Selfie

Selfie
04. malam


__ADS_3

Dalam kamar , selfie sedang melakukan kegiatan rutinya yaitu membaca. gadis ini selalu membaca tiap harinya jadi siapa sangka dia menjadi terlalu pintar . Ia mengenakan baju kaos hitam dengan celana selutut dan rambut yang terurai walaupun simpel tapi tidak mengurangi kecantikannya.



Saat ini keluarganya sedang makan malam ia tidak bergabung lantaran ayahnya tidak suka jika satu meja bersamanya jadi dia harus menunggu mereka selesai lalu setelah itu dia akan makan .


" mereka sudah makan belum ya? Dah laper ni" . ia memegang perutnya yang berbunyi sejak tadi . " atau gue kesana aja ya, siapa tau mereka sudah selesai dari tadi ".


Ia menutup bukunya dan melangkah keluar dari kamar. sunyi hanya itu yang menemaninnya sepanjang jalan menuju ruang makan. Setelah sampai dia bisa mendengar canda tawa dari ruangan itu. ia mengintip sedikit dan melihat ayahnya tersenyum sambil mengelus kepala karina ia bahkan belum pernah merasakan ayahnya melakukan hal itu padanya.


Cemburu? Itu sudah pasti akan tetapi dia tetap menormalkan perasaan dan melangkah masuk kesana.


Suasana di ruangan itu pun berubah ketika dia masuk, awalnya yang tadi terdengar canda tawa sekarang berubah menjadi hening. Selfie mengambil piring dan sendok kemudian dia menuju meja makan. Betapa kagetnya ia ketika tidak mendapati satu makanan pun tersisa .semua sudah habis tidak menyisakan sedikit pun untuknya.


" ma makanannya habis? Mama ada menyisakan untukku sedikit kan? " .


" haha upss maaf aku kesenangan sampai menghabiskan semua lauknya " . selfie menoleh ke arah karina yang tertawa dan tersenyum mengejek .


" kenapa? Aku hanya minta sedikit kamu seharusnya tidak memakan semuanya ". sebisa mungkin selfie mengontrol emosinya dan masih menunjukkan wajah baik baik saja.


" jaga bicara kamu ! karina anakku terserah dia mau menghabiskannya atau tidak kamu tidak berhak mengaturnya ". kali ini ayahnya yang menjawab dengan nada yang sedikit meninggi


" aku juga anakmu " . Batin selfie


" selfie maaf mama hanya masak sedikit kamu bisa makan di luar untuk malam ini " . selfie sudah menduga bahwa malam ini ia akan makan di luar lagi. selalu saja seperti ini hanya bisa di hitung dengan jari ketika selfie makan malam bersama mereka.


Mamanya selalu beralasan masak sedikit padahal selfie tau mereka sengaja agar selfie tidak ikut makan. " aku tidak punya cukup uang ma ".suaranya sedikit bergetar ketika mengatakan itu .


" saya tidak peduli itu urusan kamu, masih baik saya mengijinkanmu tinggal di rumah saya kalau urusan makan kamu itu ukan urusan saya " . ayahnya menatap tajam, selfie yang awalnya menunduk kini mengadahkan kepalanya menatap sang ayah .


Di tatap begitu tentu saja selfie sakit hati, tapi ini sudah biasa baginya.


" iya aku masih punya uang sedikit, kalau begitu aku akan makan di luar aku permisi ".


ujar selfie sambil terseyum.


" jijik, memang mau makan apa aku tau uangnya tidak lebih dari 10 ribu " . karina meneguk air kemudian memandang orang tuanya.


" ma, pa lebih baik kita nonton TV aku juga ingin menceritakan hari ku di sekolah dengan kalian". ajaknya dengan suara manja membuat sarah terseyum lembut seraya mengangguk.


" tentu , papa dan mama akan selalu mendengarkan cerita kamu sayang " . Imbuh sang ayah mengelus rambut dan pipi karina dengan penuh cinta .


Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mendengar dan megintip .ya, dia selfie gadis itu belum benar - benar pergi karna ingin melihat interaksi mereka pada karina yang berbeda dengannya.


" mendengarkan? Adakah dari kalian yang mau mendengarkan ceritaku? ". ia berkata dengan suara yang kecil sambil tersenyum kecut.


Udara malam begitu dingin dan untungnya selfie sempat mengambil jaketnya. Sepanjang perjalanan orang - orang menatapnya dengan tatapan tidak suka karna dia memakai alat bantu dengar di telinganya.


Selfie terseyum pada orang-orang yang menatapnya sinis walau selfie tau ia tidak akan mendapatkan senyuman balik.


Tempat yang menjadi tujuanya hanya ke warung , tidak mungkin dia pergi ke tempat lain dengan uang yang hanya 10 ribu kan? .


" apa gue kembali aja ya ke rumah kakek? " . Gumamnya dan terus berjalan pelan.


" gak jadi deh nanti nancy marah lagi ".ia terkekeh ketika mengingat nancy. pasti gadis itu sedang makan enak bersama keluarganya.


🌿


" mie rebus lagi ya? Sepertinya emang bisa itu uang ku hanya tersisa 10 ribu saja ".ia menghela nafas berat ,sangat membosankan makan mie instan terus menerus. tapi apa lagi yang harus dia makan dengan harga yang murah .


" buk mie rebus satu ya " . pesannya dan duduk di bangku warung kecil itu! tak lama terdengar seseorang yang juga memesan ." buk nasi goreng satu ya" . orang itu hendak duduk tetapi terkejut ketika melihat selfie di sana.


" gak makan di rumah lagi? " .tanyanya yang tak lain adalah nancy gadis itu duduk di sebelah selfie.


" begitulah..... Lo ngapain makan di sini? "

__ADS_1


" ortu gue gak pulang katanya besok baru pulang makanya gue ke sini ehh malah ketemu lo ".


" btw lo pengen banget ya ketemu sama gue, padahal baru tadi sore ketika berpisah ". Selfie memicingkan matanya.


" ehh carrot lo jangan lupa kita sering ketemu ya, pagi sampe siang sekolah, sore olahraga, malam sering keluar bareng ". Balas nancy sambil bersedekap dada.


" heheh bercanda kok ".


Mie rebus yang di pesan selfie datang membuat pandangannya beralih menatap makanannya. nancy melihatnya hanya mengehembuskan nafas kasar, udah sangat sering ia melihat selfie memakan mie.


" kenapa mie rebus? Pesan yang lain aja, nasi kek " .


" sesuai dompet gue nanc lo tau kan gue miskin". Balasnya sambil meniup mie dan langsung memakanya .


" padahal bokap lo kaya ". nancy mengepalkan tangannya dia tau tentang kehidupan selfie dan itu membuatnya membenci orang tua dan juga saudara selfie .


" udah hentikan! gue beliin lo nasi kuning aja, gue tau lo belum makan nasi ". selfie yang mendengar itu serentak menoleh ke nancy. jika di tanya senang tentu saja dia sangat senang .


" buk ambil aja mie rebusnya, dan bawakan nasi kuning ya " .


" eh jangan naggung banget loh" . Tolak selfie yang masih ingin memakan mienya


" terima atau gue gak jadi beliin! " .


Selfie terseyum kaku " iya , iya ".


" makasih nancy gue mau nangis gara - gara lo" . ucapnya sambil membuat wajah sesedih mungkin .


" lebay lo " .


Setelah selesai dengan makannya. mereka berjalan dan singgah di taman.


" gue cari kerja aja kali ya? Gak mungkin gue dapat duit tiap hari dari ortu" . selfie memang jarang sekali dapat uang dari orang tuanya kalaupun dapat pasti itu hanya sebulan sekali. paling banyak 100 ribu dan sebagian dia tabung beda dengan karina yang hampir tiap hari mendapatkan uang yang banyak.


" gue rindu sama mereka , lagi pula gue juga rindu sama lo ". selfie menoleh ke arah nancy seraya tersenyum, senyum yang begitu tulus seperti tidak ada beban masalah.


" uhhh gue lebih rindu sama lo dulu ". Balas nancy menghela nafas


Nancy menatap lurus kedepan " tidak semua janji di tepati " .


Selfie menatapnya sekilas kemudian ia mendongak ke atas melihat deretan bintang yang sangat indah.


" lo benar... Gue juga gak yakin bisa menepati janji ini".


Hening. selfie sibuk dengan pikiranya begitu juga nancy. " janji itu sangat sulit sel, tidak papa jika lo mengingkarinya ".


Selfie mengangguk. " selagi gue bisa gue akan berusaha nanc " .


Nancy terseyum lalu ia meraba sakunya dan mengeluarkan sesuatu.


" wihh coklat buat gue nih? " .


" makan aj gue ada bawa dua? " .


Selfie tertawa " lo kayak tau aja akan ketemu sama gue " . Ujarnya sambil membuka bungkus coklat


" hmm gue tau kapan lo ada " . Sahutnya dengan nada bercanda


" oh ya gimana nasib violet ketika ketahuan berbohong? " . Tanya selfie, sejujurnya ia ingin menanyakan ini tadi di telpon tapi nancy duluan mematikannya.


Nancy tertawa, " gue bantuin dia dan lo tau dia sangat senang kayak bocah yang mendapatkan permen " .


Selfie tertawa, dalam hatinya ia ingin sekali bisa berteman dengan violet tapi violet selalu saja mencari masalah denganya.


Pandangan selfie beralih pada penjual permen kapas ia kemudian menatap nancy dengan tatapan memohon. nancy yang tau dengan maksud selfie langsung mengajaknya menghampir penjual itu.

__ADS_1


" udah berapa banyak uang gue yang lo rampok? " . Ujar nancy


" hehe nanti gue ganti beb " .


Setelah mendapatkan permen kapas mereka berjalan kembali ke bangku tetapi nancy menghentikan langkahnya membuat selfie menatapnya heran.


" kenapa lo? " . Tanya selfie


" lo gak cium bau gitu? " . Sahutnya sambil mencium baju dan sekitarnya


Selfie menggeleng " kagak tuh ".


Nancy mendekat dan kemudian mencium pakaian selfie. " ngapain lo anjir? " .


" kiarain ketek lo yang bau " .


Nancy melebarkan matanya, " enak aja cantik gini di bilang bau " .


" cantik pun gak di jamin gak bisa bau ".


Selfie berdecak mendengar ucapan nancy lalu ia mulai mencium bau tak sedap ". Ehh iya bau apa ini ya? ".


Selfie melihat kebawah kemudian tertawa terbahak-bahak. " kerasukan lo? " . Tanya nancy takut


" coba deh lihat kebawah " . Tunjuk selfie dengan jarinya seraya menahan tawa.


Nancy menunduk dan betapa kagetnya ia melihat kakinya menginjak kotoran hewan.


" iuhhhh jijik " . Nancy berjalan pelan menuju genangan air dan langsung mencelupkan kakinya di sana.


" hahaha bersihin lagi nanc " . Tawa selfie merasa lucu


" fix pulang gue mau mau mandi lulur " .


Selfie memutar bola mata " yaelah bro yang kena sendal lo doang bukan kaki lo ".


" tetap aja gue jijik ".


Setelah membersihkan kakinya ,nancy membuang sendalnya membeli sendal baru di kios terdekat. Ia tidak ingin memakai sendal bekas kotoran.


" btw banyak banget duit lo nanc ". Ujar selfie yang heran berapa banyak duit yang di bawa nancy karna gadis itu dari tadi mengeluarkan uang terus.


" banyak karna tadi pas keluar rumah gue punya firasat akan ketemu lo yang kelaparan dan hampir mati " . Jawabnya


" bangsat lo " . Kesal selfie memukul lengan nancy .


Mereka berjalan pelan dan berdiri di jembatan kecil taman sambil melihat langit yang di penuhi bintang.


" oh ya tinggal aja bersama tantemu dia kan sangat sayang padamu, lagi pula kita sering menginap". Saran nancy yang tau bahwa tantenya selfie sangat sayang padanya beda dengan ayahnya. ngomong - ngomong jesh adalah adik dari ayahnya sekaligus guru club petualangan di sekolah selfie , satu satunya keluarga dari ayahnya yang tidak membencinya.


" gue gak mau merepotkan kak jesh, kalau tinggal di sana kapan gue dapat kasih sayang dari ortu kan" . Sahutnya


Selfie haus akan kasih sayang.selama 11 tahun tinggal bersama kakek dan neneknha dia belum pernah menemui orang tuanya. hanya sekali itu pun sarah yang datang kesana sendiri. ayahnya tidak pernah tau siapa kakek dan neneknya karena mereka tidak pernah menunjukan diri lantaran tidak setuju dengan pernikahan ibunya.


" hahaha gue paham, kita masih bisa tetap ke sana menginap sesekali dan bersenang dengan kak jesh ". Ujar nancy mencairkan suasana melihat wajah selfie yang mulai sendu, selfie terseyum lembut dan menganggukan kepala.


" btw besok lo udah milih mau ikut ekskul apa?" .tanya selfie karena di sekolah mereka akan di adakan ekskul.


" udah gue milih ekskul seni " .


" mereptokan lah tapi karna gue udah ahli dalam hal itu gue ogah " . Ucap selfie membanggakan diri sementara nancy tidak dapat mengelak karna itu fakta .


Dengan wajah cemberut nancy bertanya balik. " kalau lo gimana? ".


" lo akan tau besok " . Selfie tersenyum misterius.

__ADS_1


__ADS_2