
Vito memutar VCD itu di VCD player. Setelah beberapa menit, terlihat beberapa adegan di dalam VCD itu.
Dalam video itu terlihat bagaimana kelompok mafia miliknya dan kelompok mafia keempat kakak-kakak sepupunya membantai habis keluarga besarnya dan kelompok mafia SINALOA.
Ketika melihat video itu, baik Arnold maupun Andara terkejut dan juga syok. Mereka tidak menyangka jika keluarga mereka dan kelompok mafia SINALOA dibantai dengan sangat kejamnya. Bukan itu saja, keduanya juga terkejut ketika melihat para pendukung untuk masing-masing keluarga mereka juga ikut dibantai.
Baik Andara maupun Arnold tahu dari kelompok mana yang telah membantai seluruh anggota keluarga mereka dan kelompok mafia SINALOA.
"Brengsek! Kenapa kelompok mafia THE CRIPS, COSA NOSTRA, KING LATINA, BLOODS, BLACK WOLF dan SCORPIO ikut campur dalam masalah ini? Kenapa mereka semua menyerang markas mafia milikku dan membantai habis seluruh anggota keluargaku dan anggota keluarga Andara? Aku dan Andara tidak pernah mengusik kelima kelompok mafia itu!" teriak Arnold dengan penuh amarah.
Mendengar perkataan dan teriakan dari Arnold. Darren hanya tersenyum menanggapinya. Lebih tepatnya senyuman menyeringai.
"Tidak akan ada asap jika tidak api tuan Arnold," sahut Darren.
"Asap itu akan keluar jika seseorang menghidupkan apinya," sela Vito.
"Anda dan istri anda sudah tidak memiliki apapun lagi saat ini. Dan sudah waktunya kalian berdua menerima hasil dari perbuatan kalian selama ini." Darren berbicara dengan menatap tajam Arnold.
Ketika Arnold tengah menatap tajam Arnold, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan suara ponsel milik Marissa atau dengan nama asli Martina Harvey.
Marissa yang mendengar suara ponselnya langsung mengambil ponsel di dalam tasnya.
Ketika ponselnya berada di tangannya. Terlihat nama adik laki-laki tertera di layar ponselnya. Marissa langsung menjawabnya.
Seketika terdengar suara keributan di seberang telepon. Hal itu sukses membuat Marissa panik dan khawatir.
"Ka-kak Martina. Keluarga kita diserang. Ada beberapa orang datang dan membunuh semua orang-orang yang ada di rumah. Mereka membunuh semua yang ada di rumah dengan sangat keji, Kak!"
Seketika tubuh Marissa menegang dan sekaligus bergetar. Dirinya tidak menyangka jika keluarga akan dibantai oleh orang-orang yang tidak dikenal.
"K-kak, a-aku melihat ada lambang kepala ular cobra di topeng yang mereka pakai. Mereka dari kelompok mafia COBRA. Dan..."
Belum selesai adik laki-lakinya menyelesaikan perkataannya. Tubuh adiknya sudah ditebas dari belakang.
Air mata Marissa jatuh membasahi wajahnya ketika mendengar suara teriakan adik laki-lakinya di seberang telepon.
Darren yang melihat Marissa yang menangis sudah tahu apa penyebabnya.
"Maaf nyonya Martina Harvey. Aku Darrendra Austin mengucapkan turut berduka cita atas dibantainya seluruh anggota keluarga Harvey." Darren berucap dengan wajah bahagianya.
DEG!
__ADS_1
Mendengar ucapan dari Darren membuat Marissa dan suaminya terkejut. Begitu juga dengan ketiga anak-anaknya.
Arnold dan Andara juga ikut terkejut ketika mendengar perkataan dari Darren. Keduanya makin penasaran akan status yang sebenarnya dari Darren, terutama Darren.
Selama Andara menjadi istri dari Rafael Austin. Andara tahunya Darren adalah putra dari Felix dan Clarissa. Andara tidak tahu siapa Clarissa yang sebenarnya dan berasal dari keluarga mana. Andara hanya mengetahui bahwa Clarissa putri dari keluarga Fausta.
Seketika Marissa berdiri dari duduknya. Begitu juga dengan suami dan ketiga anak-anaknya. Sementara Darren dan keluarga Austin tetap diposisi duduknya dengan santai.
"Brengsek! Siapa kau sebenarnya, hah?! Apa hubunganmu dengan kelompok mafia COBRA?!" teriak Marissa dengan menunjuk kearah Darren.
"Wah, ternyata kakakku sudah bertindak. Baguslah," sahut Darren.
"Apa? Kakak?" Marissa dan suaminya berucap bersamaan.
"Sudahlah, Ren! Beritahu saja siapa kamu dan siapa Mama Clarissa kepada para iblis itu," sahut Nasya.
"Sudah saatnya mereka tahu jati diri kamu, Mama Clarissa dan keluarga besar dari Mama Clarissa." Velly juga ikut memberikan usul.
Mendengar ucapan dari kedua kakak kembarnya membuat Darren tersenyum.
"Baiklah," jawab Darren.
"Seperti yang sudah aku ketahui tentang kalian." Darren berucap dengan wajah dinginnya sembari menunjuk kearah Arnold dan Andara. "Kalian berdua telah membunuh ibuku, tante Amanda, nenek Victoria dan Papa Nandito Abraham. Kalian juga yang telah membayar seseorang untuk menabrakku satu tahun yang lalu sehingga berakhir aku koma selama enam bulan di rumah sakit Amerika. Kalian juga yang telah menculik Papaku dan menyekapnya di sebuah markas milik kelompok SCORPIO yang saat ini kelompok itu sudah menjadi milikku." Darren berbicara dengan penuh amarah.
"Aku akan memberitahu sesuatu kepada kalian!" seru Darren dengan menatap penuh amarah Arnold, Andara dan Martina Harvey secara bergantian. Aku adalah cucu dari Robert Smith. Clarissa Austin, ibu kandungku adalah putri ketiga dari Robert Smith." Darren berbicara sambil menatap wajah Arnold, Andara dan Martina.
Mendengar penuturan dari Darren membuat Arnold, Andara dan Martina terkejut. Mereka tidak menyangka jika hari ini mereka berhadapan dengan salah satu keturunan dari seorang Robert Smith.
Baik Arnold, Andara maupun Martina dan suaminya sangat tahu siapa itu keluarga Smith. Mereka juga tahu bagaimana watak dan tropikal dan kepribadian dari seluruh anggota keluarga Smith. Keluarga Smith akan baik kepada semua orang jika orang-orang itu juga bersikap baik kepada mereka. Dan justru sebaliknya, keluarga Smith akan berubah menjadi singa kelaparan bahkan monster yang kejam jika ada orang yang berani mengusik mereka.
"Nandito Abraham? Kalian tahu siapa dia?" tanya Darren dengan menatap tajam Arnold, Andara dan Martina serta suaminya. "Nandito Abraham adalah suami pertama dari Clarissa Smith yang tak lain adalah Ayah kandung dari keempat kakak-kakakku yaitu Saskia Abraham, Nuria Abraham, Marco Abraham dan Afnan Abraham."
"Dan kau." Darren menunjuk kearah Marissa atau Martina Harvey. "Kau terlibat dalam aksi pembunuhan Nandito Abraham. Kau bekerja sama dengan Arnold dan Andara. Kau mengincar rumah ini. Sementara Arnold dan Andara mengincar Perusahaan AUSTIN CORP. Kelompok mafia COBRA yang telah membantai habis semua keluargamu adalah milik kakaku yaitu Marco Abraham, putra kedua dari Nandito Abraham dan Clarissa Smith."
Baik Arnold, Andara maupun Marissa dan suaminya terkejut ketika mendengar ucapan demi ucapan dari Darren. Mereka tidak menyangka jika kejahatan mereka selama ini terbongkar.
"Kalian akan lebih terkejut lagi jika mendengar hal ini. Kelima kelompok mafia yang telah membantai habis keluarga Jecolyn, keluarga Cassandra dan kelompok mafia SINALOA dan para pendukung keluarga kalian. Mereka semua adalah kelompok mafia milik keempat kakak-kakak sepupuku yang tak lain adalah para cucu dari Robert Smith. Dan salah satu dari keenam kelompok mafia yang kalian tonton di video itu adalah milikku. BLACK WOLF adalah kelompok mafia milikku."
Arnold, Andara, Marissa dan suaminya terkejut ketika mendengar ucapan dari Darren yang mengatakan bahwa kelompok mafia BLACK WOLF adalah miliknya. Mereka tahu bagaimana sepak terjang dari kelompok mafia itu.
Darren mengambil tasnya, lalu mengeluarkan sesuatu di dalam tasnya. Ketika benda itu keluar dari dalam tasnya. Mereka semua termasuk keluarga Austin melihat Darren yang telah memegang sebuah topeng.
__ADS_1
Setelah itu, Darren pun memakai topeng itu. Di ujung paling atas sebelah kiri terlihat gambar serigala hitam. Mereka semua terkejut. Begitu juga dengan keluarga Austin.
Felix, Rafael dan anak-anaknya tidak menyangka jika Darren adalah seorang ketua mafia dari BLACK WOLF.
Darren mengangkat tangannya ke udara dengan menggerak-gerakkan jari telunjuknya lima kali.
Keempat sahabatnya yang sedari tadi sudah dalam persiapan mengerti akan kode yang diberikan oleh Darren. Mereka menyaksikan Darren dari layar laptop milik Zidan dan Reno.
Setelah mendapatkan kode dari Darren. Zidan, Chico, Barra dan Chello bersama para tangan kanannya dan para mafiosonya pun bergerak masuk ke dalam rumah keluarga Austin. Mereka pun tak lupa memakai topeng.
Beberapa menit kemudian, masuklah para kelompok mafia SCORPIO lengkap dengan senjata masing-masing. Melihat kelompok mafia SCORPIO membuat mereka semua ketakutan, termasuk keluarga Austin.
Kelompok mafia yang datang adalah SCORPIO. Sementara Darren dan keempat sahabatnya memakai topeng mafia BLACK WOLF. SCORPIO dibawah kepimpinan BLACK WOLF.
"Kau terlalu bersemangat ingin merebut Perusahaan AUSTIN CORP. Dan sekarang terimalah kekalahanmu Arnold Yoseph Jecolyn. Perusahaan AYJ CROP milikmu sudah resmi menjadi milikku."
"Ini baru awal permainan. Nanti setelah ini kalian akan menerima permainan yang sesungguhnya. Aku tidak akan langsung membunuh kalian. Disini bukan hanya aku saja yang menjadi korbannya. Ayahku, Rafael Austin, Julian Fernandez dan ketiga anaknya, keempat kakak-kakakku dan seluruh anggota keluarga Smith. Mereka semua adalah korban dari kalian!" teriak Darren.
Darren menatap para kelompok mafianya. "Kalian. Bawa para bajingan ini ke markas BLACK LION. Masukkan mereka ke dalam ke ruang penyiksaan. Siksa mereka sampai aku dan keempat sahabatku datang."
"Baik, King!"
Setelah itu, beberapa mafioso membawa paksa Arnold, Andara, Marissa, suaminya dan ketiga anak-anaknya.
Ketika hendak dibawa pergi. Andara melihat kearah putranya, Michel yang saat melangkahkan kakinya menuju ruang tengah. Michel menatap penuh amarah kearah ibunya.
"Michel, sayang. Tolong Mama, Nak!" Andara berusaha membujuk putranya agar putranya mau membantunya.
Michel melihat kearah Darren. "Ren. Aku rela jika kau membunuh perempuan iblis itu. Perempuan itu tak layak menjadi ibuku setelah apa yang telah dia lakukan padaku dan Papa. Aku sudah tahu semuanya. Perempuan itu selama ini hanya memanfaatkan aku saja. Setelah perempuan itu mendapatkan keinginannya. Perempuan itu dan suaminya akan membuangku. Bukan itu saja. Perempuan itu akan membunuh Papa."
Michel menatap kearah para mafioso SCORPIO. "Bawa mereka pergi dari sini."
Setelah itu, para mafioso itu pun membawa Arnold, Andara, Marissa, suaminya dan anak-anaknya.
"Michel, tidak!" teriak Andara.
BRUUKK!
Seketika tubuh Michel jatuh terduduk di lantai yang dingin. Melihat hal itu membuat hati Rafael sedih. Begitu juga Dara dan Jerry. Bagaimana pun mereka sangat menyayangi Michel.
Darren melepaskan topengnya. Begitu juga dengan keempat sahabatnya. Darren melangkahkan kakinya menghampiri Michel. Dan diikuti oleh keempat sahabatnya dan keluarga Austin.
__ADS_1