keluarga Jecolyn, maka salah satu dari keluarga Smith berhasil merebut Perusahaan ini dan berhasil menyingkirkan si pemilik aslinya." Paula menjelaskan sedikit informasi yang didapat oleh kepada kedua temannya.
"Aku saja belum mengetahui siapa pelaku yang sudah membunuh kedua orang tuaku. Dan sekarang Perusahaan yang sudah direbut oleh keluarga Jecolyn yang tak lain adalah Perusahaan milik Papi sekarang sudah berpindah tangan menjadi milik orang lain. Orang itu berasal dari keluarga Smith." ucap Arinda di dalam hatinya.
__ADS_1
"Sebenarnya siapa itu Darrendra Smith? Apa hubungannya dengan keluarga Jecolyn? Dan kenapa Paula mengatakan bahwa keluarga Smith memiliki dendam dengan Keluarga Jecolyn?"
"Desas-desusnya lagi. Presdir baru kita itu masih muda dan masih lajang loh," sahut Paula.
"Lantas kau mau apa Paula sayang, hum?" Salma mencubit sebelah pipi Paula.
"Ya, siapa tahu kan sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui." Paula menjawab dengan kekehannya.
"Dalam mimpimu, Paula! Sudahlah. Lihat mereka sudah datang." Arinda kemudian mulai membungkuk. Diikuti bersama karyawan yang lain.
Direktur yang selama ini memegang dan memimpin Perusahaan AYJ CROP memasuki pintu lift beserta dengan Presdir baru yang berjalan dengan tatapan dingin.
Mereka berjalan kearah lift dan segera ke ruang konferensi. Karyawan yang tadi membungkuk segera bangun dan menuju gedung konferensi juga.
Direktur tersebut sedang memberi pidato pembuka. Semua yang hadir tampak khidmat mendengarkan. Sesekali mencatat apa yang perlu dicatat.
Sementara Arinda masih berkutat dengan tablet pc nya karena ada beberapa yang harus dirinya kerjakan.
"Arinda, ayo ini saatnya Presdir baru kita naik ke atas panggung."
Arinda pun langsung mematikan tabletnya dan menengok kearah panggung. Betapa terkejutnya ketika dirinya melihat wajah Presdir barunya.
"Sepertinya takdir tak berpihak padaku," batin Arinda. Arinda masih menganga dan mata yang tidak berkedip.
"Yak! Yak! Kenapa?" tanya Salma. Arinda masih tak bergeming.
"Jadi cowok menyebalkan itu Presdir baru Perusahaan ini. Pasti akan terjadi perang jika setiap hari bertemu dengannya," batin Arinda.
"Aku tahu dia tampan, tapi kau tidak usah sampai segitunya, Hyunjin!" seru Paula.
Seketika Arinda tersadar ketika dirinya menatap kearah Darren. Kemudian Arinda memundurkan posisi duduknya sehingga tak bisa dilihat dari arah depan. Arinda memasang wajah bersalah, kesal dan juga dongkol mengingat kejadian tadi pagi.
"Perkenalkan ini Presdir baru Perusahaan kita, tuan Darrendra Austin. Tuan Darren ini pemilik dari Perusahaan AYJ CROP saat ini. Untuk pergantian namanya akan dilakukan satu minggu lagi oleh tuan Darren"
"Selamat pagi semuanya. Saya Darrendra Austin atau bisa juga berubah menjadi Darrendra Smith. Marga Austin itu marga dari Ayah saya. Sementara marga Smith marga dari ibu saya." Darren berbicara sembari membungkukkan badannya.
Setelah memperkenalkan diri kepada para karyawan. Darren pun langsung pergi menuju ruang kerjanya.
^^^
Setiba di ruang kerjanya itu, Darren langsung menghubungi salah satu tangan kanannya yaitu Alex untuk menyiapkan sebuah tempat untuk acara pembukaan Perusahaan barunya sekaligus merubah nama Perusahaan itu menjadi nama DRN GRUP.
Awalnyan, perusahaan AYJ CROP akan diserahkan kepada keempat kakak-kakaknya yaitu Saskia Abraham, Nuria Abraham, Marco Abraham dan Afnan Abraham. Perusahaan itu adalah milik ayah dari keempat kakak-kakaknya itu.
Dikarenakan besarnya kasih sayang mereka, kepedulian mereka, perhatian mereka dan kepercayaan mereka terhadap Darren. Baik Saskia, Nuria maupun Marco dan Afnan memilih Adam untuk menjabat dan menjadi Presdir di Perusahaan AYJ CROP. Keempatnya menyerahkan Perusahaan milik ayah mereka yaitu Nandito Abraham untuk Darren, adik kesayangan mereka.
Darren berencana, di Perusahaan DRN GRUP itu nantinya Darren akan menggabungkan semua Perusahaan-perusahaan yang telah berhasil direbut olehnya menjadi satu sehingga Perusahaan tersebut akan semakin kuat dan maju. Jadi, dengan kata lain hanya akan ada tiga nama Perusahaan yang akan dikelola dan dipimpin oleh Darren.
Tiga Perusahaan itu adalah DRN'CORP, DRN'Smith dan DRN GRUP (gabungan perusahaan Nandito Abraham dan perusahaan para musuh-musuhnya).
__ADS_1