
belum ada semenit waktu untuk selfie beristirahat, para pelayan justru mendatanginya untuk mengurus keperluan sang nona muda ke kantor. mulai dari make up, pakaian, dan menata rambutnya.
kini, wanita yang baru pulang itu benar-benar terlihat cantik dan elegan. memakai balzer panjang, dress putih selutut, dan rambut yang di biarkan terurai begitu saja. aura kepemimpinan benar-benar terpancar darinya.
" kapan kakek serahkan perusahaan raksasa itu sama aku? " tanya selfie sebelum dia masuk ke dalam mobil yang akan membawanya ke perusahaan.
" beberapa bulan lagi mungkin, tapi dilihat juga dari kinerja mu yang bagus. emang kenapa? " tanyanya balik.
" mau ku pecat kakek! "
" aku hanya gak sabar," jawabnya sambil tersenyum kaku. kan gak mungkin ia mengungkapkan isi hatinya yang sesungguhnya.
setelah pintu mobil di buka, selfie langsung masuk dan membuka jendela. melambai pada kakeknya hingga seorang gadis remaja datang.
" kak selfie aku ingin ikut! " gadis yang gak tau malunya itu malah membuka pintu dan duduk di samping selfie.
" eh hama menyebalkan, kakak ini mau kerja bukan mau belanja," geram selfie, ingin rasanya dia membuang gadis ini ke tengah laut, tapi gak jadi karna wajahnya hampir mirip dengannya dulu.
echa tersenyum hingga menampakkan giginya yang putih dan rapi." gak papa, aku juga ingin lihat kak selfie kerja."
selfie menghela nafas berat, jika terus berdebat dengan echa masalahnya gak akan selesai-selesai. jadi ia hanya pasrah membiarkan echa ikut.
kedatangan selfie ke kantor menjadi perbincangan utama di sana. banyak dari mereka yang kepo dan banyak dari mereka yang takut. karna pasalnya, berita tentang sang nona muda sang penghasut masih melekat pada selfie.
dan sesuai dugaan selfie, para petinggi perusahaan sudah berbaris menunggunya di depan. ya, petinggi perusahaan yang licik. apa mereka tidak berpikir kalau selfie tahu semua kejahatan mereka. dari menindas karyawan, sombong, dan suka semena-mena layaknya bos di perusahaan ini.
" selamat datang nona muda," sapa mereka semua sembari menunduk tidak berani menatap wanita di depan mereka ini.
selfie hanya berdecak dan melangkah melewati mereka hingga masuk ke dalam gedung yang besar ini.
" kau! ambilkan saya jus! " perintah selfie pada seorang manager yang berjalan di belakangnya.
manager itu terlihat kaget dan mencoba bersikap sopan pada selfie." tapi nona, saya adalah manager di sini bukan pelayan."
" saya bosmu, kau adalah bawahanku. jadi jangan bersikap seolah kau adalah raja di sini! " jawab selfie dengan raut yang datar tapi menyeramkan.
manager itu terlihat sedikit takut dan langsung pergi mengambil jus pesanan nonanya.
sedangkan echa, dia meneguk ludahnya kasar. melihat aura selfie yang begitu mencekam.
tanpa mempedulikan manager yang sedang mengambil minuman, selfie langsung berjalan ke ruangannya yang terletak di lantai atas.
wanita itu tidak mempedulikan tatapan sinis dari karyawan yang menatapnya tidak suka.
di bandingkan dengan karyawan wanita, karyawan pria justru terpesona dengan sang nona muda.
" lihat lah dia, katanya dia jahat dan memengaruhi seorang gadis untuk bunuh diri,"
" iya, auranya aja kelihatan banget kalau dia wanita gak baik-baik."
" tapi kenapa sih dia yang jadi bos kita? aku lebih suka dengan nona dahlia dari pada dia "
" kau benar, nona dahlia wanita yang lemah lembut dan baik kepada kita semua. gak kayak dia, lirik atau senyum pun tidak."
selfie menghentikan langkahnya tiba-tiba. dia mendengar semua ocehan karyawan wanita yang sedang mencibirnya.
awalnya selfie tidak peduli dengan anggapan mereka tentangnya, tetapi kali ini ia tidak dapat lagi menahan amarahnya.
wanita itu berbalik dan berjalan mendekati beberapa wanita yang tadi menggosipinya. dengan wajah datar dan tatapan menusuk, selfie membelai wajah salah satu wanita tadi.
" owhh, saya membayar mu untuk bekerja dan bukan untuk bergosip...... suatu kesalahan bagi kalian karna mengatain pewaris dari perusahaan ini! "
selfie menatap mereka satu persatu." kalian tidak tau apa apa tentangku, jadi sebaiknya tutup mulut kalian sebelum saya mengkaitkan dua mata kail di kedua sisi mulut kalian dan menariknya hingga robek! "
sontak semuanya tertunduk dan gemetaran.
selfie berdecak dan kembali melanjutkan jalannya, tapi sebelum itu ia sempat berbalik ke arah wanita-wanita tadi.
" oh ya satu lagi. saya bos disini, pewaris yang sesungguhnya dan bukan dahlia. dahlia hanya asistenku, jadi sebaiknya turunkan sedikit standar kalian sebelum semua itu menjadi penghancur untuk karir kalian! " setelah mengatakan itu selfie pergi dari para manusia sok tau itu.
setelah berjalan cukup lama di gedung yang besar ini, akhirnya selfie sampai di depan ruangannya.
tanpa mengetuk pintu, ia langsung membuka pintu itu sehingga dahlia yang berada di dalam terlonjak kaget.
selfie terdiam, melihat penampilan dahlia yang berantakan. rambut wanita itu acak-acakan, pakaiannya lusuh, dan wajah yang kusut.
" kakak dahlia!! " echa berlari dan memeluk dahlia dengan erat.
" heyyy nona kecil apa kabar? " sapanya ramah
" baik kok," echa menarik dahlia dan mendekatkan mulutnya ke telinga wanita itu." kak selfie menjelma jadi wanita jahat," bisiknya yang membuat dahlia tertawa.
" ternyata selfie kembali menjadi dulu ya." ia menghampiri selfie." tidak perlu seperti itu selfie, kembalikan saja senyumanmu."
selfie melewati dahlia dan duduk di kursi kebesarannya." capek baik terus kalau orang hanya menganggapku jahat."
__ADS_1
dahlia menatapnya dengan wajah lelah. seharusnya ia tidak memberitahu siapa dalang dari semua ini pada selfie dulu. tapi nasi telah menjadi bubur, tinggal di tambah ayam dan kecap asin jadilah bubur ayam.
" dahlia, kenapa proyek yang aku kerjakan selalu hancur lebur? selama enam tahun, apapun yang aku buat di perusahaan selalu mengalami penurunan." selfie memijat pelepisnya. ia stress memikirkan semua ini.
" selfie, sepertinya peneror itu dapat masuk ke dalam sistem kita. dia hanya mengincar dirimu, karna semua masalah yang kita dapatkan berasal dari mu selfie," dahlia duduk sambil menopang dagunya.
" dia benar-benar ingin membuatmu hancur dengan menggagalkan semua usahamu,"
*
sebulan telah berlalu dan selfie benar-benar menggunakan waktu ini untuk mengurus masalah yang terjadi pada kerjanya. dari kegagalan proyek, investasi, finansial, dan masalah lainnya selama enam tahun ini. bahkan selfie menjadi pemecah masalah untuk pekerja lainnya.
dan berkat kepintarannya, selfie bisa mengatasi semuanya dan bisa bernafas lega. tapi itu tidak menjamin kemungkinan kalau si peneror tidak akan mengacaukan pekerjaannya lagi.
" pintar sangat pintar. dengan waktu sebulan kamu bisa memperbaiki kekacauan yang telah kamu buat selama enam tahun," puji samh. tapi selfie merasa ada sedikit sindiran di dalamnya.
samh menoleh menatap cucunya yang hanya diam sambil melihat ke luar jendela.
entah kenapa samh merasa sedih. selama selfie pulang, wanita itu jarang sekali berkomunikasi dan tersenyum padanya. selfie seperti mati rasa dan menjadi kaku terhadapnya.
samh tiba-tiba saja kepikiran, apa dia terlalu berlebihan dengan mengirim selfie ke swiss?. merengggut kebahagiaan dan kebebasan cucunya yang sangat ia impikan.
samh benar-benar merasa bersalah, jadi ia punya ide untuk memperbaikinya.
" pulanglah kerumah dan temui teman-temanmu yang sudah menunggu selama enam tahun,"
mendengar itu pandangan selfie pun beralih pada sang kakek." haruskah? aku gak minat."
samh terhenyak, gak minat? padahal sumber kebahagiaan selfie adalah kebebasan dan kebersamaan dengan sahabatnya.
" pergi aja nak. kakek kasih kamu waktu, pekerjaan kamu juga udah beres. dan kamu bisa bekerja lewat email yg kake kirim nanti. sekarang puaskanlah waktu bersama temanmu,"
" tapi kake--"
" pergilah, dan temui mereka."
...🍂...
mendadak, sangat mendadak. samh benar-benar memaksa selfie untuk pulang menemui orang tuanya.
selfie tidak bisa membantah karna samh telah memberitahu orang tua selfie kalau anak mereka akan pulang hari ini.
mendengar itu, sarah begitu semangat. ia telah mempersiapkan makanan dan dekorasi untuk menyambut selfie. bahkan teman-teman selfie juga sudah menunggu di rumah.
" kak selfie kayak agen rahasia," lontar echa saat melihat penampilan selfie yang begitu tertutup.
" udah diam aja," selfie menarik lengan gadis itu dan membawanya masuk ke dalam mobil.
selama di perjalanan, selfie hanya diam sambil melihat keluar jendela. melihat tempat-tempat yang pernah ia kunjungi bersama sahabatnya dulu.
echa tidak tau bagaimana ekspresi selfie saat ini, karna wajah wanita itu tertutup masker dan kacamata.
hingga saat lampu merah, pandangan selfie tidak sengaja melihat beberapa gadis mengendarai sepeda. tawa gadis-gadis itu dan kedekatan mereka membuat selfie tidak bisa mengalihkan pandangan sampai lampu hijau menyala.
" tolong nikmati persahabatan kalian," batin selfie
mobil memasuki area perumahan, sebuah kompleks yang begitu indah dan nyaman. pepohonan, taman dan bangunan lainnya mengalami perubahan sedikit. tetapi tidak menghilangkan suasana nyamannya.
mobil berhenti tepat di depan rumah mewah yang tidak terlalu besar. di depan rumah itu selfie bisa melihat orang tuanya dan banyaknya wanita di sana. dan selfie bisa menebak kalau wanita-wanita itu adalah teman-temannya
tanpa melepaskan kacamata, jaket, dan masker selfie keluar bersama echa.
" oh my god selfie!! " teriak salah satu wanita yang berusia sama sepertinya. wanita itu langsung memeluk gadis di samping selfie.
" kok lo masih muda begini? apa angin swiss menghentikan waktu sehingga lo gak bertumbuh? lo kek masih SMA, selfie," oceh violet masih memeluk echa.
" emm.... kakak salah orang," sahut echa
" loh kamu bukan selfie? trus selfie dimana? katanya mau pulang! " masih dengan ocehannya, violet menelisik mencari seseorang. kemudian pandangannya beralih pada seorang wanita dewasa di samping echa.
" lo siapa? mana selfie? " tanya violet
" yang lagi bicara sama kamu," sahut selfie
violet terdiam sebentar, ia mendekatkan wajahnya ke wajah selfie. kemudian, tangannya terangkat dan tanpa permisi membuka kacamata dan masker selfie.
setelah terbuka, violet pun melongo. begitu juga dengan nancy dan yang lain.
" ihh sel cantik banget lo," ujar violet memuji
" gue kangen," violet langsung memeluk wanita di hadapanya ini. di balik punggung selfie, violet berkaca-kaca dan meneteskan air mata.
nancy, fira dan trysta juga langsung menghampiri selfie dan memeluk wanita itu bersama-sama.
" sel, gue rindu banget," lirih nancy masih memeluk selfie.
__ADS_1
" iya gue juga,"
sesaat mereka menikmati pelukan kerinduan, sama-sama terharu melihat sahabat mereka secara langsung.
dan selfie? wanita itu hanya diam tanpa membalas pelukan mereka.
dan kalian tau apa yang selfie lakuin? dia mendorong violet dan yang lain agar menjauh darinya. setelah itu ia berjalan melewati mereka dan berhenti di depan ibunya.
di perlakukan seperti itu tentu saja membuat mereka kaget. para wanita itu melihat selfie dengan tatapan kebingungan dan kecewa.
" ada apa dengannya? kenapa dia seperti tidak menyukai kita? " bisik violet
nancy mengangkat bahunya." mungkin dia capek, lagi pula kita juga salah,"
mereka mengangguk dan berpikir sepositif mungkin.
" hallo ma," sapa selfie sembari memeluk ibunya, kemudian ia beralih pada ayahnya.
" kamu cantik banget sayang," puji sarah dan selfie hanya mengangguk kecil.
tiba-tiba fokus selfie teralih saat merasakan bajunya di tarik dari bawah. wanita itu reflek menoleh dan melihat seorang bocah laki-laki berusia enam tahun yang tampan dan lucu.
selfie berjongkok dan mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh kecil itu." siapa dia? " tanya selfie
" dia adikmu," jawab nancy yang ikut berjongkok di samping selfie.
" adik? jadi waktu aku pergi mama hamil? " selfie mendongak menatap sarah.
sarah mengangguk
" siapa namamu? " tanya selfie pada bocah laki-laki itu.
" sean," jawabnya lucu
echa yang tadinya diam saja langsung berlari ke arah bocah itu dan menggendongnya." ihh lucu banget, mukanya mirip kak selfie," gadis itu mencium pipi sean dengan brutal dan bermain dengannya.
" dimana karina? " tanya selfie lantaran tak melihat adik tirinya itu.
" dia lagi kuliah di luar negri," jawab sarah kemudian mengajak selfie masuk.
sarah dengan cekatan menyiapkan makanan pada anak sulungnya ini.
setelah makan, kegiatan mereka di lanjutkan dengan mengobrol singkat di ruang keluarga.
dan di momen ini lah violet dan yang lainnya merasa ada yang aneh dengan selfie. pasalnya, selfie sama sekali tidak melirik ke arah mereka. dan jika di tanya, selfie hanya mengangguk dan menjawab hmm.
sungguh itu merupakan pribadi yang sangat berbeda untuk seorang selfie. selfie yang dulu sangat bersemangat dan akan menghidupkan suasana. namun yang sekarang terlihat seperti gadis masa bodoh dan kutub utara.
jadi mereka memutuskan untuk mengajak selfie ke taman yang biasanya mereka nongkrong dulu. walaupun selfie awalnya menolak, tapi dengan bujukan sarah, akhirnya ia setuju juga.
dan di sinilah mereka, di taman yang indah dengan bunga dan pohon yang sejuk. duduk di kursi taman sambil memakan es krim.
" sel, lo gak mau rasa punya gue? " tawar violet sambil menyodorkan es krimnya.
selfie melirik sekilas dan menggeleng." aku tidak mau makan makanan bekas."
sungguh perkataan yang mampu membuat mereka tersentak. makanan bekas? tapi selfie dulunya suka memakan atau meminum bekas sahabatnya.
walaupun tersinggung, namun violet tetap tersenyum dan mengabaikan perkataan selfie tadi.
sedangkan nancy, ia memang merasa kalau selfie sudah berubah. tetapi nancy tidak peduli, selagi selfie kambali itu sudah cukup baginya.
" gue minta punya lo ya," ucap fira tiba-tiba sambil mencoba mengambil es krim milik selfie. tetapi karna selfie tidak siap, es krim yang berada di tangannya jatuh begitu saja ke tanah.
melihat itu tatapan selfie menajam, ia melangkah mendekat ke fira." sudah aku bilang aku gak mau! kenapa kalian ingin sekali makan di makanan bekas ha?! "
" selfie tenanglah, ada apa? " violet mencoba menarik selfie agar menjauh, tetapi selfie menepis tangannya.
fira tertawa." santai aja, sel. gak usah kayak gitu juga kali. lo kalau marah es krim lo jatuh, gue bisa beliin kok. tapi jangan pandang rendah kami dong," sejujurnya fira sedang menahan emosinya karna di permalukan oleh selfie.
" ck! memuakkan," gumam selfie
nancy mendekat dan menepuk pundak selfie mencoba menenangkannya." selfie, bicara yang baik-baik aja,"
" aku udah baik, tapi kalian aja yang mulai."
nancy mengangguk." iya gue ingatin doang." kemudian ia menatap yang lain bergilir.
" kalian jangan memaksakan kehendak ya, selfie baru pulang dan dia pasti capek." tutur nancy lembut.
violet terdiam, ia masih menatap ke arah selfie yang sedang duduk dengan tenang. selfie, kenapa dia menjadi seperti ini? itu yang selalu violet tanyakan setelah bertemu dengannya.
suasana kembali tenang seperti semula. mereka kembali memakan es krim sambil mengobrol ringan.
ya, mungkin hanya mereka tapi tidak dengan selfie. wanita itu hanya diam dan menjawab saat di tanya.
__ADS_1
hingga saat hari mendung dan angin berhembus sedikit lebih kencang, tiba-tiba saja mata selfie menangkap seorang pria yang duduk tidak jauh darinya. seorang pria yang membuat selfie terpaku dan berlinang air mata. walaupun pria itu menghadap ke belakang, tetapi selfie bisa tau siapa dia.
" zay.....zayn "