Selfie

Selfie
udah tau


__ADS_3

suara tangisan dari nancy terdengar begitu kuat di antara bunyi rumah yang terbakar.


nancy terduduk di tanah sambil menarik rambutnya, ia meraung-raung sembari terus meneriaki nama selfie.


melihat pemandangan itu, violet dan yang lainnya merasa sangat kasihan. tidak biasanya mereka melihat nancy menangis, dan ini kali pertama nancy menangis seperti itu.


siapapun tau kalau nancy merupakan anak yang memiliki kepribadian kuat dan tidak lemah. bahkan di sekolah saja, nancy tidak pernah menunjukkan sisi lemahnya.


jadi, jika dia menangis seperti ini, bukankah itu sudah sangat menyakiti hatinya?


nancy dan selfie benar-benar menanggung penderitaan masing-masing.


flashback on


tujuh tahun yang lalu, di Paris.


" sel, gue ke toilet bentar ya." ucap nancy setelah keluar dari perusahaan Mr geaa. perusahaan yang selfie datangin waktu di Paris


" iya cepatan ya." sahut gadis itu di dalam mobil


dengan langkah yang panjang, nancy buru-buru ke toilet yang sudah di beritahu oleh salah satu pegawai.


setelah membuang hajat, gadis itu bernafas lega dan menuju ke wastafel. mencuci muka, dan tangannya. kemudian saat melangkah keluar, gadis itu terkejut melihat seorang pria menunggunya di depan toilet.


seorang pria dengan rahang tegas yang berusia sekitar 40 tahun lebih.


meskipun sedikit ketakutan, nancy memberanikan diri melewati pria tersebut. namun, langkahnya terhenti saat pria itu mencengkal tangannya.


" temannya selfie! aku ingin membuat penawaran denganmu." lontarnya yang membuat nancy menoleh padanya.


" apa maksud mu? "


" aku ingin kau membantu ku menjatuhkan selfie. aku tau kalau dia adalah gadis yang kuat, maka dari itu satu-satunya cara adalah dengan melukai hatinya." ia maju dan mendekatkan tubuhnya pada nancy yang masih terpaku.


" gimana? apa kau mau? "


" tidak!! kenapa juga aku harus melukai hati selfie?! ingatlah kalau selfie adalah sahabatku!! " murkanya dengan wajah memerah.


tuan kang malah tertawa keras." kalau kau gak mau gak papa, tapi jangan salahkan aku jika kau melihat kematian temanmu hari ini."


mendengar itu jantung nancy berdetak semakin kencang seperti mau copot. orang ini akan membunuh selfie? apa masalahnya? tapi jika ia menolak, apa benar selfie akan tewas?


nancy menggeleng." gak! jangan main-main! aku gak akan pernah melukai hatinya! "


" justru karna kau lah dia akan sangat menderita mendapatkan penghianatan dari teman terdekat. kau juga tau keinginan terbesarnya, dan juga tau tentang cintanya." sahutnya santai tanpa ada beban


tuan kang menghela nafas dan menyandarkan tubuhnya di tembok." tidak sulit, aku akan memberimu keringanan. kau tidak perlu melakukan semua itu sekarang, tapi nanti saja saat kalian sudah lulus dari sekolah."


ia tersenyum miring." aku akan memberimu waktu untuk menikmati momen persahabatan sampai hari kelulusan kelak. gimana setuju? "


nancy terdiam dan menunduk mencoba memikirkan semua ini. bukankah ia seperti memakan buah simalakama? jika menolak selfie akan tewas, dan jika setuju persahabatannya dengan selfie akan hancur.


dengan hati yang berat nancy mengangguk tanpa menoleh pada pria itu.


hal itu membuat tuan kang tertawa dan bertepuk tangan." bagus, karna kau sudah setuju maka aku akan memberitahu mu sebuah rahasia."


" apa? "


" mobil yang selfie naiki saat ini remnya tidak berfungsi. dia sebenarnya akan tewas jika menaiki mobil itu, tapi karna kau sudah setuju aku dengan senang hati memberitahu mu."


nancy mendadak menegang, ia dengan cepat berbalik dan berlari meninggalkan tuan kang yang tersenyum miring. gadis itu berlari dengan tergesa-gesa ke mobil yang masih terpakir itu


" kita naik mobil yang di naikin direktur aja sel, biar mobil ini pengawalnya yang naik," bisik nancy membuat selfie kebingungan.


" kenapa? "


" perasaan gue gak enak,"


melihat raut wajah serius nancy, selfie pun mengangguk dan pindah ke mobil satunya.

__ADS_1


flashback off


" gue di awasi selama tujuh tahun ini jika kalian tau! gue gak bisa ngomong yang sebenarnya karna mereka menyadap ponselku! " ungkap nancy masih menangis.


" gue selalu di paksa memakai microphone yang terhubung dengan mereka. jadi setiap kata yang keluar dari mulut gue, mereka akan langsung mendengarnya! mereka juga meminta ku memakai kamera pengintai di baju selama ini. " nancy menutup mulutnya sambil menggeleng pelan.


ia menarik nafas panjang." untuk apa? semua itu untuk selfie! gue rela di cap sebagai penghianat demi keselamatannya." ia perlahan berdiri dan menatap rumah tersebut.


" kalian tidak tau rasa sakitnya menghancurkan hidup orang terdekat mu hanya untuk membuatnya selamat."


" setiap kali gue menolak rencana mereka, mereka akan mengancam akan membunuh selfie."


" gue gak bisa ngomong yang sebenarnya meskipun gue mau!." ia menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. gadis itu lelah batin dan fisik.


violet, fira, dan trysta hanya mampu terdiam dan tidak dapat membantah kata-kata nancy.


seolah ada batu besar yang menghantam dada mereka setelah mendengar kebenaran ini. pandangan mereka menatap ke arah nancy yang terlihat begitu terpuruk.


tangan dan wajah nancy penuh memar, jadi pasti gadis itu baru saja menerima siksaan dari orang-orang jahat itu.


violet menutup matanya, ia merasa malu karna sudah membenci dan mencela nancy dulu.


" pita suaramu mengeluarkan batu yang tenggelam di tengah laut." gumam violet sambil tersenyum tipis


batu yg tenggelam ditengah laut adalah perasaan nancy sendiri yg selalu dipendam sejak lama


beberapa menit kemudian violet merasakan talinya berusaha di lepas oleh nancy. ia menatap wajah sendu nancy yang berusaha melepaskan tali tersebut.


setelah tali mereka sepenuhnya terlepas, para wanita itu langsung berpelukan hingga rumah kayu di depan mereka rata dengan tanah.


hujan deras mulai turun membasahi bumi, dan berkat hujan itu puing-puing bangunan rumah kayu tersebut padam.


pada kesempatan itulah, nancy dan yang lain bergerak mendekati bangunan yang sudah terbakar itu. mencari selfie atau barang-barangnya yang masih tersisa.


selama mencari teman mereka itu, mereka sempat menangis dan tidak kuat mencari selfie. bahkan trysta menyerah dan memilih menangis di bawah pohon sambil melihat mereka.


sudah lewat dari sepuluh menit, namun tidak ada jejak yang di tinggalkan oleh selfie. apa gadis itu lenyap di telan api?


" nancy, apa selfie benar-benar menghilang? apa dia benar-benar tidak dapat di temukan?." ujar violet dengan suara yang mau menangis.


" bagaimana ini nancy.. " tukas fira sama halnya dengan violet yang hampir menangis.


nancy terdiam, ia menatap tempat ini yang telah hangus terbakar. jadi itu artinya selfie memang sudah tidak dapat di selamatkan.


sekali lagi nancy meneteskan air mata, ia menyesal karna datang terlambat.


sreaakk!


suara langkah kaki itu mengalihkan fokus mereka. tatapan mereka mengarah tepat pada beberapa pohon di sekitar. hingga munculah seseorang yang membuat mata ke empatnya terbelalak.


" kau sudah keterlaluan nancy! "


...🍂...


suasana mendadak menjadi mencekam setelah kehadiran selfie dari balik pohon. hari yang mulai gelap dan hujan yang masih turun membuat mereka sedikit ketakutan.


ya, memangnya siapa sih yang tidak takut melihat temanmu yang habis di bakar muncul di depan mu dalam keadaan hidup.


tapi itu tidak berlaku pada violet, ia tersenyum bahagia dan langsung berlari mendekati selfie.


" selfieee!! " gadis itu memeluk selfie dan menangis tersedu-sedu di sana.


bukan dia saja, tapi fira dan trysta juga ikut memeluk selfie sampai mereka terjatuh ke tanah.


" selfie gue kira lo mati." racau fira


" dan gue kira lo hantu, kalau hantu pun gak masalah asal hantunya lo." celetuk trysta yang membuat selfie tersenyum lucu.


" akhhh! menyingkir dulu! tanganku sakit nih." rintihannya

__ADS_1


violet dan yang lainnya spontan melepaskan pelukannya dan terkejut melihat pemandangan tubuh selfie. tangan gadis itu penuh dengan memar, luka, dan goresan yang cukup parah.


selfie tersenyum lalu berdiri, ia menatap ke arah seorang wanita yang tengah menatapnya dengan sendu.


tangan selfie terkepal kuat, rahangnya mengeras dan perlahan ia melangkah mendekati nancy.


" kau sudah keterlaluan nancy! "


" selfie tunggu! nancy tidak bersalah, dia selama ini hanya berpura-pura menghianati mu." pekik violet sehingga langkah selfie terhenti.


" jangan marahin dia selfie, dia melakukan semua ini untkmu." mohonnya lagi


selfie menatap violet sekilas lalu beralih pada nancy. beberapa detik kemudian senyum cerah terbit di wajahnya." gue sudah tau kok "


" haaa?"


selfie mengangguk. " gue udah tau kalau nancy hanya berpura-pura selama ini."


" loh kapan? " tanya trysta


" tepat di hari pertunangan nancy gue menyadari kalau ini semua hanyalah kepura-puraan." selfie tersenyum pada nancy.


" bagaimana caranya lo tau? " kali ini fira yang tanya


selfie melipat tangannya di dada." saat nancy mengatakan kalimat rahasia padaku."


" kalimat rahasia? "


" umm, nancy berkata kalau dia lebih segalanya dari selfie dan sangat membenci selfie. itu adalah kode yang kami buat dulu jika salah satu dari kita di awasi dan terpaksa menjadi penghianat."


selfie tertawa kecil melihat reaksi mereka." dulu saat di taman, gue sadar kalau saat seperti ini pasti akan terjadi. maka dari itu gue membuat sebuah kalimat yang hanya akan di mengerti oleh kami berdua."


selfie menepuk pipi ketiga temannya itu lalu berlari kecil ke arah nancy. sesampainya di hadapan nancy, ia langsung memeluknya penuh kebahagiaan, kedua wanita itu menangis penuh syahdu


" lo keterlaluan, kenapa sampai berbuat sejauh ini, ha? kenapa masih melanjutkan sandiwara ini meskipun gue sudah menghentikan mu! lo pasti tersiksa oleh tuan kang itu."


nancy terkekeh." gak papa kok." ia melepaskan pelukannya dan menatap luka-luka selfie." oh iya, bagaimana caramu selamat? "


" ohh itu." selfie tersenyum." mereka bodoh dengan mengikatku asal-asalan. selain itu, dinding belakang gudang terbuat dari tripleks. jadi gue berhasil melepaskan ikatan itu dan memukul dinding tersebut sekuat tenagaku."


nancy dan yang lain mengangguk paham. jadi karna itulah tangan selfie hancur dengan luka-luka yang terlihat sangat menyakitkan.


" yaudah ayo kita ke rumah sakit sekarang." ajak violet sambil menuntun jalan selfie. hari semakin gelap dan dingin jadi tidak seharusnya mereka lebih lama di sini.


di rumah sakit xx selfie langsung di tangani dan obati sesegera mungkin. walaupun tidak mengalami luka bakar, tetapi kondisi selfie cukup parah dan memprihatinkan.


para dokter takut jika selfie trauma dengan apa yang terjadi padanya hari ini. namun, selfie malah tersenyum dan berkata kalau dia tidak papa dan tidak trauma sama sekali.


" syukurlah sayang." sang kakek dan nenek terus memeluknya dan berkali-kali meminta maaf.


" tidak papa kakek aku baik-baik saja." sudut bibirnya melengkung menampakkan sejuta senyuman manis.


setelah berbincang dengan keluarganya, kini giliran teman-temanya yang datang menjenguk. termasuk alan dan zayn.


entah kenapa ruangan tiba-tiba menjadi tidak enak setelah kehadiran alan dan zayn. selfie merasakan aura dendam di antara mereka.


" jika seandainya kau memberitahu ku, aku pasti akan datang menolong mu." ujar alan sambil memeluk selfie dan mencium tangannya.


selfie tersenyum dan mengelus rambut alan." gak papa, aku kuat kok." keduanya saling tersenyum tepat di depan zayn yang melihat semuanya.


nancy perlahan menoleh pada zayn dan menatapnya intens. ia kasihan, walau bagaimana pun zayn menghianati cinta selfie untuk membantu rencananya.


setelah menyuapi selfie, tatapan alan kini tertuju pada nancy. pria itu menatap nancy tajam seperti seseorang yang menaruh banyak amarah.


entah kenapa dari awal ia benci sekali dengan nancy yang menghancurkan hidup selfie. sangat benci sampai-sampai alan jijik melihat wajahnya.


di luar ruangan selfie


" aku akan membatalkan pernikahan kita, jadi kamu bisa kembali pada selfie."

__ADS_1


zayn menghela nafas." udah terlambat, selfie tidak akan melepaskan alan sebelum alan sendiri yang melepaskannya." ia tersenyum tipis sebelum pergi meninggalkan nancy yang mematung.


__ADS_2