
HANYA BONUS CHAPTER!
POV ZACK
gue zack, usiaku saat ini baru menginjak 17 tahun. gue tumbuh dengan kasih sayang dan perhatian lebih dari kedua orang tuaku.
gue di manjain, gue di sayangi. gue sangat beruntung bisa mendapatkan keluarga seperti itu.
pernah suatu waktu, gue tanya ke mommy. apakah masa kecil mommy sampai sekarang bahagia seperti ini? dan kalian tahu mommy jawab apa?
dengan senyuman yang begitu indah mommy menjawab." mommy sangat bahagia. dari kecil hingga saat ini mommy selalu menemukan kebahagiaan tanpa adanya masalah. mommy tidak pernah menderita ataupun merasa sedih. yang perlu kamu tau adalah, mommy selalu baik-baik saja." katanya
sejak kecil mommy selalu berkata seperti itu dan gue selalu percaya karna masih polos. tapi sekarang, gue tau kalau masa lalu mommy tidak baik-baik saja. alasannya adalah, mommy adalah presdir dari perusahaan besar, dan gue tau kalau masa-masa sebelum menjadi direktur adalah masa yang sulit.
gue juga pernah tanya masa lalu mommy ke tante nancy dan violet. namun, jawaban mereka sama seperti mommy.
akan tetapi, gue bisa lihat kebohongan di mata mereka.
well, jadi bisa gue simpulkan kalau mommy ku sempat menderita dulu.
lupakan tentang itu. gue sekarang tumbuh menjadi lelaki yang tampan. banyak cewek-cewek yang berlomba-lomba menjadi pacarku karna sikapku yang friendly. padahal gue tidak punya rasa suka sama mereka sedikit pun
alice dan alesya masih menempel padaku dari kecil hingga sekarang. mereka bahkan satu sekolah dan satu kelas denganku.
mereka baik, dan cantik. gue sayang sama keduanya. terlebih lagi alesya, dia selalu merengek dan mengeluh setiap saat. dia selalu membutuhkan perhatian lebih dariku sehingga terkadang gue melupakan alice.
alice sendiri merupakan seorang gadis yang kuat dan anti menye-menye. sikapnya yang tegas dan penyayang itu membuat ku kagum.
" siapa yang lo sukai? "
" haaa? "
" alice atau alesya? "
gue reflek diam, pandangan gue langsung tertuju pada alice dan alesya yang lagi habisin bekal mereka di kantin." gue gak ngerti apa maksud mu. alice dan alesya adalah sahabat ku."
niki malah tertawa." lo selalu beralasan sahabat tanpa tau perasaan mu. sekarang gue tanya, lo lebih sayang pada alice atau alesya."
Lagi-lagi gue terdiam yang membuat niki tertawa terbahak-bahak." tuh kan, lo gak bisa menjawabnya karna lo menyukai keduanya."
" lo gak bisa egois untuk mendapatkan keduanya. emangnya lo mau memperistri dua orang? " tanyanya, gue tau kok itu cuman godaan dan candaan.
gue kembali menatap mereka, menatap betapa teduh wajah mereka. gue gak mau pisah sama mereka, gue pengen sama mereka terus sampai kapanpun. masalah jodoh, biarlah waktu yang menentukan.
oh ya, gue lupa ngenalin teman gue ini. dia adalah niki, putra dari tante fira dan om raka.
tidak seperti ibunya yang baik dan membela kebenaran. anaknya ini justru kebalikannya, dia sedikit nakal dengan jiwa psikopat di dalamnya.
orang-orang gak tau kok kalau niki ini adalah psikopat kecuali gue. bahkan orang tuanya juga gak tau tentang anaknya ini.
hanya gue, sahabatnya yang tau tentang kebusukannya. apa gue salah menyembunyikan ini?
saat lagi menikmati makanan di kantin, gue gak sengaja lihat anak kelas 12 yang dulunya membully gue di sekolah dasar. dia membully ku karna gue adalah anak mommy. ya, mungkin dia iri karna mommy selalu baik dan menjadi seorang ibu idaman untuk anak-anak.
lihatlah, pembully itu lagi santai-santainya tanpa pernah minta maaf padaku. gue natap ke arah mereka, yang sialnya malah dia lihatin oleh niki.
" gue bunuh aja yah?" kata niki sambil berdiri, gue auto melotot.
" eh jangan! "
" dikit aja gak boleh? " lah, nih anak malah nawar.
gue langsung tarik tangannya buat duduk kembali. kan gak mungkin gue biarkan dia membunuh seorang siswa di sekolah ini.
gue jadi kepikiran, niki adalah psikopat yang anehnya gak pernah di tangkap polisi.
__ADS_1
" niki, kok bisa sih lo gak pernah di panggil polisi? " tanya gue
niki tertawa terus nyahut." siapa bilang gak pernah? gue sering ke kantor mereka entah karna di panggil ataupun ada urusan lain."
" terus? "
" yah... penjahat bukan cuman gue." jawabnya santai
ohh, sekarang gue ngerti.
Gw pernah denger istilah ini 'Melawan Monster dengan Monster', yang artinya' penjahat hanya bisa di kalahkan dengan penjahat'
mungkin saja niki di panggil oleh polisi untuk membantu mereka menangkap penjahat yang lebih kuat. polisi tersebut akan memafkan kejahatan niki atau membayar niki jika niki ikut membantu mereka menangkap penjahat lainnya.
niki adalah orang yang selalu penasaran dengan perasaan manusia. dia tipe orang yang selalu nyoba buat mahamin apa saja yang terjadi dari semua sudut pandang, bahkan dari sudut pandang orang terjahat sekalipun.
ternyata mama benar, orang yang pengen tahu adalah orang yang berbahaya.
" kadang ini menarik, dan kadang ini menyedihkan." kata niki
" kenapa? "
" jadi gue beberapa kali kunjungan ke kantor polisi buat bicara sama pembunuh berantai yang katanya keji. lo tau, salah satu alasan dia ngebunuh? cuman gara-gara gak kebagian donat." niki diam bentar buat ketawa.
" tapi hari itu mobilnya gak sengaja ditabrak orang pas di lampu merah. buruknya, asuransi berhenti di hari yang sama, istrinya ngajuin gugatan cerai, baju favoritnya ketumpahan kopi, rumahnya di ancem buat di sita, telur dadar yang dia masak gosong, dan itu juga hari peringatan kematian anaknya yang suka banget sama donat gula." jelasnya panjang lebar.
gue terdiam mendengarnya." dia membunuh demi donat kesukaan anaknya "
niki terkekeh." terkadang orang jahat adalah orang yang di sakiti."
...🍄...
hari ini niki ke rumah gue, dah lama banget dia gak dateng. katanya sibuk dan kebetulan lagi gabut dan ajakin gue mabar game.
tiba-tiba hpnya berbunyi, agak kesel tapi akhinya di angkat juga sama dia. gue dengar mas-mas yang ngabarin kalau niki menang hadiah motor.
"hadiah bisa di ambil di alamat yang saya kirim yah dek. datang sendiri aja, soalnya harus jaga protokol, dan gak boleh di wakilin."
" ok, ngomong-ngomong berat masnya berapa? "
" 60 kg, kenapa? "
" gak papa, ini aku langsung kesana." tu anak ambil jaketnya dan beres-beres." keknya hari ini gue gak jadi gabut." dia tersenyum miring
yah, jadinya gue main game sendiri.
gue harap, kali ini niki gak ketahuan mesikpun gak pernah sih. gue tau apa maksudnya nanya berat badan masnya tadi.
tengah malam harinya, gue yang lagi asik main game kaget saat mendapatkan telpon dari niki. gak biasanya sih dia nelpon gue tengah malam. hal pertama yang gue dengar adalah suarnya yang agak gemeter." gue takut, mas-mas tadi tiba-tiba ngilang."
" ehh? gimana-gimana? udah lapor polisi? "
" lo mau gue bunuh diri!! "
gue auto hela nafas." lo takut di tangkap polisi? "
" gak lah, tapi... serius gue udah ngubur dia! "
gak kaget lagi sih gue, tu anak selalu aja kayak gini. biarlah dia, Lama-lama gue bisa gila atau tertular jiwa paikopat nya. biarlah, masnya juga pantas kok mendapatkannya. dia pasti adalah seorang penipu berkedok pemberi hadiah.
keesokan harinya gue ketemu lagi sama niki. seperti biasa kita bercerita hal yang seru di tempat duduk kelas.
" zack, lo percaya gak sama mayat hidup? " tanya niki, gue mikir bentar sebelum jawab.
" umm, gak yakin sih."
__ADS_1
" jadi tadi pagi di temukan sosok mayat cowok di gang seberang rumah gue." jelas niki
" ehh... serem amat, trus gimana? "
" gimana yah, masalahnya seharusnya ada dua."
lah?
lagi, pasti niki pelakunya.
gue memilih mengabaikannya dan melihat ke luar kelas di mana si cantik pada datang.
alice dan alesya datang dengan tergesa-gesa dan langsung tarik gue ke tempat duduk mereka. hehe, di perlakuan seperti ini oleh gadis cantik membuat ku malu.
alesya hari ini makai topi baret dengan rambut yang terurai membuat wajahnya yang imut itu semakin imut. sedangkan alice mengikat rambutnya dan memakan sebuah permen.
" gue kayaknya pengen jadi seorang seniman deh, zack." celetuk alice
gue tersenyum." wahh bagus dong."
wajahnya berubah lesu." tapi gue takut gagal, lo tau kan kalau mamaku dulu bercita-cita menjadi seorang seniman? tapi karna satu hal, dia tidak bisa mewujudkan mimpi itu."
gue mengerti perasaan itu, alice hanya takut jika dia gagal. gue tersenyum hangat, tangan gue terangkat dan menggenggam tangannya yang lembut. pandangan gadis itu naik menatap mataku dengan tatapan teduh.
" alice, lo tau kan kalau gue adalah orang yang pantang menyerah?" alice mengangguk
" gue tipe orang kalau jatuh 100 kali bakal bangkit 101 kali. gue orang yang kuat dan keras ke diri sendiri." gue memajukan duduk ku sehingga berjarak sangat dekat dengan alice.
" lo tahu apa yang lebih buruk dari gagal? saat seseorang tetap usahain satu hal, tapi alasannya utamanya bukan lagi karna pengen berhasil. mereka cuman lelah, saking lelahnya sampai gak punya kekuatan lagi untuk menyerah."
mendengar itu, wajah alice yang tadinya sendu perlahan tersenyum. ia langsung memeluk zack tanpa aba-aba membuat zack dan alesya terkejut.
" ihh jangan peluk dia! " alesya merengek, ia melipat tangannya dan memanyunkan bibirnya. wahh, itu pemandangan yang indah.
" kemarilah! " perintah gue, wajah alesya tersenyum sumringah dan ikut masuk ke dalam pelukan gue. ya, gue memeluk kedua gadis itu dengan perasaan nyaman.
aroma wangi keduanya menyeruak masuk ke dalam hidungku. sangat nyaman di peluk oleh kedua gadis cantik.
gue noleh ke arah niki yang menatapku dengan ketus. mulut nikki bergumam sesuatu yang tidak bisa gue dengar. tapi gue yakin, kalau dia mengataiku seorang playboy.
menurut ku gak juga, gue hanya begini pada alice dan alesya doang. gue gak pernah dan gak akan pernah mau begini dengan orang lain.
orang tua kami bersahabat, jadi apa salahnya jika anak-anak mereka bersahabat juga?.
kami selalu membicarakan masa lalu orang tua kami yang sangat mengasikkan.
mommy selalu bilang, kalau dulu mereka selalu menyanyi di acara-acara sekolah. meskipun selalu di larang oleh kepala sekolah, namun itu tidak menghentikan mereka menyanyi.
mereka suka dance, gue aja sampai kagum melihat foto masa remaja mommy dan kawan-kawannya.
gue punya satu kok foto mommy, ada nih.
cantik banget, pantas saja daddy tergila-gila dengan mommy dulu.
mommy dan teman-temannya selalu tampil dengan seragam sekolah. bahkan tak segan-segan mereka memakai tas di panggung.
just pov
__ADS_1
~ END ~