Selfie

Selfie
semakin pusing karna violet


__ADS_3

" tegakkanlah keadilan meskipun langit runtuh." itu kalimat yang gue katakan pada nancy enam tahun yang lalu.


saat itu gue berada dalam keadaan yang terpuruk di mana gue gak mendapatkan keadilan sama sekali.


jadi, sebelum berangkat ke swiss, gue mengucapkan kalimat itu pada nancy. berharap nancy bisa menegakkan keadilan untukku suatu hari nanti.


tapi,


ternyata keadilan yang gue junjung dan keadilan yang dia junjung itu berbeda.


jika keadilan sendiri memiliki perspektif yang tak sama, lantas keadilan yang mana yang harus gue percaya?


"adil itu sebenarnya apa?" gumam gue sambil tersenyum miris.


jangan tanyakan apa itu keadilan pada gue, karna dari kecil sampai sekarang gue gak juga menemukan keadilan.


" SELFIEEE!! "


"hm?"


mata selfie terbuka lebar dan tersenyum cerah ke arah tiga orang wanita yang tengah melambai-lambai padanya.


tiga wanita itu baru saja sampai di kota ini sesuai dengan perkataan violet semalam.


lihatlah wajah ketiganya, mereka tersenyum seakan mau berlibur disini. padahal yang ada hanya akan membuat selfie kewalahan.


" sel...sel..sel..sel!!! " teriak violet sembari mempercepat langkahnya hingga sampai di depan selfie.


"sel, sal, sel, sal.... sel darah merah?" ketusnya


" hehe jangan marah dong. nih cookies." ia memberikan beberapa potong cookies dari bungkusnya.


wajah selfie langsung sumringah, ia dengan cepat mengambil cookies itu dan memakannya.


"gimana soal anak muda itu? apa mereka sudah sembuh dari bipolar?" tanya selfie dengan mulut yang sibuk mengunyah.


" yah begitulah sel, setelah di rawat oleh gue dan psikiater lainnya, mereka perlahan berangsur membaik." jawab trysta dengan wajah lega dan bahagia.


selfie mengangguk, kemudian pandangannya beralih pada fira." bagaimana? mereka merebut paksa perusahaan itu dan gue harap lo mau membantu gue berdebat di persidangan nanti."


" tapi sel seperti yang lo katakan, nancy memiliki temeng yang berpengaruh. sementara gue belum terlalu berpengalaman menjadi pengacara." fira memalingkan wajahnya dari selfie. ia merasa tidak enak padahal selfie tengah meminta pertolongan padanya.


melihat hal itu selfie justru tersenyum, ia menepuk pundak fira sambil tertawa kecil." gak papa fir, gue juga gak mau melibatkan kalian."


tangannya meraih koper fira dan berjalan pelan lebih dulu." ayo! gue udah pesan taxi, pasti dia udah nungguin."


hari ini selfie memiliki waktu luang untuk menjemput para sahabatnya di bandara. ia sudah memohon pada nancy untuk di liburkan hari ini, namun nancy menolaknya dengan tegas. nancy akan mengijinkannya menjemput violet jika selfie kembali setelah jam makan siang.


setelah menempuh waktu lima belas menit lamanya, taxi yang mereka tumpangi berhenti di rumah yang tidak terlalu besar. rumah ini terlihat seperti rumah kos biasa dengan para tetangganya yang sok tau.


ibu-ibu dan warga yang berada di sekitar situ begitu kepo melihat para wanita cantik keluar dari taxi. mereka berbisik-bisik memuji kecantikan selfie and the geng dan berharap kalau anak lelaki mereka bisa mendapatkan satu yang seperti itu.


setelah membuka kunci rumah, violet dan yang lainnya terperangah melihat ruang tamu yang tidak terlalu besar. ruangan ini begitu pengap tanpa ac, dan juga sofanya tidak terlalu besar dengan sofa yang berada di rumah mereka.


" sel, seriusan lo tinggal di sini? " tandas violet seraya duduk di sofa tersebut.


"ya begitulah." sahut selfie sembari menaruh beberapa gelas berisi jus segar.


setelah mengobrol singkat dan minum jus, selfie mengantar teman-temannya ke kamar. katanya sih mereka lelah dan ingin beristirahat sebelum jam makan siang.


well, kebetulan sekali kamar di kos ini ada dua, jadi mereka bisa menempati satu kamar dua orang.


dan seperti biasa karna violet adalah lumut, ia terus menempel pada selfie dan memutuskan untuk satu kamar dengannya. sementara fira dan trysta menempati kamar berdua.


mereka memilih tidur sebentar termasuk selfie.


mungkin di antara semuanya, yang tidur paling nyenyak seperti orang mati suri adalah selfie. ia mendengkur dengan keras sehingga membuat tidur violet tidak nyenyak.


" hoaammm....tidur gue nyenyak sekali." ia menoleh pada violet yang tengah menatapnya tajam.


" nape lo? bukannya tidur malah melek."


" gimana gue mau tidur kalau lo ngorok besar banget selfieee!!" ia melempari selfie dengan bantal sebelum selfie keluar.


selfie membasuh wajahnya di kamar mandi, kemudian ia melangkah ke dapur untuk menyiapkan makan siang. namun, matanya membola besar ketika tidak melihat satupun makanan yang bisa di makan. rupanya ia lupa memasak sebelum menjemput mereka di bandara.

__ADS_1


dan yang lebih parah lagi, kompornya kehabisan gas.


" kenapa sel? " tanya fira yang melihat selfie duduk di depan gas.


" gasnya habis nih, kita gak bisa makan dong."


fira dan trysta saling memandang dan tersenyum


" kalau gitu kami berdua beli makanan aja di warung terdekat."


" iya sel, lo pasti capek. jadi tunggu aja makanan dari kami." sambung trysta, kemudian melangkah bersama fira keluar dari rumah.


setelah kedua wanita itu pergi, selfie masih duduk di depan gas mencoba mencari tau bagaimana cara mengganti gas. ini adalah pengalaman pertama baginya.


" lo kenapa sel? " celetuk violet yang heran melihat selfie duduk di lantai.


" mengganti gas kompor." sahutnya tanpa menoleh


violet terdiam sebentar lalu menghampiri selfie, ia duduk di samping wanita itu sembari melihat gas tersebut." emang lo bisa? "


" gak bisa sih "


" kalau lo bisa gak? " tanya selfie balik


violet menggeleng." gak, tapi ayo kita coba aja. tolong ambilkan linggis dong,"


" loh mau apa? "


" udah ambil aja."


walaupun tidak mengerti, tetapi selfie tetap mengambil linggis dan memberikannya pada violet.


" trus mau di apain? "


" ya mau gue congkel pakai linggis lah." jawabnya enteng bersiap menggunakan linggis.


" vi jangan, nanti meledak! "


" udah lo tenang aja, gue hitung ya..satu..dua..ti-"


berita terkini.


selfie dan violet meneguk ludahnya kasar setelah mendengar berita dari TV. tangan violet yang memegang linggis bergetar tepat di atas gas tersebut.


kenapa acara tvnya pas sekali dengan keadaan mereka sih. dan untung saja mereka tidak jadi mengganti gas.


...🍂...


waktu telah menunjukkan pukul setengah dua siang, jadi itu artinya selfie sudah telat dari waktu yang telah nancy tetapkan.


ia berlari dengan tergesa-gesa menuju ruang presdir. rambutnya yang terikat cantik itu perlahan mulai berantakan, namun tidak ia hiraukan.


"maafkan saya nyonya!" selfie mengatur deru nafasnya yang tidak teratur. ia mengangkat wajahnya sedikit ke arah nancy yang hanya diam.


lagi pula ini salahnya violet yang membuatnya terlambat. violet menggunakan kamar mandi dengan waktu yang lama padahal selfie sedang terburu-buru tadi.


"kenapa terlambat?"


selfie menegakkan tubuhnya." violet menggangguku tadi makanya saya terlambat."


"kalau begitu kamu di hukum dengan bekerja tanpa istirahat sampai jam 10 malam!" tegasnya yang membuat selfie menghela nafas berat.


selfie benar-benar bekerja tanpa istirahat. nancy selalu menyuruhnya mengambil berkas dan menyerahkan berkas tersebut ke berbagai lantai. nancy bahkan tidak peduli bagaimana capeknya selfie naik turun lift.


dan ada satu waktu dimana nancy memaksa selfie turun ke lantai dasar menggunakan tangga lalu naik kembali menggunakan tangga.


selfie lelah, badannya seolah remuk, batinnya juga lelah. kenapa nancy seperti ini?


" pergilah ke ruang tuan kang dan serahkan berkas dari perusahaan Amerika ini." perintahnya tanpa melihat wajah selfie yang berkeringat.


" iya akan saya serahkan." gadis itu keluar dari ruangan nancy. sepanjang perjalanan menuju lift, ia mendapatkan tatapan tidak mengenakan dari karyawan di sana.


ia tidak peduli, ia hanya ingin cepat mengerjakan pekerjaan ini dan pulang ke rumah.


hari telah berlalu, sekarang telah tiba waktunya pulang. tepat pukul sepuluh malam, selfie pamit pada nancy dan segera mencari taxi. ia ingin segera berbaring di kasurnya saat ini.

__ADS_1


sesampainya di rumah ia langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur, mengabaikan violet yang lagi video call dengan ricko.


selfie berbaring cukup lama sampai ia merasa gerah ketika tidak merasakan angin. rupanya, kipas angin mengarah tepat ke arah violet.


karna udah terlanjur bangun, selfie memutuskan untuk mandi sebentar.


" tumben lo mandi malam, habis gituan ya? " gurau fira saat berpapasan dengan selfie.


" bacot lo! " ia masuk ke dalam kamar meninggalkan fira yang lagi tertawa di luar.


gadis itu menghela nafas panjang dan berbaring di samping violet. ia sesekali memegang perut dan mulutnya saat merasa mual.


" sel, lo hamil ya? " violet mematikan panggilan videonya dan menyentuh perut selfie.


" hamil...hamil..hamil...gigimu!... gue gak hamil violett flora fauna!! " geramnya


" tapi gue dengar dari ricko yang dengar dari alan katanya kalian udah gituan di apartemen." ujarnya yang membuat selfie semakin pusing.


" setelah dengar bacotan lo gue semakin pusing dan mual." gadis itu mengambil minyak kayu putih dan mengoleskannya ke perut.


" eh tapi sel, tuang kang min ho yang lo bilang itu mirip dengan drama kore--"


" 49 days kan? "


" nah itu lo tau.... drama yang sedih banget kan. kisah roh gadis koma yang harus mencari tiga tetes air mata dari orang yang benar-benar mencintainya... kalau gue jadi dia pasti pasrah." lirihnya


selfie memutar bola matanya." ya iyalah, kan gak ada yang mencintaimu." ia menarik selimut dan membungkus dirinya.


" tapi sel, lo kan bisa kasih air mata buat gue karna lo sayang gue "


" bawel lo "


*


di perusahaan Murphy group, seorang wanita dengan coat berwarna coklat tengah duduk sambil menikmati secangkir kopi di hadapan seorang pria. pria itu adalah pria yang selama ini membantunya, tuan kang min ho. seorang pria berkebangsaan Korea yang memiliki perusahaan berpengaruh di sini dan di negara asalnya.


pagi ini ia di panggil oleh tuan kang untuk segera datang ke ruangannya. katanya ini masalah yang sangat penting dan serius.


" ada apa tuan memanggil saya? " tanya nancy setelah basa basi sedikit.


pria itu menopang dagunya." tuan jakson dari Amerika yang ingin bekerja sama dengan kita membuat persyaratan."


" persyaratan apa? "


" aku harap kau tidak kaget." ia memajukan kepalanya pada nancy.


" dia ingin selfie melayaninya."


nancy mendadak membeku, wajahnya pucat pasi dan keringat dingin mulai bercucuran dari dahinya, padahal suhu ruangan saat ini sedang dingin.


ia terdiam cukup lama berusaha mencerna perkataan dari tuan kang.


" paksa selfie untuk melayani tuan jakson karna perusahaan kita akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar."


nancy mendongak." tapi, tuan jakson adalah pria hidung belang yang berusia 60 tahun lebih.. "


" aku tau dan aku tidak peduli! ini semua demi kelancaran proyek kita." tegasnya


" saat dia melihat foto selfie, dia langsung ingin mendapatkannya." lanjutnya


tanpa mereka sadari selfie tengah menguping pembicaraan mereka dari balik pintu yang tidak tertutup rapat.


wanita itu begitu terkejut, ia tiba-tiba saja bergetar dan ketakutan setengah mati. nancy dan tuan kang akan menjualnya ke seorang kakek hidung belang.


ini tidak boleh terjadi! membayangkannya saja membuat selfie ingin muntah.


wanita itu mengeratkan tangannya kuat hingga urat nadinya terlihat.


ini semua menyangkut harga dirinya, dan selfie tidak akan membiarkan orang lain ikut campur atas tubuhnya.


" kau harus berhasil memaksanya, nancy! "


" tapi tuan, ini tidak seperti yang kau--"


brakk

__ADS_1


" aku menolak tidur dengan kakek itu!! "


" se-selfie? "


__ADS_2