REVENGE

REVENGE
Kehangatan Keluarga Smith


__ADS_3

Sekitar pukul 5 sore Arinda pulang ke rumahnya. Arinda pulang ke rumah dengan tertunduk lesu. Dirinya menyesali perbuatannya tadi pagi yang dianggap kurang sopan kepada Presdir barunya.


Bukan hanya menyesal karena tidak sopan dengan Presdir barunya. Tetapi Arinda juga merasa kesal akan Presdir nya itu. Presdirnya ternyata teman Kampusnya yang sangat menyebalkan baginya.


Jika Arinda tahu yang akan menjadi Presdir baru di Perusahaan tempat dirinya bekerja. Arinda tidak akan bersikap tidak sopan pada Presdirnya itu.


Arinda kembali ingat ketika berada di Perusahaan. Dari mulai siang Arinda berusaha menghindar agar tidak bertemu Darren. Bahkan dirinya tidak keluar makan siang dan badannya di sembunyikan di balik komputer ketika Darren berjalan mengelilingi divisi keuangan.


Namun usahanya gagal. Darren sudah terlebih dahulu melihat ke arahnya.


Seketika Arinda menghempaskan tubuhnya di kasur dan langsung memejamkan matanya. Arinda ingin berusaha melupakan kejadian yang sedari tadi berputar-putar di otaknya.


FLASHBACK ON


"Kerjakan semua berkas-berkas ini dalam waktu satu jam. Setelah selesai, bawa ke ruanganku!" ucap Darren dengan meletakkan setumpuk berkas di meja kerja Arinda.


Sementara Arinda seketika membelalakkan matanya ketika melihat sekitar 20 berkas di atas meja kerjanya.


Arinda menatap kesal ke arah Darren. Dan jangan lupa, mulutnya yang menyumpahi Darren di dalam hatinya.


Ketika Arinda ingin membuka mulutnya untuk sekedar mengajukan protes. Darren sudah terlebih dahulu bersuara.


"Jika semua berkas-berkas ini tidak selesai dalam satu jam, maka aku akan memberikan tambahan lebih banyak lagi dari pada ini sehingga kau berakhir lembur sampai malam," sahut Darren.


Setelah mengatakan itu, Darren pun pergi meninggalkan meja kerja Arinda untuk kembali ke ruangannya.


FLASHBACK OFF


"Benar-benar menyebalkan. Hari pertama menjabat sebagai Presdir baru sudah belagu," ucap Arinda.


***


Di kediamannya, Arinda sedang berperang dengan pikirannya. Sementara disini di kediaman keluarga Smith, Darren sedari tersenyum. Tersenyum bak malaikat maut.


Ketika Darren berada di Perusahaan AYJ CROP beberapa minggu lagi akan diadakan pergantian nama Perusahaan. Darren mendapatkan telepon dari Kakak keduanya yaitu Nuria Abraham. Kakaknya itu menyampaikan kepadanya setelah dari Perusahaan AYJ CROP, dirinya diminta pulang ke kediaman keluarga Smith.


Dan kini Darren berada di kediaman keluarga Smith. Begitu juga Lory. Untuk Vito, Velly dan Nasya kembali ke rumah keluarga Austin.


Kini Darren duduk di sofa ruang tengah. Pikirannya tertuju kepada teman Kampusnya. Dan detik kemudian, kejadian-kejadian saat pertemuan pertamanya dengan gadis menyebalkan itu berputar-putar di pikirannya.


"Sial? Kenapa aku selalu saja bertemu dengan gadis aneh itu? Dan pertemuanku dengannya sudah tiga kali. Bahkan pertemuanku dengannya dengan cara bertabrakan."


"Aish! Apa gadis aneh itu sengaja untuk menarik perhatianku?"


Darren masih berperang dengan pikirannya. Darren memikirkan pertemuannya dengan Arinda teman satu Kampusnya itu sehingga membuat berteriak frustasi.


"Aarrgghhh!"


Mendengar teriakan Darren membuat anggota keluarga Smith terkejut. Mereka semua pun menghampiri Darren yang berada di ruang tengah.


"Sial! Sial! Kenapa aku lagi-lagi bertemu dengan gadis aneh itu? Dan gilanya pertemuanku dengannya sangat-sangat tidak elit dan terlihat sangat buruk."


Anggota keluarga Smith mendengar apa yang diucapkan oleh Darren. Bahkan mereka semua sempat dibuat bingung ketika Darren menyebut 'gadis aneh'.


Baik Saskia, Nuria, Marco maupun anggota keluarga Smith lainnya menatap Afnan dan Naura untuk meminta penjelasan.


Afnan dan Naura yang ditatap dengan tatapan penuh penyelidikan hanya bisa menghela nafasnya. Dan berakhir mereka mengatakan apa yang dialami oleh kelinci kesayangannya itu.


"Yang dimaksud oleh Darren tentang gadis aneh itu adalah teman satu Kampusnya yang tak lain adik kelasku dan Naura." Afnan berbicara sambil matanya menatap kearah Darren yang ada di sofa ruang tengah.


"Baik Darren maupun gadis itu selalu beradu mulut ketika bertemu. Keduanya saling melempar ejekan dan umpatan," ucap Naura.

__ADS_1


Mendengar cerita dari Afnan dan Naura membuat mereka menatap bingung dan juga gemas Darren. Bagi mereka baru kali ini seorang Darreb beradu mulut atau bertengkar dengan seorang gadis.


"Apa yang membuat Darren dan gadis itu selalu beradu mulut ketika bertemu?" tanya Cavitta.


"Yang aku dan Afnan dengar gadis itu menuduh Darren yang sengaja menabraknya ketika berjalan. Sementara dari versi Darren mengatakan bahwa gadis itu yang berjalan tidak melihat ke depan. Gadis itu berjalan sambil pandangan menatap ponsel yang ada di tangannya." Naura menjelaskan kejadian sebenarnya ketika di Kampus dua hari yang lalu.


"Sehingga berakhir keduanya ribut di Kantin dan disaksikan semua para penghuni Kantin. Baik Darren maupun gadis itu saling menyalahkan. Gadis itu meminta Darren untuk meminta maaf dan menggantikan minumannya yang tumpah. Sementara Darren justru menolak mentah-mentah permintaan gadis itu." Afnan berbicara sambil mengingat kejadian tersebut. Afnan tersenyum


"Tidak ada yang mau mengalah. Keduanya sama-sama keras kepala dan saling mempertahankan kebenaran masing-masing," ucap Naura.


"Lalu apa yang terjadi? Gak mungkin kan Darren dan gadis itu terus ribut di Kantin. Bahkan mereka ributnya disaksikan oleh semua penghuni kantin?" tanya Theo.


"Afnan yang menghentikan pertengkaran keduanya," jawab Naura.


"Aku berdiri dari duduk ketika melihat Darren dan gadis itu tidak juga berhenti berperang mulut. Aku langsung membekap mulutnya ketika Darren hendak membalas perkataan gadis itu sehingga membuat Darren menatap kesal padaku. Aku mengatakan kepada Darren kalau aku akan melepaskan bekapan tersebut jika Darren tidak berteriak. Namun ketika aku menjauhkan tanganku dari mulutnya, Darren kembali ingin berteriak. Sebelum hal itu terjadi aku kembali membekap mulutnya." Afnan menjelaskan kejadian itu sembari tersenyum mengingat wajah kesal adiknya.


Mereka semua tersenyum dan geleng-geleng kepala ketika mendengar cerita dari Afnan dan Naura akan kelakuan sikelinci kesayangan mereka itu.


"Eeemmm. Apa gadis itu cantik?" tanya Saskia tiba-tiba. Sementara matanya menatap wajah tampan adik kelincinya itu.


"Sangat cantik," jawab Afnan.


"Sama cantiknya dengan Ataya Parvez," ujar Naura.


"Bahkan saat aku melihat dari dekat. Wajahnya mirip Ataya," sahut Afnan.


Mendengar perkataan Afnan. Mereka semua melihat kearah Afnan. Mereka melihat Afnan yang saat ini menatap kearah Darren.


"Kenapa kamu bisa berbicara seperti itu Afnan?" tanya Marco.


"Aku juga gak tahu Kak. Tapi sungguh. Apa yang aku katakan tadi benar. Wajah gadis itu mirip Ataya. Ketika aku berbicara dengannya sembari meminta maaf akan sikap Darren. Aku sempat melihat tatapan matanya. Tatapan matanya mirip tatapan matanya Ataya." Afnan menjawab pertanyaan dari Marco.


"Sudah! Sudah! Lebih baik sekarang kita menghampiri Darren yang saat ini masih kesal. Lihat tuh!" seru Steven ketika melihat keponakan manisnya masih terlihat kesal sambil menggumam nama teman kampusnya.


Setelah itu, mereka semua pun menghampiri Darren yang berada di ruang tengah.


"Ada apa, hum?" tanya Robert yang sudah duduk di samping cucunya itu.


Mendengar suara kakeknya membuat Darren terkejut. Kemudian Darren mengalihkan perhatiannya melihat kearah samping. Terlihat kakeknya yang tersenyum tulus padanya.


"Tidak ada apa-apa? Kenapa emangnya?" tanya Darren bingung.


Baik Robert maupun anggota keluarga Smith lainnya tersenyum mendengar jawaban dan pertanyaan dari Darren.


"Jawabnya tidak ada apa-apa. Tapi sedari tadi ngomel-ngomel terus," ejek Tamara.


"Siapa dia?" tanya Qenan.


"Apa dia cantik?" tanya Devano.


"Siapa namanya?" tanya Alfin.


"Aish! Apaan sih?" Darren menatap kesal para kakak sepupunya itu.


Melihat kekesalan di wajah Darren itu adalah hal yang sangat menyenangkan bagi mereka semua. Terutama para kakak-kakak sepupunya.


"Bagaimana hasil perkenalkan kamu sebagai Presdir baru di Perusahaan AYJ CROP?" tanya Robert.


"Berjalan lancar," jawab Darren.


"Kapan kamu akan mengganti nama Perusahaan itu menjadi nama DRN GRUP?" tanya Ronald.

__ADS_1


"Dua minggu lagi," jawab Darren.


"Kenapa lama sekali? Kenapa gak lusa aja?" usul Garvin.


"Seminggu ini aku sibuk Kak. Tiga hari sibuk ngurus kegiatan sosial di Kampus. Empat hari berikutnya sibuk dengan DRN'CORP dan DRN'Smith." Darren menjawab pertanyaan dari Garvin.


Mendengar jawaban lengkap dari Darren membuat mereka semua menatap bangga. Mereka benar-benar tidak menyangka jika kesayangannya mereka telah berhasil menjadi CEO yang hebat.


"Tapi ingat. Jangan sampai kelelahan," sahut Clara.


"Jangan sampai tumbang hanya karena tugas menumpuk." Safina juga ikut menasehati keponakannya itu. Walau keponakan dari suaminya. Safina begitu sangat menyayangi Darren.


"Aku akan selalu mendengar dan mengingat semua nasehat kalian. Begitu juga dengan kalian semua. Jangan sakit. Aku tidak mau melihat kalian jatuh sakit. Tetaplah sehat!" Darren berbicara dengan tulus dan jangan lupa senyuman manis tercetak di bibirnya.


Mendengar jawaban, ucapan dan senyuman manis dari Darren membuat hati mereka semua menghangat.


Darren menatap saru persatu wajah keempat kakak-kakaknya. Sementara keempat kakak-kakaknya yang mengerti langsung meresponnya.


"Ada apa? Apa ada yang ingin ditanyakan?" tanya Marco.


"Atau ada yang ingin disampaikan?" tanya Saskia.


Darren tersenyum. "Kak! Perusahaan AYJ CROP itukan aslinya milik Papa Nandito. Aku menyerahkannya pada kalian, karena kalian adalah anak-anaknya. Tapi justru kalian menyerahkan kepemimpinan Perusahaan tersebut padaku. Jika...." Darren menghentikan perkataannya sejenak. Tatapan matanya masih menatap wajah keempat kakak-kakaknya itu.


Ketika Darren ingin melanjutkan perkataannya. Saskia langsung bersuara.


"Kakak tahu apa yang akan kamu sampaikan. Dengarkan kakak, sayang! Perusahaan AYJ CROP itu memang Perusahaan Papa Nandito. Tapi disini kamu dan kelompok kamu yang berhasil merebutnya. Kamu dan kelompok kamu yang berhasil mendapatkan semua bukti kejahatan Arnold selama ini. Jadi sebagai hadiahnya, kakak dan ketiga kakak-kakakmu yang lainnya memberikan perusahaan milik Papa Nandito kepada kamu. Kamu yang lebih pantas memimpin Perusahaan itu."


"Tapi kak...."


"Apa yang dikatakan kak Saskia benar, Ren? Kami menyerahkan Perusahaan milik Papa Nandito untuk kamu sebagai hadiah atas keberhasilan kamu. Kakak mohon kamu jangan berpikir yang aneh-aneh. Kakak tahu saat ini kamu berpikir bahwa kamu itu orang yang egois, orang yang tamak, orang yang serakah dan orang yang ingin menguasai semua perusahaan-perusahaan besar. Kamu tidak seperti itu sayang." Nuria berbicara lembut dengan menatap lekat manik coklat adik laki-lakinya.


"Tapi kak...."


Lagi-lagi perkataan Darren dihentikan oleh kakak-kakaknya. Mereka menatap Darren kesal.


"Tidak ada tapi-tapian, Darrendra Smith! Keputusan kita sudah FINAL!" seru Marco dan Afnan bersamaan.


"Dan kamu adalah Presdir di Perusahaan AYJ CROP. Sekarang dan selamanya!" seru Afnan. menambahkan.


Jujur di dalam hati mereka masing-masing. Mereka benar-benar bersyukur memiliki adik seperti Darren. Dan mereka juga tahu bagaimana sifat, watak, perilaku dan karakter Darren yang sebenarnya. Dan salah satunya adalah Darren yang memiliki sifat sensitif.


"Baiklah, aku akan terima."


Mendengar jawaban dari Darren membuat Saskia, Nuria, Marco dan Afnan tersenyum.


"Itu baru adiknya kakak!" seru mereka kompak.


"Apa boleh aku meminta satu hal dari kak Saskia, kak Nuria, kak Marco dan kak Afnan?"


"Apa itu?" tanya Saskia dan Nuria.


"Katakanlah," ucap Marco dan Afnan.


"Jika nanti aku berikan sesuatu pada kalian. Aku mau kalian menerimanya. Dan aku tidak menerima penolakan sama sekali dari kalian. Bagaimana?" ucap dan tanya Darren dengan menatap wajah keempat kaka-kakaknya.


Mendengar ucapan dan pertanyaan dari adik bungsunya membuat Saskia, Nuria, Marco dan Afnan mau tidak mau menyetujui dan mengabulkan keinginan adik bungsunya itu. Jika keinginan dan permintaan adik bungsunya itu tidak dipenuhi, maka adiknya itu juga tidak akan mau menerima Perusahaan AYJ CROP.


"Baiklah. Kami akan menerima apapun pemberian kamu," jawab Saskia, Nuria, Marco dan Afnan bersamaan.


Seketika Darren tersenyum mendengar jawaban kompak dari keempat kakak-kakaknya.

__ADS_1


__ADS_2