REVENGE

REVENGE
Rencana Pertama Berjalan Sempurna


__ADS_3

Bugh..


"Aakkhhh!" teriak kesakitan seorang pria akibat pukulan keras yang dia terima.


Terjadi pertengkaran kedua kakak adik keluarga Bader yang mana seorang kakak laki-laki yang tiba-tiba datang lalu langsung memberikan pukulan keras di wajah adik laki-lakinya.


Pria itu seketika berdiri dari duduknya Tatapan mata pria itu menatap tajam kearah pria di hadapannya bersamaan tangannya menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya.


"Kenapa kakak mukul aku?! Apa kesalahanku sehingga membuat kakak seperti orang kerasukan setan memukuliku?!" bentak pria itu.


Sementara anggota keluarga lainnya terkejut dan syok melihatnya saudara tertua yang tiba-tiba memberikan pukulan kepada saudara yang lebih muda.


"Masih berani kamu bertanya kenapa kakak memukuli kamu, hah?!" bentak pria itu.


"Justru aku benar-benar tidak tahu apa kesalahanku pada kakak! Sekarang, jawab!" pria itu tak kalah membentak kakaknya.


Ketika pria itu hendak melayangkan pukulannya yang kedua kearah adiknya, seketika dihentikan dengan teriakan seseorang.


"Damar, tahan emosimu!"


Seketika pria yang bernama Damar itu menurunkan kembali tangannya dengan tatapan matanya masih tetap memberikan tatapan tajamnya.


"Apa alasan kamu memukuli adikmu sendiri?" tanya pria yang baru saja menghentikan pertengkaran kedua adiknya.

__ADS_1


"Dia!" tunjuk Damar kearah adiknya. "Dia telah mengkhianati aku, kak?"


Mendengar jawaban dari Damar membuat semuanya terkejut. Yang lebih terkejut lagi adalah pria yang menjadi sebagai tertuduh.


"Kakak tahukan perusahaan VL'DN CORP?" tanya Damar.


"Iya, tahu! Lalu apa hubungannya dengan adikmu?"


"Dia mendatangi perusahaan VL'DN CORP dan menawarkan kerjasama."


"Lah apa masalahnya?"


"Masalahnya adalah dia menjalin kerjasama dengan perusahaan VL'DN CORP menggunakan materi dariku. Dengan kata lain, dia telah mencuri ideku!"


"Jangan asal kak! Aku tidak akan melakukan hal sekeji itu untuk bersaing dengan keluarga sendiri!" bentak pria itu.


Damar menatap penuh amarah kearah adiknya. "Mau sampai kapan kau menutupi hal ini, Darma Bader!"


Pria yang bernama Darma menatap tak kalah marahnya kearah kakaknya itu.


"Apa kau sudah menyelidikinya, hah?! Ingat kata-kataku baik-baik. Aku akan cari tahu siapa orang yang sudah mencuri idemu itu dan yang sudah memakai namaku. Jika aku berhasil mendapatkan itu semua, maka aku akan memperlihatkannya padamu. Setelah kau melihat semuanya dan ternyata bukan aku orang yang sudah mencuri idemu itu dan bukan aku juga yang menemui CEO perusahaan VL'DN CORP. Aku Darma Bader tidak akan pernah sudi memaafkan atas semua tuduhanmu itu. Aku akan memutuskan hubungan persaudaraan denganmu. Camkan itu saudara Damar Bader yang terhormat."


Setelah mengatakan itu kepada kakak keduanya, Darma menatap istrinya dan kedua anaknya.

__ADS_1


"Ayo, sayang! Kita tinggalkan rumah ini. Mulai detik ini dan seterusnya kita tidak akan tinggal disini. Kita akan memulai hidup baru tanpa embel-embel Bader."


Deg..


Semuanya terkejut ketika mendengar ucapan demi ucapan dari Darma. Mereka tidak menyangka jika Darma akan mengatakan hal itu. Sedangkan Damar hanya diam dengan tatapan matanya menatap kearah Darma.


Darma bersama istri dan kedua anaknya langsung pergi meninggalkan ruang tengah untuk menuju kamar masing-masing. Mereka akan berkemas-kemas untuk meninggalkan kediaman Bader.


"Darma, tenangkan emosimu. Kita bisa bicara baik-baik," bujuk sang kakak tertua.


Sementara Darma tidak mempedulikan perkataan dari kakak tertuanya. Dia sudah memutuskan untuk memisahkan diri dari keluarga Bader.


***


Di markas BLACK LION dimana Faza bersama kedua sahabatnya yaitu Barra dan Chico. Mereka saat ini tengah menyaksikan pertunjukan yang sangat menarik dari layar laptop milik Faza. Mereka tersenyum penuh kemenangan ketika melihat kedua kakak adik keluarga Bader saling bermusuhan sehingga sang adik pergi meninggalkan kediaman Bader. Bahkan sampai memutuskan hubungan persaudaraan.


"Rencana pertama berjalan dengan sangat sempurna," sahut Chico.


"Bahkan jauh dari kata sempurna," sela Barra.


"Tinggal menunggu hasil dari empat anggota kita yang tengah melakukan kerjasama dengan empat perusahaan milik keluarga Adler," ucap Faza.


"Hm!" Barra dan Chico berdehem sembari menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Setelah puas menyaksikan drama menarik yang dimainkan oleh kedua kakak beradik keluarga Bader. Faza, Barra dan Chico memutuskan untuk pergi meninggalkan markas BLACK LION untuk menuju perusahaan DRN'CORP.


__ADS_2