
POV SELFIE
" ketidaktahuan adalah kutukan dari tuhan." itu kalimat yang gue ucapkan pada nancy enam tahun lalu.
waktu itu, gue adalah salah satu murid terpintar, sampai-sampai pelajaran yang ada di sekolah gak sanggup ngikutin gue. gue benar-benar anak yang mempelajari segalanya.
bangga? mungkin iya, tapi setelah mengetahui bahwa itu adalah alasan yang membuat nancy berubah, gue jadi menyesal mengetahui segalanya.
gue selalu kepikiran apakah ini hanya mimpi gue saat koma? apakah gue masih terbaring di rumah sakit? jika benar, setelah bangun nanti gue gak akan kembali ke kota kelahiranku. mencegah segala hal yang akan terjadi.
tapi, setelah gue tampar pipiku dan mencubitnya berulang kali, gue tetap tidak bangun.
jadi, ini nyata ya?.
gue saat ini sedang duduk di kursi kamar sambil menulis kehidupanku di sebuah buku yang telah ku hias dengan cantik. menulis segala hal yang terjadi dari pertama kali gue di sini.
mungkin bisa di katakan buku harian.
duduk sambil menikmati hembusan angin yang masuk lewat jendela yang terbuka lebar. daun-daun di atas pohon bergerak membuat senyum tipis di wajahku terbit.
sejuk, benar-benar tenang
"Ketidaktahuan adalah kutukan dari Tuhan sedangkan pengetahuan merupakan sayap yang akan membawamu terbang menuju surga." gue tertawa miris.
seharusnya kepintaran ku adalah kutukan dari tuhan, karna pintar lah yang membuat nancy mengkhianati ku.
" lo benar nancy, gue paham perasaan cemburu itu. gue paham rasa iri itu, lo benar."
tapi
hanya karna kau benar,
bukan berarti aku salah
ADA BANYAK ORANG yang tidak pandai menyusun kalimat dengan baik sehingga maksud dari ucapannya menjadi samar. sementara di sisi lain, ada orang-orang yang tidak dapat menerima kalimat bertele-tele, sehingga belum sampai pada inti permasalahan sudah lebih dulu di pungkas. ketika keduanya di pertemukan, akan sulit rasanya menghasilkan suatu kesepakatan, meskipun bisa jadi keduanya menuju satu tujuan yang sama.
" hufff... lelah "
ini sudah sebulan sejak kejadian gue labrak nancy yang seenaknya mengambil lahanku. apa dia gak tau kalau lahan itu mahal? apa dia gak tau kalau susah payahnya gue membujuk pemilik tanah itu untuk menjual lahannya?.
dan gara-gara dia, gue di marahin habis-habisan oleh kakek. gue di cap sebagai wakil direktur yang tidak bertanggung jawab oleh para dewan direksi.
aishhh....kapan sih gue jadi direktur utamanya? kakek lama banget pensiunnya atau meninggoy......canda kok.
oh ya gara-gara si ketimun basi itu, gue di hukum dan di kirim ke kota xx beberapa hari yang lalu untuk meninjau pabrik dan pemandian air panas. sungguh buang-buang waktu untuk seorang wakil direktur yang sibuk kayak gue.
saat sedang resah seperti ini, gue kaget ketika satu daun segar mendarat di mejaku. daun itu terlihat sangat bagus tanpa lecet sedikit pun. gue mengambilnya dan menatapnya lama.
termenung memikirkan apa yang akan nancy lakukan lagi padaku.
" ahhh... apa dia akan membangkrutkan perusahaan ku?."
dari pada memikirkan si nancy itu mending gue pikirkan nasib gue dengan alan. apa yang harus gue lakukan?.
kemarin alan melamarku, dan tanpa pikir panjang lagi gue langsung menerimanya. tidak, gue menerimanya bukan karna cinta tapi karna kasihan. apa gue salah?
kemarin di bawah sinar rembulan dan di tepi pantai, alan membawaku dan mengatakan kalimat yang tidak pernah aku pikirkan.
" Jangan buat aku hancur dengan menolakku malam ini. Jadilah istriku, jadilah matahari di dalam rumahku selamanya." itu lah kalimat yang gue dengar darinya. gue membeku dan tanpa sadar mengangguk.
kami berciuman lagi di bawah rembulan.
dia berkata kalau dia ingin sekali menua bersama dan menjadikanku ibu dari anak-anaknya kelak.
apa pernikahan itu hanya tentang menjadi istri yang baik? apakah pernikahan itu tentang menjadi seorang ibu? entahlah gue gak tau.
" hahhhh.... pusing ... " kepala gue serasa mau pecah, namun suara dering ponsel malah menggangguku.
itu adalah telpon dari alan
" hallo? "
" aku tidak bisa ikut fitting baju denganmu. pergilah sendiri, aku sudah meminta toko tersebut untuk menyambutmu."
__ADS_1
hmm menarik
gue juga lagi bosan, jadi apa salahnya melihat gaun yang cantik sekarang.
...🍂...
mobil selfie terpakir sempurna di parkiran butik ternama di kota ini. butik ini sangat terkenal dengan gaunnya yang cantik dan perhiasannya yang mewah.
wanita yang mengenakan coat berwarna biru tua itu tersenyum menatap bangunan di depannya. ia melepaskan kacamatanya dan menaruhnya di dalam tas yang selalu ia bawa ke mana-mana.
kakinya mulai melangkah mendekati toko dan berhenti di depan pintu kaca. namun, saat ia ingin membuka pintu kaca tersebut, tangannya tidak sengaja bersentuhan dengan tangan seorang pria.
selfie kaget dan reflek menoleh ke pria yang mengenakan kemeja putih dan jas biru tua. pria itu sangat dekat dengannya dan mampu membuat jantung selfie berdetak kencang.
pria itu justru tersenyum dan menjauhkan tangannya dari pintu." haii... tidak menyangka bisa bertemu di sini "
" haii juga," jawab selfie meskipun ia masih sedikit shock.
" mau cari baju juga ya? mau ngapain? " tanya orang itu.
" itu-" mata selfie bergerak ke sana kesini, mungkin ia agak segan mengatakannya." fitting buat nikah "
orang di depannya nampak kaget, wajahnya menegang dan terus menatap ke arah selfie. dia bahkan mengabaikan selfie yang tengah melambai-lambai di depan wajahnya.
" zayn? .... kamu gak papa? "
zayn tersadar dan langsung tersenyum kikuk, ia menghela nafas pelan." ahh... gak papa kok "
" oh ya? trus kamu mau ngapain? "
" Mmm, mau fitting buat tunangan." jawabnya sambil ngelirik selfie.
" ohh gitu... aku baru ingat kalau lusa adalah... hari pertunangan kalian." selfie memalingkan wajahnya dan segera membuka pintu." aku duluan "
" tunggu! " selfie sontak berhenti
meskipun kaget, namun selfie tetap mengangguk. ia dan zayn berjalan beriringan melihat baju dan gaun yang indah.
keduanya menjadi pusat perhatian butik. para pengunjung dan karyawan tersenyum melihat pasangan itu. ya pasangan, padahal aslinya bukan.
siapa sih yang tidak salfok dengan laki-laki tinggi, gagah, dan tampan bersama dengan seorang wanita yang cantik?. selain itu, baju mereka memiliki warna yang sama sehingga membuat semua orang berpikir kalau mereka adalah pasangan.
selfie mencoba beberapa gaun dan memperlihatkannya pada zayn. gaun-gaun yang ia coba semuanya terlihat cantik dan elegan. tetapi, ia jatuh cinta pada gaun berwarna putih keunguan.
wanita itu keluar dari ruang ganti dan berdiri di hadapan zayn yang lagi duduk.
zayn terpukau, ia tidak bisa memalingkan wajahnya dari selfie. wajah selfie benar-benar terlihat teduh dan lembut membuat zayn semakin jatuh cinta padanya. selain itu, selfie terlihat malu dengan pipinya yang merah merona.
" gi-gimana? " tanya selfie
" cantik, cantik banget." jawab zayn tanpa memalingkan wajahnya.
selfie mengangguk dan tersenyum sumringah. ia berjalan mendekati zayn dan duduk di samping pria itu." kamu gak mau coba? "
zayn langsung mengambil baju yang ia pilih dan masuk ke ruang ganti.
setelah beberapa menit, akhirnya zayn keluar. lelaki itu mengenakan setelan baju berwarna hitam dan mengenakan celana putih. namun, yang membuatnya terlihat berbeda adalah, pakaian zayn kali ini tampak seperti seorang pangeran.
seorang pangeran yang sebentar lagi mendapatkan tuan putrinya.
selfie tersenyum dan berjalan mendekatinya. wanita itu mengacungkan jempol." wahh nancy pasti sangat bahagia "
" kamu juga, alan pasti bahagia."
karyawan yang memperhatikan mereka dari jauh juga ikut tersenyum dan mendekat." cocok banget sih kalian, padahal itu bajunya gak sepasang."
senyuman zayn langsung hilang." saya fitting buat tunangan."
" dan saya buat nikah." lanjut selfie
mbak tersebut nampak kaget." ahhh.... maaf saya tidak tau "
__ADS_1
" tidak papa." selfie mengeluarkan kartu debitnya dan memberikannya pada mbak itu." saya ambil yang ini, dan bawakan saya pasangannya."
karyawan yang mengenal alan langsung mendekat dan menolak kartu itu." tidak perlu nyonya, pak alan sudah membayar apapun yang akan nyonya ambil."
" gitu ya... makasihh." ia pamit sebentar kepada zayn dan masuk ke ruang ganti. mengganti kembali pakainya seperti semula.
setelah memilih baju, selfie dan zayn selanjutnya memilih aksesoris dan mahkota. sebenarnya selfie sudah meminta zayn untuk tidak mengikutinya, tetapi zayn tetap kukuh dan beralasan kalau ia ikut untuk membelikan nancy.
mereka tertawa kecil saat memilih aksesoris dan periasan lainnya. zayn sesekali menggoda selfie dan mengerjainya, selfie benar-benar tertawa puas di sini.
wanita itu sudah menemukan aksesoris yang ia suka dan mahkota. tapi saat ingin meninggalkan ruangan ini, mata selfie tidak sengaja melihat cincin cantik dengan permata berwarna biru.
sangat cantik sampai-sampai selfie terus melihatnya.
sedangkan zayn yang melihat itu langsung paham kalau selfie menginginkannya. jadi ia mengambilnya dan mengangkat tangan selfie.
" mau ku pakaikan? "
" ahh gak usah! lagi pula aku udah ada cincin." ia menunjukkan cincinnya.
" lepas sebentar aja."
selfie berpikir sebentar, lagi pula tidak ada salahnya mencoba. ia mengangguk dan melepas cincin yang ia beli dulu bersama alan.
di sisi lain, seorang pria baru saja memasuki butik. pria itu tersenyum sumringah dan mencari wanita yang ia cintai.
alan, pria itu baru saja menyelesaikan pekerjaannya di kantor dan langsung kemari. ia ingin menikmati momen fitting baju bersama selfie. namun, setelah mencarinya alan tidak kunjung melihat selfie.
memangnya dimana dia?
apa dia sudah pulang?
karna lelah, akhirnya alan bertanya ke karyawan yang mengenalnya.
" mbak, lihat calon istri saya?" tanya alan
mbak tersebut mengangguk dan langsung mengantarkan alan ke tempat aksesoris.
" nyonya ada di dalam tuan."
alan tersenyum." makasih." pria itu memasuki tempat aksesoris dan melihat kesana kemari mencari selfie. dan senyuman di wajahnya semakin lebar saat melihat wanita yang ia cintai.
tapi tunggu, kenapa ada zayn?
alan berhenti dan menatap mereka tajam, apa lagi melihat tangan zayn menyentuh tangan selfie dan saling tersenyum bersama.
tangannya terkepal dan mulai melangkah ke sana.
" sayang! "
selfie menoleh dan membelakkan matanya melihat alan. ia buru-buru menarik tangannya dari zayn.
" apa yang kalian lakukan? " tanyanya dengan nada intimidasi.
" aku tidak sengaja bertemu dengannya." jawab selfie cepat.
alan menatap selfie datar dan menurunkan pandanganya ke jari wanita tersebut. ia semakin marah ketika jari itu mengenakan cincin lain.
tangan alan mengangkat tangan selfie dan mengecupnya perlahan." sayang, seharusnya kamu tidak melepas cincin pemberianku." ia mengambil cincin logam selfie di atas rak dan melepas cincin permata itu.
selfie terlihat sangat kecewa saat cincin permata biru itu terlepas dari jarinya. zayn bisa melihat kekecewaan dari wajahnya.
" sudah pilih baju kan? " tanya alan, kali ini sambil memeluk selfie dan mengecup kepalanya.
" sudah." jawab selfie yang masih melihat cincin biru itu.
" yaudah ayo pergi." ia melirik zayn dengan tajam sebelum membawa selfie pergi. selfie hanya pasrah saat di tarik oleh alan, ia sesekali membalikkan kepalanya dan menatap zayn sendu.
zayn menghela nafas, ia mengambil cincin biru itu dan tersenyum." mbak! berapa cincin ini? "
" cincin berlian ini sangat mahal, tuan "
" saya akan bayar berapa pun itu! "
__ADS_1