
suasana di Britney school saat ini sangat sepi , jam masih menunjukkan pukul 9:30 AM itu artinya kelas kelas yang lain saat ini masih sibuk belajar, berbeda dengan kelas selfie yang baru saja menyelesaikan jam olahraga . dan karna haus sebagian dari mereka diam diam mengendap ke kantin , ya, karna lagi pula jam olahraga sampai istirahat tetapi karna gurunya ada urusan mendadak ia mempercepat waktunya.
seorang lelaki tengah duduk di dekat lapangan skateboard, pandangannya dari tadi tidak berhenti menatap lurus kedepan. terkadang ia mengehela nafas berat dan melihat jamnya berulang kali.
" oi lo ngapain di sini sendiri? ". panggil raka
" main skateboard ". sahut zayn
raka mengekerutkan kening, " lawak lo, kalau main skateboard ya ke lapangan lah ".
" iya jika lapangannya tidak di di huni oleh para manusia yang dari tadi duduk mulu ". sunggut zayn sembari menunjuk ke tengah lapangan menggunakan matanya.
raka reflek menoleh " anjirr cantik banget! ".
raka melongo melihat selfie and the geng sedang duduk manis di tengah lapangan skateboard tanpa bermain sedikit pun.
kelima gadis itu tidak menyadari bahwa mereka sedang menjadi pusat perhatian zayn dan raka. sudah hampir setengah jam zayn disini menunggu mereka pergi namun para gadis itu tidak beranjak sedikit pun. kelas zayn kebetulan sedang jam kosong dan karna tidak ingin waktunya terbuang sia sia zayn pun berniat untuk bermain skateboard.
" cantik sih cantik, gue tau mereka habis olahraga tapi kenapa coba harus pakai pakaian begitu? ". cibir zayn kesal karna sebenarnya ia tidak ingin selfie di lirik oleh lelaki lain dengan penampilan seperti itu.
" iya kan mana sexy lagi ". sahut raka masih memperhatikan
selfie yang merasa sedang di awasi langsung menoleh ke pinggir lapangan , dan benar saja di sana ia melihat zayn dan raka yang sedang duduk memperhatikan.
" haha pasti dia udah tunggu lama ". gumam selfie cekikikan
" oii capek ya? pulang aja deh! ". teriak selfie mengledek ke arah zayn
" loh sejak kapan mereka di sana? ". ucap trysta yang baru sadar
" maybe dari tadi ". sahut fira
selfie yang tadinya masih melihat ke arah kedua cowok itu langusng menyenggol violet, " vi tu ada raka, dia lihatin lo mulu ".
" ihh sel gue kan gak suka sama dia! ". dengus violet
" tapi vi dia setengah bule loh kayak selfie, dan epiknya mereka dari australia ". timpal nancy bermaksud menggoda violet
violet melipat tanganya di dada " pokonya gue gak suka karna gue cuman mau sama ricko ".
" tapi ricko cinta mati sama nancy ". imbuh trysta dan seketika wajah nancy di ketuk , ia paling benci jika orang menjodohkan nya dengan ricko.
sementara mereka asik mengobrol tentang siapa paling ganteng antara raka dan ricko, selfie dari tadi malah mengibas ngibas wajahnya dengan tangan.
" masuk aja yok, gue kepanasan nih ".
" iya udah lama juga kita di sini ". sambung fira
tanpa menunggu lama lagi kelima gadis itu bangkit dan berjalan ke pinggir lapangan. melihat itu senyum di wajah zayn pun mengembang, ia dengan segera mengambil skateboardnya bersiap bermain .
" selamat bermain ". cetus selfie sambil menepuk bahu zayn
" ck! pakai seragam lo ". perintah zayn
" dih ngatur ". selfie mengibaskan rambutnya di hadapan lelaki itu lalu pergi.
" sumpah tu anak cakep bet ". ujar raka melihat selfie
" bacot ah, ayo main ". zayn menarik paksa raka untuk ikut bermain bersamanya.
saat ini tiga orang gadis sedang berdiri di ruangan jesh sambil mengetuk wajah . ketiganya sangat kesal pada jesh yang dengan tiba tiba memaksa mereka masuk ke ruanganya padahal ketiga gadis itu sedang menikmati makanan di kantin.
dari tadi di ruangan itu hanya ada keheningan, jesh dari tadi tidak mengatakan apa apa melainkan hanya senyam senyum sendiri di depan laptopnya.
" aduhh ada apa sih kak?! ". geram selfie
" iya nih gak lihat orang lagi makan apa ". imbuh nancy
" dasar tukang paksa! ". ketus violet
mendengar omelan mereka jesh pun menoleh dan menyipitkan matanya sehingga tatapannya menajam dan menusuk kepada mereka.
" kakak panggil kalian ke sini untuk menyampaikan sesuatu ".
" ya ngomong dong!! ". protes ketiganya bersamaan
jesh terkekeh " iya tapi tunggu dulu, kakak tadi menyuruh liam untuk mengambil sepatu sendal di rumah karna sepatu kakak rusak ".
" liam siapa? ". tanya selfie
" dia tetangga sebelah rumah minta kerjaan seminggu, yaudah kakak jadiin asisten ".
" tapi dia ceroboh dan rada bego sih ". lanjutnya berbisik
" udah lah to the point aja soalnya kami ada urusan setelah ini ". sela nancy
karna para gadis ini terus mendesaknya jesh akhirnya memilih memberi tahu mereka, " kakak udah ada kekasih ".
sebuah penjelasan yang membuat selfie terkejut dan melongo , " siapa? kok bisa? ".
" mungkin liam yang dia maksud ". jawab violet asal namun sedetik kemudian jesh melemparnya dengan kertas.
" makanya kalian datang karna sebentar kakak akan mengundangnya ke rumah ". ungkap jesh
selfie mengangguk saja mendengarnya walau ia masih sedikit shock. selfie hanya takut jika jesh tidak akan ada waktu lagi untuknya, karna jesh adalah orang yang akan selfie datangi jika ibunya menolak menghabiskan waktu denganya . tapi selfie tidak bisa terus egois seperti ini karna jesh berhak mendapatkan kebahgiaan nya.
dari arah pintu masuklah seorang lelaki yang lari tergesa gesa dengan membawa sebelah sepatu dan sendal.
" ini nyonya ".
" apa ini? ". tanya jesh binggung
" ya sepatu sendal ". jawabannya polos
mendengarnya jesh pun mengusap wajahnya kasar dan menggerutui kebodohan liam.
" yang saya minta itu sepatu sendal liam! ". resah jesh
__ADS_1
" ini nyonya sepatu sendal ". sanggahnya
" ini bukan sepatu sendal! ". jesh memukul mejanya dengan pelan karna terlalu geram.
" ini apa? ". liam mengngkat sepatu
" sepatu ". jawab jesh
" kalau ini? ".
" sendal ".
" iya kan jadinya sepatu sendal, ". liam menggabungkan keduanya
" bukan ini...!! ". ingin rasanya jesh menangis dengan kebodohan liam , namun berbeda dengan trio cookies yang sedang menahan tawanya.
" lah itu kan betul sepatu sendal ". timpal nancy menambah kekesalan jesh
" iya kak jesh gimana nih orang dia benar ". sambung violet sementara selfie sibuk menahan tawa.
" diam kalian! ". bentak jesh
jesh kembali menoleh ke liam " ok saya terima kesalahan kamu kali ini ".
" tapi kemarin saya minta tolong sama kamu , liam tolong mobil di pikiran di balikin biar saya pulangnya enak . ehh pas saya sampai di parkiran mobil sudah kebalik rodanya sudah di atas , maumu itu apa liam? !! ". geram jesh
" HAHHAHA!! ". selfie tidak bisa lagi mehahan tawanya setelah mendengar penjelasan jesh, begitu juga dengan violet dan nancy yang tertawa sampai terpingkal ke lantai.
" itu nyonya sendiri yang salah ngomong, nyonya kan bilang, liam tolong mobilnya di balikin . ya saya balikin sesuai perintah ". sunggut liam tidak ingin di salahkan
" haha iya dia gak salah, orang kak jesh yang salah, makanya ngomong tu yang benar ". timpal selfie masih tertawa
" harusnya, tolong mobilnya di putar balik gitu ". lanjut nancy
jesh menarik nafas dalam dan menghembuskannya beberapa kali, " kamu pulang aja ". usir jesh karna ia tidak ingin kesal lagi dengan tingkah liam.
" ini sepatu sendalnya ". liam menaruh sepatu plus sendal itu di atas meja jesh sambil terseyum simpul membuat jesh menyipitkan matanya.
melihat liam sudah keluar mereka pun juga memilih untuk kelaur alias melanjutkan makan di kantin .
" kami pergi ya ". pungkas nancy
" eh jangan lupa datang ya! ". teriak jesh sebelum mereka benar benar keluar dari ruangannya.
🌿
" kak jesh mana ya? ". tanya violet sebab dari tadi mereka tidak melihat wanita itu
" di belakang kali " . tebak Nancy
ketiga cewek itu sudah sampai di rumah jesh sesuai dengan janji mereka. namun sejak sampai mereka tidak melihat keberadaan wanita itu.
" kita ngapain sebentar ya? " . sela selfie sambil berbaring di samping violet.
nancy nampak berpikir " kita melukis aja "
" itu sih mau lo! " . cibir selfie
" kenapa? lo takut ya " . balas nancy tersenyum mengejek
" dihh basi " .
" girl "
" girl... come here ". teriak jesh dari bawah
" suara perempuan siapa itu? ". tanya selfie yang samar-samar mendengar membuat nancy langsung menjewer telinganya
" suara tante lo bego! " .
tanpa berpikir panjang lagi ketiganya belari ke bawah tepatnya keruang keluarga. sampainya di sana mereka tidak hanya melihat jesh sendiri tapi juga ada seorang pria di sampingnya.
" anak gila kalian semua ya, tunggu kakak teriak dulu baru datang "
" kenapa kak ? ". tanya violet
" oh itu, kakak mau memperkenalkan seseorang yang special " . ungkap jesh sambil menyilangkan lenganya di lengan pria di sampingnya.
" kenalin ini kekasih kakak namanya Gilang ".
gilang terseyum ke arahnya lalu ia berpaling dan menatap ketiga gadis itu. " saya gilang , salam kenal ya! ". sapanya
karna sikapnya yang ramah violet dan Nancy pun membalas sapaan gilang dengan senyuman yang ramah pula .
selfie pun membalas sapaan Gilang dengan senyuman , gilang memang sangat ramah dan sangat baik membuat siapapun pasti langusng tertarik denganya, kecuali selfie yang ketika melihat wajahnya merasa ada gelagat yang aneh.
" bagaimana selfie kamu suka dengan dia? ". beber jesh semangat
selfie mengangguk " tentu kak jesh dia sangat baik dan cocok dengan kakak " .
tak lama kemudian selfie membulatkan matanya ketika nancy dan violet menyerbu jesh dengan mendorong wanita itu ke sofa dan melontarkan banyak pertanyaan.
" kak kapan jadian? "
" ketemu di mana ? "
" trus siapa yang nembak duluan? ".
" kakak laku juga ya " .
melihat hal itu Gilang tertawa pelan dan menggelengkan kepalanya.
" hahaha lucu banget ya.... saya seorang pengusaha yang kebetulan bertemu dengan jesh waktu ia berada di pantai " .
" di saat itu kakak jatuh cinta sama dia dan kami telah jadian seminggu ini " . lanjut jesh
" so sweet banget, ketemunya di pantai ". seru selfie sambil meloncat kecil
" romantis banget " . violet sama girangnya
gilang terseyum, " oh iya aku punya coklat nih untuk para lady girls ". ia membuka tasnya dan mengambil tiga batang coklat yang besar.
__ADS_1
tanpa berlama-lama lagi selfie langsung mengambil dan memakanya saat itu juga membuat jesh menahan malu namun gilang tidak mempermasalahkan nya.
" yaelah si wortel kita juga punya kali, gak akan minta punya lo ". ketus nancy
" wleeek biarin ". balas selfie mengledek dengan mulut yang penuh dengan coklat.
" sayang maafin keponakanku ini ya, dia emang orangnya receh " . tutur jesh
gilang menggeleng " gak papa yang ,aku suka kok sama dia " . ia membelai rambut jesh dan mengelusnya
" cieeeeee cuitt... Cuittt sayang gak tuh ". sorak ketiganya membuat jesh semakin malu.
" aku ke toilet dulu ya " . pamit Gilang
selfie terus memperhatikan gilang yang berjalan ke arah toilet , hingga lelaki itu menutup pintu pun selfie masih berfokus padanya.
" dia ganteng kak , kakak hebat deh pilih dia ". ujar violet
jesh terseyum dan mengangguk " iya kan, kakak berharap semuanya berjalan dengan baik ".
" hidup yang di bebani dengan harapan adalah hidup yang berat . buahnya adalah kesedihan dan kekecewaan ". sela selfie sambil mengigit coklatnya
mendengar ucapan selfie membuat mereka reflek menoleh dan menatapnya binggung, pasalnya sejak gilang ke toilet selfie hanya diam, sedangkan mereka sibuk bercerita dan tiba tiba saja selfie mengatakan sesuatu yang tidak mereka mengerti.
" lo ketindihan? ". tanya violet
selfie terkekeh, " gak, gue rencana mau ambil buah kesemek milik bu rini " .
" kamu ya hentikan kebiasaan mengambil milik orang lain ". murka jesh seraya menarik telinga selfie
" aduhhh duhh...rencana gue mau ajak violet nanti, kalau nancy mah patner gue " .
" jangan ajarkan anak orang lain sesat " . jesh semakin menarik kuat telinganya.
tepat saat jesh menarik telinga selfie gilang pun datang dan terkejut melihat keributan di depannya.
" kenapa ini? " .
Jesh reflek melepaskan tanganya dan mulai bersikap manis mungkin . " gak kok, ni anak nakal makanya aku hukum " .
gilang hanya geleng-geleng kepala," aku gak jadi nginap disini karna ada urusan mendadak, jadi aku harus pergi "
mendengar nya wajah jesh tiba tiba kecewa tetapi ia tetap tersenyum. " oh iya hati hati ya ".
jesh bangkit dari duduknya dan mengantar gilang hingga ke depan pintu. setelah memastikan gilang sudah pergi barulah jesh kembali dan bergabung bersama yang lain.
" kak jesh dia pernah nginap disini? " . tanya nancy
jsh mengangguk " iya tapi dia tidurnya di sofa bukan di atas " .
" kak jesh gak takut nanti dia apa-apain gitu ". ucap nancy hati hati
" gak kok dia gak pernah ngapa ngapain ". tukas jesh tersenyum kaku
" kapan terakhir dia nginap? ". imbuh violet
" mmm tiga hari yang lalu kok ".
" dari penglihatan ku, semalam dia menginap disini dan bisa kutebak kalau kak gilang mencium pipi kakak di pojok ruangan ini tepatnya di pipi sebelah kanan " . lontar selfie
jesh yang mendengarnya spontan sangat terkejut karna ucapan selfie benar kalau gilang semalam menginap di sini dan menciumnya tepat di pipi sebelah kanan , tapi yang anehnya lagi kenapa selfie sampai bisa mengetahui lokasinya .
" bagaimana kamu tau ? ". tanya jesh panik
selfie menjentikkan jari, " kakak bilang bagaimana kamu tau, jadi itu artinya benar kan? karna tadi aku hanya menebak saja " .
jesh semakin panik karna baru menyadari bahwa ucapan selfie tadi menjebak. " hmm gak kok, aku bohong aja biar kamu penasaran " .
bukanya percaya selfie malah menyipitkan matanya dan tersenyum menggoda.
" ohh kakak bohong , yang ku ucapkan tadi betul karna aku bisa melihat kak jesh terus memegang pipi dan selalu melirik pojok ruangan dan terseyum malu pada kak gilang jadi aku bisa simpulkan... ". selfie menggantung ucapannya
ia menyilangkan lengan di dada dan memiringkan kepalanya. " jika bukan semalam , kakak pastinya tidak akan terus tersipu dan merasa malu " .
nancy dan violet yang fokus menatap selfie langsung serentak menoleh ke arah jesh.
Jesh menghela nafas " iya dia memang mencium kakak semalam, tapi hanya itu kok dia juga sering nginap di sini dan aman aja " .
violet mengangguk " iya sel gitu doang kok "
" hehe gue gak masalahkan kok. hmm ayo kita melukis di atas ". ajak selfie membuat nancy tersenyum senang dan menarik tangan kedua gadis itu meninggalkan jesh yang masih tersenyum mengingat kedekatannya dengan gilang.
ketiga gadis itu menaiki tangga dengan perlahan , violet dari tadi masih sibuk memakan coklat yang belum ia habiskan sementara selfie sibuk dengan pemikiran nya, sampainya di tangga terakhir nancy pun memutar tubuhnya dan menghadap ke arah selfie.
" lo tau sesuatu ya sel? ".
selfie mengangguk. " iya, gue rasa ada sesuatu yang dia sembunyikan ".
" awalnya gue gak curiga tapi setelah lo bicara ngelantur tadi gue mulai paham ". jelas nancy
selfie menatap nancy serius. " hmm ada udah di balik batu ".
" batu apa? ". tanya violet yang tidak mengerti dengan arah pembicara mereka
" batu bata ". sewot nancy membuat violet mendengus kesal
sesampainya di depan pintu kamar nancy malah menghentikan langkah selfie yang hendak masuk.
" vi lo duluan aja , nanti kita nyusul ".
violet ingin bertanya tapi ketika melihat wajah nancy yang berubah menjadi serius ia hanya bisa mengangguk dan segera masuk ke dalam.
nancy dengan cepat menutup pintu setelah itu ia menoleh ke arah selfie. " apa yang akan lo lakukan sel? ".
" gue harus cari tau tentang dia, dan kalau terbukti benar gue harus menolong kak jesh ". jawab selfie yakin
nancy tertawa kecil dan menyentuh pipi selfie. " lo selamatin orang mulu deh ".
" gue akan selamatin siapapun yang gue rasa butuh pertolongan gue ".
" jadi.... lo berusaha nyelamatin semua orang? ".
__ADS_1
" iya ".
" aneh, kok gue gak bisa lihat nama lo di daftar semua orang itu , yah? ".