Selfie

Selfie
menerima cinta


__ADS_3

" lucu banget deh kamu." selfie tidak bisa berhenti mencium pipi gembul adik bungsunya itu. memeluknya dengan gemas dan terus menempel pada sean.


" kakak hentikan, hahaha! " tawa sean yang menggemaskan menggema di ruangan.


" adik siapa sih ini," selfie memangku adiknya itu dan mencium kepalanya.


" adik kak karina," jawabnya yang membuat selfie terdiam.


tangan kecil sean bergerak dan mengelus tangan selfie yang berada di atas perutnya." dan adik kakak selfie," lanjut dia


mendengar itu selfie pun bernafas lega. ia tadinya mengira kalau sean hanya menganggap karina sebagai kakaknya. ia takut jika adiknya itu juga ikut menjauhi dirinya seperti yang di lakukan keluarganya dulu.


" kamu tau kakak dari kapan? " pertanyaan bodoh, tapi selfie hanya penasaran. ia berpikir kalau sean hanya tau tentang dirinya setelah ia pulang.


sean berbalik dan menatap mata selfie dengan mata coklatnya." dari dulu, aku tau kak selfie sama seperti kak karina. walaupun kak selfie tidak ada di sini, tapi mama selalu menunjukkan foto dan menceritakan diri kakak." jelasnya bangga.


selfie semakin merasa gemas, jadi ia tidak tahan untuk tidak mencium wajah imut itu." seandainya dulu kakak tidak pergi, pasti kakak akan gendong kamu waktu bayi."


sean tertawa, ia merasa geli karna terus di serang oleh kakaknya ini.


kakaknya sangat baik saat bersamanya, tidak seperti saat bersama nancy dan yang lain. sejujurnya, sean merasa selfie berbeda jika bersama dengan teman-temanya.


sean juga sering mendengar keluhan dari violet dan yang lain tentang sikap buruk selfie.


" kakak baik, tapi kenapa jahat ke kak violet dan kak nancy?" itu kalimat yang selfie dengar dari mulut kecilnya.


selfie terdiam cukup lama mencerna apa yang baru saja ia dengar.


wanita itu menurunkan sean dari pangkuannya dan berjongkok di depan bocah itu. selfie menyentuh pipinya dan mengelusnya." kakak tidak jahat, kakak hanya bermain "


" bermain? "


" umm, kamu masih terlalu kecil untuk mengetahuinya. tapi untuk sekarang yang perlu kamu tau adalah bahwa kakak sifatnya seperti ini." selfie tersenyum sehingga kedua matanya menyipit.


drtttt.. drrttt


" tunggu sebentar ya." selfie mengambil ponselnya dan mengangkat panggilan telpon dari alan.


wajah wanita itu tersenyum cerah dan duduk di samping sean.


" ada apa kak alan menelpon ku? "


" memangnya aku tidak boleh menelpon mu? "


selfie tertawa." bukan begitu."


" sebentar sore aku ingin ajak kamu ke taman, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan,"


" wahh suprise nih,"


keduanya tertawa dan lanjut mengobrol banyak hal, mengabaikan sean yang melihat kakaknya dengan tatapan yang tidak dapat di artikan.


ini sudah cukup lama selfie mengobrol dengan alan, ia seolah melupakan adiknya yang masih berada di sini.


tangan kecil sean memberanikan diri untuk menarik baju selfie bermaksud agar perhatian kakaknya tertuju padanya.


sedangkan selfie, ia yang melihat itu langsung mengerti. wanita itu mengakhiri pembicaraannya dan mematikan ponselnya. ia menghadap ke sean dan menyentuh kedua pipi bocah itu.


" kamu menganggu saja. tadi kan kakak lagi bicara sama kak alan," selfie tersenyum lembut


" aku gak terlalu suka sama kak alan," sahutnya dengan suara lirih


alis selfie berkerut." emang kenapa? kak alan baik kan sama kamu, dia gak jahat."


sean mengangguk." dia baik sangat baik. tapi aku lebih menyukai kakak zy."


deg!


zy? itu adalah nama panggilan sayang yang selfie berikan pada zayn dulu.


" zy... siapa? "


wajah sean langsung ceria." dia kakak yang baik, dia selalu datang dan bermain denganku. dulu aku ingin sekali dia menikah dengan kak karina, tapi kak karina bilang kalau kak zy mencintai wanita lain."


nafas selfie memburu. mungkinkah zy adalah zayn? tapi zayn bilang dia mencintai wanita lain.


" kak zy selalu bermain denganku, dia juga beliin aku banyak mainan. dia sangat baik, aku suka dengannya dan berharap dia bertemu dengan kakak." sean menceritakannya dengan semangat tanpa keraguan sedikit pun, sehingga selfie yakin kalau pria bernama zy ini pasti orangnya baik.


selfie tersenyum." dimana dia hmm? "


sean mengangkat bahunya." pas kakak pulang, kak zy udah gak pernah ke sini lagi."

__ADS_1


*


sore harinya di taman.


sudah sekian kalinya selfie menelpon alan, tapi tidak ada satupun panggilannya yang pria itu jawab. ini sudah lebih dari 30 menit ia menunggu di taman, namun alan belum juga menujukan batang hidungnya.


hari mulai gelap, sepertinya hujan akan segera turun. selfie ingin segera pergi dari sini, tapi sebelum perempuan itu meninggalkan taman, tiba-tiba saja notif di hpnya berbunyi.


rupanya itu pesan masuk dari alan.


dengan perasaan kesal selfie segera membuka pesan itu.


" jangan dulu pergi! aku akan segera datang,"


begitulah isi pesannya sehingga selfie kembali duduk di bangku semula.


wanita itu duduk seorang diri sambil melihat pasangan muda yang lagi pacaran.


ada beberapa yang masih mengenakan seragam sekolah. sepertinya mereka langsung ke sini setelah sekolah selesai.


tanpa sadar selfie tersenyum. ia jadi teringat dengan masa lalunya yang diam-diam pergi pacaran dengan zayn sepulang sekolah.


dan entah karna terlalu rindu atau apa, penglihatan selfie seperti melihat pria yang ada di dalam pikirannya. ia melihat zayn yang lagi berjalan mendekat ke arahnya.


selfie menampar pipinya berusaha membangunkan dirinya jika ini hanya mimpi. tapi pria itu tidak juga menghilang dan malah berhenti tapat di depannya.


selfie berdiri dan menatap wajah yang datar itu.


ia terus melihatnya hingga zayn membuka jaket dan menyodorkanya pada selfie.


selfie kebingungan, ia menatap pria itu meminta jawaban.


" baju mu terlalu ketat, tutuplah dengan ini." ketusnya


selfie reflek melihat tubuhnya, dan ternyata benar kalau baju yang ia gunakan terlalu ketat.


" aku gak butuh bantuanmu,"


zayn tertawa mengejek." jangan kira aku membantumu. aku hanya membantu orang-orang karna kau hanya akan merusak hubungan mereka jika laki-laki di sini melihatmu!." setelah mengatakan itu ia langsung pergi meninggalkan selfie yang semakin kesal dengannya.


selfie terpaku, Kata-kata zayn benar-benar tajam seolah ia adalah pembawa masalah. dengan perasaan kesal selfie terpaksa memakai jaketnya.


aroma khas pria itu tercium oleh hidungnya. wangi yang sama seperti beberapa tahun yang lalu.


hingga ia tersadar saat rintik hujan mulai turun dan membasahi kulitnya. selfie ingin pergi, tapi langkahnya terhenti saat melihat payung bewarna biru berada diatas kepalanya.


selfie perlahan berbalik dan melihat alan tengah memegang payung sambil tersenyum padanya.


sebuah senyum yang menghangatkan yang membuat selfie terpesona.


saling bertatapan seolah memuji keindahan satu sama lain.


benar-benar terlihat romantis, seorang pria tampan dan wanita cantik berdua di bawah payung.


dan tak lama kemudian tangan kanan alan memberikan sebuket bunga untuknya. bunga mawar putih yang sangat cantik dan memanjakan mata.


selfie menatap lekat bunga mawar itu, sampai ia mendengar suatu kalimat yang udah sering ia dengar dari alan.


" aku mencintaimu, sangat mencintaimu. gadis cantik, maukah kau menjadi kekasih ku? "


selfie tertegun, tenggorokannya tercekat dan tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun. ia berusaha mencerna perkataan yang baru saja alan lontarkan.


selfie ingin menolak, tapi sampai kapan ia akan terus menolak pria yang baik ini? bukankah ia harus memberi alan kesempatan?. lagi pula hubungannya dengan zayn telah berakhir.


selfie menarik nafas panjang, mengulas senyuman manis dan menerima buket bunga itu.


wanita itu mengangguk." iya, aku menerima cinta kak alan,"


mendengar itu alan pun tersenyum lega, sejujurnya ia takut jika selfie kembali menolaknya.


ia sangat senang, saking senangnya sampai air matanya keluar. tangannya perlahan naik mengelus pipi selfie, maju selangkah dan mendekatkan wajahnya ke wajah wanita itu.


" terimakasih." perlahan tapi pasti alan berhasil mendaratkan bibirnya ke bibir wanita yang amat ia cintai itu. berciuman dengan mesra di bawah payung dan di temani hujan.


dan tanpa keduanya sadari, sebenarnya zayn tengah memperhatikan mereka dari balik pohon. pria itu tetap berdiri di sana tanpa peduli dengan pakaiannya yang basah.


" lo nangis? " tanya reyno yang menemani zayn. reyno berdiri di samping zayn sambil memegang payung.


zayn menggeleng kuat dan buru-buru menghapus air matanya." ini bukan air mata tapi hujan."


...🍂...

__ADS_1


di rumah, tepatnya di dalam kamar selfie sedang terjadi pembicaraan serius antara selfie dan dahlia. dahlia baru saja datang ke sini demi memberitahukan berita besar pada selfie.


sebuah berita yang membuat amarah selfie menggebu-gebu.


" kenapa bisa? kenapa bisa proyek yang aku tangani hancur lagi?!! "


dahlia reflek menutup telinganya ketika mendengar teriakan wanita itu. ia menarik nafas dan menghembuskannya perlahan. sebenarnya dahlia tidak ingin kemari karna ia tahu kalau selfie akan mengamuk.


" terjadi kecelakaan masal dalam pembangunan, listrik sering mati, dan pemimpinnya membawa kabur uang proyek. ka--kata mereka lokasinya tidak strategis dan mereka semua menyalahkan mu, selfie." dahlia langsung menutup matanya setelah mengatakan itu. ya, dia takut melihat reaksi selfie.


tangan selfie terkepal kuat, rahangnya mengeras dan tatapannya menajam." aku tidak mungkin mencari lokasi yang tidak strategis untuk pembangunan ini!. dan semua pekerja aku rekrut dari orang-orang yang hebat, tapi kenapa!! " murkanya sambil melempar gelas ke dinding.


dahlia meneguk ludahnya kasar, untung saja ia sempat menghindar tadi. kalau tidak, sudah di pastikan gelas itu akan mendarat di wajahnya yang cantik.


" selfie, mungkin ini ulah--"


" ya ulah si peneror." selfie berjalan mendekati dahlia dan duduk di samping wanita itu." dia rupanya masih bermain denganku."


dahlia hanya diam tanpa menyahut. lagipula jika ia menyahut, masalahnya pasti akan semakin panjang. selfie hanya akan melampiaskan amarah padanya.


" kakak buka! "panggil echa dari balik pintu


dahlia panik, jadi ia langsung berlari ke pintu dan membukanya sedikit." jangan masuk, kak selfie lagi menjelma jadi iblis."


" loh kenapa dia? " echa berusaha melihat ke dalam tetapi dahlia menghalanginya.


" udah pergi aja, mending kamu main sama sean."


alis echa berkerut, tapi karna dahlia bilang selfie sedang menjelma jadi iblis echa pun segera pergi dari sana.


" uhhh untung dia pergi," gumamnya bernafas lega


" dahlia! "


" i-iya selfie? " tubuhnya menegang, suara selfie benar-benar halus tapi menusuk. ia melangkah dan duduk kembali di samping selfie.


atmosfer semakin mencekam ketika selfie menyentuh pundak dahlia dan meramasnya lumayan kuat. tidak sakit, tapi mampu membuat dahlia ketakutan.


" bawa pemimpin proyek itu padaku dalam keadaan hidup. dia pasti tau sesuatu tentang peneror itu."


dahlia terkejut, membawa pemimpin itu? tapi kan itu bukan keahliannya, tugasnya hanya duduk di kantor dan kerjain tugas selfie.


" tapi nona muda, aku gak tau apa-apa tentang menangkap seseorang."


selfie perlahan menoleh padanya dan menjitak kening wanita itu sehingga mengeluarkan bunyi yang keras.


" bayar orang, dasar bodoh! punya uang banyak tapi gak di gunain buat apa coba!"


dahlia mendengus, keningnya masih nyut-nyutan dan ia yakin bakalan memerah. si nona muda ini kalau menyuruh suka ngasal-ngasalan, sangat sok dan suka semena-mena.


" dasar nona muda kejam,"


" aku gak kejam "


" eh? kamu dengar isi hatiku? "


selfie berdecak." wajahmu mengatakan itu."


dahlia cecengesan, namun beberapa detik kemudian raut wajahnya berubah serius." kenapa tidak menangkap langsung si peneror? aku sudah memberitahumu siapa dia kan?, dan sisanya kau hanya perlu menebak."


selfie mengangguk." pemberitahuan mu gak jelas, hanya abu-abu. dan aku tidak mungkin asal menebak dan menangkap orang begitu saja "


dahlia cuman mengangguk-anggukan kepala


" ahkk kakek pasti akan memarahiku jika dia tau apa yang terjadi! " racau selfie sambil mengacak-acak rambutnya.


" emm sebenarnya dia belum tau," timpal dahlia yang membuat selfie bernafas lega.


selfie mengangguk." ok, sekarang pergi dan urus proyek itu. carilah beberapa pekerja tambahan dan beberapa orang yang mengerti tentang listrik. oh ya, dan pastikan mengirim beberapa pengawal."


" aku paham,"


" pergi sana! "


" dih langsung di usir nih," godanya belum bergerak sama sekali. ia masih duduk dengan santai.


selfie menatapnya tajam dan barulah dahlia keluar dari kamar yang penuh mencekam itu.


selfie terdiam, pandangan lurus kedepan melihat dedaunan yang bertebangan. smirk misterius tertampang jelas di wajahnya.


" ingin bermain? ok, ayo main. aku akan masuk ke dalam permainanmu dan menjadi juaranya."

__ADS_1


ia membuang nafas panjang " ahhh aku harus meminta saran nancy."


__ADS_2