REVENGE

REVENGE
Penyerangan Beruntun


__ADS_3

Setelah mengetahui semua fakta dan kebenaran dari Darren. Baik keluarga Austin, keluarga Smith dan keluarga Julian sepakat akan memulai pembalasan malam ini pukul 12 malam. Pembalasan dimulai dari penyerangan markas SINALOA, penyerangan keluarga Arnold Yoseph Jecolyn, penyerangan keluarga Cassandra dan penyerangan kelompok pendukung dari dua keluarga tersebut.


Dan penyerangan tersebut akan turut serta empat kelompok mafia nomor 1 di dunia. Kelompok mafia milik keempat kakak sepupu Darren.


Baik kelompok mafia milik Darren maupun kelompok mafia milik para kakak-kakaknya dari keluarga Smith sama-sama berada diposisi nomor 1 di dunia. Ketika Darren dan para kakak-kakaknya membentuk sebuah kelompok. Mereka membentuknya dan mendirikannya secara bersamaan.


Kelompok mafia BLOODS yang diketuai oleh Willy. Kelompok mafia KING LATINA yang diketuai Garvin. Kelompok mafia COSA NOSTRA diketuai oleh Devano. Dan Kelompok mafia THE CRIPS diketuai oleh Alfin. Keempat kelompok mafia tersebut masing-masing memiliki 10.000 anggota mafioso.


Sama hal nya dengan kelompok mafia milik Darren. Hanya saja Darren memiliki dua kelompok mafia yaitu BLACK WOLF dan BLACK LION. Dan total jumlah mafiosonya adalah 20.000 mafioso. Ditambah 7000 mafioso dari kelompok mafia SCORPIO yang berhasil direbut oleh Darren karena kelompok mafia itu telah berani mengusik kelompok mafianya.


Jumlah mafioso dari kelompok mafia SCORPIO tersebut diambil dengan merekrut anggota dari para tahanan yang ada di penjara TADMOR. Rencananya hanya 20 orang yang akan direkrut oleh Darren.


Namun Darren, Zidan, Chico, Barra dan Chello berubah pikiran. Ketika berada di penjara TADMOR, baik Darren maupun keempat sahabatnya melihat para tahanan yang memiliki kekuatan yang luar biasa. Mulai dari ahli komputer, ahli bela diri, ahli memanah, ahli menembak dan ahli merakit bom. Ada sekitar 200 tahanan yang menguasai keahlian masing-masing. Dan pada akhirnya, Darren dan keempat sahabatnya merekrut mereka semua.


Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Baik kelompok Zidan, kelompok Barra maupun kelompok Chico dan kelompok Chello kini tengah mempersiapkan segala perlengkapan untuk penyerangan malam ini. Mulai dari pisau lipat, katana, pistol dari berbagai macam jenis sampai senjata-senjata lainnya.


Sementara di markas BLOODS, KING LATINA, COSA NOSTRA dan THE CRIPS juga sedang mempersiapkan segala perlengkapan untuk penyerangan kelompok mafia SINALOA malam ini.


***


Kediaman Jecolyn terlihat seorang pria dan seorang wanita tengah duduk di ruang tengah. Siapa lagi kalau bukan Arnold Yoseph dan Andara.


Arnold dan Andara saat ini sedang memikirkan sebuah rencana untuk mendapatkan tanda tangan dari putra bungsu Felix Austin yaitu Darrendra Austin. Keduanya sudah tidak sabaran untuk merebut Perusahaan AUSTIN CORP.


Semenjak kejadian dimana kebusukan Andara terbongkar di depan keluarga Austin dan keluarga Julian. Semenjak itulah Andara tidak lagi kembali pulang ke rumah keluarga Austin. Andara memilih untuk kembali pulang ke rumahnya bersama suaminya Arnold. Dan Andara bertekad untuk membalas apa yang telah dilakukan oleh Darren terhadapnya.


Andara akan membunuh Farren dengan tangannya sendiri setelah suaminya mendapatkan tanda tangannya.


"Kita harus segera mendapatkan tanda tangan bocah sialan itu sayang. Aku dengar hubungan mereka sudah membaik," ucap Andara.


"Itu yang sedang aku pikirkan saat ini sayang. Aku sudah tidak sabaran untuk menguasai Perusahaan AUSTIN CORP. Kau tahu sayang. Perusahaan AUSTIN CORP itu Perusahaan terbesar nomor 2 di dunia dan di Australia. Jika aku berhasil merebut Perusahaan itu. Posisiku akan naik menjadi diurutan kedua."


"Aku juga sayang. Aku juga tidak sabaran melihat keluarga brengsek itu hancur," sahut Andara.


"Oh iya, Andara. Bagaimana dengan Marissa? Apakah dia jadi ikut dalam permainan kita untuk menghancurkan keluarga Austin?" tanya Arnold.


"Jadi sayang. Beberapa menit yang lalu aku baru saja berbicara dengannya di telepon. Dia mengatakan akan datang langsung menemui bajingan itu." Andara berbicara sambil memperlihatkan senyuman manisnya.


"Benarkah begitu?"


"Iya, sayang. Dia akan datang bersama suaminya dan ketiga anaknya."


Terukir senyuman di bibir Andara ketika mendengar jawaban dari istri kesayangannya itu.


"Felix. Sebentar lagi kau akan kehilangan Perusahaan milikmu. Dan kemungkinan juga kau dan keluarga besarmu juga akan kehilangan rumah tersebut. Aku tidak sabar melihat kau dan keluargamu menjadi gembel di jalanan." Arnold berbicara di dalam hatinya sambil membayangkan kehancuran Felix dan keluarganya.


***


Zidan dan Willy beserta kelompoknya sudah berada di sekitaran markas mafia SINALOA. Zidan sudah memerintahkan sekitar 1000 mafiosonya untuk langsung ke posisi masing-masing dan mengepung sekeliling markas. Begitu juga dengan Willy. Willy juga sudah memerintahkan sekitar 1500 mafioso BLOODS untuk bergabung dengan 1000 mafioso BLACK WOLF.

__ADS_1


"Kalian semua siap?" tanya Zidan dan Willy bersamaan kepada para mafiosonya.


"SIAP PRINCE!" teriak semangat para mafioso BLACK WOLF.


"SIAP KING!" teriak para mafioso BLOODS.


"SERANG!" Zidan dan Willy memberikan perintah kepada para mafiosonya.


Para mafioso BLACK WOLF dan para mafioso BLOODS menyerang markas SINALOA dengan memberikan tembakan-tembakan yang beruntun dan juga bertubi, memanah dengan menggunakan panah beracun dan melemparkan bom kepada setiap mafioso SINALOA yang sedang berjaga.


"Putuskan komunikasi mereka sehingga mereka tidak bisa menghubungi ketua mereka!" seru Willy.


"Sudah King! Kami sudah memutuskan kabel penghubung mereka!" teriak salah satu tangan kanannya Willy.


"Bagus. Berhati-hatilah. Jangan lengah!" teriak Willy.


"Siap, King!"


***


Barra dan Garvin beserta kelompok mafianya saat ini telah berhasil masuk ke dalam rumah keluarga Jecolyn.


Baik Barra, Garvin maupun para mafiosonya sudah membunuh sekitar 700 orang penjaga yang menjaga kediaman Kang.


"Habisi mereka semua. Jangan ada yang selamat," perintah Barra.


Barra, Garvin dan para mafiosonya membunuh dengan cara menembak, memanah dan menebas tubuh para penghuni kediaman Jecolyn.


BRAAKK!


Pintu rumah ditendang kuat oleh Barra. Setelah pintu rumah itu terbuka. Mereka semua masuk dan langsung membunuh semua yang ada di dalam rumah tersebut.


"Siapa kalian!" teriak seorang pria paruh baya yang tak lain adalah Ayah dari Arnold.


"Malaikat mautmu, pak tua!"


Garvin dan Barra langsung menembakkan pelurunya tepat mengenai kepala dan dada kiri pria itu.


DOR! DOR!


DOR! DOR!


BRUUKK!


Pria itu langsung mati seketika dengan kepala dan dada kiri yang berlubang.


***


DOR! DOR!

__ADS_1


BOOOOMM!


Terdengar suara tembakan dan juga ledakan di depan rumah keluarga Cassandra. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Chico, Devano dan para mafiosonya. Sekitar 500 penjaga mati dengan tubuh hancur.


BRAAKK!


Pintu rumah ditendang kuat oleh Chico. Setelah itu, Chico dan Devano beserta para mafiosonya langsung masuk ke dalam rumah besar itu. Mereka membunuh semua penghuni yang ada di dalam rumah dengan bringas.


DOR! DOR!


CTAASS! CTAASS!


SREETT! SREETT!


JLEEBB! KREEETTT!


BRUUKK! BRUUKK!


Baik Chico, Devano maupun para mafiosonya membunuh para penghuni keluarga Casandra dengan sangat mengerikan. Mereka semua membunuh dengan cara menembak dan memanah tepat bagian kepala dan jantung. Bahkan mereka juga membunuh dengan cara menebas anggota tubuh para penghuni, menusukkan pisau ke jantung, menyayat bagian leher hingga putus.


Chico, Devano dan para mafiosonya membunuh dengan sangat keji seluruh penghuni keluarga Cassandra


***


Kelompok mafia BLACK WOLF yang dipimpin oleh Chello dan kelompok mafia THE CRIPS yang diketuai oleh Alfin kini sudah berada depan markas THE REFOUR. The Refour adalah kelompok pendukung untuk keluarga Cassandra. Jumlah anggota yang dimiliki oleh kelompok THE REFOUR adalah sekitar 1500 anggota.


Untuk kelompok DEATH BED. Kelompok pendukung keluarga Jecolyn sudah terlebih dahulu dihancurkan oleh Chello dan Alfin setengah jam lalu sebelum menyerang kelompok THE REFOUR. Chello dan Alfin beserta para mafiosonya membunuh kelompok DEATH BED dengan sangat mengenaskan.


Sementara untuk kelompok TIGER FANG dan DEMON BLOOD diberikan kepada Maxi dan Leon sebagai tangan kanan dari Chello dan Alfin. Maxi dan Leon beserta 1300 mafioso bertugas menyerang dan membantai habis seluruh anggota dan ketua dari kedua kelompok itu.


Chello dan Alfin beserta para mafioso langsung masuk dan menyerang semua anggota dari THE REFOUR tanpa ampun. Mereka membunuh semua yang ada di dalam markas tersebut tanpa perikemanusiaan.


Chello dan Alfin beserta para mafiosonya memberikan pukulan dan tendangan kuat di setiap tubuh para mafioso The Refour.


BUGH! BUGH!


DUUAGGHH!


GEDEBAG! GEDEBUG!


BRUUKK! BRUUKK!


Akibat dari pukulan dan tendangan yang diberikan oleh Chello, Alfin dan para mafioso membuat para mafioso musuh tumbang dan tewas seketika.


Bukan hanya pukulan dan tendangan saja yang diberikan oleh Chello, Alfin dan para mafiosonya melainkan mereka memberikan tembakan secara bertubi-tubi, menebas, mematahkan anggota tubuh para mafioso musuh. Mereka tidak memberikan kesempatan para mafioso musuh itu untuk melawan.


Satu jam kemudian, Chello, Alfin dan para mafiosonya berhasil mengalahkan dan membunuh secara sadis ketua dan para mafioso The Refour.


Setelah itu, para musuh tewas. Mereka semua pun pergi meninggalkan markas tersebut. Sebelum mereka pergi. Chello memerintahkan beberapa mafiosonya untuk membakar markas The Refour.

__ADS_1


__ADS_2